HEADLINE NEWS

MTs Negeri Lombok Utara Siap Menerima Siswa Baru

By On June 09, 2021

penerimaan siswa – siswi baru MTs Negeri Lombok Utara 

Lombok Utara. Kemenag_KLU. Cikal bakal MTs Negeri Lombok Utara akan segera terbentuk dan rencananya penerimaan siswa – siswi baru MTs Negeri Lombok Utara akan dimulai ditahun 2021 ini. Untuk sementara lokasi belajar akan di titipkan di MTs Sunan Kalijaga sambil menunggu selesai dibangunnya ruang belajar dan ruang guru yang direncanakan akan selesai 6 bulan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara dalam hal ini Seksi Pendidikan Islam M. Nurul Wathani bersama panitia sedang membuat spanduk penerimaan Siswa – Siswi Baru MTsN Lombok Utara. Hal ini disampaikan ketika menjadi Pembina apel pagi kamis, 09 Juni 2021 di Halaman Kantor Kemenag KLU.

Perhatian masyarakat terhadap pembangunan MTs Negeri Lombok Utara ini sangat besar hal ini dilihat dari banyak bantuan – bantuan dari masyarakat seperti pasir, tanah urug dan material lainnya pengerjaan pembangunannya dilaksanakan secara gotong royong. 

M. Nurul Wathani merasa sangat optimis pembangunan MTsN Lombok Utara ini akan berjalan lancar mengingat masyarakat Kabupaten Lombok Utara sudah lama menunggu terbentuknya MTs Negeri Lombok Utara dan mendapat dukungan dari semua pihak dan juga tenaga pengajar yang berstatus PNS sudah memenuhi dan akan membantu bagi guru PNS yang ada di kabupaten Lombok Utara yang selama ini stamingkalnya ada di luar kabupaten Lombok Utara.

M. Nurul Wathani meminta kepada masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya di MTs Negeri Lombok Utara untuk tahun 2021 ini sudah bisa mendaftarkan dan akan menjadi siswa – siswi pertama MTs Negeri Lombok Utara.

M. Nurul Wathani juga menyinggung beberapa hal terkait pondok pesantren yang sampai saat ini belum memiliki AKUN hal ini berdasarkan evaluasi.

“ Hasil evaluasi kami dari seksi pendidikan islam, kondisi kami di seksi pendis bahwa ramah kerja pakis jarang kami sentuh kami lebih focus pada penmad ( pendidikan madrasah ) sehingga kondisi dipondok pesantren jarang sekali kami bisa masuk sehingga sampai sekarang ini masih ada 24 pondok pesantren yang ternyata semuanya tidak ada akunnya. Dievaluasi kami semua pondok pesantren itu belum ada akun karena memang operator pondok pesantren biasanya operator madrasah yang lebih mementingkan data madrasah karena dimadrasah ada BOS sementara di pondok pesantren tidak ada. Dimadrasah ada sertifikasi sedangkan di pondok pesantren tidak ada. Sehingga EMIS Pondok pesantren sampai sekarang tidak ada akunnya  “ Ungkap M. Wathani

Lebih Jauh, Wathani mengungkapkan kedepannya tim dari dari Seksi Pendis akan berkeliling mengunjungi seluruh Pondok Pesantren untuk segera dibuatkan akun. Walaupun minimnya staf di seksi pendidikan islam, dirinya berharap tidak akan menghambat proses pembuatan akun ponpes tersebut. M.Wathani akan mengumpulkan pondok pesantren guna diberikan sosialisasi supaya akun ponpes ini segera terbentuk di masing – masing ponpes, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari nantinya.

Empat remaja usia sekolah ini, nyaris dihakimi warga saat membawa kambing curian

By On June 09, 2021

Sekawanan Remaja Nyuri Kambing, Nyaris Dihakimi Warga


Kota Bima, NTB (09/6) - Nasib mujur masih melindungi sekawanan remaja yang mencuri kambing. Empat remaja usia sekolah ini, nyaris dihakimi warga saat membawa kambing curian. Beruntung polisi berhasil mengevakuasinya.

Kapolres Bima Kota melalui Kasi Humas Iptu Jufri, Rabu (9/6) pagi ini mengabarkan, empat remaja masing-masing WW, TF, JN dan AD warga Desa Sangia Kecamatan Sape Kota Bima, diveakuasi dan langsung digiring menuju Mako Polsek Sape, dari amukan warga yang siap mengeksekusi mereka karena mencuri kambing dimaksud.

Kejadian pencurian kambing itu, jelas Iptu Jufrin Rama pada Selasa (8/6) siang sekitar pukul 14.00. Sekawanan remaja ini, mencuri kambing disekitar wilayah Desa Poja atau desa di wilayah bagian utara Kecamatan Sape.

Aksi pencurian 2 ekor kambing yang masing-masing diangkut berboncengan dengan sepeda motor itu, sambung Kasi Humas Polres Bima Kota ini, saat melintas di Desa Lamare menuju perkotaan Sape, dicurigai warga Lamare.

Dua remaja yang pertama berboncengan dengan membawa seekor kambing saat dihadang warga, berhasil lolos dengan melepas kambing. Sementara pasangan remaja yang menyusul dengan membawa kambing pula, dihadang dan tidak berkutik.

"Beruntung petugas kami dari Polsek Sape yang sigap megetahui informasi itu sudah berada TKP penghadangan warga. Keduanya bisa diamankan dan terhindar dari amukan massa,"jelas Kasi Humas.


Pembinaan Mental (Bintal) Kodam IX/Udayana mengirim satu tim untuk memberikan pembinaan mental rohani kepada seluruh jajaran salah satunya Korem 162/WB.

By On June 08, 2021


Prajurit Korem 162/WB Terima Bintal Rohani dari Bintaldam IX/Udayana

Mataram – Upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan Prajurit, Pembinaan Mental (Bintal) Kodam IX/Udayana mengirim satu tim untuk memberikan pembinaan mental rohani kepada seluruh jajaran salah satunya Korem 162/WB.

Demikian disampaikan Kasipers Kasrem 162/WB Kolonel Caj Rudi Priyanto saat membacakan sambutan Danrem 162/WB membuka acara yang diikuti para Prajurit, PNS dan Persit KCK di Gedung Soedirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Selasa (8/6/2021).

Acara pembinaan mental yang dipimpin Ketua Tim Mayor Inf Benyamin dibagi menjadi tiga kelompok yang diberikan ditempat berbeda yaitu umat Islam di Gedung Soedirman dengan penceramah PNS Imaduddin yang mengusung tema "Pasca Ramadhan Adalah Pembuktian Ibadah Kita", Umat Nasrani di Aula Denma Korem disampaikan PNS Sebastian Begobli Watuoto dengan tema "Mengasih Tuhan dan Sesama, dan Umat Hindu di Pura Pasupati Gebang yang disampaikan oleh PNS I Ketut Cana dengan tema "Mencari Kepuasan Hidup Sukses Menuju Hidup Bahagia".

Menurut Danrem, pembinaan mental merupakan salah satu program satuan yang memiliki nilai strategis dalam upaya membangun mental Prajurit yang tangguh, mandiri, takwa, nasionalis, militant dan sehat secara rohani.

Dengan demikian, kata Ahmad Rizal, seberat apapun tantangan tugas yang dihadapi kedepan akan dapat diselesaikan dengan baik dan benar tentunya dengan moril dan semangat serta dedikasi yang tinggi.

“Untuk kita ketahui bersama, disamping pembinaan fisik dan intelektual para Prajurit, pembinaan mental juga tidak kalah penting karena ia sebagai motor penggerak yang mengendalikan moralitas dan tingkah laku Prajurit setiap hari. Baik buruknya tingkah laku Prajurit TNI sangat dipengaruhi oleh kondisi mental dalam diri Prajurit itu sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, hari ini para Prajurit akan diberikan pembinaan mental rohani oleh personel Bintaldam IX/Udayana yang memang memiliki kualifikasi di bidangnya.

“Perhatikan dan catat apa yang disampaikan pemateri dan tanyakan apabila ada yang kurang jelas,” pungkasnya.

 Polairud Polda NTB Gelar Latihan Rutin, Anggota Diperkenalkan U-safe Pelampung Jenis Baru

By On June 08, 2021

Ditpolairud Polda NTB menggelar latiahan rutin bersama tingkatkan kualitas anggota di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat

LOMBOK BARAT NTB- Ditpolairud Polda NTB menggelar latiahan rutin bersama tingkatkan kualitas anggota di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (8/6/2021).

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga S.I.K M.Si melalui Kanit Binmasair dan Potdirga Dit pol airud polda NTB ,IPTU I. Gusti Made Suarjaya, menjelaskan Dalam latihan kali ini, anggota Dit Polairud Polda NTB diperkenalkan alat bantu pelampung model terbaru bernama U-safe.

Dijelaskan, Pelampung yang baru itu dapat digunakan untuk menolong korban yang terjebak banjir, maupun yg terseret arus laut dan lain-lain.

Selain itu Pelampung model baru itu, dikendalikan dengan remot kontrol, jarak tempuhnya kurang lebih 25 meter.

“ U-safe ini dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remot, asal tidak ada tembok atau penghalang lainnya yang memutus sinyal remot kontrol,”  jelas IPTU I Gusti Made Suarjaya.

Ia menjelaskan, cara menggunakan alat tersebut, dengan mengarahkan pelampung remot kontrol atau U-safe ini ke korban yang terjebak banjir, selanjutnya, korban akan berpegangan pada alat pelampung tersebut, kemudian U-safe dapat menarik korban ketempat yang lebih aman.

Kanit binmasair menambahkan, U-safe dengan remot kontrol itu cukup elastis Bisa maju, bisa juga belok baik ke kanan dan ke kiri, selain itu tenaganya terbilang kuat dapat menarik satu orang dewasa.

"U-safe atau alat pelampung model baru ini inventaris Ditpolairud Polda NTB, kita berharap agar tidak ada lagi laka laut maupun banjir di wilayah perairan polda NTB," pungkasnya

101 Pelanggar Terjaring Dalam Operasi Yustisi Gabungan Di Sumbawa

By On June 08, 2021

operasi Yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan

Operasi Yustisi digelar Polres Sumbawa bersama  TNI, Sat Pol PP dan Dishub , Selasa(8/6) pukul 09.00 wita di jalur lintas sumbawa Kecamatan Labuan, untuk merazia pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas yang tidak menggunakan masker dan tidak patuh protokol kesehatan covid-19.

Petugas gabungan terus melakukan operasi Yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan, guna memutus mata rantai penyebaran covid -19 di Kabupaten Sumbawa.

“Sasaran dalam operasi Yustisi kali ini adalah pengendara yang melintas roda dua maupun roda empat,” tegas Kasat Sabhara Iptu Mulyadi, SH. pada media, Selasa (8/6/2021).

kasat Sabhara Iptu Mulyadi SH. ditemui di lokasi, mengatakan operasi yustisi dengan menerjunkan personel untuk menertibkan dan menyarankan agar pengendara memakai masker saat berada di luar rumah.

Dikatakan Iptu Mulyadi, dalam operasi yustisi ditemukan masih banyak warga yang beraktifitas keluar rumah tanpa memakai masker, Pengendara ini kita hentikan dan kami berikan edukasi serta masker.

“Kegiatan operasi Yustisi seperti ini akan terus digelar di wilayah hukum Polres Sumbawa secara kondisional, tujuan agar masyarakat dan pengendara agar tetap mematuhi protokol kesehatan, supaya terhindar dari penyebaran pandemi Covid -19,” kata Iptu Mulyadi.

Adapun masyarakat yang terjaring dalam operasi gabungan saat ini, sejumlah 101 orang, langsung diberikan sanksi ditempat yakni sanksi administrasi 5 orang, sanksi sosial dengan cara menyapu dipinggir jalan 93 orang dan sanksi teguran kepada 1 orang, tutup Kasat Samapta.

 Kejari dan Inspektorat Lebak Ikut Menyoal Pemotongan Dana Covid-19 di Neglasari

By On June 08, 2021


Lebak – Terkait pemberitaan soal dugaan adanya pemotongan Dana Covid-19 di Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Plt. Kasi Pidsus Kajari Lebak, Bayu, menjelaskan permasalahan tersebut akan dikaji terlebih dahulu. Namun demikian, dari tanggapan awal, Bayu mengatakan bahwa kasus tersebut sudah masuk pelanggaran jika tindakan tersebut dilakukan kades.

“Saya akan berkoordinasi dulu dengan Kepala Kejaksaan dan mengkajinya, tapi sebaiknya disamping penayangan berita tentang dugaan pemotongan dana tersebut, dibuatkan dulu saja laporan pengaduaanya dari LSM,” ujar Kasi Bayu ketika ditemui di kantornya, Senin 07 Juni 2021 bersama Ketua Forum LSM Lebak.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kabupaten Lebak, Nainggolan, saat dimintai tanggapannya terkait permasalahan tersebut menjelaskan bahwa dirinya belum bisa berkomentar banyak karena belum turun ke lapangan.

“Saya belum bisa komentar banyak soal ini Pak karena belum lihat fakta lapangannya. Yang jelas pemotongan tidak dibenarkan,” kata Nainggolan.

Akan tetapi, lanjut dia, melihat beberapa kasus yang juga terjadi di beberapa desa lainnya, aparat desa berada dalam kondisi dilematis ketika ada warga yg terdampak tetapi tidak masuk daftar penerima. Hal itu menurut Nainggolan biasanya aparat desa melakukan musyawarah yang melibatkan penerima dan stakeholder.

“Selama potongan yang sudah disepakati 100 persen dibagikan kepada penerima yang tidak terdaftar namun terdampak, dan tidak ada yang masuk ke kantong aparat sepeserpun, serta berita acara dan dokumentasi musyawarahnya lengkap dan sah, maka hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi, sebaiknya aparat desa diminta untuk menghentikan dan membuat usulan baru,” terang Nainggolan. (ABK/Red)

 Tak Mau Kampung Sehatnya Terkontaminasi Covid-19, 20 Pemudik di Maluk Diswab Antigen

By On June 07, 2021

Swab Antigen terhadap 20 orang pemudik di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

SUMBAWA BARAT NTB - Tim Satgas Covid-19 Bersama TNI-Polri di Kecamatan Maluk melaksanakan Swab Antigen terhadap 20 orang pemudik di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kegiatan tersebut guna mencegah penularan Covid-19 di wilayah Sumbawa Barat khususnya Kecamatan Maluk serta guna mensukseskan Kampung Sehat 2 yang diinisiasi Kapolda NTB Irejn Pol Mohammad Iqbal S.I.K MH. Senin (7/6/2021)

Pemerintah Kecamatan Maluk bersama TNI dan Polri melakukan Swab Antigen kepada 20 orang warga yang baru kembali ke Maluk, guna mencegah virus Covid-19 masuk  menggerogoti warga lain.

Kepala Kepolisian Resor Sumbawa Barat Polda NTB AKBP Herman Suriyono, S.I.K., MH melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Ipda Edy Subandi, S.Sos menjelaskan, kegiatan itu atas dasar kesepakan bersama semua pihak di Kecamatan Maluk, temasuk TNI-Polri dan Satgas Covid-19 setempat.

"mereka sepakat untuk lakukan Swab Antigen kepada warga yang baru datang ke Maluk, guna mencegah Covid-19 masuk ke wilayah kecamatan dan menjangkiti warga lainnya," jelasnya.

Kegiatan swab Antigen kepada 20 pemudik itu, dipusatkan di SPBU Maluk, yang dipimpin langsung Kapolsek Maluk.

"bersyukur tidak ada yang terpapar Covid-19, dari hasil pemeriksaan para pemudik sehat semua tidak ada yang terpapar," jelas Herman.

Kegiatan swab Antigen untuk pemudik itu dihadiri juga oleh Camat Maluk, Kapolsek Maluk, Ka Uptd Puskesmas Maluk, Danposmad AL Benete, Bhabinkamtibmas Desa Pasir Putih Serta beberapa tenaga medis lainnya.

"Rangkaian kegiatan yang kami lakukan  dalam pelaksanaan swab Antigen ini, guna Mendata Pemudik, Mengecek Suhu Tubuh, melakukan Swab Antigen kepada pemudik, dan menentukan hasil," pungkasnya.

Tingkatkan Koordinasi, Sinergitas Dan Kemampuan Dalam Mendukung Operasi SAR Melalui Rakor Dan Pelatihan Potensi

By On June 07, 2021


Mataram
- Dalam mendapatkan kesamaan pola pikir dan pola tindak saat penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Kantor SAR Mataram menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) SAR dan penyusunan rencana kontigensi dan pelatihan potensi teknis pertolongan di ketinggian. hal ini diambil sebagai langkah antisipasi dan persiapan insan SAR menghadapi terjadinya kecelakaan atau bencana.

 “Kegiatan semacam ini, tentu sangatlah penting dan strategis,” kata Asisten Administrasi Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lombok Tengah Murdi AP., M.Si, saat membacakan sambutan dari Bupati Lombok Tengah dalam pembukaan acara tersebut, Senin (07/06) di Hotel Novotel Lombok Tengah.

Kuta Mandalika ditetapkan oleh pemerintah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Semakin dikenal dunia setelah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan akan memiliki sirkuit moto GP bertaraf internasional pada tahun 2022.

Menurutnya, pengembangan fasilitas pariwisata yang besar berpengaruh terhadap arus transportasi darat, laut, dan udara yang semakin meningkat. Sehingga menimbulkan kerawanan terjadinya kecelakaan kapal, pesawat dan kondisi membahayakan manusia.

Karena itu, pada kesempatan ini ia mengajak untuk lebih memantapkan koordinasi melalui peningkatan kemampuan organisasi, sumber daya manusia, manajemen serta sarana dan prasarana yang memadai.

“sehingga penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan berhasil,” ujarnya.

Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat respon time pelayanan SAR, meningkatkan koordinasi dan berkolaborasi antara instansi/organisasi, maupun organisasi non pemerintahan lainnya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan khususnya di kabupaten Lombok Tengah. 

 “Melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Mataram mengajak semua institusi bersatu padu untuk memberikan pelayanan SAR,” kata Mochamad Hernanto saat memberikan sambutan.

Diharapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini akan dapat meningkatkan kapabilitas potensi SAR melalui perencanaan dan penyusunan program-program kerja di masa yang akan datang, adanya peningkatkan kompetensi, pembuatan rencana kontijensi, diseminasi, dan ide-ide progresif di bidang SAR lainnya. 

“semua itu, untuk membantu dan menyelamatkan saudara-saudara kita yang tertimpa kecelakaan di darat, perairan dan penerbangan, bencana, maupun kondisi yang membahayakan manusia,” imbuh Hernanto.

 Puluhan Potensi SAR Dilatih Basarnas Lakukan Penyelamatan Di Ketinggian

By On June 07, 2021


Mataram - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melatih sebanyak 25 orang potensi "Search and Rescue" (SAR) tentang upaya penyelamatan di ketinggian ketika terjadi kondisi membahayakan nyawa manusia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Pembukaan rapat koordinasi dan pelatihan bagi potensi SAR di KEK Mandalika tersebut diselenggarakan di hotel Novotel Lombok Resort and villas Desa Kuta Kec.Pujut Lombok Tengah, Senin (7/6/2021). 

"Kita membutuhkan teman-teman potensi SAR, makanya kami melatih sebanyak 25 orang lokal yang nantinya bisa memberikan respon bantuan kepada korban secara cepat," kata Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto didampingi Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH usai pembukaan acara tersebut.

Basarnas, kata dia, benar-benar peduli dengan KEK Mandalika karena merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, selain Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Labuan Bajo.

Kepedulian tersebut sudah diwujudkan dengan membentuk unit siaga SAR di KEK Mandalika, namun personelnya masih relatif sedikit, yakni hanya enam orang. Oleh sebab itu, dibutuhkan peran potensi SAR yang sudah diberikan pelatihan.

Sebelumnya, kata Hernanto, pihaknya sudah memberikan pelatihan pertolongan dan pencarian di perairan (water rescue) kepada potensi SAR di KEK Mandalika. Kemudian berlanjut ke pelatihan penyelamatan dalam kondisi ketinggian.

"Tidak hanya pengetahuan penyelamatan dalam kondisi ketinggian, laut dan darat, tapi potensi SAR juga mendapatkan pengetahuan dasar pertolongan medis," katanya.

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH menambahkan pelatihan potensi SAR di KEK Mandalika sangat penting dilakukan karena melihat kejadian kondisi membahayakan nyawa manusia yang sering terjadi di wilayah perairan laut selatan Lombok.

Sepanjang 2020 hingga Mei 2021, kata dia, ada 14 kejadian kondisi membahayakan nyawa manusia di perairan laut selatan Lombok, termasuk di wilayah perairan laut KEK Mandalika.

 "Itu menjadi perhatian kami, apalagi nanti saat banyak kunjungan, dalam kondisi pandemi COVID-19 saja seperti itu. Kami tidak berharap adanya musibah, tapi kami wajib mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan," ucap Nanang.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata dia, pihaknya juga menyusun rencana kotinjensi dengan pihak terkait untuk menyelaraskan fungsi peran masing-masing secara tertulis.

Hal itu sangat penting dilakukan untuk memberikan bukti kepada dunia bahwa KEK Mandalika sudah memenuhi unsur protokol, kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi orang untuk berkunjung.

"Pada saat kejadian, kita sudah memberikan respon dengan baik, otomatis akan menjadi daya tarik bagi orang dari berbagai wilayah bahwa di KEK Mandalika aman dan nyaman, sehingga akan menambah minat orang untuk berkunjung," kata Nanang.

Pelatihan akan berlangsung selama lima hari, dimulai sejak tanggal 7 hingga 11 Juni 2021.

 61 Lansia Di Tamekan Ikuti Vaksinasi

By On June 07, 2021


Sumbawa Barat - Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Kecamatan Taliwang Bripka Andri Sunarko anggota Polsek Taliwang memantau pelaksanaan vaksinasi kepada orang lanjut usia (Lansia) di Desa binaannya.

Kegiatan itu dilakukan, pada Senin, 7 Juni 2021 pukul 08.30 wita di kantor Desa Tamekan Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono, S.I.K,.M.H melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat IPDA Eddy Sobandi, S.Sos.

Eddy juga menjelaskan, pelaksanaan vaksin difasilitasi oleh Kades Tamekan, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa dan team vaksinasi Puskesmas Taliwang. Dengan sasaran orang lanjut usia.

 "Bhabinkamtibmas bersama Kades dan Bidan Desa Tamekan melaksanakan pendampingan vaksinasi lansia tahap 1 dan 2 di Kantor Desa Tamekan dengan jumlah yang hadir sebanyak 61 orang, vaksinasi tahap I 4 orang, vaksinasi tahap II 55 orang dan gagal scarining 2 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (LNG05)

 Polres Sumbawa Barat, Lakukan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Geram di Akses Vital PT AMNT

By On June 07, 2021


Sumbawa Barat - Kepolisian Resort Sumbawa Barat bersama anggota security perusahaan PT AMNT (Aman Mineral Nusa Tenggara) melakukan pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan Gerakan muda Sumbawa Barat (Geram) yang bertempat di akses pintu masuk perusahaan Gate benete PT AMNT di Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat, Senin, (07/6/21) pukul 08.30 wita.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono. S. Ik., MH melalui Kasi Humas IPDA Eddy Sobandi, S.Sos mengatakan, kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag OPS AKP Iwan Sugianto, SH dan personil Polres Sumbawa Barat serta anggota Polsek Maluk.

"Dalam aksi unjuk rasa Gerakan Muda Sumbawa Barat (GERAM) yang dikoordinatori oleh Yudi Prayudi dan Tony Al Kasyim alias Tonjes. Adapun jumlah massa aksi sekitar 12 orang, dengan alat peraga pengeras suara menggunakan mobil merk Blazer  Nopol EA 1304 HZ serta selebaran dan pamflet," jelasnya.

Eddy juga menjelaskan, pamflet tersebut bertuliskan, (1) Usir AMNT karna tidak lagi mendatangkan manfaat bagi masyarakat Sumbawa Barat.(2) Perselingkuhan AMNT dan Pemda melahirkan kesengsaraan bagi masyarakat Sumbawa Barat.

Tuntutan massa aksi yaitu, 1). Mengembalikan karyawan lokal ke rumah masing-masing, menghapus system lockdown dan mengevaluasi kembali roaster kerja yang tidak manusiawi, dalam rangka restorasi ekonomi regional, interaksi sosial dan kebebasan beribadah.

2). Mengembalikan Hak-Hak dasar karyawan atas intervensi kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat. 3). Menghentikan penggunaan isu Covid-19 dan menerapkan kebijakan pemerintah nasional untuk ‘New Normal’ dan Kebijakan PEN. 4) Transparansi Dana CSR dan membuka partisipasi publik untuk ikut serta dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat.

5) Membuka peluang seluas-luasnya bagi kontraktor lokal untuk ambil bagian sebagai subkontraktor dalam projek PT.AMNT dan Pembanguna Smelter. 6). Mengevaluasi sistem perekrutan satu pintu melalui Disnakertrans Sumbawa Barat atas dasar mosi tidak percaya kepada pemerintah lokal dan kemudian meminta kepada pihak perusahaan agar mendirikan lembaga rekrutmen yang independent yang berisikan SDM lokal dan berkedudukan tetap di ibu kota Sumbawa Barat. 7) Memberikan kontrak kerja sama kepada seluruh awak media Sumbawa Barat secara proporsional dan profesional setiap tahunnya sebagai bentuk penghargaan kepada insan pers atas pemenuhan hak-hak dasar masyarakat untuk mendapatkan informasi sesuai UU Pers dan UU Keterbukaan Informasi Publik.

8) Membangun fasilitas pendidikan dan memberikan insentif kepada Mahasiswa / Mahasiswi Sumbawa Barat yang menempuh pendidikan di luar daerah dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.(9) Segera penuhi janji perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia, demi kemudahan publik dalam memantau pergerakan saham dan transaksi perusahaan secara periodik. (10) Segera penuhi komitmen pembangunan dan kepastian percepatan pembangunan Smelter. 11) Memberikan kesempatan kepada sumber daya lokal untuk mengisi pos penting dalam komposisi kepemimpinan perusahaan. 12) Mengevaluasi kembali kebijakan perusahaan atas pemberian bantuan dana kepada Pemerintah Daerah Sumbawa Barat sebesar 5 Milyar untuk penguatan program PDPGR, dan menyalurkannya secara langsung kepada masyarakat dalam bentuk program penguatan UMKM, Industri Kreatif dan Sektor Pariwisata.(13) Menyerap semaksimal mungkin komoditi produk lokal untuk memenuhi kebutuhan material dan kebutuhan konsumsi perusahaan maupun rekanan. 14) Ikut serta memfasilitasi dan turut aktif mensponsori berbagai events olahraga khususnya sepak bola berskala regional dalam rangka pembinaan dan penjaringan atlet-atlet berbakat.

"Pada aksi unjuk rasa sudah memenuhi prosedur untuk melakukan aksinya yakni perizinan dari kepolisian dan mematuhi protokol kesehatan covid -19," tuturnya.

Sekitar pukul 14.30 wita dari pihak manajemen PT. AMNT Ezen Saputra ( eksternal security PT AMNT)  menemui para pendemo dan menyampaikan bahwa pihak perusahaan akan menjadwalkan pertemuan pada hari Rabu tanggal 09 Juni 2021 pukul 12.30 wita bertempat di kantor Camat Maluk, Sehingga pihak pendemo menerima tawaran dari manajemen perusahaan untuk melakukan pertemuan.

"Selanjutnya pada pukul 14.35 wita setelah menerima penjelasan dari pihak manajemen perusahaan PT. AMNT, Gerakan Muda Sumbawa barat ( GERAM) membubarkan diri dan kembali ke Taliwang dengan tertib," tutup Eddy. (LNG05)

Tingkatkan Kamtibmas  Di Wilayah Kecamatan  Jonggat,Kapolsek Jonggat Undang Kepala Desa Dan Semua Tokoh Masyarakat

By On June 07, 2021


Lombok Tengah  ( NTB) --  Untuk meningkatkan  keamanan dan ketertiban  di wilayah hukum polsek Jonggat ,Kapolsek  Jonggat  mengundang  tokoh masyarakat tokoh pemuda termasuk kepala desa sekecamatan Jonggat  Kabupaten Lombok Tengah 07/06/2021.

Kapolsek Jonggat "Iptu  Bambang Sutrisno" menyampaikan dalam pertemuan tersebut dengan tokoh tokoh yang hadir saat itu, baek dari kalangan Kepala Desa atau yang mewakili serta tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan warga yang hadir.

Ia menyampaikan  terkait dengan Kepimpinan  atau menjadi Kapolsek,Saya atas nama semua anggota  kapolsek Jonggat  meminta saran atau petunjuk  atas kekurangan  dalam hal pengamanan di kecamatan  Jonggat ringkasnya.

Kami sebagai  petugas tidak akan mungkin  bisa mengontrol semuanya  tanpa bantuan dari masyarakat  itu sendiri.katanya.

Artinya  kami butuh bantuan  atau kepedulian dari bapak - bapak atau siapapun terutama warga Jonggat,agar kami bisa berbagi tugas dan bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi khususnya  dikecamatan Jonggat tambahnya.Baru baru ini beberapa kejadian seperti  pencurian,miras bahkan generasi muda sudah mulai terancam dengan barang haram seperti obat obat terlarang baek itu sabu sabu atau narkoba.

Untuk itu saya minta masyarakat  agar bisa bersama sama menjaga wilayah  kita agar terhindar  dari semua jenis gangguan baek itu dari luar maupun dari dalam wilayah  Jonggat,paparnya. 

Salah satu tokoh masyarakat  Jonggat sekaligus pendamping  Desayang biasa dipanggil "Petir" menyampaikan terkait  dengan keamanan  di kecamatan  Jonggat  seperti  pencurian bahkan dikecamamtan  Jonggat  pencandu dan pengedar Narkoba sudah banyak pemuda yang menjadi korban,tuturnya 

Senada dengan Ketua Unit LSM Kasta NTB " L Subadri" bahwa keamanan di kecamatan Jonggat  harus ditingkatkan dan saya minta agar pelaku pelaku yang  tidak bertanggung jawab harus ditindak tegas,entah itu dengan pembinaan sosial,atau dengan cara yang  lain,agar tidak meresahkan  masyarakat, tandasnya.

Kalau sudah diberi peringatan lalu masih saja meresahkan  masyarakat  atau.merugikan warga maka saya minta  kepada aparat  penegak  hukum  untuk menindak mereka agar ada epek jera,pintanya.

Terimakasih  atas saran dan masukan dari rekan rekan samua apa yang  menjadi keluhannya  kami akan mencoba  untuk  memperbaikinya,dan perlu diingat harus ada kerjasama antara petugas dan masyarakat,segala permasalahan  kita akan rembuk bersama,tutup  kapolsek.

 Sebanyak 64 Lansia di Desa Ganti DiVaksinasi Tahap II

By On June 07, 2021


Lombok Tengah (NTB) Vaksinasi terhadap masyarakat Lanjut Usia (Lansia) terus dilakukan guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sebanyak 64 Lansia di dusun Rentang II, desa Ganti kecamatan Praya Timur berhasil disuntik vaksin.

Kapolsek Praya Timur, Iptu Dami, mengatakan bahwa kegiatan vaksin yang menyasar Lansia dilakukan secara door to door. Pihak kepolisian turut serta mengamankan serta mensukseskan vaksinasi terhadap Lansia. 

"Kami mendatangi langsung sasaran ke masing-masing rumahnya. Dengan begitu, tentu akan lebih efisien. Mengingat faktor kesehatan para Lansia serta masih banyak dari Lansia yang tidak berani untuk divaksin," jelas Dami, Senin (07/6).

Ia menjelaskan, sebelum para Lansia divaksin, terlebih dahulu mereka melakukan pendaftaran. Kemudian dilakukan pemeriksaan (Screening) oleh Petugas vaksinasi Sehingga apabila sudah memenuhi persyaratan selanjutnya bisa dilakukan ke tahap vaksinasi.

"Setelah mereka disuntik vaksin, selanjutnya dilakukan pencatatan serta observasi. Adapun bagi yang belum memenuhi persyaratan screening akan dilakukan penundaan dan menunggu perkembangan kesehatan dari yang bersangkutan," ungkapnya.

Diakui bahwa masih kurangnya partisipasi masyarakat untuk divaksin sehingga menjadi kendala pada saat pelaksanaan. Sehingga Perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intens tentang vaksin sinovac. Dengan begitu, tidak ada keraguan ditengah masyarakat.

"Perlu juga kita tingkatkan koordinasi dengan pihak desa dan perangkatnya dalam pelaksanaan vaksinasi. Baik dalam menentukan jadwal maupun tempat sehingga giat vaksinasi berjalan lancar, aman, dan sukses," tutup Kapolsek.

 Ditpolairud Polda NTB Amankan 1200 Butir Bahan Peledak

By On June 07, 2021


Mataram - 1.200 detonator bahan peledak ikan diamankan dari pelaku Destructive Fishing (DF) oleh Tim Gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama Ditpolair Polda NTB di Lombok Timur.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K MH dalam jumpa pers yang digelar Direktorat Polairud Polda NTB bersama Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga, S.I.K, M.Si dan Kanit 2 Sidik Subdit Gakum Dit Polair Korpolairud Baharkam Polri Kompol H.M.J Sinaga, di Lapangan Hanggar, Polda NTB, Senin (7/6/2021) menjelaskan, Destructive Fishing ( DF ) atau lebih dikenal dengan sebutan penangkapan ikan secara kasar menggunakan Bahan Peledak (Bom/red), Racun dan Strum itu, merupakan salah satu tindak kejahatan yang serius, dikarenakan berakibat pada kerusakan ekosistem di laut. 

"Kali ini Tim gabungan dari Ditpolairud Polda NTB dibackup Korpolairud Baharkam Polri yang dipimpin Kombes Pol Kobul Syahrin RitongaS.I.K., M.Si dan AKBP Agus Budi berhasil mengamankan tersangka yang membawa 1.200 butir detonator bahan peledak Ikan," jelas Artanto

1.200 butir detonator bahan peledak Ikan itu, diamankan dari tersangka berinisial AMB, Laki-laki, Lahir di Pilau Kaung tanggal 17 Juli 1968 (53 tahun), Perkejaan Pedagang, Alamat Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, NTB.

"AMB merupakan Resedivis yang pernah ditangkap dengan kasus yang sama, kali ini dia patut disangakakan dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun”," jelas Aratanto.

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menambahkan, pengungkapan kasus Destructive Fishing (DF), merupakan atensi dari Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol M. Yassin Kosasih S.ik., M.Si

"ataensi khusus ini, kami Ditpolairud Polda NTB dibackup anggota Barhakam Polri melakukan penangkapan terhadap pelaku, dan kita masih lakukan pengembangan untuk menacari tersangka lainnya," jelasnya

Hasilnya, AMB ditangkap karena membawa bahan peledak Ikan jenis detonator aktif sebanyak 1.200 (seribu dua ratus) butir pada hari rabu tanggal 02 Juni 2021 lalu, dan ditangkap di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Dijelaskan, penangkapan itu, bermula dari pembuntutan yang dilakukan oleh tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolairud Polda NTB menangkap AMB, ketika turun dari kapal Ferry yang berlayar dari pelabuhan Poto Tano Sumbawa tujuan pelabuhan Kayangan Lombok Timur. 

Setelah turun dari kapal Ferry AMB bergerak menggunakan Ranmor R2 menuju hotel melati 53 yang berada di wilayah pesisir perairan Kayangan Kabupaten Lombok Timur.


Setiba di hotel, tim gabungan melakukan pemeriksaan dan ditemukan 1 (satu) buah kotak ukuran dus aqua yang berisi bahan peledak jenis detonator aktif sebanyak 1.200 (seribu dua ratus) butir.


"tersangka berikut barang bukti kita amankan untuk kemudian kita bawa menuju Mako Ditpolairud Polda NTB untuk proses lebih lanjut." Tutupnya 


Dijelaskan Denator aktif itu akan di rakit menjadi Bom Ikan, dan akan digunakan di NTB,"Bahan ini cukup berbahaya satau detonator kalau sudah dirakit menajadi Bom Ikan mempunyai radius 200 diameter persegi, 50, kesamping 50 meter ke atas, dan kebawah cukup dapat merusak Biota Laut," jelasnya.


Kobul menjelaskan, terhadap tersangka akan terus dilakukan pengembangan, apakah detonator bahan peledak itu akan dugunakan untuk mengebom Ikan atau yang lainnya.


"sementara untuk kegunaan yang lainnya belum kita ketahui, menurut pengakuan pelaku, Detonator Bahan Peledak aktif itu akan di gunakan untuk menangkap Ikan," pungkasnya.

 Sejumlah Siswi SD di Kota Bima Diduga Korban Cabul Kepala Sekolah

By On June 07, 2021


Kota Bima, NTB (07/6) – Kepolisian Resor Bima Kota kembali menangani kasus amoral yang dilakukan salah satu oknum Kepala Sekolah SD di wilayah hukum Polres Bima Kota.

HS sebut saja inisial Kepala Sekolah yang bertugas di salah satu SDN di Kota Bima, tepatnya berlokasi di Kelurahan Nitu Kecamatan Raba Kota Bima ini.

Sang Kepsek dilaporkan sejumlah orang tua siswi, dugaan telah mencabuli sejumlah siswi saat proses belajar mengajar berlangsung di SDN tersebut.

Sejumlah orang tua yang tidak terima anaknya dijadikan sasaran dugaan pencabulan HS, Minggu (6/6) siang, datang melapor di Mako Polres Bima Kota tepatnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Usai menyampaikan laporan dan keterangan pada petugas penerima laporan di SPKT, orang tua siswi berinisial MS, sebagaiamana keluh anaknya yang diduga korban pelecehan Kepseknya, awalnya kejadian pada bulan Mei lalu. saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya dalam kelas. Tiba-tiba datang Kepala Sekolah dan menyuruh semua siswa keluar dari kelas, kecuali para siswi.

Saat sejumlah siswa keluar dan tertinggal siswi saja, jelas MS menceritakan kembali cerita anaknya, anaknya dipanggil oleh Kepsek dan memeriksa kantong baju korban dan menanyakan korban punya uang atau tidak. Korban pun menjawab tidak punya uang.

“Saat korban jawab tidak punya uang, dia langsung meraba dan memegang alat vital korban,”ceritanya.

Tidak terima dengan prilaku Kepsek, sambung MS yang juga Ketua LPM Kelurahan Nitu ini, anaknya dan sejumlah siswi lain, lari dan menghindari terduga pelaku.

“Itulah awal pelecehan yang dilakukan kepala sekolah, diceritakan masing-masing siswi pada orang tuanya, termasuk anaknya. Dasar inilah kami melaporkan kepala sekolah pada polisi,”jelasnya.

Kejadian dugaan pencabulan ini kata MS, sudah dua kali. Terkuak setelah kedua kalinya atau saat para siswi menceritakan pada orang tuanya. Parahnya lagi, dugaan pencabulan ini, menyasar siswi kelas 4 hingga kelas 6. setidaknya ada 8 siswi yang diduga jadi korban pelecehan oknum Kepsek.

“Sesuai cerita para korban, modusnya hampir sama, pura-pura tanya ke korban punya uang atau tidak,” Ungkapnya

MH orang tua siswa lainnya, mendesak Kepsek SDN 30 yang diduga mencabuli para siswi, segera dipecat dan diproses hukum serta diberikan hukuman yang setimpal. Karena ulahnya, anaknya mengalami trauma dan kadang takut pergi sekolah.

“Anak saya mengalami trauma, kami minta Kepsek segera di pecat,” Pintanya

Sementara itu Kanit III SPKT Polres Bima Aiptu Kurniawan membenarkan adanya laporan itu, selanjutnya laporan pengaduan dari para korban akan dilimpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Kepolisian Resor Bima Kota, pungkasnya singkat.

 Persembunyian Sindikat Narkoba Digrebek, 5 Kawan Ini Berhasil Diamankan

By On June 06, 2021

Konferensi persnya pengkapan terduga terlibat dalam sindikat peredaran Narkoba.,oleh Tim Satresnarkoba Polresta Mataram

LINTAS NTB, Mataram - Pada Minggu (6/6) malam, tiga kakak beradik asal Rembiga, Kota Mataram, berinisial MG (25), SD (32), dan SM (37), ditangkap di Jalan Lombok, Lingkungan Rembiga Utara, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram karena diduga terlibat dalam sindikat peredaran Narkoba.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK dalam konferensi persnya di Mataram, Selasa, mengatakan, tiga bersaudara itu ditangkap Tim Satresnarkoba Polresta Mataram di bawah kendali AKP I Made Yogi Purusa Utama, SIK.

"Penangkapannya berawal dari informasi masyarakat yang dilanjutkan dengan giat penggerebekkan dirumahnya," kata Heri.

Dari hasil penggerebekan, terungkap ketiganya sedang bersama dua pria terduga pengedar Narkoba. Mereka yang berinisial AJ dan M, berasal dari Midang, Kabupaten Lombok Barat.

"Saat Tim kami datang, mereka berlima berusaha kabur melalui pintu belakang," ujarnya.

Ternyata aksi Kepolisian itu dikatakan Heri, sudah terendus mereka yang mengamati kedatangan anggota melalui kamera CCTV di depan rumah.

Meskipun demikian, tim berhasil mencegah mereka kabur. Barang bukti yang berkaitan dengan Narkoba berhasil diamankan. Alat skop sabu dan pembungkusnya ditemukan berserakan di lantai rumah.

"Jadi diduga saat tim datang, mereka sedang memecah barang," pungkasnya.

Selain barang bukti di lantai rumah, ada juga yang ditemukan di kamar mandi. Satu poket klip plastik berisi serbuk kristal putih ditemukan. Terlihat juga air dalam bak mandi keruh. Diduga sabu dilarutkan dalam air ketika Polisi datang.

"Kami menduga mereka membuang sabu yang dipecah ke dalam bak mandi," kata Yogi.

Dari hasil penggeledahan, anggota juga menemukan barang bukti sabu yang tersembunyi rapi di atas genteng.

"Setelah kita timbang, seluruhnya mencapai berat 10 gram," ujarnya.

Uang tunai Rp6,8 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi Narkoba, telepon genggam, serta alat timbang turut diamankan.

Kini mereka berlima telah mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Mataram. Pemeriksaannya masih berlanjut di hadapan penyidik.

Terkait dengan asal usul barang, penyidik dikatakan Heri masih terus mendalami dari keterangan para pelaku.

Namun dari hasil pemeriksaan sementara, kini kelimanya terancam Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika yang ancaman pidana paling singkat 20 tahun penjara.

Contact Form

Name

Email *

Message *