newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Saturday, June 20, 2026

Rachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TIMUR.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat, meresmikan Rumah Aspirasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kehadiran Rumah Aspirasi tersebut menjadi penegasan komitmen PDI Perjuangan untuk mendekatkan pelayanan politik kepada masyarakat sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan, keluhan, maupun gagasan pembangunan.

Peresmian rumah aspirasi itu berlangsung dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari DPP antara lain hadir Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, dan Sri Rahayu. Sementara dari DPD PDIP Provinsi NTB drg. Meily Zuraida,  Made Selamet ,   H Ruslan Turmuzi, Mahsan, Lalu Chandra Yudistira, I Gusti Lanang Media, Nyayu Ernawati, dan Wahyu Septtriandi. Sementara dari DPC PDIP Lombok hadir Ketua DPC Ahmad Sukro, Sekretaris DPC Ahmad Amrullah, Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP Marianah, dan sejumlah pengurus lainnya sepet

Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat menegaskan, Rumah Aspirasi dihajatkan tidak sekadar menjadi kantor politik atau tempat aktivitas partai. Lebih dari itu, Rumah Aspirasi ini dia hajatkan sebagai ruang pengaduan dan konsultasi masyarakat yang terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.

“Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya,” tegas Rachmat.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini mengungkapkan, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, persoalan pertanian, nelayan, hingga berbagai urusan administrasi yang kerap membuat warga kesulitan memperoleh akses pelayanan.

Karena itu, keberadaan Rumah Aspirasi diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang.

Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya,” ujar Rachmat.

Politisi senior PDI Perjuangan itu mengatakan, politik pada hakikatnya adalah memperjuangkan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, keberadaan Rumah Aspirasi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, bukan sekadar simbol atau bangunan fisik.

Politik harus terasa manfaatnya. Ukurannya sederhana, apakah rakyat terbantu atau tidak,” katanya.

Rachmat menambahkan, setiap aspirasi yang masuk akan dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimilikinya sebagai wakil rakyat di Senayan. Jika persoalan tersebut menjadi ranah pemerintah daerah, maka akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. 

Jika berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat, pihaknya siap memperjuangkannya melalui jalur-jalur yang tersedia.

Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Politisi lintas zaman ini menilai, masyarakat sering kali memiliki persoalan yang sederhana namun tidak mengetahui harus menyampaikan kepada siapa. Akibatnya, banyak keluhan yang berlarut-larut dan tidak tertangani.

Karena itu, Rumah Aspirasi diharapkan menjadi tempat pertama yang dapat didatangi masyarakat ketika membutuhkan pendampingan ataupun advokasi.

Yang paling penting, rakyat punya tempat mengadu dan punya harapan bahwa suaranya didengar,” kata Rachmat.

Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Bung Karno, kata dia, selalu menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan perjuangan politik.

Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Rumah Aspirasi di Lombok Timur. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menyerap sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah.

Ia menegaskan bahwa Rumah Aspirasi terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat,” katanya.

Rahayu menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan melalui Rumah Aspirasi. Mulai dari persoalan pembangunan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Menurutnya, tidak sedikit persoalan masyarakat yang sesungguhnya dapat diselesaikan apabila ada koordinasi yang baik antara warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Karena itu, Rumah Aspirasi juga akan berfungsi sebagai ruang komunikasi dan koordinasi.

Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah,” kata Rahayu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, mengatakan peresmian Rumah Aspirasi menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang telah dilaksanakan selama Juni 2026.

Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari pemotongan tumpeng, zikir bersama, diskusi tentang pemikiran Bung Karno, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Bulan Bung Karno kami isi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai peresmian Rumah Aspirasi, jajaran PDI Perjuangan juga melanjutkan kegiatan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Ditegaskan, penanaman mangrove ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

 Menurutnya, kawasan pesisir Lombok Timur menghadapi tantangan yang semakin besar akibat abrasi, perubahan iklim, dan tekanan terhadap ekosistem laut.

Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

 Keberadaannya mendukung produktivitas perikanan karena menjadi tempat berkembang biak bagi ikan, kepiting, dan berbagai organisme yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

Kalau mangrove terjaga, laut tetap produktif. Kalau laut produktif, ekonomi rakyat pesisir juga ikut kuat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat menjaga lingkungan sejatinya sejalan dengan ajaran Bung Karno yang menempatkan manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang harus dijaga secara berkelanjutan.

 Karena itu, rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial dan politik kerakyatan, tetapi juga aksi nyata untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Menurut Sukro, seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Perjuangan tidak cukup dengan pidato. Perjuangan harus hadir dalam tindakan,” katanya.

Peresmian Rumah Aspirasi di Lombok Timur menjadi langkah baru bagi PDI Perjuangan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan persoalan-persoalan warga tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan menjadi agenda yang diperjuangkan hingga mendapatkan penyelesaian.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang, kehadiran Rumah Aspirasi diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan suara rakyat dengan para pengambil kebijakan.

Kami seluruh kader PDI Perjuangan selalu diingatkan, bahwa rakyat tidak membutuhkan janji yang panjang. Mereka hanya ingin didengar dan diperjuangkan. ( red

Implementasi Ajaran Bung Karno, PDIP Loteng Siap Gelar Dorong Donor Darah

 


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TENGAH Memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu menjadi rangkaian Utama dari sejumlah agenda Bulan Bung Karno yang sebelumnya telah dilaksanakan, mulai dari apel peringatan 1 Juni hingga kemah bakti dan penanaman pohon di kawasan bantaran Sungai Lembah Datu, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Bung Karno yang selalu menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan  Bung Karno mengajarkan politik yang hadir untuk kemanusiaan," kata Suhaimi.

Anggota DPRD NTB ini menjelaskan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dipilih karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Menurutnya, kehadiran partai politik harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat.

Pada kegiatan donor darah kali ini, panitia menargetkan sedikitnya 150 kantong darah terkumpul. Hingga pelaksanaan berlangsung, Suhaimi optimistis target tersebut dapat tercapai.

Target 150 kantong darah, insyaallah terpenuhi," ujarnya.

Lebih jauh, Suhaimi menegaskan, telah menjadi komitmen PDI Perjuangan Lombok Tengah, bahwa kegiatan sosial serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan atau hanya dilakukan saat momentum Bulan Bung Karno.

Ia menyebutkan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dapat menjadi program rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus partai, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menindaklanjuti program tersebut di wilayah masing-masing.

Jangan berhenti hari ini. PAC dan ranting harus melanjutkan di desa-desa," tegasnya.

Menurut Suhaimi, arahan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, yang terus mengingatkan seluruh kader agar selalu berada di tengah rakyat dan menghadirkan kerja-kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat kepedulian sosial, kader partai juga dituntut memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kader selalu diingatkan Ibu Ketua Umum, agar mereka harus dekat dengan rakyat, peduli sesama, dan menjaga alam," ucap Suhaimi.

Ia menegaskan, seluruh kader PDI Perjuangan memahami sepenuhnya, semangat Bulan Bung Karno tidak cukup diwujudkan melalui peringatan dan seremoni semata. 

Yang lebih penting adalah menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta gerakan penanaman pohon yang telah dilakukan sebelumnya, PDI Perjuangan Lombok Tengah berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna. ( red

Kunker ke Polres Lombok Tengah, Kapolda NTB Tekankan Sinergitas


Newsmetrontb com_ LOMBOK TIMUR
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB serta jajaran Pejabat Utama Polda NTB, melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Lombok Tengah , Jumat (19/06/2026).

 Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda pembinaan organisasi, tetapi juga momentum memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, serta mempererat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Tiba di Polres Lombok Tengah Kapolda NTB beserta rombongan disambut Kapolres Lombok Tengah beserta seluruh Pejabat utama, Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Lombok Tengah serta para perwira. 

Sebelum memulai kegiatan Kapolda langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas dan sarana pendukung operasional kepolisian. Mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), gudang senjata api, gudang amunisi, gudang barang bukti hingga ruang tahanan Sat Tahti menjadi fokus pemeriksaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pelayanan, pengamanan, dan pengelolaan sarana kepolisian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Tidak hanya fokus pada aspek internal, kunjungan Kapolda NTB juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyerahkan bantuan sosial kepada para warakawuri serta masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap keluarga besar kepolisian maupun masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Kehadiran Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTB disambut hangat oleh para penerima bantuan yang mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. 

Dalam rangka memperkuat kolaborasi lintas sektor, Kapolda NTB juga melaksanakan silaturahmi dengan pemerintah daerah dan anggota Forkopimda Kabupaten lombok Tengah. 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergitas yang lebih kuat antara Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menariknya, kunjungan kerja kali ini juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon pelindung di lingkungan Polres lombok Tengah. 

Aksi penghijauan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian lingkungan dan program pembangunan berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Di hadapan seluruh personel Polres Sumbawa Barat, Kapolda NTB memberikan arahan yang menitikberatkan pada pentingnya profesionalisme, integritas, disiplin, dan pelayanan yang humanis.

Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengingatkan bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Polri harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang humanis harus terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi semakin kuat," tegas Kapolda.

Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas diri serta menjaga kepercayaan publik yang telah dibangun selama ini.

Sebagai bentuk penguatan komitmen internal, dalam kunjungan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel Polres Lombok Tengah. 

Pakta integritas tersebut memuat komitmen bersama untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, mencegah berbagai bentuk pelanggaran disiplin, serta menjaga kehormatan institusi melalui kepatuhan terhadap kode etik profesi Polri.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda NTB dalam mewujudkan institusi Polri yang bersih, profesional, dan berintegritas.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kunjungan kerja Kapolda merupakan bagian dari fungsi pembinaan pimpinan sekaligus sarana memperkuat komunikasi dengan satuan kewilayahan.

Menurutnya, berbagai agenda yang dilaksanakan selama kunjungan tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi dan pengawasan, tetapi juga memberikan motivasi kepada personel agar semakin semangat dalam menjalankan tugas.

Berbagai kegiatan dalam kunjungan kerja ini meliputi bakti sosial, penandatanganan pakta integritas terkait pencegahan narkoba dan kedisiplinan, serta penyampaian arahan strategis untuk meningkatkan kinerja Polri," jelasnya.

Ia berharap kehadiran Kapolda secara langsung dapat memberikan energi positif dan semangat baru bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kunjungan kerja ini, Polda NTB berharap Polres Lombok Tengah semakin solid, profesional, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. 

Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lombok Tengah diharapkan tetap terjaga dalam kondisi aman, damai, dan kondusif. ( red




Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Sat Brimob Polda NTB Gelar Donor Darah di Kota Bima


Newsmetrontb.com_ KOTA BIMA             
 Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Satuan Brimob Polda NTB melalui Kompi 1 Batalyon C Pelopor dan Subden Detasemen Gegana menggelar bakti kesehatan berupa donor darah di Mapolres Bima Kota, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut diikuti oleh personel Polri, anggota TNI, serta masyarakat umum yang secara sukarela mendonorkan darahnya. Pelaksanaan donor darah ini merupakan hasil kerja sama antara Sat Brimob Polda NTB dengan RSUD Kota Bima.

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial aparat dan masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Bima dan sekitarnya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan bahwa bakti kesehatan donor darah merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda NTB beserta jajaran sebagai bentuk rasa syukur menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan sosial kemanusiaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan Polda NTB dan jajaran sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Polri,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan donor darah tidak hanya menjadi sarana mempererat sinergitas antara Polri, TNI, dan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membantu masyarakat yang sedang membutuhkan transfusi darah untuk keperluan medis.

Kita berharap kantong-kantong darah yang berhasil dikumpulkan dapat memberikan manfaat bagi sesama yang membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polda NTB berharap semangat pengabdian Polri kepada masyarakat semakin nyata dirasakan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga terus berupaya hadir melalui berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. (  red )



Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Sat Brimob Polda NTB Salurkan Air Bersih Untuk Warga


Newsmetrontb.com_ KOTA  BIMA.         
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kompi 1 dan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda NTB menggelar bakti sosial dengan mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bima, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Pada pelaksanaannya, Komandan Kompi 1 Yon C Pelopor memimpin langsung pendistribusian air bersih bagi warga di Kampung Pali, Kelurahan Melayu, Kota Bima. Sementara itu, Komandan Kompi 3 Yon C Pelopor memimpin penyaluran bantuan serupa kepada masyarakat di Desa Naru dan Desa Nae, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Bima dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber air bersih. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga keperluan sanitasi.

Melihat kondisi tersebut, Sat Brimob Polda NTB bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pendistribusian air bersih kepada warga yang membutuhkan tersebut juga bagian dari kegiatan sosial yang dilaksanakan Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

Bantuan air bersih yang disalurkan mendapat sambutan hangat dari warga. Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel Brimob, terutama di tengah kondisi kekeringan yang menyebabkan terbatasnya akses terhadap air bersih.

Melalui kegiatan sosial ini, Sat Brimob Polda NTB berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.( red



Kapolresta Mataram Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri

Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM   


 Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Salah satunya melalui kegiatan anjangsana yang dipimpin langsung Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Dyah Hendro Purwoko, ke kediaman AKP (Purn.) Zaenal Arifin di Perumnas Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polresta Mataram serta jajaran pengurus Bhayangkari Cabang Mataram.

Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Polresta Mataram dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri untuk institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Mataram bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mataram menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada AKP (Purn.) Zaenal Arifin sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di lingkungan Polresta Mataram.

Anjangsana kepada purnawirawan dan warakawuri ini merupakan wujud rasa syukur dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Ini juga menjadi bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih Polresta Mataram atas jasa-jasa yang telah diberikan selama berdinas dan mengabdi kepada institusi Polri,” ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko usai kegiatan.

Menurutnya, para purnawirawan merupakan bagian penting dari sejarah dan perjalanan institusi Polri. Pengalaman, pengabdian, serta kontribusi mereka menjadi fondasi bagi generasi Polri saat ini dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan anjangsana juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara anggota aktif, purnawirawan, dan keluarga besar Bhayangkara.

Kapolresta berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan saat peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga dapat terus berlanjut pada berbagai momentum lainnya sebagai upaya menjaga tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polri.

Kami berharap kegiatan anjangsana seperti ini dapat terus dilaksanakan pada berbagai kesempatan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sesama insan Bhayangkara dan Bhayangkari,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Mataram kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan, kepedulian, dan kebersamaan sebagai bagian dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Anjangsana ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial yang digelar Polresta Mataram menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara generasi penerus Polri dengan para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk institusi Bhayangkara. ( red

Polisi Tangkap 3 Orang Pelaku Kejahatan Narkotika


 Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram kembali mengungkap dugaan tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, sebuah kamar kos di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, digerebek petugas pada Jumat siang (19/06/2026).

Penggerebekan tersebut dilakukan setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lokasi tersebut.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas akhirnya bergerak menuju lokasi dan melakukan penggerebekan terhadap kamar kos yang dimaksud.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga pria yang saat itu berada di dalam kamar kos. Ketiganya masing-masing berinisial LHH (30) dan JH (35) yang merupakan warga Kabupaten Lombok Tengah, serta LSP (28), warga Kelurahan Babakan, Kota Mataram.

Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Remanto, SH., membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

Benar, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram telah mengamankan tiga pria saat melakukan penggerebekan di wilayah Babakan," ungkap AKP Remanto.

Selain mengamankan ketiga terduga, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Di antaranya narkotika jenis sabu dengan berat total 2,35 gram, beserta sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Para terduga bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Mataram. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk proses hukum," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga ketiga pria tersebut tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika.

Dari keterangan para terduga serta barang bukti yang ditemukan, kuat dugaan mereka berperan sebagai pengedar sekaligus pengguna aktif narkotika. Namun, seluruh peran masing-masing masih akan didalami lebih lanjut dalam proses penyidikan," tegas AKP Remanto.

Atas perbuatannya, ketiga terduga dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polresta Mataram juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing guna mendukung upaya pemberantasan narkotika di wilayah Kota Mataram. ( red

Tim Opsnal Satreskrim Polres Lombok Timur Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencurian

 


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TIMUR Kepolisian Resor Lombok Timur kembali berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana  pencurian dengan pemberatan (curat) dan tindak pidana  pencurian dengan kekerasan (curas)  dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat orang pelaku beserta sejumlah barang bukti hasil kejahatan  

Kasus pertama, polisi mengamankan dua pria berinisial A.N. (38) dan M.S. (38) di kediaman  pelaku di wilayah Kecamatan Aikmel dan Kecamatan Wanasaba pada Kamis malam (18/6/2026 ).

 Keduanya diduga terlibat dalam pencurian sebuah sepeda motor Honda PCX, telepon genggam, kotak amal, dompet beserta dokumen penting milik korban, serta sejumlah uang tunai yang terjadi di Desa Aikmel Timur pada November 2025.

Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda PCX, satu unit telepon genggam Samsung Galaxy A56, sebuah kotak amal, serta dua buah gembok yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Selanjutanya  Tim Opsnal Satreskrim Polres  Lombok Timur   kembali berhasil mengamankan dua pelaku kasus pencurian dengan kekerasan 

Kedua  terduga  pelaku  yakni  berinisial A. (24) dan A.H. (19)  mereka diamankan  di wilayah Kecamatan Suwela  kabupaten Lombok  Timur.

Kedua  terduga  dintangkap atas dugaan telah melakukan tindak pidana  pelaku perampasan jln raya  terhadap seorang perempuan asal Kabupaten Sumbawa di wilayah Kecamatan Pringgabaya pada ( 5/6/2026 ) 

Saat melakukan aksinya kedua pelaku pepet Korban saat mengendarai sepeda motor, kemudian dihentikan secara paksa hingga terjatuh. 

kemudian  Pelaku  mengambil sepeda motor, telepon genggam, dompet beserta dokumen penting, perhiasan emas, serta uang tunai milik korban sebelum melarikan diri.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Beat dan satu unit telepon genggam ITEL A70.

Kesempatan tersebut Kapolres Lombok Timur Akbp I Komang Sarjana,S.I.K.,S.H. menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kedua kasus tersebut.

 merupakan komitmen Polres Lombok Timur dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap pelaku tindak pidana. " Pungkasnya.    ( red

Friday, June 19, 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Bhayangkari Polres KLU Gelar Donor Darah


Newsmetrontb.com_ LOMBOK UTARA
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Bhayangkari Cabang Lombok Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah yang digelar di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUD Lombok Utara, Kamis (18/6)/2026 ) 

Kegiatan yang melibatkan personel Polri dan anggota Bhayangkari tersebut tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Lombok Utara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan keluarga besar Polri.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan donor darah telah menjadi program berkelanjutan yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Donor darah bukan pertama kali kami laksanakan. Sejak Januari 2025, Bhayangkari bersama Polri secara rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan donor darah pada sejumlah momentum penting, 

mulai dari Hari Bhayangkara ke-79, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73, HUT Polair, hingga sekarang dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.

Menurut Heny, donor darah memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan sosial. Setiap kantong darah yang disumbangkan merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Sebelum mengikuti donor darah, setiap peserta wajib menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas medis. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), wawancara riwayat kesehatan, 

hingga pengisian pernyataan bahwa calon pendonor bukan pengguna narkoba dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam kurun waktu tertentu sesuai standar pelayanan donor darah.

Selain membantu sesama, kegiatan donor darah juga memberikan manfaat langsung bagi para pendonor. Melalui proses skrining kesehatan yang dilakukan sebelum donor, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

Hal ini yang selalu saya tekankan kepada seluruh anggota. Kami mengimbau personel Polri maupun Bhayangkari untuk aktif mengikuti donor darah. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana yang sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap terjaga,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai standar medis. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, seperti sifilis, HIV, maupun tuberkulosis (TB), maka yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan proses donor darah.

Menurutnya, mekanisme tersebut menjadikan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi serta pemantauan kesehatan bagi anggota Polri dan Bhayangkari.

Kami ingin memastikan seluruh personel Polri dan Bhayangkari di Lombok Utara berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Donor darah menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga lewat aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

MySetetes darah yang kita berikan mungkin terlihat kecil. Namun bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, darah tersebut bisa menjadi harapan untuk melanjutkan hidup. Semakin banyak yang berdonor, semakin besar peluang kita membantu sesama dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” katanya.

Kegiatan donor darah yang digelar Bhayangkari Cabang Lombok Utara menjadi cerminan bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

 Di tengah tingginya kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan, partisipasi aktif Polri dan Bhayangkari menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat ( red

Gubernur NTB Pimpin Deklarasi Dukungan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026


Newsmetrontb.vom_ KOTA  MATARAM 
Provinsi Nusa Tenggara Barat meneguhkan komitmennya menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui pencanangan yang berlangsung meriah di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Center NTB, Jumat (19/6/2026).

Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, saat mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi NTB bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Pencanangan tersebut merupakan bentuk penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang pendataan lapangannya telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di NTB sejak 15 Juni 2026. Di NTB, 

pencanangan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, para bupati dan wali kota se Pulau Lombok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah tingkat Provinsi, pimpinan instansi vertikal, para pelaku usaha, serta kelompok masyarakat.

Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan bersama terhadap pelaksanaan sensus yang akan menghasilkan potret lengkap kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Bumi Gora.

Prosesi pencanangan ditandai dengan penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, Wakil Kepala BPS RI, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.

 Penancapan bendera tersebut melambangkan semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di NTB.

Komitmen itu kemudian ditegaskan melalui penandatanganan dukungan oleh para bupati dan wali kota. Secara bergantian, para kepala daerah membubuhkan tanda tangan pada papan deklarasi sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah masing-masing.

Di hadapan Wakil Kepala BPS RI dan seluruh hadirin, Gubernur NTB menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turkiye itu mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.

Ketika datanya baik, maka perencanaannya akan baik. Ketika perencanaannya baik, manfaat pembangunannya akan semakin dirasakan masyarakat," kata Gubernur.

Kegiatan pencanangan berlangsung semarak dengan menampilkan atraksi peresean, seni bela tradisional masyarakat Sasak yang menjadi salah satu ikon budaya NTB. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan tamu undangan.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Keduanya memperagakan peresean di hadapan ratusan peserta yang menyambut dengan tepuk tangan dan sorak antusias.

Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan mengenai pentingnya sensus diharapkan semakin dekat dengan masyarakat.

Wakil Kepala BPS RI dalam sambutannya mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Indonesia. 

Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kerja petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif pelaku usaha sebagai responden serta dukungan penuh pemerintah daerah.

Data yang akurat akan memberi arah yang jelas bagi pembangunan. Karena itu, setiap pelaku usaha memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil sensus,” ujarnya.

Melalui pencanangan ini, BPS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data statistik semakin meningkat. Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, 

Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang.

Melengkapi rangkaian pencanangan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menampilkan berbagai produk unggulan yang dimiliki. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata denyut ekonomi NTB yang akan dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026.

 Stan-stan UMKM pun menjadi ruang interaksi yang hangat antara masyarakat, pelaku usaha, dan para tamu undangan yang hadir. ( red

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Mataram Gelar Donor Darah


Newsmetrontb.com _ KOTA MATARAM
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Mataram menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Gedung Wira Pratama Mapolresta Mataram, Jumat (19/06/2026), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Peserta donor darah terdiri dari personel Polri Polresta Mataram, anggota Bhayangkari Cabang Mataram, hingga masyarakat umum yang secara sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Sidokkes Polresta Mataram dan RSUD Provinsi NTB, dengan melibatkan tenaga medis profesional guna memastikan proses donor darah berjalan aman dan lancar.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., melalui Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Edy Sutrisno, mengatakan bahwa donor darah merupakan salah satu rangkaian bakti sosial yang dilaksanakan dalam menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi Polri, tetapi juga sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian institusi terhadap masyarakat.

Menyambut Hari Bhayangkara tahun ini, Polresta Mataram melaksanakan donor darah sebagai wujud kepedulian Polri terhadap warga masyarakat yang saat ini membutuhkan darah. Harapan kami, kantong-kantong darah yang terkumpul dapat membantu dan menyelamatkan mereka yang membutuhkan,” ujar Iptu Edy Sutrisno.

Ia menegaskan bahwa setetes darah yang didonorkan memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan transfusi darah.

Karena itu, Polresta Mataram mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui aksi donor darah maupun kegiatan kemanusiaan lainnya.

Setetes darah sangat berarti bagi keselamatan dan kesehatan seseorang. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan stok darah di fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Kegiatan donor darah berlangsung dengan antusiasme tinggi. Selain menjadi sarana membantu sesama, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan serta kepedulian sosial.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan sosial menjelang 1 Juli 2026, Polresta Mataram terus menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai institusi yang aktif memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aksi donor darah ini pun menjadi salah satu wujud nyata semangat “Polri Untuk Masyarakat”, yang terus diusung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. ( red

Polisi Evakuasi Kapal Kandas di Perairan Gili Banta


Newsmetrontb.com_  KOTA  BIMA.   
Kesigapan personel Sat Polairud Polres Bima bersama Petugas PSDKP dan nelayan setempat berhasil menyelamatkan lima awak Kapal Motor Nelayan (KMN) Putri Novi yang mengalami kecelakaan laut di perairan Gili Banta–Toro Mangeata, Kabupaten Bima, Jumat dini hari (19/06/2026).

Evakuasi dilakukan setelah kapal nelayan yang berlayar dari Ngalili, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, dilaporkan kehilangan kendali akibat cuaca dan arus laut yang cukup kuat di kawasan Takat Tanjung Toro Mangeata.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kapal melintasi perairan antara Takat Tanjung Toro Mangeata dan Gili Banta. Kondisi pasang surut disertai arus yang deras menyebabkan kapal terseret hingga akhirnya kandas di kawasan karang.

Mendapat informasi tersebut, personel Sat Polairud Polres Bima bersama petugas PSDKP dan nelayan setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan," jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal yang berada di atas KMN Putri Novi. Kelima kru kemudian dibawa menuju Sape dalam keadaan selamat.

Alhamdulillah, lima kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Mereka merupakan warga Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima," ujar Kombes Kholid.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti sinergi yang baik antara aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat nelayan dalam menangani situasi darurat di wilayah perairan. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para pelaku pelayaran dan nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan saat beraktivitas di laut.

Polda NTB mengimbau seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut agar senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi kapal laik berlayar, serta memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan laut guna menghindari risiko kecelakaan di perairan.    ( red ) 


  

Ini Kata Direktur Mi6 Tekait Penyandang Disabilitas Dalam Penyelenggara Pemilu


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM
Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai, pelibatan penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu tidak lagi semestinya dipandang sebagai bentuk belas kasih atau pemenuhan kuota semata. 

Di tengah upaya memperkuat kualitas demokrasi, langkah tersebut justru menjadi kebutuhan logis dan strategis yang harus ditempuh oleh penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun badan adhoc di semua tingkatan.

Demokrasi tidak bisa meminta partisipasi penyandang disabilitas di bilik suara, tetapi pada saat yang sama membatasi keterlibatan mereka di meja penyelenggara pemilu,” tandas Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Jumat (19/6/2026).

Analis politik kawakan NTB yang karib disapa Didu ini menegaskan, pemilu sebagai pesta demokrasi harus memberi ruang yang setara bagi seluruh warga negara untuk terlibat, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari penyelenggara.

Menurutnya, demokrasi akan kehilangan sebagian maknanya apabila penyandang disabilitas hanya ditempatkan sebagai objek layanan tanpa diberi kesempatan menjadi subjek yang ikut mengelola proses demokrasi.

Kalau negara menganggap penyandang disabilitas cukup cakap untuk menentukan masa depan bangsa melalui hak suara mereka, maka seharusnya negara juga percaya mereka cukup cakap untuk membantu menyelenggarakan proses pemilu,” tandas Didu.

Dia menegaskan, demokrasi tidak boleh setengah-setengah. Tidak bisa mengundang para penyandang disabilitas masuk sebagai pemilih tetapi ragu memberi ruang sebagai penyelenggara.

Menurut Didu, pelibatan penyandang disabilitas dalam rekrutmen badan adhoc pemilu, mulai dari PPK, PPS, KPPS hingga petugas pendukung lainnya, perlu dipandang sebagai investasi demokrasi. Alih-alih pemenuhan prinsip keterwakilan belaka.

Ia menjelaskan, selama ini diskusi mengenai disabilitas dalam pemilu sering berfokus pada hak memilih dan akses menuju tempat pemungutan suara. Padahal, demokrasi yang matang seharusnya juga memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu.

Kesetaraan itu nggak berhenti pada hak mencoblos saja. Kesetaraan itu juga berarti adanya kesempatan yang sama untuk mengabdi, bekerja, dan mengambil peran dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Didu menilai ada kesalahan cara pandang yang masih berkembang di sebagian masyarakat. Di antaranya melihat penyandang disabilitas lebih sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan dibanding kelompok yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi.

Padahal, perkembangan pendidikan, teknologi, dan akses informasi telah melahirkan banyak penyandang disabilitas dengan kompetensi yang tidak kalah dibanding masyarakat pada umumnya. Mereka bekerja sebagai akademisi, pengusaha, aktivis, aparatur sipil negara, profesional, hingga pemimpin organisasi.

Menurutnya, pemilu semestinya menjadi ruang yang mencerminkan perkembangan tersebut. Karena itu kata Didu, yang harus dilihat adalah kompetensi dan kemampuan menjalankan tugas, bukan semata kondisi fisiknya. 

Banyak penyandang disabilitas memiliki kapasitas administrasi, pengelolaan data, komunikasi publik, hingga kepemimpinan yang sangat baik.

 Jika ruang itu tidak dibuka, maka kata Didu, yang rugi bukan hanya mereka, tetapi juga lembaga yang kehilangan talenta terbaik.

Lebih jauh, Didu menilai keberadaan penyandang disabilitas dalam struktur penyelenggara pemilu justru akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 Menurutnya, salah satu kelemahan yang sering muncul dalam pelayanan publik adalah kebijakan dibuat oleh orang yang tidak mengalami langsung hambatan yang dihadapi kelompok rentan. 

Akibatnya, banyak persoalan yang dianggap sepele justru menjadi kendala besar di lapangan.

Didu mencontohkan masih ditemukannya TPS yang sulit diakses kursi roda, informasi yang belum ramah bagi penyandang disabilitas sensorik, maupun layanan yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan pemilih dengan ragam disabilitas tertentu.

Dalam kondisi tersebut, penyandang disabilitas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki orang lain, yakni pengalaman hidup yang memungkinkan mereka melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.

Mereka memahami hambatan-hambatan itu bukan dari teori, melainkan dari pengalaman langsung,” ucap Didu.

Karena itu, kata mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini, jangan heran jika para penyandang disabilitas ini sering lebih mampu menemukan masalah yang bahkan tidak terlihat oleh orang lain. 

Perspektif seperti ini sangat berharga dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemilu,” ujarnya.

Menurut Didu, kehadiran penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu pada akhirnya tidak hanya menguntungkan kelompok disabilitas, tetapi seluruh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa prinsip aksesibilitas hampir selalu menghasilkan manfaat yang lebih luas dibanding sasaran awalnya.

Sebagaimana jalur landai yang dibuat untuk pengguna kursi roda namun juga membantu lansia, ibu hamil, dan masyarakat umum, pelayanan pemilu yang dirancang lebih aksesibel akan meningkatkan kenyamanan seluruh pemilih.

Pelayanan yang baik bagi kelompok paling rentan biasanya akan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi semua orang. Karena itu pelibatan disabilitas sebenarnya bukan isu kelompok tertentu saja, melainkan strategi meningkatkan kualitas layanan pemilu secara keseluruhan,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Didu menilai pelibatan penyandang disabilitas juga akan memperkuat legitimasi demokrasi. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi banyak negara demokrasi saat ini adalah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi-institusi negara.

Dalam situasi tersebut, penyelenggara pemilu perlu menunjukkan bahwa mereka benar-benar mewakili seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

Didu menegaskan, kehadiran penyandang disabilitas di dalam struktur penyelenggara mengirim pesan bahwa demokrasi membuka ruang bagi semua warga negara. Ketika masyarakat melihat tidak ada kelompok yang disisihkan, tingkat kepercayaan publik terhadap proses pemilu juga akan semakin kuat.

Dia melanjutkan, manfaat yang tidak kalah penting adalah dampak pendidikan sosial yang ditimbulkan. Setiap penyelenggaraan pemilu merupakan ruang pendidikan publik terbesar yang dimiliki negara.

 Jutaan warga berinteraksi langsung dengan petugas pemilu di berbagai tingkatan. Karena itu, ketika masyarakat melihat penyandang disabilitas menjalankan tugas sebagai petugas pemilu secara profesional, persepsi lama mengenai disabilitas perlahan akan berubah.

Selama ini masyarakat terlalu sering melihat keterbatasannya. Padahal yang harus dilihat adalah kemampuannya. Ketika penyandang disabilitas memimpin rapat, melayani pemilih, mengelola administrasi, atau mengawasi jalannya pemungutan suara, masyarakat akan belajar bahwa mereka memiliki kapasitas yang sama untuk berkontribusi,” kata Didu.

Bahkan, kata Didu melanjutkan, perubahan cara pandang tersebut bahkan bisa menjadi salah satu warisan sosial terpenting dari penyelenggaraan pemilu yang inklusif. Sebab, stigma sering kali menjadi hambatan yang lebih berat dibanding kondisi disabilitas itu sendiri.

Karena itu, Didu mendorong KPU dan seluruh penyelenggara pemilu untuk mulai melihat pelibatan penyandang disabilitas sebagai kebutuhan kelembagaan, bukan sekadar program afirmasi.

Ia menegaskan bahwa rekrutmen petugas pemilu perlu membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas yang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi. Pada saat yang sama, penyelenggara juga perlu memastikan lingkungan kerja yang aksesibel sehingga seluruh petugas dapat bekerja secara optimal.

Didu menegaskan, ukuran demokrasi tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya warga yang datang ke TPS pada hari pemungutan suara. Demokrasi yang matang juga tercermin dari siapa saja yang diberi kesempatan untuk ikut menyelenggarakannya.

Ketika penyandang disabilitas dipercaya menjadi petugas pemilu, negara sedang mengirim pesan bahwa setiap warga negara memiliki martabat, kapasitas, dan kesempatan yang sama. Di situlah demokrasi menemukan makna yang sesungguhnya ( red

Thursday, June 18, 2026

Kapolda NTB Pimpin Entry Meeting Audit Kinerja 2026

Newsmeyrontb.com_ KOTA


MATARAM
Komitmen Polda NTB dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Entry Meeting Audit Kinerja yang dirangkaikan dengan Audit Sasaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) Itwil IV Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026 aspek pelaksanaan dan pengendalian.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rupatama Polda NTB, Kamis (18/06/2026), tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE.,MH., dan dihadiri para Pejabat Utama Polda NTB, pimpinan satuan kerja (Satker), Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta para perwira di lingkungan Polda NTB.

Selain diikuti secara langsung, kegiatan strategis tersebut juga diikuti oleh seluruh satker dan satuan wilayah jajaran Polda NTB melalui sambungan virtual dari wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari sistem pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh program kerja berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Audit kinerja merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana keberhasilan program yang telah dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu diperbaiki ke depannya,” ujar Kapolda.

Menurutnya, audit tidak semata-mata berfokus pada aspek administrasi maupun penggunaan anggaran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengukur efektivitas pelaksanaan tugas, kepatuhan terhadap regulasi, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kapolda menekankan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran merupakan fondasi utama dalam membangun institusi Polri yang profesional dan terpercaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi tata kelola organisasi guna memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, audit juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kinerja institusi secara keseluruhan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Kalingga mengungkapkan bahwa Polda NTB secara konsisten melaksanakan evaluasi internal terhadap seluruh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepolisian, termasuk pengelolaan keuangan dan program kerja, sebagai bentuk pengawasan serta pembinaan terhadap kinerja personel.

Kami terus melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepolisian, termasuk pengelolaan anggaran. Hal ini penting sebagai bentuk pengawasan pimpinan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan audit kinerja yang dilakukan oleh Itwil IV Itwasum Polri ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian kinerja sekaligus menjadi sarana perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas organisasi.

Kapolda NTB berharap seluruh rekomendasi dan masukan yang dihasilkan dari proses audit dapat menjadi landasan penting untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan profesionalisme personel, serta mendorong terwujudnya pelayanan kepolisian yang semakin presisi, modern, dan dipercaya masyarakat.

Harapan kami, hasil audit ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta mendukung terwujudnya pelayanan kepolisian yang semakin presisi dan dipercaya masyarakat,” tutup Kapolda NTB. ( red



Polda NTB Gelar Lomba Azan dan Memandikan Jenazah


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM. 
 Polda NTB terus menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bernilai edukatif dan keagamaan. 

Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Azan dan Lomba Memandikan Jenazah yang berlangsung di Masjid Baitussalam Polda NTB, Kamis (18/06/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan seluruh satuan kerja (Satker) Polda NTB serta Polres dan Polresta jajaran. Para peserta tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kedua cabang lomba yang sarat nilai keagamaan dan kemasyarakatan tersebut.

Pada lomba azan, setiap Satker dan Polres mengirimkan satu peserta untuk tampil secara perorangan. Sementara lomba memandikan jenazah diikuti oleh tim perwakilan yang menampilkan keterampilan dan pemahaman sesuai tata cara syariat Islam.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual personel Polri agar semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan serta mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, mengatakan bahwa rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan bakti sosial, tetapi juga berbagai perlombaan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan personel di berbagai bidang.

Menurutnya, lomba azan dan memandikan jenazah memiliki nilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sosial dan keagamaan yang kerap dijumpai personel saat berada di tengah masyarakat.

Selain dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, lomba ini menjadi ajang peningkatan kemampuan personel dalam bidang sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan di bidang keagamaan perlu terus diasah karena dapat menjadi jembatan dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

 Melalui kompetisi tersebut, personel diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan profesional dalam tugas kepolisian, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Selain itu, Lomba ini diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan dibidang akademis tetapi juga melahirkan generasi yang berakhlak. 

Suasana kompetitif namun penuh keakraban mewarnai jalannya perlombaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi antar personel dari berbagai Satker dan Polres jajaran dalam semangat kebersamaan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Dengan berbagai kegiatan yang digelar, Polda NTB berharap peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.  ( red )



Kapolda NTB Terima Kunjungan Kanwil Ditjenpas Perkuat Sinergi Pengamanan


Nesmetrontb.com_  KOTA MATARAM NTB
Upaya memperkuat sinergitas antarinstansi terus dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Nusa Tenggara Barat. 

Salah satunya ditunjukkan melalui pertemuan silaturahmi antara Kapolda NTB, Kalingga Rendra Raharja, dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, Rabu (17/06/2026).

Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda NTB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kehadiran Kakanwil Ditjenpas NTB beserta rombongan disambut langsung oleh Kapolda NTB sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat antar lembaga.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan instansi membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang tersebar di wilayah NTB.

Selain membahas penguatan koordinasi, pertemuan itu juga menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sebagai fondasi pembangunan daerah.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan silaturahmi tersebut merupakan langkah penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sehingga berbagai tantangan yang berkaitan dengan keamanan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Menurutnya, terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk antara Polda NTB dan jajaran Ditjenpas.

Polri tentu tidak bisa sendiri untuk mewujudkan stabilitas Harkamtibmas. Oleh karena itu diperlukan sinergitas yang solid untuk mewujudkan harapan tersebut,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Polda NTB dan Kanwil Ditjenpas NTB dalam mendukung keamanan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas secara menyeluruh di Nusa Tenggara Barat.

Sinergi antar lembaga tersebut juga diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang lebih kuat, sehingga seluruh lembaga pemasyarakatan di NTB dapat berjalan dengan aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal. ( red



Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim