newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Wednesday, September 9, 2026

Ini Tangapan Advokat Senior H , Hulain Terkait Pekara wartawan Mugni Ilma

 


Newsmetrontb.com_ SELONG  LOMBOK  TIMUR  NTB,
Persidangan perkara wartawan Mugni Ilma  memunculkan titik krusial  Pelapor  Sofyan  Direktur. PDAM  Lombok Timur mengatakan bahwa  ia dipaksa oleh  terdakwa  melalui  percakapan telepon untuk membayar uang sebagai syarat penghapusan berita. 

Namun satu pertanyaan mendasar mengemuka, benarkah ada pemaksaan itu ?  Dan siapa yang mendengar percakapan tersebut ?

Keterangan pelapor yang menyatakan dirinya "dipaksa" kini menjadi satu-satunya dasar tuduhan pemerasan hukum  , Namun tanpa saksi yang mendengar langsung  kemudian tanpa rekaman dan tidak  ada  bukti pendukung , Maka klaim tersebut menghadapi ujian kebenaran yang berat dipersidangan.

Dalam dakwaan maupun keterangan dipersidangan, pelapor menyebutkan pemaksaan terjadi melalui percakapan telepon antara terdakwa dan saksi  Lalu Purnama Adiguna, S.H yang kemudian menyampaikannya kepada pelapor.

Namun fakta yang terungkap justru memunculkan keraguan besar, karena tidak ada saksi yang mendengar langsung percakapan telepon tersebut. Baik pelapor maupun pihak lain tidak berada ditempat saat percakapan berlangsung. 

Selain itu tidak ada rekaman percakapan telepon yang diajukan oleh JPU sebagai barang bukti untuk membuktikan adanya nada ancaman, tekanan, pemaksaan. Artinya antara Pelapor dan Terdakwa pada saat itu tidak berbicara secara langsung melainkan Pelapor hanya menerima laporan dari orang kepercayaan, pelapor yang meminta agar berita tersebut dihapus.

Kalau dari fakta yang terungkap dipersidagan  saksi L.Pung yang  meminta kepada terdakwa untuk menghapus berita tersebut dan juga menyampaikan adanya nominal uang sebesar Rp. 8 jt

Begitu juga dengan anggota polisi yang melakukan penangkapan dilokasi kafe mengaku tidak mendengar percakapan soal uang maupun ancaman, karena posisi pengintaian berjarak sekitar 5 meter dan tidak ada suara keributan.

"Jika pelapor tidak mendengar sendiri, tidak ada rekaman dan yang menyampaikan soal uang justru orang kepercayaannya sendiri, lalu bagaimana kita bisa percaya itu benar pemaksaan ?

 Bisa jadi justru sebaliknya, perantara yang mengajukan soal uang duluan, lalu diklaim sebagai permintaan terdakwa."ujar H. Hulain 

 Tokoh senior advokat sekaligus sesepuh LSM Lombok Timur, H. Hulain, memberikan tanggapan tajam terkait keterangan pelapor yang mengaku "dipaksa lewat telepon" tersebut.

Dalam hukum pidana, pengakuan pelapor saja belum cukup untuk menjatuhkan pidana. Apalagi kalau pelapor itu sendiri tidak mendengar langsung  tapi hanya menerima kabar dari orang lain. Keterangan seperti itu namanya KETERANGAN KABAR KABARAN, bukan keterangan saksi yang sah!"

 H. Hulain menegaskan, unsur pemaksaan dalam tuduhan pemerasan harus dibuktikan dengan bukti yang sah dan meyakinkan, bukan sekadar pengakuan sepihak.

Pasal 482 dan 483 KUHP menuntut adanya PAKSAAN atau ANCAMAN dari terdakwa. Kalau pelapor bilang “saya dipaksa”, tapi tidak ada satu orang pun yang mendengar, tidak ada rekaman dan yang mengantar uang justru orang kepercayaannya sendiri, lalu dimana bukti paksaan itu ?

 Bisa saja justru pihak pelapor melalui perantaranya yang “menawarkan uang duluan”, lalu diklaim sebagai pemerasan untuk menjebak wartawan tersebut!"

Lebih lanjut H. Hulain mempertanyakan, siapa yang pertama kali menyebutkan nominal uang dalam percakapan telepon itu ?

 Kalau ternyata perantara yang bertanya 'berapa yang diminta terus  pemerasannya dimana , Ini kan namanya tawar-menawar,bukan pemerasan.    Dan kalau pihak pelapor yang menawarkan uang duluan untuk menghapus berita, maka yang terjadi justru PENYUAPAN, bukan pemerasan 

Dan dalam penyuapan, pemberi dan penerima sama-sama bertanggung jawab dan tidak boleh hanya menangkap wartawannya saja!"

Menurut H. Hulain, secara yuridis, terdapat beberapa hal mendasar yang wajib diuji oleh Majelis Hakim atas keterangan pelapor

Siapa yang pertama kali menyebutkan soal uang ditelepon ? Jika perantara, pelapor maka perbuatan terdakwa bukan termasuk dalam ranah tindak pidana pemerasan. 

Dalam percakapan via telepon tersebut apa ada ditemukan rekaman percakapan, jika tidak ada bukti berupa rekaman percakapan, maka delik ancaman tersebut menjadi tidak terbukti.

Lalu siapa saksi yang mendengar percakapan itu ? Jika tidak ada saksi yang melihat dan mendengar secara langsung, maka keterangan pelapor tidak didukung bukti.

Lalu mengapa pelapor tidak berbicara langsung dengan terdakwa? Tapi menggunakan perantara, maka hal itu akan memungkinkan adanya “manipulasi informasi”.

Yang menjadi pertanyaan kritis saya, "ujar H. Hulain, mengapa perantara tidak ditetapkan sebagai tersangka ? dan kenapa hanya penerima suap yang diproses, hal ini tentu tidak konsisten dan terkesan tebang pilih. 

Lebih lanjut H. Hulain yang juga akrab disapa dengan HaHu ini menyatakan “keterangan pelapor yang hanya mendengar dari pihak lain tidak memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna tanpa didukung oleh bukti tambahan berupa saksi langsung, rekaman, kesesuaian fakta, klaim "dipaksa melalui telepon" dapat diabaikan oleh hakim karena belum memenuhi syarat pembuktian minimal.

Kini persidangan di Pengadilan Negeri Selong menghadapi satu titik krusial, apakah klaim "dipaksa lewat telepon" itu benar-benar terjadi, justru itu sebagai narasi yang disusun belakangan untuk mengkriminalisasi wartawan?.

H. Hulain menutup pernyataannya dengan pesan tegas "Hakim wajib bertanya. SIAPA YANG MEMULAI SOAL UANG ? Kalau wartawan baru bisa dibicarakan pemerasan. 

Tapi kalau pihak pelapor, perantaranya yang menawarkan duluan,  maka tuduhan itu gugur dan justru pihak pelapor yang harus dipertangung jawabkan atas dugaan penyuapan. Jangan sampai hukum hanya menjadi alat untuk membungkam pemberitaan yang tidak nyaman bagi pejabat publik. Kebenaran harus berdiri di atas bukti, bukan diatas pengakuan sepihak!"

Persidangan perkara ini masih berlanjut. Masyarakat Lombok Timur menanti, apakah klaim "dipaksa lewat telepon" itu benar-benar terjadi, justru itu sebagai jerat yang disiapkan dari awal. " Pungkas Hulain . ( red

 

Tuesday, September 8, 2026

Putri Mahkota Victoria Swedia Kunjungi Lombok Utara, Polda NTB Pastikan Pengamanan Optimal


Newsmetrontb.com_ LOMBOK UTARA NTB     
        Polda NTB menyiagakan personel untuk mengamankan kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Kerajaan Swedia di Nusa Tenggara Barat, Minggu (06/09/2026). Pengamanan dilakukan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda NTB di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari agenda kunjungan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Putri Mahkota Victoria adalah kediaman Bupati Lombok Utara dan Rumah Adat Bayan yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Dalam rombongan tersebut turut hadir Gubernur NTB bersama sejumlah pejabat lainnya.

Kehadiran personel kepolisian dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian agenda kunjungan tamu negara tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pengamanan juga diarahkan untuk menjamin keamanan serta keselamatan Putri Mahkota Victoria selama berada di wilayah NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan jaminan keamanan terhadap kegiatan kunjungan tamu penting di wilayah NTB.

"Pengamanan yang dilakukan personel Polri pada kegiatan tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman dan lancar. Di samping itu, keamanan dan keselamatan tamu daerah tersebut harus dipastikan benar-benar terjaga," ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Personel Pamobvit Polda NTB melakukan pengamanan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kegiatan, sekaligus berkoordinasi dengan unsur pengamanan dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat agenda kunjungan.

Polda NTB memastikan pengamanan terhadap kegiatan tersebut dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengedepankan pelayanan dan koordinasi, sehingga kunjungan Putri Mahkota Victoria di NTB dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. ( red



Kerangka Manusia dari Hutan Lingsar Dimakamkan, Identitas Masih Dicari Polisi


Newsmetrontb.com_ POLSEK LINGSAR  LOBAR. 
Tulang bagian kerangka manusia yang ditemukan di Hutan Lindung Bukit Argapura, Dusun Batu Rimba, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Selasa (8/9/2026), akhirnya dimakamkan di Kota Mataram. Polisi sebelumnya mengambil sampel tulang untuk keperluan tes DNA sebagai upaya mengungkap identitas korban.

Pemakaman berlangsung di areal pemakaman Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika, di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi NTB, Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela. Prosesi berlangsung sekitar pukul 10.30-11.30 WITA.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, sampel tulang sudah diambil untuk membantu proses identifikasi.

Kami sudah mengambil sampel untuk keperluan tes DNA. Hasilnya nanti diharapkan bisa membantu mengungkap identitas tulang yang ditemukan," katanya.

Selain mengambil sampel DNA, polisi bersama Dokpol Polda NTB melakukan penelitian terhadap bagian tulang yang ditemukan. Dari pemeriksaan awal, perkiraan usia individu berada pada rentang 20-30 tahun.

Dari penelitian terhadap bagian tulang yang ditemukan, perkiraan sementara usia sekitar 20 sampai 30 tahun. Namun untuk memastikan identitasnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan DNA," ujarnya.

Untuk diketahui, tulang tersebut ditemukan tiga warga saat mencari mata air untuk keperluan religi, pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Temuan berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura dengan medan yang sulit dijangkau.

Personel Unit Reskrim Polsek Lingsar kemudian mengevakuasi temuan bersama Unit Identifikasi Polresta Mataram, Dinas Kehutanan Provinsi NTB, serta warga setempat. Sejumlah bagian tulang ditemukan saat tim menyisir lokasi hingga aliran kali di bawah curuk.

"Proses identifikasi tetap kami lanjutkan. Sampel DNA menjadi bagian penting untuk mencari kecocokan identitas, sementara tulang yang sudah selesai ditangani dimakamkan secara layak," jelas AKP Wiwin.

Pemakaman dilakukan personel Unit Reskrim Polsek Lingsar bersama Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dokpol Polda NTB. Serah terima tulang dari penyidik kepada Dinas Sosial dituangkan dalam berita acara.

"Kami berharap hasil tes DNA nantinya dapat memberikan titik terang terkait identitas korban. Untuk sementara, seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur," pungkas AKP Wiwin Widarti. ( red

Damkar Dikerahkan Tangani Kebakaran Pohon Pule di Hutan Suranadi


Newsmetrontb.com_ POLSEK NARMADA NTB        
Pohon Pule setinggi sekitar 25 meter dengan diameter 2 meter, Selasa (8/9/2026), terbakar di kawasan Hutan Suranadi, Lombok Barat. Api mulai terlihat sekitar pukul 09.30 Wita dan baru padam total dua jam kemudian.

Kebakaran pertama kali diketahui I Made Merning (60) saat hendak menuju kandang ayam tempatnya bekerja. Dia melihat kepulan asap dan kobaran api pada bagian pohon.

Made kemudian meminta I Ketut Wiardane (48) menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Suranadi. Polisi bersama TNI dan warga langsung mendatangi lokasi dan berupaya memadamkan api.

Api sempat mengecil, namun belum sepenuhnya padam karena titik api masih berada di bagian atas pohon. Piket SPKT Polsek Narmada lalu menghubungi Damkar Lombok Barat.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. mengatakan, personelnya bersama warga bergerak cepat setelah mendapat laporan kebakaran.

"Kami bersama Posramil dan warga langsung melakukan pemadaman awal. Karena api masih berada di bagian atas pohon, kami segera menghubungi Damkar Lombok Barat," katanya.

Dua unit mobil Damkar Lombok Barat bersama delapan personel tiba sekitar pukul 10.40 Wita. Petugas gabungan dari Damkar, Polsek Narmada, Koramil Narmada dan warga kemudian berjibaku memadamkan titik api.

Sekitar pukul 11.30 Wita, api berhasil dipadamkan secara menyeluruh. Tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, api muncul saat warga mencari madu dengan membakar serabut kelapa kering untuk mengusir lebah. Percikan api diduga jatuh ke ranting dan daun kering hingga memicu kebakaran.

Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau material kering sembarangan, terutama di kawasan yang banyak terdapat pepohonan dan mudah terbakar," ucap AKP I Kadek Ariawan. ( red

HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mataram Dorong Polwan Terus Berinovasi

 


Newsmetrontb.com_ POLRESTA  MATARAM  NTB 
Memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026, Polresta Mataram menggelar acara syukuran yang berlangsung di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Selasa (08/09/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., Wakapolresta Mataram, Ketua Bhayangkari Cabang Mataram Kota sekaligus Pembina Polwan Polresta Mataram Ny. Dyah Hendro Purwoko, para Pejabat Utama Polresta Mataram, seluruh personel Polwan, Pengurus Bhayangkari Cabang Mataram Kota, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Mataram menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Polwan Polresta Mataram yang memperingati Hari Jadi ke-78.

“Selamat kepada Polisi Wanita Polresta Mataram atas Hari Jadi Polwan ke-78. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang dan matang. Jadikan momentum ini untuk melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kita perbuat dan kontribusikan sebagai Polwan,” ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Menurutnya, perjalanan panjang Polwan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Polwan diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara rutin, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kapolresta menekankan pentingnya keberadaan Polwan sebagai bagian integral dari institusi Polri yang mampu memberikan kontribusi positif, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun kehidupan sosial masyarakat.

Keberadaan Polwan harus bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, dan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Polwan Polresta Mataram Ny. Dyah Hendro Purwoko menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap seluruh Polwan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa tugas sebagai Polwan memiliki tanggung jawab yang besar. Selain menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegakan hukum, Polwan juga memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

“Polwan tidak hanya ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakan hukum, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan dan kehidupan keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, keseimbangan antara tugas kedinasan dan keluarga membutuhkan komitmen, keteguhan hati, serta dukungan yang kuat. Karena itu, seluruh Polwan diharapkan menjalankan setiap amanah dengan sungguh-sungguh, disertai doa dan ikhtiar.

“Tanggung jawab Polwan sangat berat. Oleh karena itu, tanamkan jiwa pengabdian dengan sungguh-sungguh serta terus berdoa dan berikhtiar demi kelancaran setiap tugas yang dilaksanakan,” tutup Ny. Dyah. ( red

Propam Polsek Ampenan Sidak Handphone Anggota Antisipasi Judol

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN. NTB
.      Polsek Ampenan memperketat pengawasan internal terhadap seluruh personelnya sebagai langkah pencegahan keterlibatan dalam judi online (Judol). Propam Polsek Ampenan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap handphone personel, Selasa (08/09/2026).

Sidak dilakukan dengan memeriksa handphone personel Polsek Ampenan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan untuk memastikan tidak ada anggota yang terlibat maupun memiliki aktivitas yang berkaitan dengan praktik judi online.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen internal Polri dalam menjaga integritas personel serta mencegah berbagai perilaku negatif yang berpotensi mencoreng nama baik institusi.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan salah satu bentuk pengawasan internal yang dilakukan secara preventif.

“Sidak HP personel ini merupakan salah satu bentuk pengawasan internal yang dilakukan Kepolisian dalam rangka pencegahan terhadap berbagai kegiatan negatif yang dilakukan personel,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Ia menegaskan, judi online tidak hanya berpotensi merusak citra institusi apabila dilakukan oleh anggota Polri, tetapi juga dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun keluarga.

“Judol ini tidak hanya dapat merusak citra institusi jika dilakukan oleh personel Polri, tetapi juga akan berdampak buruk terhadap kehidupan dan keluarga. Untuk itu, Polri akan menindak tegas bilamana ada personel yang terlibat Judol,” tegasnya.


Menurutnya, pengawasan terhadap personel akan dilakukan secara berkesinambungan. Selain sebagai langkah pencegahan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan agar setiap anggota senantiasa menjaga disiplin dan menjauhi berbagai aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

Kalau ada yang kita temukan terlibat Judol, maka tentu akan dilakukan tindakan tegas, baik kode etik maupun tindakan tegas lainnya sesuai yang diatur,” tutupnya.

Polsek Ampenan memastikan pengawasan internal akan terus diperkuat sebagai upaya menjaga profesionalitas, disiplin, dan integritas seluruh personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. ( red

Polsek Ampenan dan Dinsos NTB Makamkan Bayi dan Penemuan Tulang Belulang



Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN NTB 
            Di tengah proses penanganan perkara, sisi kemanusiaan tetap menjadi perhatian jajaran kepolisian. Polsek Ampenan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB melaksanakan pemakaman dua korban, yakni korban kasus penemuan tulang-belulang di Kecamatan Lingsar dan bayi yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Sekarbela.

Proses pemakaman berlangsung di lokasi pemakaman Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Dinas Sosial Provinsi NTB, Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Selasa (08/09/2026).

Pemakaman tersebut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTB, perwakilan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, serta sejumlah personel Polri dari Polsek Ampenan yang turut membantu kelancaran proses pemakaman.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., mengatakan keterlibatan personel dalam proses tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergitas antarlembaga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.

Menurutnya, selain lokasi pemakaman berada di wilayah hukum Polsek Ampenan, salah satu korban yang dimakamkan, yakni bayi, sebelumnya ditemukan di wilayah hukum Polsek Ampenan.

“Ini menyangkut kemanusiaan, jadi bentuk kepedulian kita. Polsek Ampenan terlibat dalam proses pemakaman tersebut,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Ampenan menangani kasus penemuan bayi di Lingkungan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Dalam perkembangan penanganannya, perkara tersebut kemudian ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB terkait proses pemakaman.

Sementara itu, korban dalam kasus penemuan tulang-belulang di wilayah Kecamatan Lingsar juga turut dimakamkan di lokasi yang sama setelah proses penanganan terhadap jasad selesai dilakukan.

“Karena kedua korban adalah manusia, maka penanganannya diserahkan kepada Dinas Sosial. Polsek Ampenan membantu agar proses pemakaman berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, Dinas Sosial, dan pihak rumah sakit dalam memastikan korban yang telah meninggal dunia tetap mendapatkan penanganan dan penghormatan yang layak.

Polsek Ampenan memastikan kepedulian terhadap aspek kemanusiaan akan tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian, tidak hanya dalam proses penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ( red

Polisi Berusha Selamatkan Bayi Malang Lahir Diluar Nikah ke RSUD Mataram

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM NTB 
    Seorang bayi perempuan yang lahir prematur dan mengalami demam tinggi mendapat perhatian serius aparat Polsek Mataram. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., bersama Piket Fungsi bergerak cepat mendatangi RSUD Kota Mataram, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.45 WITA, setelah menerima informasi mengenai kondisi bayi tersebut.

Setibanya di rumah sakit, Kapolsek langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen RSUD Kota Mataram serta tenaga medis yang menangani bayi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi bayi mendapat penanganan medis secara optimal sekaligus menindaklanjuti informasi yang diterima kepolisian.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal menggunakan Ballard Score, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diketahui lahir secara prematur dengan perkiraan usia kandungan 33–34 minggu. Bayi memiliki berat badan sekitar 1.300 gram, tampak kuning, dengan tingkat saturasi oksigen (SpO2) 95 persen.

Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Mataram di bawah pengawasan tim medis.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi berinisial ZI, bayi tersebut merupakan anak kandung pasangan DN dan IT yang berasal dari Pulau Sumbawa. Keduanya diketahui masih berstatus berpacaran dan belum melangsungkan pernikahan secara sah, baik menurut agama maupun negara.

Setelah melahirkan, IT kemudian menyerahkan bayi tersebut kepada DN untuk dirawat. Selanjutnya, DN menitipkan perawatan bayi kepada WYR (30), seorang ASN yang berdomisili di Pagesangan Indah, Kota Mataram.

Namun, kondisi bayi yang semakin mengkhawatirkan membuat WYR bersama DN membawanya ke RSUD Kota Mataram.

“Pada Senin malam tanggal 7 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA, Ibu Wiwi bersama Saudara DN terpaksa melarikan bayi tersebut ke RSUD Kota Mataram. Hal itu dikarenakan kondisi bayi yang mengalami demam tinggi dan berat badannya terus menurun secara drastis,” jelas AKP Amrozi Hamidi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang berkaitan dengan kejadian, mengumpulkan keterangan dari para saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisi bayi.

Kapolsek menegaskan, selain mendalami informasi dan fakta yang ada, pihaknya juga memastikan kepentingan utama saat ini adalah keselamatan dan kesehatan bayi.

Kami telah melakukan sejumlah langkah hukum, di antaranya mendatangi dan mengolah TKP awal, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta terus memastikan agar bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang maksimal guna memastikan keselamatan dan kesehatan bayi terjamin,” tutupnya.

Polsek Mataram memastikan penanganan terhadap peristiwa tersebut akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku, sembari memastikan bayi mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan. ( red

Polsek Mataram Patroli Dialogis Antisipasi Tauran dan tindak Kejahatan 3C

 


Newsmetrontbmcom_ POLSEK MATARAM NTB    
Upaya mencegah tindak kriminalitas dan gangguan keamanan terus digencarkan Polsek Mataram. Salah satunya melalui patroli dialogis malam hari dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Senin (7/9/2026) malam.

Patroli tersebut dipimpin langsung Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Mataram, Ipda Adiharta, bersama sejumlah personel piket fungsi. Kehadiran petugas difokuskan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan kawasan RTH Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu perhatian karena kerap dimanfaatkan anak-anak muda sebagai tempat berkumpul hingga larut malam.

Kawasan tersebut merupakan salah satu titik fokus kami karena sering dijadikan tempat tongkrongan anak muda di tengah malam. Oleh karena itu, personel kami terjunkan untuk melakukan patroli dialogis guna mengantisipasi kejahatan jalanan, khususnya 3C,” ujar AKP Amrozi.

Dalam patroli tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga dan para pemuda yang masih berada di sekitar lokasi. Pendekatan humanis dilakukan dengan menyampaikan imbauan agar masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan.

Para pemuda yang masih berada di lokasi juga diimbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keselamatan dan menghindari potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, petugas turut menyosialisasikan layanan pengaduan cepat melalui Call Center 110 Polresta Mataram. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan tersebut apabila menemukan kejadian menonjol maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat pada jam-jam rawan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menekan ruang gerak para pelaku kejahatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan fasilitas Call Center 110 jika melihat adanya potensi gangguan keamanan,” tambah AKP Amrozi.

Patroli dialogis tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polsek Mataram untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kriminal, sekaligus membangun komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat. ( red

Polsek Selaparang Kordinasi Pengamanan Pengamanan Acara Praje




Newsmetrontb.com_ POLSEK SELAPARANG NTB 
Pelaksanaan Praje atau pawai adat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar Lingkungan Gapuk, Kelurahan Dasan Agung, mendapat perhatian serius Polsek Selaparang. Berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk memastikan tradisi masyarakat tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Salah satunya melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Aula Terbuka Polsek Selaparang, Senin malam (07/09/2026). Rakor dipimpin langsung Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Camat Selaparang, Lurah Dasan Agung, para Kepala Lingkungan se-Kelurahan Dasan Agung, panitia penyelenggara, serta perwakilan Karang Taruna Dasan Agung.

Rakor tersebut menjadi forum untuk mematangkan teknis pelaksanaan Praje sekaligus menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat. Aspek keamanan menjadi salah satu pembahasan utama, mengingat kegiatan pawai adat akan melibatkan masyarakat dan menggunakan sejumlah ruas jalan.

“Rakor tersebut membahas teknis pelaksanaan Praje (pawai adat) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan diselenggarakan oleh Lingkungan Gapuk, Kelurahan Dasan Agung. Rakor ini untuk memastikan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan aman serta yang paling utama Kamtibmas tetap terjaga kondusif,” ungkap Iptu Zulharman.

Dari hasil kesepakatan bersama, panitia akan melakukan pembatasan terhadap jumlah peserta yang diperbolehkan mengikuti Praje. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan jumlah massa sehingga kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan mudah dalam pengawasannya.

Tak hanya pembatasan peserta, setiap kelompok peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung. Peserta dilarang mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, melakukan aksi berjoget di jalan raya yang dapat mengganggu pengguna jalan, serta diwajibkan menjaga ketertiban selama mengikuti pawai.

Aturan tersebut disepakati sebagai bentuk komitmen bersama antara panitia dan peserta untuk menjaga marwah kegiatan keagamaan sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan keamanan.

“Jika pernyataan ini dilanggar, maka sanksinya penyelenggaraan Praje akan dihentikan dan bahkan untuk tahun berikutnya dilarang untuk diselenggarakan. Ini disepakati oleh panitia dan peserta,” tegas Kapolsek.

Iptu Zulharman berharap seluruh masyarakat, baik peserta maupun penonton, dapat ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat.

Polsek Selaparang sendiri memastikan akan memberikan dukungan pengamanan selama pelaksanaan Praje. Namun, masyarakat terutama para peserta diharapkan menjadi bagian dari pengamanan dengan mematuhi seluruh aturan yang telah disepakati.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan saling menjaga ketertiban dan menghormati aturan, kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan tetap menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang penuh nilai kebersamaan ( red

Polsek Ampenan Respon Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Bagek Kembar



Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN NTB       
Gerak cepat ditunjukkan personel Polsek Ampenan saat menerima laporan masyarakat terkait kebakaran lahan milik warga di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (08/09/2026).

Laporan tersebut diterima piket fungsi Polsek Ampenan setelah warga melihat kobaran api membakar lahan yang dipenuhi semak-semak dan daun kering. Mendapat informasi itu, sejumlah personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pemadaman bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram dan masyarakat sekitar.

“Begitu kami menerima informasi tersebut, sejumlah personel langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan demi keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar,” ungkap Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., saat dikonfirmasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan area sekitar kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati titik api sekaligus memastikan proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Personel Polsek Ampenan juga turut membantu petugas Damkar dan warga dalam upaya memadamkan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Kapolsek mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, sebelum kebakaran terjadi terdapat beberapa orang yang diduga sedang mencari lebah dengan membawa bobok api atau alat menyerupai obor.

“Belum diketahui secara jelas penyebab kebakaran. Namun dugaan sementara berdasarkan keterangan warga sekitar, ada beberapa orang yang sedang mencari lebah dengan membawa bobok api, semacam obor,” jelasnya.

Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Area yang terbakar merupakan lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak serta dipenuhi daun kering sehingga api relatif mudah menyebar.

Respons cepat tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polsek Ampenan dalam menangani setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat, termasuk kebakaran lahan di wilayah hukumnya.

Kapolsek Ampenan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap aktivitas yang dapat menimbulkan api. Mengingat saat ini musim kemarau dan suhu panas cukup tinggi, beberapa bahan mudah terbakar dalam keadaan kering sehingga dapat memicu nyala api dengan cepat,” tutupnya.

Polsek Ampenan juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. ( red

Sat Samapta Polresta Mataram Patroli Sasar RTH hingga Narmada

 


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM  NTB Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) terus digencarkan Sat Samapta Polresta Mataram. Patroli keamanan dan dialogis dilakukan secara berkesinambungan, menyasar berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari ruang terbuka hingga kawasan permukiman.

Langkah tersebut terlihat dari kegiatan patroli yang dilaksanakan personel Dalmas pada Senin malam (7/9/2026). Petugas menyambangi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Parutan, Kecamatan Mataram, sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Di lokasi tersebut, personel melakukan pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Patroli kemudian berlanjut pada Selasa sore (8/9/2026). Sejumlah personel Sat Samapta kembali turun ke lapangan, kali ini menyasar wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Menggunakan kendaraan patroli, personel menyambangi sejumlah titik, mulai dari kawasan publik, perumahan hingga permukiman penduduk. Selain memantau aktivitas masyarakat, petugas juga melakukan dialog dengan warga dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Pendekatan dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperoleh informasi terkait perkembangan situasi keamanan di lingkungan setempat. Dengan komunikasi yang terjalin, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan dilakukan langkah pencegahan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., mengatakan patroli keamanan dan dialogis akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Patroli keamanan dan dialogis terus akan ditingkatkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas,” ujarnya.

Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, personel juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak pidana maupun gangguan keamanan lainnya. Warga juga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

“Jika mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110,” imbuhnya.

Konsistensi patroli dari malam hingga sore hari tersebut menjadi bukti komitmen Sat Samapta Polresta Mataram dalam menghadirkan polisi di tengah masyarakat. Melalui patroli preventif yang dibarengi komunikasi humanis, kepolisian berupaya menciptakan rasa aman sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polresta Mataram. ( red

Jelang MotoGP Mandalika, Polda NTB Survei Jalur Evakuasi hingga Safe House VVIP


Newsmetrontb.com_ KUTA MANDALIKA. LOTENG
Persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Menjelang pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026, personel kepolisian melakukan survei jalur escape, jalur evakuasi, penanganan aksi terorisme hingga kesiapan safe house di sepanjang kawasan KEK Mandalika, Senin (07/09/2026).

Survei tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan skema pengamanan event internasional MotoGP Mandalika. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap jalur dan titik pengamanan dapat berfungsi optimal apabila sewaktu-waktu terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan melibatkan personel Biroops Polda NTB, Satbrimob Polda NTB serta Bagian Operasi Polres Lombok Tengah. Tim menyusuri jalur mulai dari kawasan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) hingga kawasan Sirkuit Mandalika.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan survei dilakukan untuk mempermudah sekaligus memperkuat pelaksanaan pengamanan MotoGP Mandalika melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026.

“Survei ini dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pengamanan event MotoGP Mandalika. Pengamanan event tersebut diberi nama Operasi Mandalika Rinjani 2026 untuk menyukseskan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Dari hasil survei, terdapat sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Di antaranya penambahan ploting personel di seputaran luar BIZAM, penambahan penerangan di sepanjang jalur evakuasi dan escape di kawasan bandara, serta penanganan beberapa titik jalan rusak, termasuk pada bagian overpass.

Selain itu, Polda NTB juga mempersiapkan berbagai perubahan skema penyiapan Pasukan Huru-Hara (PHH), termasuk skenario penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat yang melibatkan tamu VVIP.

Dalam skenario tersebut, apabila terdapat kondisi yang mengancam keselamatan tamu VVIP, yang bersangkutan akan segera diamankan menuju safe house. Selanjutnya, proses evakuasi akan dilakukan oleh tim Gegana sesuai skema pengamanan yang telah dipersiapkan.

Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan, survei lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kemungkinan telah diantisipasi sebelum operasi pengamanan MotoGP Mandalika digelar.

Kegiatan survei ini kita lakukan agar dalam proses pengamanan MotoGP Mandalika nantinya dapat berjalan aman dan lancar. Keamanan ini penting karena tidak hanya untuk menjaga keselamatan orang, tetapi juga menyangkut citra positif daerah dan negara selaku tuan rumah penyelenggara,” tutupnya.  ( red



Hadapi Potensi Demo Anarkis, Polsek Narmada Gelar Simulasi Sispam Mako


Newsmetrontb.com_ POLSEK NARMADA  LOBAR
Sebanyak 53 personel Polsek Narmada mengikuti simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di Mapolsek Narmada, Senin (7/9/2026) pukul 09.00 Wita. Latihan ini mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa hingga proses mediasi.

Simulasi dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. Skenario dibuat taktis, humanis dan persuasif dengan melibatkan sejumlah fungsi kepolisian.

Dalam skenario, personel intel lebih dulu melaporkan rencana aksi menuju Mapolsek Narmada. Laporan tersebut diteruskan kepada Kapolsek, yang kemudian memerintahkan Wakapolsek mengaktifkan panggilan luar biasa (PLB) bagi seluruh personel.

Personel selanjutnya ditempatkan di sejumlah titik vital, seperti ruang senjata api, ruang tahanan, ruang barang bukti, ruang pimpinan, kediaman pimpinan serta sisi lain Mako.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, latihan tersebut penting untuk menyamakan langkah personel saat menghadapi situasi darurat, termasuk aksi massa.

Simulasi ini menjadi pedoman bagi personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat," katanya.

Dalam simulasi, massa awalnya berkumpul di Lapangan Umum Narmada. Personel intel mencoba melakukan pendekatan agar massa menyampaikan aspirasi secara tertib. Namun massa tetap bergerak menuju Mapolsek Narmada.

Unit lalu lintas terlihat mengamankan rute pergerakan massa, sementara Unit Reskrim memantau potensi provokasi pihak ketiga. Unit Samapta turut mengawal massa menggunakan kendaraan patroli 6.02, hingga tiba di depan Mapolsek Narmada.

Setibanya massa di depan Mako, personel Dalmas Awal menutup dan mengamankan akses gerbang. Unit Binmas kemudian melakukan negosiasi dan mengimbau massa menyampaikan aspirasi secara tertib.

Skenario berlanjut saat massa mencoba mendorong gerbang. Personel Dalmas Awal menahan massa, sementara Unit Binmas, Intel dan Provos kembali membuka ruang negosiasi.

Kami ingin personel siap menghadapi setiap kemungkinan, tanpa mengedepankan tindakan represif. Komunikasi dan negosiasi tetap menjadi langkah utama untuk meredam eskalasi," ujarnya.

Dari hasil negosiasi, perwakilan massa akhirnya sepakat menemui Kapolsek di ruang aula mediasi. Setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek dan pejabat terkait, massa memahami situasi lalu membubarkan diri.

Simulasi selesai dalam kondisi aman dan lancar. Latihan tersebut sekaligus menguji kesiapan personel dalam melindungi Mako, keselamatan masyarakat, serta mencegah potensi kericuhan saat menghadapi aksi massa. ( red

Polisi Bergerak Cepat Cegah Bentrokan di RTH dan Mengaamakan Pebawa Sajam


Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM  NTB 
Beredarnya video viral sekelompok remaja yang memamerkan dan mengayunkan senjata tajam (sajam) di area parkir Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Mataram, Jalan Abdi Praja, Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, nyaris memicu aksi massa.

Merespons situasi tersebut, aparat gabungan Polsek Mataram dan Polresta Mataram bergerak cepat mengendalikan keadaan. Tiga remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut diamankan petugas pada Minggu malam (6/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Sebelumnya, sejumlah warga yang merasa resah dan tersulut emosi setelah melihat video tersebut sempat berkumpul di sekitar RTH. Mereka bahkan berniat mencari para remaja yang terlihat mengayunkan senjata tajam dalam video.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan adanya langkah cepat yang dilakukan jajarannya bersama personel Polresta Mataram untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik.

Awalnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagutan Timur menerima aduan masyarakat yang mulai berkumpul karena resah melihat video viral anak muda berpose dengan senjata tajam di RTH. Karena situasi sempat memanas dan warga emosi, personel di lapangan segera meminta perkuatan,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Merespons laporan tersebut, Kapolsek Mataram bersama Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Piket Pawas, Pamapta Polresta Mataram, serta personel BKO Polresta Mataram langsung turun ke lokasi.

Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan warga sekaligus mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengimbau warga secara langsung agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh apa yang viral di media sosial, dan tidak main hakim sendiri. Segala bentuk pelanggaran hukum sepenuhnya kami minta diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegas Kapolsek.

Di tengah upaya meredam situasi, petugas berhasil mengamankan tiga remaja yang terindikasi kuat terlibat dalam aksi yang meresahkan tersebut. Ketiganya kemudian dievakuasi menuju Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Setelah situasi di sekitar RTH berangsur kondusif, Kapolsek Mataram berkoordinasi dengan Lurah setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Tim Patroli Satpol PP Kota Mataram. Warga kemudian diminta kembali ke rumah masing-masing guna mencegah berkumpulnya massa dan potensi konflik susulan.

AKP Amrozi Hamidi mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan informasi kepada kepolisian. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial serta mempercayakan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat berwenang.

Tak hanya itu, Kapolsek turut menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua di Kota Mataram agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak. Jangan sampai mereka terjerumus dalam aksi premanisme atau kenakalan remaja yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan,” pungkas AKP Amrozi Hamidi. ( red

Uji Kesiapan Hadapi Situasi Unjuk Rasa polsek Ampenan Gelar Simulasi


Newsmetrontb.com_ POLSEK. AMPENAN  MATARAM
Kesiapsiagaan personel menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban, termasuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan yang dapat terjadi di lingkungan Markas Komando (Mako). Untuk menguji kesiapan tersebut, Polsek Ampenan menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Senin (07/09/2026).

Simulasi yang melibatkan seluruh personel Polsek Ampenan tersebut difokuskan pada latihan menghadapi kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi atau unjuk rasa di sekitar Mako. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kemampuan personel dalam merespons situasi secara cepat, tepat, dan terukur.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam rangkaian simulasi.

Seluruh tahapan simulasi berada di bawah kendali langsung Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P. Personel mengikuti setiap skenario dengan mengacu pada prosedur pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolsek Ampenan mengatakan, Sispam Mako bukan sekadar latihan rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan personel menghadapi situasi kontinjensi, khususnya apabila terjadi aksi unjuk rasa di lingkungan Mako.

Simulasi ini selain sebagai pelatihan juga untuk menentukan kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa. Ini adalah bagian dari kesiapan Polsek Ampenan untuk mempertahankan keamanan Mako,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Menurutnya, kesiapan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang dilakukan secara berkala. Melalui simulasi, setiap personel diharapkan memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing sehingga mampu bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.

Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan tersebut juga menjadi evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan Mako.

Dengan digelarnya simulasi Sispam Mako secara berkala, Polsek Ampenan berupaya memastikan seluruh personel selalu dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan, sekaligus menjaga markas kepolisian tetap aman agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal dalam situasi apa pun. ( red

Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim