HEADLINE NEWS

Setelah Cabuli Korban 5 Menit, Pria Doyan Nikah ini Kabur ke Sumbawa

By On July 10, 2020



Praya, -Seorang pria inisial LS (38) warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah harus mendekam di dalam penjara. 

Pelaku LS ditangkap anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah, karena diduga nekat mencabuli sorang pelajar bernama Bunga (11) yang merupakan anak tetangganya. 

"Pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Sumbawa," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Ipda Putu Titin Rahayu kepada wartawan, Jumat (10/7).

Pelaku LS ini merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Setelah melakukan perbuatannya pelaku bersembunyi di wilayah Kabupaten Sumbawa dan sempat buron selama 2 Bulan. 

"Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 76 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 18 Tahun penjara," katanya. 

Kejadian pencabulan yang dilakukan oleh pelaku yang doyan nikah ini terjadi pada tanggal 4 April 2020. Dimana pada saat itu korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian pelaku yang melihat korban bermain di rumah itu, masuk melalui pintu belakang dan langsung masuk dalam kamar saat korban sedang nyapu di kamar tersebut. 

"Setelah itu, pelaku mengunci kamar dan membekap korban sambil mengancam korban, sehingga korban tidak bisa melawan," jelasnya.

Selanjutnya, pelaku mendorong korban ke atas ranjang dan memaksa korban berhubungan imtim selama 5 menit, sehingga korban harus pasrah keperawanan direnggut oleh pelaku. Setelah selesai menyetubuhi korban pelaku langsung pergi meninggalkan korban. 

"Pelaku mengancam korban, sehingga korban tidak berani melawan," ujarnya 

"Pelaku mengaku pacaran dengan korban, namun korban bilang tidak pernah," jelasnya. 

Dikatakan, korban menceritakan kejadian itu kepada temannya dan keluarga, sehingga keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lombok Tengah. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan ditempat persembunyiannya.(LNG04)

SATRESNARKOBA POLRES LOBAR KEMBALI BERHASIL RINGKUS SEORANG TERSANGKA NARKOBA

By On July 10, 2020




Mataram - Pada hari Kamis tanggal 9 Juli 2020 mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Tato, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar Lobar sering terjadi transaksi narkoba dan dari informasi tersebut Satresnarkoba Polres Lobar berhasil mengamnkan seorang tersangka berikut barang bukti shabu.

Sebelumnya, Kasatresnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, SH. Memerintahkan tim Opsnal melakukan peyelidikan akan kebenaran informasi tersebut dan benar di Dusun Tato tepatnya di jalan Biduri terlihat seorang laki-laki dengan gelagat yang mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan tersebut selanjutnya sekitar pukul 17.30 Wita Iptu Faisal kembali memimpin langsung penangkapan terhadap tersangka inisal RA, 35 Tahun, laki-laki, karyawan swasta, asal Lingkungan Gapuk Utara, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Tersangka ditangkap ketika sedang duduk diatas sepeda motor miliknya dimana saat itu tersangka sedang menuggu pembeli. Saat dilakukan penggeladahan dengan disaksikan oleh masyarakat petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa:
 - 1( satu)  bungkus Rokok merek surya gudang garam yang di dalamnya terdapat 3 klip plastik bening yang di duga narkotika jenis sabu dengan rincian sbb :
* 1 klip plastik diduga narkotika jenis sabu dengan berat 1.27 gram
* 1 klip plastik di duga narkotika jenis sabu dengan berat 1.27 gram
* 1 buah klip plastik yang berat 5.58 gram 
Total keselurhan dengan berat bruto 8.12 gram 
- 1 ( satu ) buah Dompet warna hitam dengan merek AR Colektion
- Uang Rp.120.000,.
- 1 (satu) buah KTP milik terduga
-1 (satu) buah HP merk SAMSUNG warna putih 
- 1 ( satu) buah Motor merk Honda Bit Pop  warna hitam dengan nomor polisi DR 4928 CU

Untuk kepentingan peyidikan selanjutnya tersangka berikut barang bukti diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Lobar.(LNG04)

JPS Gemilang III, Terakhir Tapi Tak Berakhir

By On July 10, 2020



Mataram - Paket bantuan masyararakat terdampak pandemi corona, JPS Gemilang tahap II dilaporkan telah tuntas dan sukses terdistribusi pada Rabu, 17 Juni 2020 lalu. Kini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah bersiap untuk mendistribusikan JPS Gemilang tahap III yang persiapannya hampir mencapai 100%. Tahap III ini direncanakan akan dilaunching pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang dengan melibatkan 4.673 UKM/IKM se-NTB. Menyasar 120.000 KPM berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta masyarakat terdampak lainnya dari data sektor/usulan masyarakat (non DTKS) sebanyak 110.130 DTKS dan 9.870 non DTKS.

Meski JPS Gemilang Tahap III ini menjadi bulan terakhir pemberian bantuan terhadap masyarakat terdampak pandemic covid-19, namun Pemprov NTB tetap akan memberikan stimulus bagi perekonomian masyarakatnya.

“JPS Gemilang memang akan selesai, namun ini menandai akan dimulaianya stimulus ekonomi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, saat memimpin rapat persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. dan seluruh stake holder terkait di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at, 10 Juli 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB menjelaskan, setelah JPS Gemilang tahap III disalurkan, pemerintah akan fokus mengembangkan IKM dan UKM agar semakin menggeliat. Dengan memberikan stimulus, seperti memberi bantuan alat produksi serta membuka pasar seluas-luasnya bagi setiap IKM dan UKM lokal .

Skema stimulus ekonomi disampaikan Bang Zul tak jauh beda dengan pemberian bantuan JPS Gemilang. IKM dan UKM lokal akan terus digenjot untuk memproduksi produknya dengan lebih baik dengan bantuan alat produksi ataupun memberikan stimulus pada dana produksi. Hasil produksi akan ditampung Gerbang NTB Emas atau GNE yang kemudian akan dijual baik di dalam daerah maupun luar daerah melalui Bumdes yang tersebar di seluruh NTB.

“Pada tahap stimulus ekonomi yang akan kita berikan setelah pemberian JPS Gemilang prakteknya sama, namun lebih berat dan lebih professional,” ujar Bang Zul.

Sementara itu, Wagub NTB Ummi Rohmi menambahkan, PR Pemprov NTB kini bagaimana membuat IKM dan UKM yang telah diberdayakan selama masa pemberian JPS Gemilang bisa terus memiliki pasar dan terus berkembang. Ummi Rohmi meminta kepada Dinas Perdagangan untuk mengembangkan I-Shop dan pasar daring yang dimiliki NTB agar bisa semakin baik dan professional untuk digunakan masyarakat.

“Tantangan kita selanjtnya adalah bisa menjual produk-produk lokal NTB dengan sebaik-baiknya dengan system dan promosi yang baik,” pesan Ummi Rohmi.

Pada bantuan JPS Gemilang tahap terakhir ini, Pemprov NTB bekerjasama dengan stake holder terkait terus berupaya untuk memperbaiki kualitas produk yang diberikan. Serta, memastikan agar semakin banyak IKM dan UKM lokal yang terlibat di dalamnya.

Berbeda dengan paket JPS Gemilang sebelumnya, untuk rencana paket JPS Gemilang tahap III sendiri sebanyak 110.130 paket DTKS dengan menggunakan keranjang Beseq atau Dedungki dari Desa Loyok. Beberapa item seperti minyak kayu putih dan minyak cengkeh digantikan dengan sabun batang atau cair sebagai sabun anti septik. Kue kering lokal juga di pastikan masuk ke dalam paket sembako yang akan diberikan.

Selain itu, untuk membantu mengawal transfaransi informasi pada pembagian bantuan JPS Gemilang ini, Dinas Kominfotik NTB membuat aplikasi khusus untuk memantau penyaluran JPS Gemilang secara real time. Kepala Dinas Diskominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH, menjelaskan, ketika bantuan JPS Gemilang II ini sudah diterima oleh desa Se-Kab./kota diseluruh NTB, maka data di Web tersebut akan menginformasikan kepada publik, sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat bisa langsung mengakses Website; Corona.ntbprov.go.id atau kini bisa langsung mendownload di playstore android atau apple.

“Aplikasi ini sudah diapprove google dan apple dan bisa langsung diakses masyarakat secara real time,” ujar Kadis I Gede Putu Aryadi mantap. (novita, diskominfotikntb/LNG04)

JPS Gemilang Diharapkan Jadi Pondasi Perbaikan Kualitas IKM dan UMKM di NTB

By On July 10, 2020




Mataram - Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang telah siap memasuki tahap III. Penyaluran akan dimulai pada pekan depan. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada rapat koordinasi terkait persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III menyampaikan bahwa tahap III atau tahapan terakhir ini harus benar-benar dipersiapkan.

"Kekurangan pada JPS I bisa diperbaiki dan kita punya prestasi JPS II ini nyaris tanpa cacat. JPS III ini harus hati hati," ujar Gubernur saat memberikan arahan di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat, 10 Juli 2020.

Gubernur menekankan bahwa JPS Gemilang tahap III ini tidak perlu terburu buru, harus detail dan dipastikan tidak ada masalah. Gubernur juga mengingatkan bahwa hadirnya JPS Gemilang ini tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi, JPS Gemilang juga suatu langkah membangkitkan UMKM dan IKM sehingga dapat berlari dan berkembang.

Lebih jauh, Gubernur menerangkan bahwa JPS Gemilang tahap III ini bukan akhir melainkan awal kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi di NTB. "Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi," tuturnya.

Gubernur berharap JPS Gemilang ini menjadi pemicu awal dan perbaikan dan peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM, sehingga dengan produksi skala lebih besar dapat menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya hingga nasional dan internasional.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, JPS Gemilang termasuk skala nasional menjadi sesuatu yang beda dengan tempat lain. Dimana, segala itemnya menggunakan produk lokal, sehingga apa yang telah diinisiasi oleh Gubernur ini, Wagub meminta agar berkesinambungan.

"Bagaimana menindaklanjuti, harus lebih dipersiapkan, koordinasi seluruh OPD OPD penyedia, agar proses ini dapat berjalan seterusnya, UMKM, IKM kita bisa terus berproduksi, ketersediaan marketnya, baik nasional maupun internasional," pinta Wagub.

Wagub juga menambahkan i-Shop NTB yang mana situs yang menjual produk produk unggulan NTB dapat benar benar diseriusi, baik itu konten maupun sistem harus yang memudahkan pengguna. "Ini harus betul-betul diseriusi, baik konten maupun sistem yang memudahkan, bagaimana ini bisa seterkenal online shop lainnya," ujar Wagub.

Tantangan kedepan, lanjut Wagub, bagaimana perekonomian ini dapat stabil, tidak hanya saat JPS Gemilang saja, akan tetapi dapat terus berproduksi. Terakhir, Wagub mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan sinergi Gugus Pemulihan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi NTB.

Asisten II setda NTB , H. Ridwansyah yang menjadi moderator rapat itu, menyampaikan bahwa persiapan JPS Gemilang tahap III sudah hampir 100%. Ridwansyah juga memaparkan bahwa jumlah penerima pada JPS Gemilang tahap III ini sebanyak 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni dengan uraian 110.130 DTKS dan 9.870 Non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UKM/IKM/Kelompok. (Humas NTB/LNG04)

Silaturahmi Bersama Gubernur, Pengrajin Gitar Lokal Merasa Termotivasi

By On July 10, 2020




Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah terus melakukan silaturahmi bersama masyarakat NTB. Selain aktif bersilaturahmi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini, aktif mengunjungi dan berdialog secara langsung bersama kepala desa hingga para pelaku usaha di NTB.

Tradisi yang terus dijaga oleh Bang Zul ini menuai banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya pelaku usaha gitar di Lombok timur. Wirahadi (30) mengaku senang sekali bisa kembali bertemu Gubernur NTB. Menurutnya, dukungan dari Gubernur NTB menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19. 

“Saya kangen dengan pak gubernur. Dulu beliau pernah ke Lombok Timur melihat langsung usaha gitar kami, sekarang saya datang langsung ke dinas perindustrian memperkenalkan gitar baru saya,” ujarnya saat menghadiri acara pembinaan ASN oleh gubernur NTB bertempat di dinas perindustrian provinsi NTB, Jumat, 10 Juli 2020.

Di hadapan Gubernur dan ASN Dinas Perindustrian, Wirahadi menceritakan proses jatuh bangun pada saat membuat gitar. Dalam ceritanya, selama pembuatan gitar, banyak sahabat yang menertawakannya. Bahkan, dukungan dari orang terdekat pun tidak didapatkan. “Banyak sekali prosesnya, diolok hingga ditertawakan pernah saya rasakan,” tambahhya.

Alumni MA NW Pancor Ini melanjutkan, saat membuat gitar pun, sering sekali gitar yang dibuat tidak sesuai dengan keinginan dan pesanan pembeli. “Beberapa kali gitar yang saya buat tidak sesuai dengan pesanan, pernah juga saya buat gitar suaranya sangat jelek. Tapi, itu semua tidak menyurutkan semangat saya untuk terus membuat gitar,” tambahnya. 

Sekarang, tambah Wirahadi, penjualannya sudah menyasar pasal internaisonal. Terhitung, sudah 30 gitar dijualnya ke Malaysia, Brunai hingga Singapura. “Alhamdulillah, melalui teman-teman Facebook, beberapa gitar sudah saya jual di berbagai negara,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Masriadi, Kepala Desa (Kades) Semaya, kecamatan sikur, kabupaten Lombok Timur juga mengaku bangga dan senang sekali dikunjungi langsung oleh gubernur yang didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi NTB tersebut. Menurutnya, kunjungan ini merupakan anpengalam baru dan bisa menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung. 

“Ini pengalaman baru, menyampaikan aspirasi secara langsung kepada gubernur NTB merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya saat ditemui pada saat silaturahmi Gubernur NTB bersama kades se-Lombok Timur pada Kamis, 2 Juli 2020.

Apalagi, lanjutnya, gubernur didampingi langsung oleh kepala OPD. Jadi, selaku kades, kita semua bisa langsung menyodorkan proposal sesuai aspirasi yang telah terserap di desa masing-masing. “Keluhan jalan, ada kadis PU, keluhan bantuan masjid, ada kepala biro kesra. Alhamdulillah langsung kami sodorkan proposal kepada kepala dinas dihadapan pak gubernur,” tambahnya 

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, silaturahmi harus terus dilakukan dengan siapapun. Karena, tugas seorang pemimpin harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai kalangan dan bisa meringankan beban masyarakat. 

“Tugas kita sederhana saja, perbanyak silaturahmi dan sedekah kepada siapapun. Dengan begitu, hidup kita lebih tenang. Saya yakin, semua urusan juga pasti diselesaikan dengan mudah,” ujar Bang Zul.

Jangan sampai, lanjut Bang Zul, ada masyarakat yang datang jauh-jauh, menghabiskan waktu, menghabiskan uang dan tenaga untuk bersilaturahmi kepada pemimpinnya. Tapi, pemimpinnya sendiri tidak bisa menemuinya. 

“Saya berdialog dan silaturahmi langsung bersama ASN, kepala desa, petani, nelayan serta masyarakat lainnya dengan niat sederhana. Saya hanya ingin dekat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi mereka secara utuh,” tambah Bang Zul. (Humas NTB/LNG04)

Dukung Kampung Sehat di Lombok Utara, Sekda dan Forkopimda Panen Raya Padi di Jenggala

By On July 10, 2020



Tanjung, KLU-- Memenuhi kebutuhan pangan di Lombok Utara pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung. Selain penyediaan kebutuhan pangan juga untuk mendukung dan mewujudkan kampung sehat di Kabupaten Lombok Utara dalam rangka menyongsong tatanan New Normal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.Sos, MT, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri, dan Kepala Desa Jenggala Fahrudin.

Usai memanen, H. Suardi menyampaikan komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19. Panen padi itu sesungguhnya gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung. 

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengajak para petani untuk menanam komoditi tanaman yang mampu menunjang ekonomi seperti padi dan tanaman lainnya. 

"Padi di Lombok Utara khususnya di Desa Jenggala ini hasilnya bagus dan bisa mencukupi kesediaan pangan. Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar," sergah Sekda Suardi, Kamis, (9/7). 

Diterangkan Sekda, menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali. 

"Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh," pesan Suardi.

Dalam pada itu, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengungkapkan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh. Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat tidak mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Penyebaran wabah Covid itu, katanya, bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik. 

"Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah," imbuhnya. 

Dalam jangka panjang, masih kata Ferry, kampung sehat nantinya bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir. 

"Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin," terang Kapolres AKBP Ferry Jaya. 

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H. Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, tetapi jika sudah dikonversi menjadi beras diperkirakan jumlahnya sekitar 35082 ton. 

"Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi," pungkasnya. (sid/LNG04)

GALAKAN GERAKAN JUMAT BERSIH DAN KETAHANAN PANGAN DENAGN MANFAATKAN LAHAN KOSONG

By On July 10, 2020




Mataram - Danlanal Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., yang didampingi jajaran perwira staf bersama dengan anggotanya melaksanakan pembukaan lahan baru guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana komunikasi antara atasan dan bawahan dengan penuh keakraban  yang dilaksanakan setelah senam pagi di halaman Mess Bahari jalan Pejanggik Kota Mataram. Jumat (10/7).

Ketahanan Pangan merupakan bagian dari Ketahanan Negara dan sampai hari ini, Pangkalan TNI AL Mataram (Lanal Mataram) berperan aktif dalam mendukung program pemerintah pusat mengenai program ketahanan pangan nasional. Peningkatan intensitas gerakan ketahanan pangan merupakan bagian daripada upaya penguatan ekonomi karena terpuruk oleh kasus pandemi Covid-19 yang memporak porandakan perekonomian, terutama ekonomi kecil, yang sampai saat ini masih terjadi dan belum diketahui pasti sampai kapan akan berakhir dan kita harus memulai tatatan hidup baru atau sering di sebut New Normal.

"Kita sebagai Prajurit yang tidak boleh menyerah dengan keadaan dan wajib terus berusaha mengatasi keadaan sesulit apapun kondisi saat ini"ungkapnya.

Dikatakan pula, lahan-lahan kosong yang kita miliki cukup banyak dan potensial dapat kita manfaatkan menjadi sumber ketahanan pangan kita kedepan.

"Sayur-sayuran dan kolam ikan menjadi target pembukaan lahan dipagi ini. Kita bersama - sama dengan seluruh anggota Lanal Mataram bergotong royong membuat lahan kosong ini memjadi bermanfaat. Selain dapat kita konsumsi hasilnya juga membuat mata yang memandangnya menjadi sejuk karena tertata tumbuhan berwarna hijau"ungkap Danlanal Mataram.

Diasampaikan pula oleh Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., Komandan Lanal Mataram, olah raga rutin dapat meningkatkan Imunitas tubuh guna mecegah terjangkitnya kita dari penyebaran dan penularan Virus corona. Dihari ini kita dapat banyak manfaatnya, bergerak bersama dilapangan terbuka dengan tetap menjaga jarak, menggunakan masker, sekaligus kita melaksanakan anjuran pimpinan dan pemerintah untuk berjemur. Hal ini dibenarkan oleh PgS. KA. BK Letda Laut (K) drg. M. Luqman Rahardian dan Paurkesla Letda Laut (K/W) dr. Ardita Fransiska Pratiwi saat bincang-bincang.(LNG04)

Gubernur Zul : Jadikan Kantor Tempat yang Dirindukan

By On July 10, 2020




Mataram - - Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, lingkungan kerja yang nyaman akan menciptakan hubungan yang baik. Sehingga lingkungan kerja atau kantor sebagai ladang beribadah dan mengabdi menjadi tempat yang selalu dirindukan oleh semua orang. Hal tersebut disampaikan Gubernur usai olahraga bersama ASN Sekretariat Daerah Provinsi NTB bertempat di lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07).

"Sebenarnya kita bisa merubah suasana kantor sesuai selera kita. Menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi semua. Sehingga ada kerinduan bagi kita," imbuh Dr. Zul sapaan akrab Gubernur dihadapan ratusan ASN.

Kalau itu mampu dilakukan, Kata Dr. Zul, maka seluruh ASN tidak bisa lagi membedakan hari libur dan hari kerja. Indikator menjadikan kantor sebagai tempat teraman dan nyaman tidak sesulit yang dibayangkan. Sehingga setiap Minggu malam ada getaran jiwa yang dirasakan oleh ASN untuk segera berjumpa dengan hari Senin dan segera ingin cepat bekerja kembali.

"Ada rindu yang tak tertahankan bahwa ingin cepat masuk kerja, bukan malah sebaliknya. Karena itu, mari sama-sama kita ciptakan tempat kerja sebagai tempat yang dirindukan," tutur orang nomor 1 di NTB tersebut. 

Selain itu, Dr. Zul meminta kepada para pimpinan di Setda agar bisa berlibur bersama para staf di tempat-tempat wisata. Jangan hanya orang lain yang bisa menikmati keindahan alam NTB. Padahal berlibur sesuatu yang sangat mudah. Untuk itu, sesekali adakan libur bersama biar hubungan sesama tetap akrab. Sehingga rasa senang antar sesama akan semakin kuat.

"Kita ini lucu, banyak tempat-tempat wisata yang kita bangun, alamnya yang sangat indah. Di sisi lain, kita ingin menghadirkan turis-turis asing untuk menikmati keindahan icon pariwisata di NTB. Tapi kita sendiri tidak pernah menikmatinya," tutur doktor ekonomi industri tersebut.

Menjaga hubungan silahturahmi merupakan faktor penting untuk menghadirkan rasa bahagia dalam bekerja. Bahagia menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas serta inovasi dalam bekerja. Terutama menjadi pelayan masyarakat yang berintegritas demi terwujudnya NTB gemilang.
"Kalau bahagia dapat kita tingkatkan, maka otomatis produktivitas dan inovasi akan tercipta dengan sendirinya" tutup Gubernur Zul. 

Silahturahmi dengan para ASN merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh gubernur setelah mengunjungi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB selama satu bulan penuh. Silaturahmi sekaligus pembinaan ini upaya mendorong seluruh ASN agar tetap menjaga keharmonisan dalam bekerja. Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, serta beberapa kepala dinas dan biro pemerintah provinsi NTB. (Man@kominfo/LNG04)

Upaya Percepatan Putus Matarantai Covid - 19,  Danrem 162/WB Pimpin Patroli Gabungan Susuri Beberapa Titik Keramaian Wilayah Mataram

By On July 10, 2020




Mataram – Situasi perkembangan covid-19 yang cukup tinggi di wilayah Kota Mataram menjadikan fokus perhatian Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat untuk lebih serius dalam penanganannya, sehingga membutuhkan peran aktif seluruh pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19,

Terkait hal itu, selaku Wakil Ketua  Satgas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 prov NTB, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., memimpin Patroli Gabungan TNI-Polri dalam rangka penertiban dan pendisiplinan masyarakat untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Mataram, Kamis (9/7/2020).

Sebelumnya, Pada apel gelar pasukan patroli gabungan Kamis malam itu di Mapolresta Mataram, Danrem 162/WB dalam arahannya menyampaikan, selaku Satgas penanganan Covid-19 kita memiliki fungsi, tugas dan tanggungjawab mengimbau serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memerangi wabah covid-19, maka malam ini akan dilaksanakan patroli penertiban untuk  mendisiplinkan masyarakat guna menekan dan meminimalisir tingkat kerawanan dan angka positif covid-19 di wilayah kota Mataram. 

“Langkah kita adalah langkah Persuasif, edukatif, laksanakan patroli dengan tertib, tidak arogan dan tidak ugal-ugalan, jangan ragu-ragu, ingatkan dan berikan pemahaman kepada masyarakat dengan sopan santun, ucapkan salam dan permohonan maaf sehingga mereka bisa menerima apa yang kita arahkan,” ujarnya.  

Setelah itu Danrem 162/WB memimpin pelaksanaan patroli bergerak dari Polresta Mataram mendatangi para pedagang dan pemilik cafe di Jl. Udayana, Caffe Acibara Jl. Sudirman, Caffe Dapur Fie dan Nyoman Caffe Jl. Bung Hatta, Upnormal Caffe Jl. Bung Karno, pusat perbelanjaan Cakranegara Jl. Pejanggik, McDonal, Angkringan Bejo, dan White House Project Jl. Sriwijaya, terakhir menuju komplek perbelanjaan Jl. Majapahit Kota Mataram, selanjutnya kembali ke Polres Mataram.

Di Beberapa tempat yang didatangi pada kegiatan patroli tersebut, Brigjen TNI Rizal Rhamdhani didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, Kasiintel Kasrem 162/WB Letkol Inf Setiya Asmara, S.IP., Kasiops Kasrem 162/WB Susilo, S.Sos., Kasat Sabara Polresta Mataram AKP Sumadra, SH., MH., dan Ka SPKT Polresta Mataram Iptu Made Pasek mengimbau kepada para pemilik Cafe dan para pedagang untuk mematuhi dan mengikuti protokol Covid-19, mengecek suhu tubuh para pengunjung, menyediakan tempat untuk cuci tangan serta menutup Cafe dan dagangan setiap pukul 22.00 Wita.

Sedangkan kepada pengunjung dan masyarakat dihimbau agar mematuhi aturan pemerintah, tidak keluyuran tengah malam, dan kembali ke rumah karena sudah melewati pukul 22.00 Wita.(LNG04)

Kampanye Sebar Berita Baik, Bakohumas NTB Siap Gelar Kompetisi

By On July 10, 2020




Mataram- Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) NTB akan menggelar aneka lomba atau kompetisi dalam rangka kampanye sebar berita baik jelang new normal di NTB juga untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19. Untuk mematangkan konsep lomba tersebut Bakohumas NTB menggelar pertemuan pada Kamis 9 Juli 2020 di Mataram.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM dan Humas-humas lembaga lain yang tergabung dalam Bakohumas NTB seperti Humas Kejati NTB, Humas Polda NTB, Kapenrem 162/WB, Bakesbangpoldagri, Dinas Perindustrian, serta Dinas Perdagangan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy mengatakan dalam waktu dekat akan ada tiga kompetisi utama yaitu Festival Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi dan inovasi Polda NTB bekerjasama dengan Pemprov NTB, Lomba Penyiaran Publik dan PPID Competition.

"Dalam item Lomba Penyiaran Publik ini kita akan kerjasama dengan KPID NTB dan lembaga penyiaran di dalamnya. Temanya adalah 'NTB Nurut Tatanan Baru' serta tema kedua 'Industrialisasi di Masa Pandemi'. Adapun PPID Competition kita akan kerjasama dengan Komisi Informasi atau KI NTB" kata Bang Najam, sapaan akrabnya.

Selain melalui media, semua lomba dan ketentuannya akan dipublikasi juga melalui medsos masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
 
Selain membahas terkait aneka lomba, Bang Najam juga menyampaikan instruksi Wakil Gubernur NTB terkait penanganan Covid-19 terutama di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat karena kasus positif baru masih terus ditemukan.

"Dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Teman-teman Humas di tingkat kabupaten/kota juga akan kita hadirkan untuk kesamaan visi dan frekuensi dalam penanganan Covid ini," katanya.

Selain itu, Karo Humas juga menyampaikan rencana peluncuran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III pada tanggal 13 Juli mendatang." Kita harapkan kehadiran Forkopimda dalam kegiatan tersebut," ujarnya.

"Pertemuan-pertemuan Bakohumas seperti ini sangat penting karena peran Bakohumas sangat strategis untuk memback up berbagai kegiatan dan mempererat sinergi dan kekompakan," tutupnya.(Humas NTB/LNG04)

Sempat Kabur, Ibu Rumah Tangga Diciduk Timsus Sat Resnarkoba

By On July 10, 2020



Dompu - Timsus Satuan Resnarkoba Polres Dompu yang dipimpin AIPDA Yusuf SH bersama sama dengan anggota Polsek Manggelewa Pada hari minggu tanggal 05 Juli 2020 pukul 20.30 wita.
melakukan Penggeledahan rumah MT alias JM (Lk 34) dan FD wanita (Pr 33) keduanya merupakan suami istri yang diduga sebagai pelaku pidana penyalahguna'an narkoba di Dusun Madalandi, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa.

Kasat Narkoba Polres Dompu IPTU TAMRIN S.Sos mendapat informasi dari Kapolsek Manggelewa IPDA Redho Rizky S.Tr.K dan kanit Reskrim Polsek Manggelewa AIPTU Syahrir terkait adanya penggrebekan dirumah terduga pelaku Penyalahguna'an narkoba di Dusun Madalandi, Desa Sori utu.

Menurut informasi yang didapat oleh Kasat Narkoba bahwa sebelumnya telah dilakukan penggrebekan oleh Bhabinkamtibmas desa Sori utu Brigadir Sugianto dan didampingi oleh Kepala Desa sori utu namun pemilik rumah saat itu berhasil melarikan diri dengan cara loncat lewat jendela samping rumah.

Menindaklanjuti perihal informasi tersebut Kasat Narkoba memerintahkan Katimsus Opsnal Satresnarkoba beserta anggotanya agar menuju ke TKP untuk melakukan pengecekan kebenaran dari informasi tersebut dan penggeledahan rumah.

Sesampainya anggota Timsus Sat Resnarkoba di TKP didampingi oleh anggota Polsek Manggelewa memang tidak melihat keberadaan MT dan FD kemudian timsus melanjutkan misi yaitu reka ulang penggeledahan rumah. Dan sebelum dilakukan penggeledahan rumah Katim Sus memanggil warga yang berada di sekitar TKP untuk menyaksikan penggeledahan rumah dengan terlebih dahulu menunjukkan Surat Perintah Tugas kepada warga yang menyaksikan.

Hasil dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa :

- 2 (dua) bungkus besar plastik klip yang didalam berisi kristal bening yang di duga narkotika jenis shabu-shabu.

- 7 (dua) bungkus kecil plastik klip yang didalam berisi kristal bening yang di duga narkotika jenis shabu-shabu
(Jumlah barang bukti dengan berat kotor 5,32 gram).

- Uang sejumlah Rp. 10.970.000,00.
- 1 bundel plastik klip tranparans.
- 2 buah skop.
- 2 tabung kaca.
- 3 buah handphone.
- 2 buah korep api.
- 1 buah gunting

Selanjutnya Barang Bukti di amankan dan di bawa ke Polres Dompu guna pemerikasaan lebih lanjut.

Upaya penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tersebut terus dilakukan oleh anggota Satresnarkoba dengan terus melakukan penyelidikan keberadaan keduanya. 

Dan dari hasil pengembangan penyelidikan, Timsus medapat informasi bahwa MT dan FD sudah berada di rumahnya dan atas informasi tersebut pada hari ini Kamis (09/07) sekitar pukul 14.10 wita anggota timsus melakukan pencarian kerumah terduga.

Sesampainya dirumah terduga, anggota timsus menanyakan keberadaan kedua terduga dan dari pihak keluarga menjelaskan bahwa kedua terduga tidak pernah kembali ke rumah setelah dilakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumahnya. 

Mengetahui kedatangan timsus, pemilik rumah lagi lagi berusaha kabur dan mengelabui polisi, namun anggota timsus sempat melihat secara sepintas ada seseorang yang keluar lewat pintu belakang rumah kemudian masuk kerumah sebelah kiri (rumah tetangga) terduga. Anggota timsus mencurigai bahwa itu adalah salah satu terduga.

Lalu anggota timsus masuk kerumah yang dituju oleh terduga dan melakukan pemeriksaan dan pencarian dan kemudian didapati FD sedang bersembunyi di belakang pintu. Kemudian anggota timsus mengamankan FD ke Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut dan kepadanya dipersangkakan :
*** Pasal 114 ayat (1) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dipidana dengan Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 10 miliar
*** Pasal 112 ayat (1) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika ,barang siapa memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 miliar.(LNG04)

WUJUDKAN SINERGITAS DAN PEDULI COVID 19

By On July 09, 2020



Mataram - Dalam rangka mencegah penularan dan memutus penyebaran Virus Corona (Covid-19) Danposal Kolo Peltu Muhamad dan anggotanya besama  Satpol Airud melaksanakan sosialisasi penggunaan masker dan jaga jarak antar indivdu dalam rangka menuju tatanan kehidupan baru atau new normal di sekitar pelabuhan Bima. Kamis (9/7). 

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan sebuah tanggung jawab sebagai unsur terkecil TNI AL yang berada  dibawah jajaran Lanal Mataram, tugas dan peranannya sebagai mata serta telinga Pangkalan TNI AL (LANAL) juga memiliki fungsi sebagai pelaksana pembinaan potensi maritim. 

Danlanal Mataram menyampaikan, Selain bertanggung jawab terhadap keamanan Laut serta pemberdayaan dan pemanfaatan potensi maritim yang berada diwilayahnya, Posmat dan Posal juga harus mempunyai peranan langsung terhadap lingkungan sekitar. 

Kolonel Laut (P) Suratun,S.H., sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan hari ini oleh Pos TNI AL Kolo, "ini merupakan bentuk sinergitas TNI dan POLRI hingga jajaran tingkat bawah", ungkapnya di tempat yang berbeda.(LNG04)

Kunjungi Dinas Perpustakaan dan DPMPTSP, Gubernur Kembali Ajak ASN Tingkatkan Silaturahim

By On July 09, 2020



Mataram- Tidak berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini bersilaturahim ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Kamis (9/7/20).

Pada kunjungan ke-32 ini, Gubernur menyampaikan sambutan tanpa panjang lebar. Ia menyampaikan bahwa kedatangannya untuk silaturahim di masa pandemi dan mendengarkan aspirasi para ASN di setiap OPD.

"Karena situasinya tidak biasa, kita berada di pandemi Corona. Biasanya tiap tahun ada halalbihalal, tapi tahun ini berbeda, atas nama pribadi, keluarga dan rekan-rekan kerja kami memohon maaf lahir dan batin", ucap Gubernur.

Dalam arahan singkatnya, Gubernur menyampaikan sebuah kutipan menarik, _"You can't trust somebody until you go to his house"_, tuturnya. Hal ini dimaknai Gubernur sekaligus pelajaran bagi seluruh ASN yang hadir, bahwa menjalin silaturahim dengan saling mengunjungi rumah sangatlah penting.

"Jangan sampai hubungan kita hanya di kantor saja, tapi lebih dari itu ada hubungan keluarga atau hubungan informal yang perlu kita bangun, jangan sampai ada doa yang tidak-tidak untuk atasannya, karena hubungan yang sifatnya personal perlu dibangun", ucap Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Di akhir arahannya Bang Zul berharap
kunjungan ini bukan menjadi kunjungan terakhir.

Usai silaturahim di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, ia melanjutkan kunjungan ke-33 menuju Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir mendampingi yaitu Sekretaris Daerah NTB, Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB, Kepala BKD NTB, dan Kepala Biro Organisasi Setda NTB.

Dalam waktu yang sama, Gubernur juga menyerap aspirasi dan keluh kesah para pegawai dengan menyampaikan beberapa pertanyaan. Tentunya semua pertanyaan dan harapan pegawai akan langsung ditanggapi oleh pejabat terkait yang turut hadir mendampingi Gubernur.(Humas NTB)

Brigjen TNI Syafrial : Apresiasi TMMD 108 Kodim 1628/SB Serta Ingatkan Satgas Dan Masyarakat Pedomani Protokol Cegah Covid -19

By On July 09, 2020




Sumbawa Barat - Forkopimda Kabupaten Sumbawa Barat menerima kunjungan kerja Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Was Aspas Brigjen TNI Syafrial, P.Sc. M.Tr (Han), dalam rangka pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD ke-108 tahun 2020 di Kabupaten Sumbawa Barat, bertempat di Makodim 1628/SB Jalan Labuhan Balat, Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (8/7/2020). 

Pada kegiatan tersebut, Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Was Aspas Brigjen TNI Syafrial, P.Sc. M.Tr (Han), didampingi oleh Kasiter Kasrem 162/WB Letkol Inf Budi Rahmawan dan Pabanda Lakopsbak TNI Spaban V Bakti TNI Sterad Kapten Inf Aflahal Mukmin, S.E.

Mengawali kegiatan, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, S.T, dalam sambutannya diawali dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT dan ucapan selamat datang kepada Brigjen TNI Syafrial dalam rangka meninjau pelaksanaan TMMD serta ucapan terima kasih atas kehadiran TNI melaksanakan TMMD 108 di KSB yang mana TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD, walaupun dalam situasi pandemi covid-19 namun saling bahu membahu bergotong royong dengan masyarakat untuk menyukseskan TMMD 108 yang saat ini sedang berjalan.

Kami ucapkan terima kasih banyak kepada TNI yang sudah membantu masyarakat kami dan TNI-Polri bahu membahu untuk mengawal kelancaran pelaksanaan TMMD ini,” ucapnya,

Sedangkan, Brigjen TNI Syafrial, P.Sc, M.Tr (Han) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa oleh Forkopimda pada kunjungannya di Kabupaten Sumbawa Barat, dan atas nama TNI AD mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda yang sudah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan TMMD 108 di KSB.

“TMMD ini adalah rohnya kebersamaan, karena di dalamnya melibatkan TNI, Polri dan masyarakat, dan Alhamdulillah kegiatan TMMD ini masih diterima oleh masyarakat secara luas, selaku Pimpinan khususnya Kasad berharap agar apa yang dilakukan TNI harus dimanfaatkan yang lebih oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Brigjen TNI Syafrial menyampaikan bahwa kedatangan Tim Wasev di Sumbawa Barat saat ini dalam rangka untuk mengawasi pelaksanaan TMMD dan untuk mengecek sampai sejauh mana pelaksanaan TMMD ke-108 yang ada di wilayah kabupaten Sumbawa Barat. “Kami harap kegiatan TMMD ini selesai tepat waktu dan hasilnya harus lebih maksimal,” ujarnya.

Khusus kepada Dandim 1628/SB selaku Dansatgas TMMD, Brigjen Syafrial menginformasikan tentang adanya kebijakan dari pimpinan agar dipertimbangkan keamanan masyarakat maupun personil TMMD, karena selama ini personel yang terlibat TMMD bergabung dengan masyarakat mengingat saat ini masih dalam suasana covid-19 maka harus diperhatikan keberadaan personilnya.

“Harapan kami, manfaatkan momentum ini, anggaplah kegiatan ini adalah amal ibadah kita, jangan sampai terjadi pelanggaran sekecil apapun selama pelaksanaan TMMD, untuk itu ditekankan kembali ke seluruh anggotanya yang terlibat TMMD,” ujarnya.

Selanjutnya, pada kesempatan tersebut Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T. memaparkan tentang pertimbangan pemilihan sasaran TMMD di Desa Seminar Salid Kecamatan Brangrea karena mengingat desa Seminar Salid merupakan daerah terpencil dan sama sekali belum tersentuh pembangunan Infrastruktur, terutama sarana prasarana dalam bentuk jalan.

Sedangkan alasan pemilihan sasaran fisik berupa Pembuatan jalan strategis pertanian, karena Desa Seminar Salid merupakan salah satu desa penghasil padi terbesar di KSB yang selama ini mengalami hambatan dalam mengangkut hasil panen sawah ke jalan raya sehingga dengan adanya pembangunan jalan strategis pertanian ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam pengangkutan hasil tani menggunakan kendaraan.

“Biaya angkut pun dapat diminimalisir, memperpendek jarak tempuh sampai dengan 2 km, mempermudah akses masyarakat menuju lahan persawahan dan mempermudah akses masyarakat dusun batu Melik menuju induk desa,” ungkapnya.

Selama ini, lanjutnya, Dusun Batu Melik belum memiliki tempat ibadah yang presentatif, sehingga dengan dibangunnya Masjid akan memudahkan masyarakat dusun Batu Melik dan sekitarnya untuk melaksanakan ibadah, pembangunan dan rehab RTLH sebagai bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat.

Selain itu, Dandim juga memaparkan sasaran non fisik berupa Penyuluhan tentang penghilangan Penyebaran Covid-19, sosialisasi pemasangan tempat cuci tangan di rumah-rumah, cara pembuatan cairan antiseptic, cara hidup sehat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, penyuluhan kesehatan dari dinas kesehatan, penyuluhan pertanian, penyuluhan bahaya narkoba dari BNN dan Polres Sumbawa Barat serta sosialisasi rekrutmen TNI.

“Dari seluruh sasaran yang direncanakan diharapkan terciptanya RAK Juang yang tangguh untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat sehingga terwujudnya ketahanan nasional yang kuat,” pungkas Eddy Oswaronto.

Usai kegiatan penyambutan di Makodim 1628/SB, rombongan langsung menyambangi warga di lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 di Desa Seminar Salit Kecamatan Brang Rea.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sumbawa Barat, Kapolres Sumbawa Barat, Kajari Sumbawa Barat, kepala BNNK Sumbawa Barat, Kasdim 1628/Sumbawa Barat, Perwira Staf Kodim 1628/Sumbawa Barat, Anggota Kodim 1628/Sumbawa Barat serta ibu Persit KCK.(LNG04)

Gubernur Dorong IKM/UMKM Naik Kelas, Pemanfaatan Media Digital Sangat Penting

By On July 09, 2020




Mataram - Pandemi Covid-19 telah memberikan begitu banyak pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Termasuk juga dalam hal pemasaran produk-produk hingga transaksi jual beli antara produsen dan konsumen. Banyak pelaku usaha yang terhambat bahkan tidak mampu memasarkan produknya selama masa pandemi berlangsung. Pemanfaatan media digital kemudian menjadi pilihan 

Namun, pandemi Covid-19 di NTB juga telah memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UKM/IKM. Selama masa pandemi, Pemerintah Provinsi NTB terus berusaha agar UKM/IKM mampu bertahan di tengah kesulitan yang dihadapi. Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, itulah salah satu solusi yang dihadirkan Pemprov NTB dalam upaya membantu UKM/IKM untuk mampu terus melakukan aktifitasnya.

Hal inilah yang disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ketika ditunjuk menjadi pembicara pada Webinar UMKM Siap Digital bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 9 Juli 2020. Tidak hanya Gubernur, Webinar yang mengusung tema "Transformasi Digital UMKM" ini juga menghadirkan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koperasi dan UKM serta CEO DANA Indonesia sebagai pembicara.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa JPS Gemilang merupakan salah satu cara dalam memulihkan perekonomian di NTB. Melalui JPS Gemilang, UKM/IKM tetap mampu menghasilkan produk yang dapat didistribusikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

"Jadi jangan sampai kita mengatakan stay at home, kemudian karantina mandiri dan lain sebagainya, tapi masyarakat tidak diberikan kesibukan," jelasnya.

Sampai saat ini, tercatat 4.673 IKM/UKM yang ikut terlibat dalam distribusi JPS Gemilang. Menurutnya, program ini merupakan suatu keberanian dari Pemprov NTB demi menjamin keberlangsungan UKM/IKM. Dalam waktu dekat, JPS Gemilang Tahap III akan segera diluncurkan menyusul JPS Gemilang Tahap I dan II yang telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat sebelumnya.

"Karena kami yakin betul bahwa untuk mengatasi pengangguran, kita bebas dari kemiskinan, harus berani meretas jalan baru dengan langkah yang tidak biasa," tambah Bang Zul.

Ia mengakui bahwa masih banyak kekurangan baik di dalam produk hingga proses distribusinya. Namun bagi Bang Zul, ada nilai pembelajaran yang dapat diambil untuk peningkatan kualitas produk di masa yang akan datang. Pembelajaran itulah yang menurutnya tidak ternilai harganya.

"Untuk pembelajaran itu ada biayanya, tidak gratis, tidak otomatis dan tidak timeless. Jadi memang memberdayakan UKM ini butuh effort, butuh kerja keras," tuturnya.

Bang Zul kemudian berharap UKM/IKM di NTB mampu naik kelas bukan hanya skalanya tetapi juga kompetensi dan kapasitasnya. "Dan yang paling penting, ini yang paling mahal, masyarakat kami percaya bahwa ternyata kami punya kemampuan. Bukan hanya bikin masker, APD, bahkan produk dengan tingkat teknologi yang lebih complicated, kita mampu merealisasikannya," ujar Bang Zul.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta para pelaku UKM/IKM mempersiapkan diri dalam menghadapi New Normal. Ia pun turut mengajak UKM/IKM yang ada agar berani menggunakan media digital dalam memasarkan produk mereka. Ia menilai, saat ini merupakan momentum untuk UMKM berani memanfaatkan media digital tersebut.

"Kami memperoleh gambaran dari beberapa pelaku e-Commerce, bahwa UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi adalah UMKM yang melakukan refocusing produk, inovasi produk dalam kegiatan usahanya, termasuk UMKM yang memanfaatkan momentum saat ini untuk masuk ke dunia digital," terangnya.

Adapun arahan Presiden yang disebutnya untuk tahun 2020 ini menargetkan total sepuluh juta UMKM untuk masuk atau terhubung ke ekosistem digital. Terhitung sejak 14 Mei 2020, Gerakan Bangga Buatan Indonesia, telah mencapai penambahan 789 ribu unit UMKM yang masuk ke ekosistem digital. Ia yakin di akhir tahun target yang ditentukan akan mampu tercapai.

Ia juga menjelaskan bahwa ada dua hal dalam digitalisasi UMKM, pertama memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global. Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien. Selain itu, digitalisasi juga akan memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas akses dari pembiayaan.

Teten juga turut menyoroti bahwa pasca pandemi Covid-19 akan ada tuntutan mengenai kualitas standarisasi produk, aspek kesehatan akan menjadi pertimbangan utama konsumen, terutama untuk produk makanan dan minuman. "Sehingga proses produksinya harus betul-betul higenis, produknya harus terbebas dari virus, karena itu mulai dari bagaimana di produksi hingga packaging harus menjamin aspek-aspek itu," sambungnya.

Sementara untuk fokus kedepan adalah melakukan pemberdayaan, pembinaan untuk UMKM yang memiliki produk yang potensial untuk ekspor. Berdasarkan arahan Presiden, ekspor UMKM harus mampu naik dua kali lipat, yang saat ini baru pada angka 14%.

"Diperlukan kolaborasi semua pihak baik kementerian dan lembaga, dunia usaha, akademisi agar seluruh inisiasi dalam memastikan seluruh produk UMKM menguasai pasar nasional dan global," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan jika salah satu permasalahan utama UKM/IKM di NTB yakni rendahnya pemanfaatan internet. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hingga tahun 2018 hanya terdapat 3,56% pelaku UMKM yang memanfaatkan internet untuk menunjang aktifitas usahanya.

Sedangkan untuk dampak Covid-19 bagi UMKM, ada pada penurunan permintaan serta kendala pemasaran. Sektor industri makanan dan industri kreatif menjadi yang paling terdampak Covid-19. Pandemi Covid-19 juga disebutnya telah mengubah perilaku konsumen dan pelaku usaha dalam penggunaan media digital, khususnya platform jual beli yang akan bertahan melampaui pandemi.

"Dalam kondisi kita seperti sekarang, global mengalami masalah ekonomi ini, tapi kita bersyukur penanganan Covid-19 saya kira juga cukup bagus, walaupun disana sini masih ada masalah, tapi day-to-day saya kira trendnya semakin baik," ujarnya.

Luhut kemudian memaparkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI). Salah satu tujuan utama BBI antara lain, mempercepat perputaran siklus ekonomi lokal, memperbaiki daya beli masyarakat, mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi serta menumbuhkan rasa bangga pada produk lokal.

Tak ketinggalan, CEO Dana Indonesia, Vince Iswara mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan media digital dalam menjual berbagai produknya. Ia menyebut saat ini anak-anak muda cenderung memilih mencari produk secara online sebelum melakukan pembelian produk.

"Kita harapkan bisa mengajak teman-teman disini untuk Go Digital, karena benefitnya sangat banyak dan semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan secara gratis," ajaknya.

Turut mendampingi Gubernur pada Webinar kali ini, Asisten II, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Direktur Utama Bank NTB Syariah.(Humas NTB/LNG04)

Gubernur Apresiasi Investasi dan Pustakawan Muda NTB

By On July 09, 2020




Mataram - - Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mengapresiasi kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) NTB. Bagi Bang Zul, pelayanan dengan hati serta inovasi  sesuai tuntutan perkembangan zaman dimulai dari karyawan yang bahagia.

"Menjadi bahagia rasanya kian mahal di zaman sekarang ini. Melayani dengan hati bahagia akan membuahkan hasil berbeda. Begitu juga inovasi, datang dari lingkungan kerja yang membahagiakan", ucap Gubernur Bang Zul dalam kunjungan di kedua OPD tersebut, Kamis (09/07).

Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Gubernur mengapresiasi beberapa pustakawan muda yang akan berkiprah di masa depan. Gubernur mengatakan, di era teknologi, peran generasi muda harus bisa memberikan kontribusi ide sesuai dengan perkembangan. Selain kepustakaan dan kearsipan digital, Gubernur menginginkan pustaka multimedia dalam bentuk gambar dan suara. Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  NTB memiliki 300 ribu koleksi buku dan literatur serta ratusan judul buku lokal. Seluruhnya didigitalisasi dalam aplikasi pencarian bernama OPAC (Online Public Access Catalog) yang memudahkan pencarian judul buku di rak penyimpanan. Nantinya aplikasi ini akan terwujud pula dalam platform Android dan terintegrasi dengan perpustakaan kabupaten/ kota. Ada pula pemindai (scanner) halaman buatan sendiri dan pelayanan kartu anggota perpustakaan digital yang tercetak dalam hitungan menit.

Ditempat terpisah, Gubernur menyarankan seluruh karyawan DPMPTSP melayani dengan sentuhan humanis. Mulai dari menjemput calon investor atau tamu yang berkunjung ke NTB sampai memberikan perlakuan yang membuat  tamu merasa instimewa. Dengan begitu, penilaian bisa saja berubah karena pelayanan dari hati.

"Investor biasanya melakukan investigasi kelayakan normatif. Tapi kalau diperlakukan istimewa bisa saja ukuran lain menjadi tidak penting. Tapi itu semua harus dilakukan dengan bahagia karena lingkungan kerja yang membahagiakan", terang Gubenur. 

Kepala DPMPTSP, H M Rum, menjelaskan, realisasi investasi sampai triwulan pertama 2020 bernilai 2.1 triliun. Ada kenaikan progresif dari 2019 yang senilai 1,9 triliun. Limapuluh persen berasal dari sektor pertambangan dan selebihnya dari sektor pariwisata, kelautan dan lain lain. Target NTB sendiri di masa pandemi berkisar 6,5 sampai 7 triliun rupiah.

"Di sektor tambang, ada Sumbawa Timur Mining yang akan mengeksplorasi 1,7 billion ton lebih besar kandungan mineral dari yang pernah ditambang selama ini oleh PT Newmont dan lain lain. Selain itu operasi tambang ini dipastikan ramah lingkungan karena kedalamannya hanya empat sampai lima kilometer sesuai regulasi pusat", jelas Rum.

Kunjungan Gubernur kali ini didampingi Sekda NTB, Kepala Biro Organisasi Setprov NTB, Kepala Satpol PP dan Kepala BKD. (jm/LNG04)

Contact Form

Name

Email *

Message *