HEADLINE NEWS

Mahadesa TDC, Akan didukung Pemasaran Terintegrasi Berbasis Digital




Mataram - - Program Mahadesa Trade and Distribution Centre (TDC) yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas akan membentuk tatanan baru yang positif. Program ini selain memperkuat infrastruktur perekonomian di desa, juga diharapkan mampu mengangkat berbagai produk IKM/UKM lokal untuk bisa bersaing, tidak hanya menjadi tuan di negerinya sendiri, tetapi juga dipasar nasional dan global. Untuk itu, Mahadesa TDC akan didukung sistem pemasaran terintegrasi ( integrated marketing) berbasis digital.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah saat memimpin Rapat Koordinasi Pemberdayaan UMKM bersama Pimpinan Lembaga Perbankan dan PT. GNE, di Ruang Kerjanya, Selasa (4/8-2020) menyebut Inovasi Teknologi sebagai syarat utama untuk mewujudkan kemandirian IKM/UKM lokal. Dan inovasi teknologi akan berhasil, kata Dr. Zul sapaan akrabnya, jika didukung oleh 5 aspek turunannya yaitu, data permintaan pasar (Big data supply-demand), Industrialisasi Produk, pemberdayaan dan kolaborasi, akses dan transaksi keuangan serta pasar yang terintegrasi (integrated marketing). 

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin dicapai dari pemanfataan teknologi berbasis digital dalam pengembangan IKM/UMKM. Pertama memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global. Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien. Dan untuk memaksimalkannya, maka peran teknologi menurutnya memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas aksesnya.

Gubernur berharap kepada seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB, untuk dapat mengambil peran utama. Yakni menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan usaha IKM/UKM lokal, khususnya dalam akses modal yang mudah dan ringan.

Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE) Samsul Hadi menjelaskan, melalui program Mahadesa, UMKM akan dikembangkan melalui rantai bisnis pemberdayaan desa secara ekonomi dan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus keluar rumah. 

Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya atau serba teknologi BUMDes dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat). Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fasilitas Mahadesa ini.

Selain itu, Samsul Hadi juga memaparkan bahwa saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara. Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya seribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini.

Sistem bisnis yang dikembangkan GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejeninya yang ada di catalog.

“Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda NTB, Kadis Dikbud, Kadis Dinas Perindustrian, Direktur GNE, Kepala BI Perwakilan NTB, dan beberapa kepala cabang bank di NTB. (diskominfotikntb/LNG04) 

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *