newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Wednesday, November 4, 2026

Ini Ajak Kapolda NTB Saat Gelar Silaturrahmi Quick Wins 1 di Ampenan


 Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM  NTB Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar kegiatan Silaturrahmi dan Tatap Muka Kapolda NTB dalam rangka Program Quick Wins 1 "Ruang Publik Aman" (Kumpul Bersama Masyarakat) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ampenan, Kota Mataram, Rabu (04/11/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, PJU Polda NTB., Kapolsek Ampenan AKP M. Rianto, S.IP., Danramil Ampenan Kapten Inf. Maturidi, Camat Ampenan Erma Suryani, S.STP., serta dihadiri sekitar 50 tamu undangan yang terdiri dari para Lurah, Kepala Lingkungan (Kaling), Tokoh Pemuda (Toda), dan Tokoh Masyarakat (Toma).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara instansi kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui program Quick Wins ini, Polri hadir langsung menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat," ujar Kombes Pol. Kholid.

Dalam arahannya, Kapolda NTB menyoroti fenomena kenakalan remaja serta bahaya penyalahgunaan narkotika yang kian memprihatinkan. Berdasarkan data penegakan hukum Polda NTB, tercatat sebanyak 852 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap dengan total 1.142 tersangka, di mana mayoritas pelaku didominasi oleh kalangan remaja.

Bapak Kapolda mengimbau para orang tua agar senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memperkuat benteng keluarga serta keimanan. Rumah harus dijadikan tempat teraman dan paling nyaman bagi anak-anak untuk pulang dan berdiskusi," tambah Kabid Humas.

Selain penanganan narkoba dan larangan penggunaan vape yang terindikasi mengandung zat berbahaya sesuai atensi Kapolri, Polda NTB juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan ponsel anak guna menekan maraknya judi online (judol) dan menyebarnya perilaku menyimpang seperti LGBT.

Untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat kelurahan terus berkolaborasi bersama instansi terkait serta menggiatkan patroli gabungan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap indikasi tindak kejahatan atau potensi gangguan kamtibmas.

"Apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat bisa segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi gratis selama 24 jam penuh," tutup Kombes Pol. Kholid. (  red  )



Sambut Hari Bakti Imipas Ke-2, Lapas Selong Salurkan Bantuan Air Bersih


Newsmetrontb com_ SELONG LOMBOK TIMUR
 
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-2, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong melaksanakan kegiatan bakti sosial melalui program Imipas Peduli Tahun 2026 dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (04/11/2026 ) 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.30 WITA tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh akses air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Selong turun langsung ke lokasi dengan menggunakan mobil tangki air untuk mendistribusikan bantuan kepada warga. Air bersih disalurkan ke sejumlah penampungan air milik masyarakat guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kalapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menyampaikan bahwa kegiatan Imipas Peduli merupakan wujud nyata kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian, tetapi juga kesempatan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Melalui program Imipas Peduli, kami berharap bantuan air bersih yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan serta mempererat hubungan baik antara Pemasyarakatan dengan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik bantuan yang diberikan dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian jajaran Lapas Selong terhadap kondisi yang mereka alami. Kehadiran pegawai Lapas Selong di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat citra positif Pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Melalui kegiatan Imipas Peduli Tahun 2026 ini, Lapas Kelas IIB Selong menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan serta mendukung upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak berbagai kondisi sosial dan lingkungan.( red ) 

Kombes Pol I Komang Tresna Dorong Kolaborasi POLMAS Perkuat Dukungan Nonklinis CKG


 Newsmetrontb.com_  KODYA MATARAM   NTB Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, Kombes Pol Dr. dr. I Komang Tresna, Sp.OG (K), MARS, S.H., M.H.Kes., menggagas proyek perubahan bertajuk “POLMAS SEHAT BERSINERGI: Model Nasional Penguatan Pemolisian Masyarakat dalam Mendukung Cek Kesehatan Gratis”.

I Komang Tresna, yang pada masa penyusunan proyek bertugas sebagai Kabiddokkes Polda NTB dan kini menjabat Kabiddokkes Polda Bali, menyiapkan model kolaborasi yang menghubungkan jejaring Pemolisian Masyarakat, Biddokkes Polda NTB, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat.

Proyek perubahan tersebut berangkat dari belum tersedianya model baku yang mengatur dukungan sosial dan kewilayahan POLMAS terhadap program Cek Kesehatan Gratis tanpa mengambil alih kewenangan klinis tenaga kesehatan.

Model yang disiapkan menempatkan POLMAS dalam koridor dukungan nonklinis, seperti menyampaikan informasi, mendorong partisipasi secara sukarela, mengenali hambatan akses, membantu masyarakat menjangkau layanan, mendampingi kelompok rentan, menerima pengaduan nonklinis, serta membantu kesinambungan tindak lanjut.

“Peran POLMAS dalam model ini diletakkan secara proporsional pada dukungan nonklinis. POLMAS membantu agar informasi sampai, hambatan akses dapat dikenali, dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dapat terhubung dengan layanan kesehatan,” ujar I Komang Tresna.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan, penjelasan hasil, diagnosis, terapi, pemberian obat, keputusan rujukan, pencatatan klinis, kendali mutu, dan keselamatan pasien tetap menjadi kewenangan tenaga serta fasilitas kesehatan.

Penyusunan model menggunakan Nusa Tenggara Barat sebagai konteks awal. Berdasarkan rekap Dinas Kesehatan Provinsi NTB, kehadiran kumulatif CKG meningkat dari 1.080.745 orang atau 18,85 persen pada 27 Juni 2026 menjadi 2.312.632 orang atau 40,33 persen pada 25 Oktober 2026.

Dengan sasaran penduduk yang digunakan dalam rekap sebesar 5.733.946 jiwa, pertambahan kehadiran mencapai 1.231.887 orang atau 21,48 poin persentase. Dibandingkan target provinsi sebesar 46 persen atau sekitar 2.637.615 orang, masih terdapat selisih 324.983 orang atau 5,67 poin persentase.

Perkembangan tersebut merupakan capaian program CKG yang berjalan dan digunakan sebagai konteks penyusunan model. Kenaikan kehadiran CKG tidak diklaim sebagai dampak penerapan POLMAS SEHAT BERSINERGI karena model masih berada pada tahap penyiapan dan belum diterapkan sebagai layanan terpadu.

Secara terpisah, rekap pelayanan kesehatan Biddokkes/Polda NTB periode Juli–Oktober 2026 mencatat 22.220 pelayanan, termasuk 10.870 pelayanan kepada masyarakat umum. Rinciannya terdiri atas 4.353 pelayanan pada Juli, 6.141 pada Agustus, 6.287 pada September, dan 5.439 pada Oktober.

Angka tersebut merupakan jumlah pelayanan, bukan jumlah orang unik. Data Biddokkes dan data CKG Dinas Kesehatan memiliki cakupan serta satuan pencatatan berbeda sehingga tidak dijumlahkan. Kedua sumber data digunakan untuk membaca kebutuhan dan potensi kolaborasi dalam penentuan sasaran prioritas, kapasitas layanan, bantuan akses, dan pencatatan dukungan nonklinis.

Potensi penguatan model juga didukung oleh jejaring kewilayahan. Berdasarkan rekap Subdit Bhabinkamtibmas Polda NTB pada April 2026, terdapat 1.166 Bhabinkamtibmas definitif pada 10 Polres/Polresta dan 106 Polsek, dengan cakupan 1.019 desa dan 147 kelurahan.

Jejaring tersebut berpotensi membantu penyampaian informasi, mengenali hambatan sosial dan kewilayahan, serta menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Namun, jumlah personel tidak otomatis menunjukkan kesiapan penerapan. Pelibatan tetap memerlukan pembagian peran, pembekalan, penugasan yang sah, kesiapan fasilitas kesehatan, perlindungan data, dan pengendalian beban kerja.

Tahap penyiapan proyek telah menghasilkan rancangan model dan paket perangkat pendukung. Paket tersebut mencakup pedoman model, SOP tujuh tahapan, matriks Responsible, Accountable, Consulted, and Informed atau RACI, pemetaan sasaran agregat, materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, protokol data dan privasi, registrasi minimum, log dukungan tindak lanjut atau rujukan tertutup, checklist kesiapan dan risiko, instrumen monitoring dan pelaporan, serta rencana penerapan dan keberlanjutan.

SOP model memuat tujuh tahapan, yaitu persiapan, pemetaan kebutuhan, komunikasi dan mobilisasi sukarela, registrasi minimum, pelaksanaan CKG oleh sektor kesehatan, dukungan tindak lanjut atau rujukan, serta monitoring dan perbaikan.

Seluruh perangkat disusun sebagai bahan telaah dan pengajuan persetujuan kepada pihak berwenang. Penyelesaian rancangan dan perangkat tidak berarti bahwa penerapan lapangan telah selesai,” jelas I Komang Tresna.

Pada jangka pendek Agustus–November 2026, proyek difokuskan pada penyelesaian rancangan, penelaahan perangkat, penghimpunan masukan pemangku kepentingan, serta penyiapan pengajuan persetujuan.

Penerapan awal direncanakan pada tahap berikutnya setelah memperoleh persetujuan dan konfirmasi kesiapan mitra, lokasi, sumber daya, kapasitas layanan, penugasan personel, perlindungan data, serta mekanisme monitoring. Hasil penerapan nantinya menjadi dasar evaluasi, penyempurnaan, dan pertimbangan pengembangan model secara bertahap.

Melalui POLMAS SEHAT BERSINERGI, kami berharap kemitraan kepolisian dan masyarakat dapat memperkuat dukungan nonklinis bagi program kesehatan secara aman dan proporsional. Pengembangan model tetap berlandaskan persetujuan resmi, kesiapan mitra, perlindungan data, dan evaluasi yang objektif. ( red ) 

Kapolda Terjun Lansung Gerbek Badar Narkoba Sita 2kg Narkoba dan 265 Pil Ekstasi


Newsmetrontb.co._ KOTA. MATARAM  NTB 
Komitmen Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dalam memberantas jaringan narkotika kembali membuahkan hasil. Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB menggerebek sebuah lokasi di Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada Selasa (3/11/2026) 

Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba serta dihadiri  Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, aparat berhasil mencokok seorang pria berinisial IS. Tak tanggung-tanggung, dari tangan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti fantastis berupa 2 kilogram lebih sabu yang dibagi dalam 16 bungkus besar, serta 265 butir ekstasi.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wita ini bermula dari kepekaan masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Menanggapi laporan tersebut, tim Ditresnarkoba bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan di kediaman IS. Selain narkotika, petugas juga mengamankan barang bukti pendukung seperti satu unit sepeda motor Yamaha biru dan klip sabu yang dibawa pelaku.

Di sela-sela penindakan, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Ia pun mengajak seluruh elemen—mulai dari kepala lingkungan, tokoh masyarakat, hingga para orang tua—untuk memperketat pengawasan di tingkat keluarga guna membentengi generasi muda dari bahaya narkoba.

"Mari kita gerakkan perang terhadap narkoba, perangi bersama, dan cegah sejak dini mulai dari lingkungan keluarga," tegas Kapolda NTB.

Saat ini, penyidik Ditresnarkoba Polda NTB masih terus mendalami kasus ini guna membongkar jaringan dan asal-usul barang haram tersebut. Pengungkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat kepolisian tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika di bumi NTB. ( red  ) 




HUT Humas Polri ke 75, Polda NTB Perkuat Sinergitas Bersama Insan Pers



Newsmeteontb.com_ KOTA MATARAM  NTB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri yang dipusatkan di Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. 
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan penghargaan sekaligus menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Peringatan HUT ini turut diikuti secara daring oleh jajaran Humas Polda NTB bersama para insan pers di NTB. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Polri dalam mempererat hubungan dengan masyarakat dan media massa, serta mendukung penuh program-program Kapolri agar institusi kepolisian senantiasa hadir dan bersinergi di tengah masyarakat.

Kasubdit Multimedia Kompol Tuti Maryati mewakili Kabid Humas Polda NTB usai kegiatan menyampaikan apresiasi atas perhatian khusus yang diberikan oleh pimpinan Polri kepada insan pers. Terkait insiden hilangnya lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan, pihak kepolisian menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mendoakan keselamatan dan para korban segera ditemukan.

"Kami merasa bangga dapat bermitra dengan rekan-rekan media. Ke depannya, harapan kami sinergitas ini tetap solid dalam menjalankan tugas bersama pers," ujar Kompol Tuti Maryati.

Melalui kemitraan yang kuat antara Polri dan media, diharapkan arus informasi publik serta keterbukaan informasi dapat berjalan dengan transparan dan optimal demi kepentingan masyarakat luas.

Dengan program Bapak Kapolri kita, Polri bersama masyarakat. Kami akan selalu mendukung penuh program Kapolri tersebut," tutupnya. ( red ) 



Kapolda NTB Buka Audit Kinerja Tahap II 2026, Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan


Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM  NTB 
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., secara resmi membuka Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda Polda NTB Tahap II Tahun Anggaran 2026 pada aspek pelaksanaan dan pengendalian. Kegiatan berlangsung di Gedung Rupatama Mapolda NTB, Selasa (3/11/2026)

Dalam sambutannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan pengendalian di lingkungan Polda NTB. Melalui kegiatan tersebut, berbagai kendala, kesalahan, maupun kekurangan diharapkan dapat diketahui sehingga menjadi bahan pembenahan ke depan.

Kegiatan ini adalah momen untuk mengetahui apakah kinerja kita, khususnya dalam pelaksanaan dan pengendalian, terdapat kesalahan atau kekurangan sehingga segera akan kita ketahui. Momen ini menjadi sarana perbaikan agar dapat disempurnakan lagi,” jelasnya.

Kapolda juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan audit dengan saksama. Dengan demikian, seluruh jajaran tidak hanya memahami aspek pelaksanaan dan pengendalian secara benar, tetapi juga mampu mengidentifikasi kekurangan yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Ini momen kita belajar untuk menjadi lebih baik. Untuk itu, segala temuan harus diungkap dan diupayakan perbaikannya agar menjadi sempurna kembali,” tegasnya.

Menurut Kapolda, setiap temuan dalam proses audit hendaknya disikapi secara terbuka dan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta tata kelola organisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala Biro (Karo), Direktur, Kepala Bidang (Kabid), KAPN, para Kapolres/ta jajaran, Kasetum, Kayanma, Kasubag Renmin, serta operator.

Melalui Audit Kinerja Tahap II Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi jajaran Polda NTB semakin optimal, akuntabel, serta mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ( red ) 



Tuesday, November 3, 2026

Di Back up Kapolres , Tim URC Satreskrim Polres Lotim Berhasil Tangkap Pelaku Curanmor

i


nfoaktualnewa.com_ SELONG LOMBOK TIMUR
     Tim opsnal Satreskrim Polres Lombok Timur mengamankan dua orang terduga pelaku curanmor saat dilakuka pemagkapan teruda melakukan perlawanana , Namun denga arahan kapolres AKBP  Ariakta Gagah Nugraha SIK SH melalui kasat Reskrim AKP Arie Kusnandar, S.Tr K SIK.MM muni kedua terduga pelaku berhasil diamankan ( 02/11/2026 )

Peristiwa tersebut berawal ketika H. Zulkarnaen, warga Dusun Karang Gading Desa Kesik Kecamatan Masbagik melaporkan hilangnya sepeda motor Honda Supra X 125 berplat DK 6986 UH dari halaman Masjid Darul Mutaqim Desa Kesik kecamtan Masbagik dan hilang ( 26 / 10/2026 ) sekitar pukul 04.00 Wita .

Saat korban sedang melaksanakan shalat Subuh Atas kejadian tersebut ia mengalami kerugian dan melaporkanya ke Polsek Masbagik.

Menindak lanjuti Laporan tersebut Tim URC melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sdr SR alias Bengkok (35 ) warga Dusun Molek Desa Montong  Baan  Selatan Kecamatan Sikur.

Petugas kemudian melakukan penangkapan dan dari hasil interogasi tersangka mengakui telah melakukan aksinya bersama Muhamad Rozikin (45), warga Lingkungan Sawing Kelurahan Majidi Kecamatan Selong.

Ketika Tim URC tiba di kediaman Muhamad Rozikin, suasana menjadi sangat tegang. Tersangka berteriak mengancam “masuk sini saya bunuh kalian semua”, berusaha melarikan diri lewat kamar mandi, lalu mengayunkan dua bilah parang serta melempar pintu kamar mandi dan bak plastik ke arah petugas. Petugas pun melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tujuh kali, namun tersangka tetap tidak mengindahkan perintah dan berusaha kabur lewat atap kamar mandi.

Melihat situasi semakin kritis, Kasat Reskrim segera meminta bantuan backup kepada Kapolres Lombok Timur , kemudian Kapolres bersama satu pelton Brimob dan memerintahkan tersangka untuk menyerah diri.

Setelah dilakukan upaya paksa sekitar pukul 04.20 Wita MRZ akhirnya turun dari atap rumah dan menyerahkan diri kepetugas

Dalam peristiwa tersebut Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

1. 1 (Satu) buah rekaman CCTV;

2. 1 (Satu) buah celana jeans yang diduga digunakan saat melakukan aksinya;

3. 1 (Satu) set plat motor milik korban;

4. 1 (Satu) buah topi yang diduga digunakan saat melakukan aksinya.

Kedua tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Polres Lombok Timur untuk pengembangan lebih lanjut dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kami akan terus mendalami peran masing‑masing tersangka kemudian melacak unit korban untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh.

Saat ini Kedua tersangka masih dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” Ungkap Pihak Satreskrim polres Lotim.

Kesempatan tersebut Kapolres Polres Lombok Timur mengajak semua lapisan masyarakat agar terus berperan aktif untuk menyampaikan informasi kepada pihqk kepolisian apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas kejahatan di lingkunganya masing‑masing agar segera bisa ditindak lanjut oleh Petugas demi terciptanya Kamtibmas yang konduaif. ( red )

Dukung Program 100 Hari Kapolri, Kapolda NTB Hencarkan Pengaturan Arus Lalin

 


Newsmetrontb.com_ MATARAM   Dalam rangka mendukung Program Prioritas 100 Hari Kapolri bertajuk "Polisi Bersama Masyarakat", Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menginstruksikan jajarannya untuk melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu lintas pagi hari secara serentak dan masif.

Salah satu fokus pelaksanaan kegiatan berlangsung di kawasan SMPN 2 Mataram pada Senin (02/11/2026) pagi mulai pukul 07.00 WITA, tepat saat jam padat aktivitas masyarakat dan pelajar menuju sekolah.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lokasi-lokasi strategis dan kawasan sekolah merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima serta menghadirkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

"Kegiatan pengaturan lalu lintas pagi ini merupakan bagian dari penguatan Program Prioritas Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat'. Kami ingin memastikan para siswa dapat menyeberang dan masuk sekolah dengan aman, serta arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar dan tertib," ujar Kombes Pol. Kholid dalam keterangannya, Senin (02/11).

Ia menambahkan, kegiatan penyiagaan personel pada jam rawan pagi akan terus dirutinkan guna meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas, mengurai titik kemacetan, serta memupuk kedekatan dan kepercayaan antara masyarakat dan institusi Kepolisian. ( red ) 




Wujudkan Program Polisi Bersama Masyrakat Wakapolda IkutvAtur Lalin


Newsmetrontb.com MATARAM  NTB
Mengimplementasikan Program Prioritas Kapolri "Polisi Bersama Masyarakat", Wakapolda Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol Hari Nugroho S.I.K turun langsung ke jalan untuk memimpin dan melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi pada Senin (02/11/2026) pukul 06.30 WITA berlokasi di titik padat Bundaran Jempong, Kota Mataram. 

Kehadiran pimpinan tinggi Polda NTB di tengah persimpangan jalan pada jam rawan mobilitas pagi ini merupakan bentuk pelayanan nyata kepolisian guna memberikan kenyamanan, keamanan, serta mengurai titik-titik potensi kemacetan saat warga mulai beraktivitas menuju tempat kerja dan sekolah. 

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda NTB Kombespol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M, menyampaikan bahwa kegiatan pengaturan pagi oleh unsur pimpinan dan jajaran merupakan komitmen Polda NTB dalam menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta selalu ada di tengah-tengah warga. 

Kehadiran jajaran Polda NTB, termasuk Bapak Wakapolda di jalan raya sejak pukul 06.30 WITA, merupakan wujud pelayanan langsung Polri kepada masyarakat. Bundaran Jempong merupakan salah satu gerbang utama masuk Kota Mataram dengan intensitas kendaraan yang tinggi di pagi hari, sehingga kehadiran anggota di lapangan sangat krusial untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas," ujar Kabid Humas Polda NTB.

Kabid Humas menambahkan bahwa melalui program "Polisi Bersama Masyarakat", Polda NTB ingin membangun sinergi dan kedekatan emosional dengan warga. Polisi tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, serta pengayom masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. 

Selain mengatur arus lalu lintas, petugas di lapangan juga memberikan edukasi secara humanis kepada pengendara untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm standar SNI, mengutamakan keselamatan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan. 

Polda NTB mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum di jalan raya serta mendukung terciptanya kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) di wilayah Nusa Tenggara Barat . ( red ) 



Saturday, October 31, 2026

Sidang Kasus Wartawan Mugni Ilma Terkesan Dipaksakan , PH Nilai Pasal 483 Tidak Terbukti

 


Newsmetrontb.com_ SELONG LOMBOK TIMUR  NTB   Perkara hukum yang menjerat wartawan Mugni Ilma alias Mugni bin Harpan di Pengadilan Negeri Selong memasuki babak krusial. Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada tuntutan 2 tahun penjara dan menolak seluruh nota pembelaan (pledoi) terdakwa.

Perkara ini berawal dari pemberitaan terkait Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim yang kemudian berujung pada laporan dugaan pemerasan dan pengancaman. Dalam perjalanannya, JPU mengajukan tiga dakwaan: Pasal 482, 483, dan 433 KUHP. Namun dalam tuntutan terakhir, JPU fokus pada Pasal 483 ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru  tentang pengancaman.

Sepanjang persidangan, terdapat 4 poin krusial yang menjadi perdebatan sengit antara JPU dan Penasihat Hukum.

1. Keterangan Dirut PDAM dan Unsur Pidana

Dalam sidang Rabu, 19 Agustus 2026 di Ruang Cakra, Sopyan Hakim sebagai saksi korban memberikan keterangan. Penasihat Hukum Mugni, Herman Soeranggana, SH, menilai keterangan Sopyan justru tidak menguatkan dakwaan.

Di persidangan, saksi mengaku tidak pernah mengalami pemaksaan, kekerasan, atau ancaman langsung dari Mugni. Jadi unsur pemerasan dan pengancaman patut diuji,"  Jelas. Herman Surangana  SH MH 

Berita yang menjadi pangkal perkara itu sendiri terbit pada 10 Maret 2026, yang diklaim pembela sebagai produk jurnalistik.

2. Status Wartawan dan Keterangan PWI

Sidang Rabu, 26 Agustus 2026, JPU menghadirkan Ketua PWI Lombok Timur H. Muluddin dan Pemimpin Redaksi Go Nasional, Mukhsin.

Muluddin menerangkan Mugni adalah wartawan yang bernaung di bawah KWRI Lombok Timur. Mukhsin selaku pimpinan redaksi menegaskan Mugni adalah wartawan/admin di medianya dan tidak mengetahui adanya permintaan uang.

Pada sidang ini pula, Ketua Majelis Hakim sempat menegur JPU agar tidak mengajukan pertanyaan yang memojokkan saksi.

3. Ahli Dewan Pers dan Polemik CCTV Kosong

Memasuki September, majelis meminta JPU menghadirkan Ahli Dewan Pers. Pada 31 Agustus 2026, majelis memberi tenggat 7 hari dan menegur ahli bahasa yang dihadirkan jaksa karena penjelasannya tidak jelas.

Puncaknya pada Rabu, 23 September 2026, Ahli Dewan Pers Samsuri memberikan keterangan bahwa sengketa yang berawal dari pemberitaan semestinya diselesaikan melalui mekanisme UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Perdebatan paling tajam terjadi pada sidang Senin, 28 September 2026 terkait rekaman CCTV Lims Cafe lokasi yang dikaitkan dengan dugaan penyerahan uang Rp 8 juta. Tim pembela mempersoalkan rekaman yang disebut kosong saat diputar di persidangan.

Rekaman CCTV itu kunci untuk menguji kronologi pertemuan Mugni dengan Lalu Purnama. Tapi yang ditampilkan kosong. Ini menimbulkan pertanyaan serius soal pembuktian,"  Ungkap  Herman Surangana SH.MH.

Pembela juga mempertanyakan tidak dihadirkannya bukti percakapan digital dan tidak dibawanya surat perintah penangkapan oleh saksi polisi yang mengaku menangkap atas perintah atasan dari jarak 5 meter.

4. Tuntutan 2 Tahun dan Replik JPU

Pada 12 Oktober 2026, JPU menuntut Mugni 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Pada 19 Oktober 2026, tim pembela membalas dengan pledoi yang meminta Mugni dibebaskan karena menilai unsur Pasal 483 tidak terbukti secara tertulis maupun lisan.

Dalam repliknya pada 26 Oktober 2026, JPU menolak pledoi. Jaksa mengklaim telah menghadirkan 7 saksi, 4 ahli, dan berita acara pemeriksaan digital sebagai bukti yang cukup.

Kami meminta majelis menolak pembelaan dan menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana Pasal 483 ayat (1) huruf a," tulis JPU dalam repliknya.

Menanggapi itu, pembela tetap pada pendiriannya: "Kami minta majelis menolak tuntutan karena Pasal 483 secara tertulis maupun lisan tidak terbukti. Perkara ini dari awal terus didorong untuk diperkarakan, termasuk soal rekaman CCTV yang kosong."

Menunggu Putusan Majelis

Kini perkara Mugni Ilma tinggal menunggu putusan Majelis Hakim Majelis harus menilai apakah unsur pengancaman terbukti  bagaimana kedudukan bukti digital dan CCTV yang dipersoalkan, serta sejauh mana konteks aktivitas jurnalistik ( red  ) 

Thursday, October 29, 2026

Polda NTB Bersama BNNK dan Pemkot Berikan Eduksi Bahaya Narkoba Bagi Warga Krg.Bagu

 


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  NTB.
   Upaya memberantas peredaran narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Pasca Operasi Sarang Kampung Narkoba di Karang Bagu, Kelurahan Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Polda NTB bersama Pemerintah Kota Mataram dan BNNK Mataram menggelar kegiatan *Quick Wins* (QW) Pembinaan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Karang Bagu tersebut dipimpin langsung Direktur Binmas Polda NTB Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., MS.I. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Mataram, BNNK Mataram, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam pembinaan tersebut, unsur kepolisian, pemerintah, dan BNNK Mataram memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, terutama bagi generasi muda. Masyarakat diingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga dapat merusak kesehatan, memengaruhi perilaku, dan mengancam masa depan.

Direktur Binmas Polda NTB mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan yang bersih dari narkoba serta mengisi waktu dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral kepolisian terhadap masyarakat Karang Bagu setelah pelaksanaan operasi pemberantasan narkoba.

Sebagai bentuk tanggung jawab moril kepada masyarakat di lingkungan tersebut pascaoperasi terhadap narkoba, kami melaksanakan pembinaan agar masyarakat semakin memahami bahaya narkotika dan bersama-sama mencegah peredarannya,” ujarnya.

Menurut Kholid, upaya pemberantasan narkoba perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat, pembinaan dan pendampingan juga diperlukan untuk membangun kesadaran masyarakat, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar.

Polda NTB berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada warga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Masyarakat juga didorong untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan dan berani menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

Kita berikan motivasi dan semangat agar masyarakat lainnya tidak ikut-ikutan melakukan seperti yang dilakukan para pelaku. Semoga upaya ini menjadikan masyarakat di lingkungan tersebut semakin hati-hati dan waspada terhadap peredaran barang haram itu. Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan agar bebas dari narkoba,” tutupnya.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, BNNK, tokoh masyarakat, dan warga, pembinaan pascaoperasi ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama serta menekan potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kawasan Karang Bagu. ( red ) 



Wednesday, October 28, 2026

Delegasi PKN Rekomendasi Kebijakan Akselerasi Transisi Energi ,Saat Kunjungi PLTS Tiongkok


Newsmetrontb.com_ BEJING CHINA. 
             Delegasi Pejabat Pimpinan Tinggi Pemerintah Republik Indonesia yang tergabung dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69 merumuskan rekomendasi percepatan transisi energi melalui penguatan kepemimpinan lintas sektor.

kesiapan jaringan listrik, dan kepastian investasi. Studi banding ke Republik Rakyat Tiongkok tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq.

Rangkaian kegiatan mencakup diskusi bersama China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA) atau Administrasi Energi Nasional Tiongkok pada 27 Oktober 2026 di kampus CNAG, Beijing, serta observasi lapangan ke fasilitas pembangkit listrik tenaga surya yang dikelola Jingneng Clean Energy di kawasan Longqingxia, Distrik Yanqing.

Kunjungan ini diarahkan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan adaptif guna mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 dan Kebijakan Energi Nasional. Fokus pembelajaran meliputi penyelarasan pembangunan pembangkit, penguatan jaringan, penyimpanan energi, pembiayaan, serta tata kelola pelaksanaan lintas instansi.

RUPTL PLN 2025–2034 merencanakan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Sebanyak 42,6 GW atau sekitar 61% dialokasikan untuk energi baru dan terbarukan (EBT), sedangkan penyimpanan energi sebesar 10,3 GW atau sekitar 15%. 

Tenaga surya memperoleh porsi terbesar dalam tambahan kapasitas EBT, yakni 17,1 GW. Dengan demikian, porsi EBT dan penyimpanan energi secara bersama mencapai sekitar 76% dari keseluruhan rencana tambahan kapasitas. Sumber: Kementerian ESDM.

Dalam forum diskusi di Beijing, Kepala LAN Muhammad Taufiq menyoroti pentingnya kepemimpinan strategis dan kolaborasi lintas negara dalam merespons tantangan transisi energi serta perubahan iklim.

“Tema utama pelatihan kepemimpinan kami—Kepemimpinan Adaptif dalam Mewujudkan Percepatan Transisi Energi Terbarukan yang Mendukung Resiliensi Nasional’ sangat selaras dengan target keberlanjutan global dan prioritas strategis nasional kedua negara. 

Kepemimpinan Tiongkok yang luar biasa dalam inovasi tata kelola publik, pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta integrasi jaringan energi hibrida menjadi tolok ukur yang sangat berharga bagi delegasi kami,” tegas Muhammad Taufiq.

Pembelajaran dari Tiongkok memperlihatkan bahwa pembangunan energi bersih membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten dan kesiapan sistem kelistrikan. Pada akhir 2025, kapasitas terpasang tenaga surya Tiongkok mencapai sekitar 1.200 GW dan tenaga angin 640 GW. 

Sementara itu, kontribusi gabungan surya dan angin terhadap produksi listrik negara tersebut mencapai 22% sepanjang 2025. Perbedaan antara kapasitas terpasang dan produksi listrik tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan kinerja pembangkit serta kemampuan sistem menyerap energi yang dihasilkan. Sumber: statistik NEA dan laporan produksi listrik.

Ketua Angkatan PKN I Angkatan 69, I Dewa Nyoman AD Wijaya, menekankan bahwa pencapaian target energi bersih membutuhkan kepemimpinan adaptif yang mampu menembus sekat sektoral dan menghubungkan perencanaan dengan pelaksanaan.

Secara khusus, kunjungan ke PLTS di kawasan Longqingxia yang dikelola Jingneng Clean Energy memberikan pembelajaran mengenai tata kelola pembangkit dan pemanfaatan energi bersih untuk kebutuhan wilayah.

 Lebih jauh, kami mendalami arsitektur New Power System yang dikembangkan NEA. Sebagaimana disampaikan Kong Tao, Wakil Direktur Kantor Energi Baru NEA, Tiongkok menempatkan energi surya dan angin sebagai fondasi utama dalam pengembangan sistem kelistrikan, dengan dukungan perencanaan terpadu, penguatan jaringan, dan penyimpanan energi,” papar Dewa Wijaya.

Fasilitas yang menjadi rujukan kunjungan di kawasan Longqingxia disebut operator sebagai PLTS Yanqing. Jingneng menjelaskan bahwa fasilitas tersebut berada di kaki kawasan Longqingxia dan listriknya diserap di Distrik Yanqing. 

Pengalaman ini memberikan bahan pembelajaran mengenai pengembangan pembangkit yang terhubung dengan kebutuhan energi wilayah.

Pengembangan energi surya dan angin juga membutuhkan fleksibilitas sistem melalui penguatan jaringan dan Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi baterai. BESS dapat menyimpan listrik saat produksi berlebih dan menyalurkannya ketika dibutuhkan, sekaligus memberikan layanan pendukung kestabilan jaringan.

NEA mencatat kapasitas penyimpanan energi jenis baru Tiongkok mencapai 136 GW dengan kapasitas energi 351 gigawatt-jam (GWh) pada akhir 2025. Kategori tersebut mencakup beberapa teknologi penyimpanan, dengan baterai litium-ion sebagai teknologi dominan.

Bagi Indonesia, pembangunan jaringan merupakan bagian penting dari pelaksanaan transisi energi. RUPTL PLN 2025–2034 memuat rencana pembangunan transmisi sepanjang 47.758 kilometer sirkuit dan tambahan gardu induk sebesar 107.950 megavolt ampere (MVA)

 Penyelarasan jadwal pembangunan jaringan dan pembangkit diperlukan agar tambahan kapasitas energi bersih dapat dimanfaatkan secara optimal. 

Momentum pengembangan energi surya nasional juga diperkuat melalui peluncuran program PLTS 100 GWp dan peletakan batu pertama PLTS Gilimanuk pada 25 Agustus 2026.

 Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Bali, PLTS Gilimanuk direncanakan berkapasitas 300 megawatt-peak (MWp), dilengkapi BESS 1.000 MWh, dan ditargetkan beroperasi komersial pada 2028.

 Proyek ini menjadi salah satu konteks penting bagi penerapan pembelajaran tentang integrasi pembangkit, penyimpanan energi, dan jaringan listrik.

Ketua Benchmarking PKN I Angkatan 69, Jefferdian menekankan bahwa pembelajaran internasional perlu diterjemahkan menjadi langkah yang sesuai dengan karakter kepulauan, kelembagaan, dan kebutuhan energi Indonesia.

Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan adalah kunci. Indonesia perlu mempercepat penguatan jaringan listrik dan pengembangan BESS sesuai kebutuhan sistem, sekaligus memastikan pengadaan dan kontrak yang memberikan kepastian bagi investasi. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri harus berjalan bersama alih teknologi, pengembangan industri, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja. 

Dengan demikian, proyek seperti PLTS Gilimanuk dapat menjadi bagian dari penggerak transisi energi nasional yang diharapkan membuka jutaan green jobs atau lapangan kerja hijau bagi masyarakat Indonesia,” urai Jeff.

Dalam aspek pembiayaan, reformasi harga energi terbarukan Tiongkok menjadi salah satu bahan pembelajaran. Kebijakan National Development and Reform Commission (NDRC) bersama NEA pada 2025 mendorong pembentukan harga melalui pasar, sekaligus menyediakan mekanisme penyelesaian harga untuk mendukung keberlanjutan proyek.

 Kebijakan tersebut membedakan perlakuan terhadap proyek yang sudah berjalan dan proyek baru untuk menjaga kesinambungan investasi. 

Bagi Indonesia, pengembangan pengadaan kompetitif melalui lelang serta kajian mekanisme kontrak selisih harga atau contract for difference perlu mempertimbangkan struktur pasar ketenagalistrikan, kesiapan PLN, keterjangkauan tarif, dan pembagian risiko.

 Kepastian investasi juga perlu diperkuat melalui pelaksanaan pedoman perjanjian jual beli tenaga listrik energi terbarukan sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2025

Secara komprehensif, rekomendasi kebijakan yang dikembangkan Delegasi PKN I Angkatan 69 mencakup enam prioritas. Jefferdian melanjutkan bahwa Pertama, menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik. 

Setiap proyek prioritas perlu memiliki jadwal terpadu yang mencakup kesiapan lahan, perizinan, pengadaan, pendanaan, sambungan jaringan, dan operasi komersial. Penanggung jawab serta mekanisme penyelesaian hambatan lintas instansi perlu ditetapkan sejak awal.

Kedua, mempercepat pengembangan BESS sesuai kebutuhan sistem. Lokasi, kapasitas, dan durasi penyimpanan perlu didasarkan pada kajian jaringan. Skema pembayaran perlu memberikan insentif atas ketersediaan dan kinerja layanan, termasuk dukungan pengaturan frekuensi serta penyediaan listrik pada jam beban tinggi.

Ketiga, memperkuat kepastian investasi dan pembagian risiko. Dokumen pengadaan serta kontrak jual beli listrik perlu memperjelas tanggung jawab atas keterlambatan jaringan, perubahan jadwal operasi, dan pembatasan penyaluran daya atau curtailment. Kepastian tersebut diperlukan untuk meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek sekaligus menjaga kepentingan publik.

Keempat, mengintegrasikan pemanfaatan lahan dan perizinan. Sinkronisasi kewenangan pusat dan daerah perlu didukung kejelasan tata ruang, status lahan, daya dukung lingkungan, serta akses jaringan. Percepatan proses perlu berjalan bersama konsultasi masyarakat dan mekanisme penyelesaian keluhan.

Kelima, memperkuat industri nasional dan lapangan kerja hijau. Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perlu disertai pengembangan pemasok, pengujian mutu, alih teknologi, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja. Dengan demikian, investasi energi bersih dapat memperluas manfaat ekonomi bagi industri dan masyarakat.

Keenam, memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Integrasi data pembangkit, prakiraan cuaca, kondisi jaringan, dan kebutuhan listrik dapat mendukung perencanaan serta pengoperasian sistem. Penerapannya perlu disertai standar mutu data, keamanan siber, dan peningkatan kompetensi pengelola.

Seluruh hasil analisis dan identifikasi kesenjangan kebijakan akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan. Dokumen tersebut diarahkan untuk memuat persoalan yang hendak diselesaikan, pilihan intervensi, instansi penanggung jawab, kebutuhan pendanaan, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan.

Hasil studi banding diharapkan menjadi masukan bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan energi bersih. Melalui kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, transisi energi diharapkan memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, memperluas lapangan kerja hijau, dan mendukung resiliensi nasional. ( red ) 

Lapas Selong Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

 


Newsmetrontb.com_ SELONG LOMBOK TIMUR  Jajaran Lapas Kelas IIB Selong melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Lapas bertindak selaku  Inspektur Upacara, Kasubag TU Subroto mewakili Kepala Lapas Selong, Sudirman, membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Subroto menekankan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” sebagai pengingat bahwa semangat persatuan dan perjuangan pemuda adalah fondasi kokoh bangsa.  

Upacara diikuti oleh jajaran pegawai dan perwakilan warga binaan, yang turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat. Momentum ini menjadi refleksi bersama bahwa nilai-nilai patriotisme, ketangguhan, dan empati harus terus ditanamkan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.  

Kepala Lapas Selong melalui inspektur upacara menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial, tetapi juga motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. “Semangat pemuda adalah semangat perubahan. Kami ingin menanamkan nilai kebangsaan dan karakter agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegasnya.  

Upacara berlangsung tertib, penuh makna, dan membangkitkan semangat persatuan di lingkungan Lapas Selong ( red ) 

Transisi Energi RI, Delegasi PKN I Angkatan 69 Soroti Jaringan PLTS hingga Investasi


Newsmetrontb.com_ BEJING. CHINA 
Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi.

Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing.

Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi.

Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026).

Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi.

Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya.

Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya.

Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia. ( red ) 

Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas


 Newsmetrontb.com_ KODYA MATARAM. NTB   Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pelaksanaan Program Prioritas Kapolri melalui evaluasi rutin untuk memastikan setiap program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., memimpin Analisis dan Evaluasi (Anev) mingguan pelaksanaan Program Prioritas Kapolri di wilayah hukum Polda NTB, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Posko Polisi Bersama Masyarakat, Gedung Presisi Polda NTB, itu dihadiri langsung oleh seluruh pimpinan satuan kerja (satker) Polda NTB dan diikuti secara virtual oleh seluruh Kapolres/ta jajaran.

Dalam rapat tersebut, Wakapolda NTB menyimak laporan perkembangan pelaksanaan program selama satu minggu terakhir yang disampaikan masing-masing pimpinan satker dan Kapolres/ta. Laporan itu menjadi bahan evaluasi untuk mengukur capaian, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menentukan langkah perbaikan ke depan.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Hari Nugroho mengimbau seluruh satker dan satuan wilayah (satwil) agar terus meningkatkan pelaksanaan Program Prioritas Kapolri. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di seluruh wilayah NTB.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan Anev mingguan merupakan agenda rutin untuk memantau perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan setiap kendala yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

Dari Anev mingguan inilah diharapkan apa yang menjadi kekurangan pada pelaksanaan tugas sebelumnya dapat disempurnakan sehingga capaian yang diharapkan dapat maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi secara berkala memungkinkan setiap satuan kerja mengidentifikasi kekurangan, memperbaiki pola pelaksanaan kegiatan, serta meningkatkan koordinasi agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui Anev mingguan ini, Polda NTB berharap seluruh jajaran semakin konsisten menjalankan Program Prioritas Kapolri, meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Evaluasi berkelanjutan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polda NTB untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat. ( red ) 



Tuesday, October 27, 2026

LPKA Lombok Tengah Panen Sawi dan Singkong Bentuk Program Ketahanan Pangan Berkelajutan

 


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TENGAH   NTB Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan,Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah melaksanakan kegiatan panen sawi hijau dan singkong. Selasa (27/10/2026 ) 

Kegiatan panen kali ini dilaksanakan oleh Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, bersama jajaran, peserta magang, dan anak binaan pada lahan pertanian LPKA Lombok Tengah dengan menghasilkan sawi hijau dan singkong dengan perkiraan masing-masing sebanyak 10 kilogram. Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan kemandirian yang melibatkan anak binaan secara langsung, mulai dari perawatan tanaman hingga pemanenan hasil pertanian.

Hasil panen selanjutnya dijual kepada penyedia bahan makanan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anak binaan. Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan kembali sebagai modal pelaksanaan program ketahanan pangan berikutnya, sehingga tercipta siklus produktif yang mendukung keberlanjutan program.

Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak binaan untuk menumbuhkan tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kemandirian.

Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan memberikan manfaat nyata. Anak binaan belajar bekerja, merawat tanaman, dan memahami nilai dari hasil yang mereka usahakan. Di sisi lain, program ini menjadi kontribusi nyata LPKA Lombok Tengah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Kemenimipas di bidang ketahanan pangan,” ujar Hidayat.

Melalui kegiatan ini, LPKA Lombok Tengah berkomitmen mengembangkan pembinaan yang produktif dan bermanfaat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembinaan anak yang mandiri dan berdaya guna. ( red ) 

Pariwisata

Politik

Hukrim