newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Tuesday, September 8, 2026

Hadapi Potensi Demo Anarkis, Polsek Narmada Gelar Simulasi Sispam Mako


Newsmetrontb.com_ POLSEK NARMADA  LOBAR
Sebanyak 53 personel Polsek Narmada mengikuti simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di Mapolsek Narmada, Senin (7/9/2026) pukul 09.00 Wita. Latihan ini mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa hingga proses mediasi.

Simulasi dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. Skenario dibuat taktis, humanis dan persuasif dengan melibatkan sejumlah fungsi kepolisian.

Dalam skenario, personel intel lebih dulu melaporkan rencana aksi menuju Mapolsek Narmada. Laporan tersebut diteruskan kepada Kapolsek, yang kemudian memerintahkan Wakapolsek mengaktifkan panggilan luar biasa (PLB) bagi seluruh personel.

Personel selanjutnya ditempatkan di sejumlah titik vital, seperti ruang senjata api, ruang tahanan, ruang barang bukti, ruang pimpinan, kediaman pimpinan serta sisi lain Mako.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, latihan tersebut penting untuk menyamakan langkah personel saat menghadapi situasi darurat, termasuk aksi massa.

Simulasi ini menjadi pedoman bagi personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat," katanya.

Dalam simulasi, massa awalnya berkumpul di Lapangan Umum Narmada. Personel intel mencoba melakukan pendekatan agar massa menyampaikan aspirasi secara tertib. Namun massa tetap bergerak menuju Mapolsek Narmada.

Unit lalu lintas terlihat mengamankan rute pergerakan massa, sementara Unit Reskrim memantau potensi provokasi pihak ketiga. Unit Samapta turut mengawal massa menggunakan kendaraan patroli 6.02, hingga tiba di depan Mapolsek Narmada.

Setibanya massa di depan Mako, personel Dalmas Awal menutup dan mengamankan akses gerbang. Unit Binmas kemudian melakukan negosiasi dan mengimbau massa menyampaikan aspirasi secara tertib.

Skenario berlanjut saat massa mencoba mendorong gerbang. Personel Dalmas Awal menahan massa, sementara Unit Binmas, Intel dan Provos kembali membuka ruang negosiasi.

Kami ingin personel siap menghadapi setiap kemungkinan, tanpa mengedepankan tindakan represif. Komunikasi dan negosiasi tetap menjadi langkah utama untuk meredam eskalasi," ujarnya.

Dari hasil negosiasi, perwakilan massa akhirnya sepakat menemui Kapolsek di ruang aula mediasi. Setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek dan pejabat terkait, massa memahami situasi lalu membubarkan diri.

Simulasi selesai dalam kondisi aman dan lancar. Latihan tersebut sekaligus menguji kesiapan personel dalam melindungi Mako, keselamatan masyarakat, serta mencegah potensi kericuhan saat menghadapi aksi massa. ( red

Polisi Bergerak Cepat Cegah Bentrokan di RTH dan Mengaamakan Pebawa Sajam


Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM  NTB 
Beredarnya video viral sekelompok remaja yang memamerkan dan mengayunkan senjata tajam (sajam) di area parkir Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Mataram, Jalan Abdi Praja, Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, nyaris memicu aksi massa.

Merespons situasi tersebut, aparat gabungan Polsek Mataram dan Polresta Mataram bergerak cepat mengendalikan keadaan. Tiga remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut diamankan petugas pada Minggu malam (6/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Sebelumnya, sejumlah warga yang merasa resah dan tersulut emosi setelah melihat video tersebut sempat berkumpul di sekitar RTH. Mereka bahkan berniat mencari para remaja yang terlihat mengayunkan senjata tajam dalam video.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan adanya langkah cepat yang dilakukan jajarannya bersama personel Polresta Mataram untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik.

Awalnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagutan Timur menerima aduan masyarakat yang mulai berkumpul karena resah melihat video viral anak muda berpose dengan senjata tajam di RTH. Karena situasi sempat memanas dan warga emosi, personel di lapangan segera meminta perkuatan,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Merespons laporan tersebut, Kapolsek Mataram bersama Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Piket Pawas, Pamapta Polresta Mataram, serta personel BKO Polresta Mataram langsung turun ke lokasi.

Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan warga sekaligus mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengimbau warga secara langsung agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh apa yang viral di media sosial, dan tidak main hakim sendiri. Segala bentuk pelanggaran hukum sepenuhnya kami minta diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegas Kapolsek.

Di tengah upaya meredam situasi, petugas berhasil mengamankan tiga remaja yang terindikasi kuat terlibat dalam aksi yang meresahkan tersebut. Ketiganya kemudian dievakuasi menuju Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Setelah situasi di sekitar RTH berangsur kondusif, Kapolsek Mataram berkoordinasi dengan Lurah setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Tim Patroli Satpol PP Kota Mataram. Warga kemudian diminta kembali ke rumah masing-masing guna mencegah berkumpulnya massa dan potensi konflik susulan.

AKP Amrozi Hamidi mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan informasi kepada kepolisian. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial serta mempercayakan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat berwenang.

Tak hanya itu, Kapolsek turut menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua di Kota Mataram agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak. Jangan sampai mereka terjerumus dalam aksi premanisme atau kenakalan remaja yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan,” pungkas AKP Amrozi Hamidi. ( red

Uji Kesiapan Hadapi Situasi Unjuk Rasa polsek Ampenan Gelar Simulasi


Newsmetrontb.com_ POLSEK. AMPENAN  MATARAM
Kesiapsiagaan personel menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban, termasuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan yang dapat terjadi di lingkungan Markas Komando (Mako). Untuk menguji kesiapan tersebut, Polsek Ampenan menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Senin (07/09/2026).

Simulasi yang melibatkan seluruh personel Polsek Ampenan tersebut difokuskan pada latihan menghadapi kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi atau unjuk rasa di sekitar Mako. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kemampuan personel dalam merespons situasi secara cepat, tepat, dan terukur.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam rangkaian simulasi.

Seluruh tahapan simulasi berada di bawah kendali langsung Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P. Personel mengikuti setiap skenario dengan mengacu pada prosedur pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolsek Ampenan mengatakan, Sispam Mako bukan sekadar latihan rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan personel menghadapi situasi kontinjensi, khususnya apabila terjadi aksi unjuk rasa di lingkungan Mako.

Simulasi ini selain sebagai pelatihan juga untuk menentukan kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa. Ini adalah bagian dari kesiapan Polsek Ampenan untuk mempertahankan keamanan Mako,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Menurutnya, kesiapan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang dilakukan secara berkala. Melalui simulasi, setiap personel diharapkan memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing sehingga mampu bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.

Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan tersebut juga menjadi evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan Mako.

Dengan digelarnya simulasi Sispam Mako secara berkala, Polsek Ampenan berupaya memastikan seluruh personel selalu dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan, sekaligus menjaga markas kepolisian tetap aman agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal dalam situasi apa pun. ( red

Polsek Selaparang Gelar Simulasi Sispam Mako Hadapi Aksi Unjuk Rasa

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK SELAPARANG MATARAM  Kesiapsiagaan personel menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk mengantisipasi berbagai situasi yang berpotensi terjadi di lingkungan Markas Komando (Mako). Untuk itu, Polsek Selaparang menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Senin (07/09/2026).

Kegiatan yang melibatkan seluruh personel Polsek Selaparang tersebut dilaksanakan sebagai bentuk latihan sekaligus mengukur kesiapan anggota dalam menghadapi kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi atau unjuk rasa di lingkungan Mako Polsek Selaparang.

Simulasi diawali dengan apel kesiapan. Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan terhadap kesiapan personel, termasuk sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan Sispam Mako.

Kegiatan berada di bawah kendali langsung Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH. Seluruh personel mengikuti setiap tahapan simulasi dengan mengacu pada prosedur pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi mengatakan, simulasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan latihan rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada situasi unjuk rasa di sekitar Mako.

Simulasi ini selain sebagai pelatihan juga untuk menentukan kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa. Ini adalah bagian dari kesiapan Polsek Selaparang untuk mempertahankan keamanan Mako,” ujar Iptu Zulharman.

Menurutnya, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan harus dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkala. Dengan demikian, setiap personel diharapkan memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Melalui simulasi Sispam Mako tersebut, Polsek Selaparang terus memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel sekaligus memastikan markas kepolisian tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya dalam berbagai situasi. ( red

Kapolsek Gunungsari Perkuat Tiga Pilar Guna Meningkatkan Kamtibmas dan Kondusifitas



Newsmetrontb.com_ POLSEK GUNUNGSARI  LOBAR 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Ahad (6/9/2026), jadi momen memperkuat sinergi TNI-Polri dan pemerintah desa. Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. bersama Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan, S.Sos. bersilaturrahmi dengan pemdes serempat.

Silaturrahmi berlangsung di kediaman Kepala Desa Bukit Tinggi mulai pukul 15.00 WITA. AKP Rosyadi bersama Danramil, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga berdialog dengan kepala desa, tokoh agama serta tokoh masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan setempat.

Momentum Maulid Nabi ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sinergi seperti ini penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ungkap AKP Rosyadi.

Selain menghadiri kegiatan keagamaan, Kapolsek Gunungsari menyerap aspirasi warga terkait kamtibmas. Komunikasi langsung dengan para tokoh dinilai penting, untuk mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kami terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Kalau ada persoalan kamtibmas, mari dibicarakan bersama sehingga bisa dicari solusi sebelum berkembang menjadi masalah,” ujarnya.

AKP Rosyadi juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Nilai kebersamaan dan toleransi diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW mari kita jadikan penguat kerukunan, toleransi dan kepedulian antarwarga. Keamanan lingkungan tidak bisa dijaga polisi dan TNI saja, tapi membutuhkan peran seluruh masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran Kapolsek dan Danramil sekaligus memperkuat koordinasi Tiga Pilar di Desa Bukit Tinggi. Kolaborasi Polri, TNI dan pemerintah desa diharapkan terus berjalan dalam menjaga keharmonisan serta kondusivitas wilayah.

Sinergi TNI, Polri dan pemerintah desa harus terus dijaga. Dengan komunikasi dan kebersamaan, berbagai persoalan di masyarakat bisa kita hadapi bersama,” pungkas AKP Rosyadi. ( red

Ini Himbauan Kapolresta Mataram Terhadap Personil Saat Apel


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM NTB
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya peningkatan kinerja personel sekaligus penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Mataram.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolresta saat memimpin apel pagi di Lapangan Mapolresta Mataram, Senin (07/09/2026). Apel diikuti Wakapolresta Mataram, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, hingga ASN Polresta Mataram.

Dalam arahannya, Kapolresta meminta seluruh personel untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menurutnya, penguatan Polmas menjadi salah satu langkah penting untuk membangun komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Personel diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga aktif membangun hubungan dan menggali berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat selain menjalin silaturahmi juga menggali informasi yang berkembang serta momentum untuk menyampaikan berbagai imbauan Kamtibmas,” ucapnya.

Kapolresta juga mendorong personel untuk meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, termasuk masyarakat adat. Kehadiran tersebut dinilai dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, personel diharapkan mampu mengetahui lebih dini berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan secara tepat.

Selain tugas pelayanan dan pemeliharaan Kamtibmas, Kapolresta memberikan penekanan khusus terkait integritas personel. Ia secara tegas mengingatkan seluruh anggota Polresta Mataram untuk menjauhi judi online (judol) dan narkoba.

Kapolresta menegaskan, keterlibatan personel dalam kedua hal tersebut tidak hanya dapat mencoreng nama baik institusi Polri, tetapi juga berpotensi merusak kehidupan keluarga.

Ingat! Hindari judol, narkoba, karena hal itu tidak hanya merusak institusi tetapi juga merusak keluarga,” tegasnya.

Kapolresta berharap seluruh personel dapat menjaga diri, keluarga, serta kehormatan institusi dengan menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan agar setiap anggota mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.

Arahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polresta Mataram untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan penguatan disiplin serta integritas internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat. ( red

Polisi Lakukan Evakuasi Penemuan Mayat Bayi Dijempong


 Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN  NTB     Warga Lingkungan Jempong Timur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia di pinggir kali, Minggu (06/09/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Ampenan bersama Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bayi tersebut ditemukan dalam bungkusan kantong plastik dengan kondisi tali pusat masih terurai. Saat ditemukan, bayi dipastikan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., melalui Kanit Reskrim Polsek Ampenan Ipda Komang Gede Puja Artana, S.H., menjelaskan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anak-anak yang berada di sekitar lokasi.

Kedua anak tersebut kemudian memberitahukan penemuan itu kepada seorang ibu warga setempat yang saat itu hendak mengantar anaknya untuk cukur rambut. Mendengar informasi tersebut, sang ibu bersama kedua anak tersebut kemudian menuju lokasi untuk memastikan kebenarannya.

“Bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh anak-anak kecil yang kemudian diinformasikan kepada salah seorang ibu warga sekitar. Dari sanalah informasi tersebut diketahui oleh petugas kita,” jelasnya, Senin (07/09/2026). 

Sesampainya di lokasi, ibu tersebut melihat sebuah benda yang dibungkus menggunakan kantong plastik. Setelah diperiksa, ternyata bungkusan tersebut berisi bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.

Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak lingkungan dan kepolisian. Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke Puskesmas Karang Pule untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut sudah tidak bernyawa. Diperkirakan saat ditemukan, bayi tersebut memang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut memiliki berat sekitar 2,9 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Setelah pemeriksaan di Puskesmas, petugas kemudian mengevakuasi bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan sementara berkaitan dengan kehamilan yang kemungkinan tidak dikehendaki,” jelas Ipda Komang.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan bukti-bukti di sekitar lokasi guna mengungkap siapa pihak yang tega membuang bayi tersebut.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” tegasnya.

Polsek Ampenan bersama Satreskrim Polresta Mataram memastikan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan proses penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. ( red

Monday, September 7, 2026

Kuasa Hukum Mugni Kecewa Lantaran Sidang Ditunda , JPU Tidak Bisa Hadirkan Ahli


 Newsmetrontb.com_ SELONG LOMBOK TIMUR       Tim penasihat  hukum menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa jurnalis Mugni Ilma dalam perkara dugaan pelanggaran Pasal 482, 483, dan 433 KUHP  Gugur dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat  , hal tersebut  disampaikan saat sidang ditunda Majelis Hakim  di Pengadilan Negeri Selong Lombok Timur 

Selaku  Kuasa Hukum  terdawa Mugni Ilma. Herman Suranggana SH.MH.  menegaskan bahwa  pihaknya  sangat berkepentingan  agar  JPU dapat menghadirkan ahli pidana dan Ahli Dewan Pers  karena  Ada hal-hal fundamental terutama tentang dasar pikiran dari pendapat ahli pidana terkait dakwaan 482, 483, 433,"  Ungkapnya ( 07/09/2026;)  

Menurut Herman  Suranggana, , dari rangkaian persidangan sejauh ini apa yang di dakwan JPU pada  ketiga pasal tersebut tidak terpenuhi unsurnya  dapat dibuktikan oleh jaksa  Penuntut  Umum.

Dari sidang pertama sampai sidang keempat kelima hari ini, kami melihat unsur dakwaan tiga pasal itu runtuh, hancur. Tidak ada artinya. Tidak dibuktikan oleh jaksa. Artinya dakwaan itu tidak memiliki jasad," Tegas " Herman Suranggana ( 07/09/2026 ) 

Selaku  Kuasa hukum terdakwa Mugni Ilma , Ia  juga menyoroti adanya potensi kriminalisasi terhadap profesi jurnalis dalam perkara ini. Ia meminta proses hukum berjalan secara fair agar tidak menjadi preseden buruk bagi insan pers.

Ini harus dibereskan. Proses hukum ini harus fair. Jangan sampai ini jadi preseden buruk bagi kawan-kawan," katanya.

Lanjut olehnya Ia  menambahkan  Selain ahli pidana, pihaknya juga mendesak majelis hakim menghadirkan ahli forensik digital. Permintaan itu untuk menguji keterangan pelapor yang dinilai kontradiktif di persidangan.

Ada keterangan yang bertentangan dari pelapor. Di satu sisi dia menyatakan memberikan secara sukarela, di sisi lain dia merasa dipaksakan lewat telepon. Nah komunikasi lewat telepon itulah yang kita minta ahlinya untuk menunjukkan. Kalau tidak ada, berarti omong kosong," jelasnya.

 Herman Surangga ,  juga menyinggung soal bukti pengiriman yang diajukan jaksa. Setelah diperiksa majelis hakim, bukti tersebut tidak memuat bukti penerimaan dan tanggal pengiriman. 

Tadi hakim menanyakan. Jaksa menyampaikan bukti pengiriman, tapi setelah diperiksa majelis ternyata tidak ada bukti penerimaan, tanggal berapa. Ini dipertanyakan, apakah benar dikirim atau tidak," ujarnya.

Majelis hakim sendiri telah memerintahkan jaksa untuk segera menghadirkan perwakilan Dewan Pers dalam waktu satu minggu.

Terahir Herman Suranggana SH.MH  menyatakan optimis dakwaan yang dilayangkan tidak dapat dibuktikan oleh JPU , Kita tunggu sidang berikutnya. Penasihat hukum terdakwa  merasa yakin bahwa pasal-pasal dakwaan itu tidak dapat dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum," pungkasnya. ( red

Unit Patroli Subdit Gasum Samapta Polda NTB Berikan Pengamanan Ibadah Umat Katolik


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM NTB.    
Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan patroli  serta pengamanan tempat ibadah , 
Kali ini Unit Patroli Subdit Gasum Dit Samapta Polda NTB melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah umat Kristen di Gereja Katolik St. Maria Immaculata, kegiatan ini dilakukan sebagai upayai menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga umat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tenang.

Sejak kegiatan ibadah berlangsung, personel melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lingkungan gereja, memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, sekaligus memberikan pelayanan kepada umat yang datang untuk melaksanakan ibadah. Minggu, 6/9/2026

Usai kegiatan ibadah, personel tidak langsung meninggalkan lokasi, Personel melaksanakan dialogis dan berkomunikasi dengan masyarakat serta pihak gereja, sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, salah seorang suster menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian yang telah memberikan pengamanan selama kegiatan ibadah berlangsung.

Salah seorang suster menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan pengamanan yang diberikan oleh jajaran kepolisian, sehingga umat dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah hadir memberikan pengamanan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, ini merupakan Kerjasama yang baik untuk saling menghormati dan saling melengkapi.”

Saat umat mulai meninggalkan area gereja, personel kembali memberikan pelayanan dengan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib dan lancar.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Samapta Polda NTB Kombespol Joko Adi Nugroho, S.I.K., M.T. menyampaikan keterangannya melalui Kasubdit Gasum AKBP I Ketut Suastika, S.H., M.Kom, menegaskan bahwa kehadiran personel di tempat ibadah merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.

Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Ini merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan Polri kepada seluruh masyarakat.” Ungkapnya.

kegiatan patroli seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif Polri untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat sehingga bersama-sama dapat menjaga keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pengamanan ini, Dit Samapta Polda NTB menunjukkan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya hadir saat dibutuhkan, namun hadir untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman, beraktivitas dengan nyaman, dan menjalani kehidupan dalam suasana yang kondusif. ( red



URC PUMA Jatanras Polda NTB Perkuat Pengamanan di Sejumlah Titik Rawan


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM. NTB.   
     Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) terus diperkuat jajaran Polda NTB. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) PUMA Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTB mengintensifkan pengamanan melalui kegiatan Strong Point di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas di wilayah Kota Mataram, Sabtu malam (05/09/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kanit PUMA Jatanras Polda NTB, AKP Agus Eka Artha, SH. Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kejahatan, khususnya kejahatan jalanan yang dapat mengganggu rasa aman masyarakat.

Strong Point ini merupakan bagian dari Patroli Rinjani Presisi, salah satu program prioritas Kapolda NTB dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pencegahan yang secara konsisten dilakukan kepolisian untuk meminimalisir berbagai bentuk gangguan keamanan.

Strong Point ini dilakukan di sejumlah kawasan rawan, khususnya kejahatan jalanan, sehingga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut merasa aman,” ujar Kholid.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengamanan di antaranya sepanjang jalur Jalan Terusan Bung Hatta, Monjok, Jalan TGH Faesal, kawasan Jalan Pejanggik Mataram, hingga sejumlah kawasan perumahan.

Kehadiran personel di titik-titik tersebut diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang memanfaatkan kondisi sepi untuk menjalankan aksinya.

Menurut Kholid, kegiatan Strong Point juga menjadi bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan jajaran kepolisian sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Strong Point ini juga merupakan bagian dari KRYD, yakni kegiatan kepolisian dalam mencegah dan menjaga Kamtibmas. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah berbagai kejahatan jalanan, terutama 3C,” jelasnya.

Dengan pola pengamanan yang dilakukan secara intensif di lokasi-lokasi rawan, Polda NTB berharap aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun rasa aman sekaligus menjaga situasi Kota Mataram tetap kondusif.  ( red



Sunday, September 6, 2026

Sat BRIMOB polda NTB Jalani Tugas Kemanusian Di Ende Pasca Gempa

 


Newsmetrontb.com_ ENDE KUPANG  NTT     Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satbrimob Polda NTB hadir untuk Masyrakat di wilayah Ende dan Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka menunaikan misi kemanusiaan pascagempa bumi, Sabtu (5/9/2026).

Bukan sekadar menjalankan tugas penugasan BKO, hadirnya personel di lapangan merupakan bentuk kepedulian tulus untuk saling menguatkan di masa sulit. 

Selama di lokasi terdampak, para personel bahu membahu menyajikan santapan hangat dari kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) hingga mengolah air bersih siap minum menggunakan fasiltas Water Treatment untuk memenuhi kebutuhan harian warga dan petugas relawan.

Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol Nadi Chaidir, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan serta sinergi yang terjalin erat antara personel dan masyarakat setempat selama masa tanggap darurat.

Hadir untuk saling menguatkan, pergi membawa rindu sebagai keluarga. Satbrimob Polda NTB menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Ende dan Sikka yang telah menerima kehadiran kami apa adanya. Misi kemanusiaan ini adalah wujud nyata pengabdian Polri bagi masyarakat," ungkap Kombes Pol Nadi Chaidir, S.I.K., S.H., M.H.

Melalui bakti dan kebersamaan di tanah NTT, Satbrimob Polda NTB berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana. ( red ).



Penambang di Desa Lantung Sumbaw Meninggal Dunia Polda NTB Turunjan Tim Iveatigasi


Newsmetrontb.com_ SUMBAWA BARAT .  KSB
               Kepolisian melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait meninggalnya 3 orang warga yang diduga merupakan pekerja/penambang di wilayah Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Olah TKP dilakukan sebagai bagian dari langkah kepolisian untuk mengumpulkan informasi dan barang bukti serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian melakukan dokumentasi TKP, mengamankan barang atau benda yang berkaitan dengan kejadian, serta melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Kapolda NTB IJP Kalingga Rendra Raharja, S.E. M.H. melalui Dir Reskrimsus KBP Ade Zamrah, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi meninggalnya korban.

Polisi telah melaksanakan olah TKP dan melakukan langkah-langkah penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan tindak pidana, kepolisian akan melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui adanya fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” pungkasnya.

Beberapa waktu sebelumnya tim dari Polda telah melaksanakan pemasangan spanduk larangan menambang di lokasi penambangan tanpa izin antara lain di wilayah Prabu, Lombok tengah dan akan terus dilaksanakan di lokasi lain di seluruh propinsi NTB.

 Hal ini bertujuan untuk menertibkan penambangan ilegal yg masih ada di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat, serta mendorong pemerintah daerah agar sesegera mungkin menerbitkan izin pertambangan rakyat yg sdh diajukan oleh beberapa koperasi serta mendorong percepatan pengesahan IPERA sehingga beberapa koperasi yg sdh mengantongi IPR dapat beroperasi secara optimal.

Hal ini tentunya diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para penambang untuk dapat bekerja dengan mengantongi legalitas dan perizinan dalam melaksanakan aktifitasnya. ( red



Friday, September 4, 2026

Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram Amankan Dua Terduga Kejahatan Narkoba


Newsmetrontb.com_KOTA MATARAM  NTB     
         Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan dua pria yang diduga terkait tindak pidana narkotika di wilayah Ampenan , keduanya 
  berinisial IS (26) dan W (36) Keduanya diamankan saat berada di salah satu gang di Lingkungan Pelembak, Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan pada hari kamis  ( 03/09/2026 ) 

Saat petugas datang, keduanya tengah duduk di dalam gang. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap keduanya serta lokasi di sekitar tempat mereka diamankan.

Tak berhenti di lokasi tersebut, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah salah satu terduga yang berada di lingkungan yang sama. Dari hasil penggeledahan di dua lokasi itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan narkotika.

Di antaranya ditemukan 1,72 gram diduga sabu yang tersimpan dalam beberapa klip bening, serta sejumlah barang bukti lainnya yang kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP Remanto, SH., mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas narkotika di wilayah tersebut.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti personel Satresnarkoba hingga akhirnya dua pria tersebut berhasil diamankan.

Saat ini kedua terduga sedang menjalani pemeriksaan. Berdasarkan barang bukti yang kita amankan, keduanya diduga terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkotika. Kami akan dalami dan lakukan pengembangan untuk memastikan asal-usul sabu yang dikuasai para terduga,” ujar AKP Remanto.

Ia menegaskan, proses penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara lebih jelas peran masing-masing terduga serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan barang bukti tersebut.

Untuk kepentingan proses hukum, kedua terduga dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kedua terduga dan seluruh barang bukti kini diamankan di Satresnarkoba Polresta Mataram untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. ( red

Jelang MotoGP Mandalika, Ditlantas Polda NTB Siapkan Rekayasa Lalin


Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM NTB      
Ditlantas Polda NTB mulai mematangkan rekayasa lalu lintas, untuk menghadapi gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika. Survei dilakukan di sepanjang Jalan Bypass Mandalika hingga ke kawasan sirkuit di Kuta, Kamis (3/5/2026) sejak pukul 09.00 Wita.

Tim mengecek langsung jalur yang akan dilalui penonton, pembalap, kru, hingga official saat datang maupun meninggalkan kawasan sirkuit.

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso mengatakan, survei menjadi bagian dari persiapan pengaturan arus kendaraan selama event berlangsung.

Kami ingin memastikan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas bisa berjalan efektif, terutama saat terjadi peningkatan volume kendaraan menuju maupun keluar dari kawasan Sirkuit Mandalika," kata Kombes Iman.

Survei turut melibatkan Kasat PJR Ditlantas Polda NTB AKBP Budhi Eko Prasetyo, Kabag Bin Ops Ditlantas Polda NTB, Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, personel Biroops Polda NTB, serta pihak ITDC.

Menurut Dirlantas Polda NTB, pemetaan jalur sejak awal penting untuk mengantisipasi kepadatan, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas selama MotoGP Mandalika 2026.

Koordinasi lintas instansi terus kami lakukan, agar setiap jalur bisa dipersiapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Fokus kami menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas," ujarnya.

Dijelaskan, hasil survei nantinya menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan skema pengaturan arus kendaraan. Polisi juga akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas, dengan kondisi serta potensi kepadatan di lapangan.

Kami akan terus melakukan pengecekan dan penyempurnaan skema sampai pelaksanaan MotoGP nanti. Harapannya, penonton dan seluruh pihak yang terlibat bisa datang serta meninggalkan kawasan sirkuit dengan aman dan lancar," ugkap Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso.( red





Jelang MotoGP, TIM Puma Jatanras Polda NTB Sisir Bypass BIL hingga Sirkuit Mandalika


Newsmetrontb.com_MANDALIKA  LOTENG  NTB 
Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026, Kamis (3/9/2026), Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB mulai memperkuat pemantauan di KEK The Mandalika. Polisi menyusuri sejumlah jalur dan titik yang dinilai memiliki potensi gangguan kamtibmas.

Mobile Patrol KRYD tersebut digelar mulai pukul 13.30 Wita. Tim URC Puma Jatanras dipimpin Kanit Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha, S.H., menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. melalui keterangan pers mengatakan, patroli tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif menjelang MotoGP Mandalika.

Tim URC Puma Jatanras melakukan mobile patrol sekaligus pemetaan titik rawan di kawasan KEK dan Sirkuit Mandalika, sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas menjelang MotoGP," ungkapnya.

Dikatakan, sekitar pukul 14.00 Wita, tim bergerak menyusuri Jl Langko menuju Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL). Polisi memantau sejumlah lokasi yang dinilai rawan kericuhan antarkampung.

Pemantauan dilakukan sejak jalur menuju kawasan Mandalika. Personel melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memetakan lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih," ujar Kombes Kholid.

Patroli kemudian berlanjut melalui jalur Bypass BIL-Mandalika hingga kawasan Kuta. Polisi memantau situasi sepanjang jalan, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang event balap motor internasional tersebut.

Sekitar pukul 16.00 Wita, tim masuk ke area Sirkuit Mandalika. Situasi di sekitar sirkuit saat pemantauan terpantau aman dan kondusif.

Area Sirkuit Mandalika dan jalur yang dilalui personel terpantau aman dan kondusif. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi," tuturnya.

Menjelang malam, tim melanjutkan patroli melalui Jl Sengkol-Kuta. Sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan kamtibmas dan kejahatan 3C ikut masuk dalam pemantauan.

Kombes Kholid menjelaskan, pemetaan tidak hanya menyasar lokasi yang dikenal rawan, tetapi juga tempat berkumpulnya kelompok masyarakat atau pemuda yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

Personel melakukan pendekatan dan pemantauan secara langsung. Kami ingin potensi gangguan bisa dikenali lebih awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan dengan cepat," jelas Kombes Kholid.

Sekitar pukul 20.00 Wita, tim kembali ke Mako Polda NTB untuk konsolidasi. Personel tetap memantau perkembangan situasi kamtibmas melalui komunikasi radio.

Kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemetaan wilayah rawan 3C serta monitoring secara berkala. Hasil pemantauan juga akan dilaporkan kepada Kapolda NTB, untuk menentukan langkah berikutnya.

Menjelang MotoGP, pengamanan tidak hanya dilakukan saat event berlangsung. Pemetaan dan monitoring sejak awal penting untuk menjaga kawasan Mandalika tetap aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat maupun para pengunjung," pungkas Kabid Humas Polda NTB  Kombes Kholid ( red )




Polisi Gerak Cepat Evakuasi Laka Lantas di jln Catur warga


 Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM  NTB        Unit Lalu Lintas Polsek Mataram bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda PCX dan mobil Suzuki Carry Pickup di Jalan Catur Warga, Kota Mataram, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda PCX bernomor polisi DR 4445 VH yang dikendarai NH (21) melaju dari arah selatan, yakni Jalan Swara Mahardika, menuju ke utara.

Saat memasuki persimpangan Jalan Catur Warga, sepeda motor tersebut berbenturan dengan mobil Suzuki Carry Pickup warna putih bernomor polisi DR 8412 ST yang dikemudikan M (54), warga Dusun Jeringo Lauq, Lombok Barat. Mobil tersebut saat kejadian melaju dari arah timur menuju ke barat.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami sakit di bagian badan. Korban langsung dievakuasi oleh masyarakat setempat ke Rumah Sakit Siti Hajar Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Mendapat informasi mengenai kecelakaan tersebut, personel Polsek Mataram segera mendatangi lokasi dan melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memberikan pertolongan, sekaligus mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya kemacetan.

Penanganan cepat tersebut dilakukan untuk memastikan korban segera mendapatkan pertolongan medis sekaligus menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan.

Sementara itu, hingga penanganan awal dilakukan, kedua pihak yang terlibat kecelakaan belum mencapai kesepakatan damai. Penanganan perkara selanjutnya kemudian diserahkan kepada Piket Laka Lantas Polresta Mataram untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Barang bukti berupa sepeda motor Honda PCX DR 4445 VH dan mobil Suzuki Carry Pickup DR 8412 ST juga telah diamankan guna kepentingan penanganan perkara.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi persimpangan jalan, guna meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. ( red

Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim