newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Thursday, September 29, 2022

Selama Lima Hari, 1.647 Pelamar Pabrik Smelter Ikuti Tes Tulis Psikotest

Sumbawa Barat - Setelah semua rangkaian tahapan tes tulis (Psikotes) rekrutmen tenaga kerja pembangunan pabrik Smelter Sumbawa Barat yang diikuti oleh peserta dimulai dari Kamis, 22 September berakhir pada Senin, (26/9/2022). Dengan begitu ribuan peserta tinggal menunggu hasil dari pelaksanaan tes tulis.

"Sesuai jadwal yang sudah kita tetapkan, hari ini pelaksanaan tes tulis telah berakhir," jelas Juru Bicara Tim Rekrutmen pembangunan pabrik Smelter Sumbawa Barat, Beni Tanaya kepada awak media.

Ia menjelaskan, proses rekrutmen tenaga kerja pembangunan pabrik Smelter Sumbawa Barat ini di mulai pada 6 Agustus 2022 dan ditutup pada 22 Agustus 2022 lalu dengan jumlah pelamar sebanyak 2.254 orang. Dalam proses pelaksanaannya, pelamar harus terdata memasukkan berkas pada aplikasi Sipkanti (Sistem Informasi Pelamar Tenaga Kerja Terintegrasi) yang sudah dipersiapkan oleh tim terpadu, setelah dilakukan proses seleksi administrasi tersisa 2.027 orang yang dinyatakan lulus administrasi.

" Sebanyak 2.027 inilah yang kemudian mengikuti tes, selanjutnya tes tulis psikotest yang dilaksanakan dari 22 - 26 September 2022," katanya.

Berdasarkan update informasi yang diungkapkan, dari hasil pelaksanaan Tes Tulis (Psikotes) ini, Beny mengaku ada sebanyak 1.647 orang (81,25 persen) yang hadir mengikuti pelaksanaannya.  Sisanya sebanyak 380 orang (18,75 persen) tidak hadir mengikuti. 

"Tahapan selanjutnya, tim akan melakukan pleno untuk mengumumkan peserta yang lulus psikotes, untuk masuk ke tahapan tes wawancara. Pengumuman tes tulis psikotest akan diumumkan pada 29 September 2022," tutupnya.

Lebih Dari Lima Bacalon, Dua Desa Ini Ikut Seleksi Tambahan

Sumbawa Barat - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat telah melakukan sosialisasi ketentuan seleksi tambahan untuk dua desa yang bakal calonnya lebih dari lima orang.

Kepala Dinas DPMD Sumbawa Barat Drs. Tajuddin, M. Si berharap kepada dua Desa ini agar mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Karena hal tersebut sudah diatur dalam pedoman pelaksanaan seleksi bakal calon sesuai Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang pemilihan Kepala Desa.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di aula kantor DPMD, menghadirkan bakal calon dari dua desa dan berbagai pihak. "Seleksi tambahan dihajatkan untuk menetapkan bakal calon menjadi calon kepala desa," katanya kepada media ini, Senin, (26/9/2022).

Ia mengungkapkan, dalam seleksi tambahan ada dua komponen yang akan dinilai yaitu administrasi 40 persen dan tertulis 60 persen. Dengan harapan tersisa 5 bakal calon dari Desa Sapugara Bree yang sebelumnya 7 dan Desa Mantun sebanyak 7 bakal calon. Dalam seleksi tambahan, DPMD bekerjasama dengan tim independen khusus dari Universitas Cordova pada tanggal 28 September 2022.

"Sementara bakal calon dari 14 desa lain, tidak ada masalah, malahan calon kepala desa lain sudah melakukan penarikan nomor urut," tutup kadis. 

Peringatan HUT Hantaru Ke-62, BPN KSB Bagikan Sertifikat dan Beberapa Kegiatan

Sumbawa Barat - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumbawa Barat Edy Budaya Lutfi bersama staf mengelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU) tahun 2022 ke-62 di halaman kantornya.

Ditemui selesai acara potong tumpeng oleh awak media, Edy mengatakan, dalam memperingati Hantaru tahun 2022, pihaknya telah melakukan kegiatan olahraga bersama serta kegiatan bazar hasil usaha UMKM KSB yang bekerjasama dengan LADARA sebagai mitra BPN dan tidak kalah pentingnya melakukan pembagian sertifikat peserta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2022 kepada 10 orang yang targetnya sebanyak 2.950 sertifikat untuk beberapa Kecamatan.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan (HANTARU) 2022 yang ke-62 jatuh pada tanggal 24 September 2022 lalu, sebagai hari diundangkannya Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

"Kami melakukan HUT Hantaru secara internal,  namun cukup khidmat, dimana dalam upacara dibacakan sambutan dari mentri ATR/ BPN Hadi Cahyanto," jelasnya, Selasa, (27/9/2022).

Dia mengajak semua pegawai internal yang ada di ATR/BPN Kabupaten Sumbawa Barat untuk menuntaskan program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Supaya maksimal dalam menuntaskan khususnya program PTSL kepada masyarakat. "Saya mengajak kepada para karyawan untuk menuntaskan tugas-tugas yang menjadi prioritas seperti PTSL dan pelayanan secara profesional kepada masyarakat terkait pengurusan hak atas tanahnya," ungkapnya.

Ia juga mengucapkan, terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang membantu memperlancar segala kebutuhan masyarakat terkait dengan administrasi pertanahan dan kegiatan kebijakan tata ruang lainnya termasuk juga kepada para Kepala Desa yang menjadi ujung tombak keabsahan secara administratif dan fisik penguasaan bidang tanah dari masyarakat.

Disinggung pulu, kehadiran ATR/BPN di Daerah sangat dibutuhkan baik oleh masyarakat maupun pemerintah Daerah. Karena dengan pelayanan dari ART/BPN, akan ada alat bukti hak berupa sertifikat sebagai wujud kepastian hukum pemilikan tanah bagi masyarakat dan instansi pemerintah.

Selain itu juga, kehadiran ART/BPN akan memberikan kontribusi bagi pemasukan PAD yang cukup signifikan bagi daerah itu sendiri, terutama dari adanya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB) sebagai akibat peralihan hak atas tanah.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama - sama mencegah dan mempersempit ruang gerak para mafia tanah. Sebab hal ini yang sangat merugikan masyarakat dan menghambat lajunya iklim investasi di daerah. Dia mengimbau kepada masyarakat secara umum, agar dalam memiliki bidang - bidang tanah hendaknya dikuasai secara aktif guna menghindari potensi permasalahan dikemudian hari dengan cara menjaga atau pelihara batas-batasnya dan memanfaatkan tanahnya. 

Terkait Kasus Gadaian Mobil yang Diduga Libatkan Oknum Brimob sebagai Penadah, Ketum PPWI: Kawal Perkaranya Hingga Tuntas!

Cirebon - Didi Affandi (70), warga Blok Kampung Baru, Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendatangi Polresta Cirebon dan membuat Laporan Polisi terkait raibnya mobil miliknya, pada 31 Agustus 2022. Hal itu disampaikan Didi kepada Pengurus DPC PPWI Cirebon, Jupri, beberapa lama setelah membuat laporan berupa Dumas ke polisi.

Didi Affandi, yang merupakan pensiunan dari salah satu BUMN sejak tahun 2015 lalu, sempat dibelikan satu unit roda empat (mobil) oleh putrinya, Nurlela. Kendaraan R-4 merek Toyota Avanza All New tahun 2014, warna hitam metalik dengan Nopol E 1322 LA, itu dibeli secara cash/tunai.

"Mengingat saya ini sudah tua Mas Jupri dan tidak mau banyak membebankan anak, sehingga mobil tersebut saya sewa-sewakan. Maksudnya, kalau dapat uang sewaan dari mobil itu, kan bisa buat tambahan biaya hidup sehari-hari. Tapi meski mobil tersebut saya sewa-sewakan, saya pun lihat-lihat dulu orangnya seperti apa. Artinya, saya sewakan hanya kepada orang-orang tertentu saja, termasuk saya sewakan kepada Aditama Karya, yang sudah pernah menyewa mobil saya sebanyak 2 (dua) kali. Ditambah lagi, Aditama Karya itu merupakan suami dari keponakan saya yang bernama Vickie Valentine, yang biasa dipanggil Kiki, dan jelas saya percaya." Demikian diungkapkan Didi Affandi memulai cerita sedihnya kepada Jupri yang juga merupakan Kaperwil media online JayantaraNews.com, Selasa, 6 September 2022.

Didi menambahkan bahwa mobilnya raib ketika disewakan kepada Aditama Karya, warga Kampung Cantilan, RT.01/RW.04, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. "Dia awalnya datang ke rumah saya, pada hari Minggu, tanggal 14 Agustus 2022, sekitar pukul 16.00 WIB. Dia ingin menyewa mobil saya selama 3 (tiga) hari, yang konon katanya mau buat ziarah ke Semarang. Dan seperti biasa, tarif sewa mobil saya terapkan 300 ribu per hari. Singkat cerita, mobil berikut kunci dan STNK-nya saya berikan kepada Aditama Karya. Ppada saat saya memberikan mobil disaksikan oleh tetangga saya, Joko Riswanto. Setelahnya, dia pun (Aditama Karya - red) langsung pergi membawa mobil saya," jelas Didi Affandi.

"Namun saya mulai merasa ada kejanggalan. Dimana mobil yang disewa tersebut dan sudah lewat dari tiga hari, namun belum juga dikembalikan. Bahkan saya sempat menghubungi ke nomor handphone-nya Aditama Karya, namun tidak aktif. Saya pun berupaya mencari tahu tentang keberadaan Aditama Karya berikut mobilnya," ujar Didi.

Hingga kemudian, ungkap Didi, dirinya mendapat informasi dari tetangganya bahwa mobil miliknya itu telah digadaikan oleh Aditama Karya ke Tony Sugiarto, yang diduga sebagai Anggota Brimob, melalui perantara bernama Jenal. "Tak lama kemudian, saya pun mendapat informasi dari tetangga sebelah, yang konon katanya, bahwa mobil saya itu telah digadaikan oleh Aditama Karya ke Tony Sugiarto, yang diduga sebagai Anggota Brimob, melalui perantara bernama Jenal, sebesar 25 juta rupiah," tambahnya.

Lantaran mendapat kabar yang kurang enak ituu, lanjut Didi, dengan ditemani rekannya, Joni, dia langsung datang ke Polsek Klangenan, dengan maksud dan tujuan untuk membuat LP, terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Aditama Karya. "Sesampainya saya dan Pak Joni di Polsek Kecamatan Klangenan, yang awalnya sempat disambut baik oleh Pak Usman, Kanit Reskrim Polsek Klangenan, namun justru dia mengarahkan agar saya membuat pelaporan ke Polresta Cirebon. Ini kan aneh. Apa mungkin karena yang dilaporkan itu salah satunya diduga ada keterlibatan anggota Brimob? Sehingga bisa jadi kaku dalam hal penanganan?" tanya Didi menyesalkan.

Karena rangkaiannya masih ada hubungan keluarga, begitu kata Didi menirukan alasan Polisi, kalau bisa usahakan dan diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan saja. "Tapi kalau Pak Didi memaksa dan tetap mau melaporkan si Aditama Karya, iya monggo, itu hak Pak Didi. Tapi kalau bisa, laporannya langsung ke Polres saja," ujar Didi Affandi mengeja ucapan Usman, Kanit Reskrim Polsek Klangenan.

Usai mendatangi Polsek Klangenan, Didi bersama anaknya, Nurlela, dan Joni, mendatangi rumah Tony Sugiarto. "Kami datang guna memastikan keberadaan mobil saya di rumahnya. Hal ini menyusul adanya informasi dari Kiki (istri Aditama Karya - red), yang mengatakan bahwa unit tersebut ada dan terparkir di garasi rumah Tony Sugiarto," ucap Didi.

Kiki pun sempat mengatakan, bahwa semenjak meminjam dan menggadaikan mobil tersebut ke saudara Tony Sugiarto, suaminya (Aditama Karya - red) masih belum pulang. "Semenjak habis pinjam mobil ke Uwa Didi, sampai sekarang suami saya masih belum pulang ke rumah, dan tidak tahu kemana Wa. Tapi menurut informasi dari tetangga, bahwa konon katanya mobil Uwa Didi itu ada dan terparkir di garasi rumah Tony Sugiarto, tepatnya di Desa Barepan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon," kata Kiki kepada Didi Affandi.

Ketika kami melakukan penelusuran ke rumah Tony Sugiarto, kata Didi, ada seorang perempuan yang diduga istri Tony, dan mengatakan bahwa kendaraan tersebut benar telah digadaikan oleh Aditama Karya melalui perantara yang bernama Jenal, sebesar 25 juta rupiah. Dan pada saat itu, anak saya pun sempat menitip pesan, agar mobil tersebut jangan dipindahtangankan. 

Setelahnya, saya dan rombongan keluarga pun berniat pulang. "Namun saat saya dan rombongan hendak menuju perjalanan pulang, tiba-tiba kami diberhentikan oleh salah seseorang yang tidak saya kenal, dan orang itu saya tanya, Maaf, bapak ini siapa ya? Lalu orang itu menjawab 'Saya Tony. Ada apa kalian mencari saya?'," terang Didi.  

Setelah saling memperkenalkan diri, obrolan pun dilanjut di rumah Jenal. "Namun belum juga apa-apa, Tony langsung mengintervensi saya dan keluarga, dengan mengeluarkan kalimat 'Jika kamu mau mobil itu, maka kamu harus kembalikan uang saya sebesar 25 juta rupiah! Intinya, dalam hal ini jangan sampai ada pihak ketiga, sebab Aditama Karya, termasuk Jenal, itu semua adalah keponakan saya. Tapi kalau kamu tetap keras, maka saya pun bisa lebih keras!'," jelas Didi menirukan perkataan Tony Sugiarto yang bersifat memaksa dan terkesan mengintimidasi itu.

Mendapat perlakuan yang kurang simpatik seperti itu, tanpa basa-basi, Didi bersama rombongannya langsung pergi dan meninggalkan Tony dan Jenal.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin, tanggal 22 Agustus 2022, Tony menemui Didi dan Nurlela di Polsek Klangenan. Pertemuan di kantor polisi itu difasilitasi oleh Kanit Usman.

Dalam pertemuan tersebut, Tony menyampaikan bahwa mobil milik Didi itu benar telah digadaikan oleh Aditama Karya melalui perantara Jenal ke saya. "Mobil Pak Didi itu benar telah digadaikan oleh Aditama Karya melalui perantara Jenal ke saya. Jadi, kalau mau urusannya selesai, iya monggo kita atur waktu lagi, untuk kita bisa duduk bersama. Termasuk Aditama pun nanti akan saya hadirkan," ucap Tony.

Seminggu kemudian, tepatnya pada hari Selasa, tanggal 30 Agustus 2022, dilakukan pertemuan lagi untuk menindak-lanjuti kesepakatan sebelumnya. "Aditama Karya sempat hadir menemui saya dan Nurlela di kantor Polsek Klangenan. Namun yang sangat disayangkan dalam pertemuan tersebut, yang justru tidak hadir malah Tony-nya sendiri," kata Didi menyesalkan ketidak-konsistenan oknum Brimob ini.

Tapi meski Tony tidak hadir, hal tersebut tidak berarti menghambat Didi sebagai korban untuk mengambil sikap terhadap Aditama Karya. "Hingga saya pun memberi waktu kepada Aditama Karya selama 7 (tujuh) hari untuk menyerahkan kembali mobil saya, terhitung sejak tanggal pertemuan terakhir di Polsek Klangenan," ujar Didi tegas.

Ternyata, ditunggu punya tunggu, mobil itu tak kunjung dikembalikan. "Karena para terduga pelaku dinilai tidak kooperatif, sehingga saya pun langsung mengadukan ke Unit Ranmor Polresta Cirebon, terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, untuk diproses hukum sesuai dengan ketentuan aturan hukum yang berlaku di Indonesia," imbuh Didi sambil memberikan kopian bukti laporan aduan yang ditujukan kepada Kapolres Kota Cirebon Cq. Kasat Reskrim di Sumber, tertanggal 31 Agustus 2022.

Mendapat laporan dan keluh-kesah dari Didi Afandi yang merupakan suami dari almarhum bibinya itu, Jupri, segera mengambil sikap untuk segera membantu. Ia bersama rekannya Hadiyanto dan Muhamad Khozim, berjanji akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas.

Dalam rangka pemeriksaan saksi di ruang Unit Ranmor Polresta Cirebon, pada Senin, (12/9/22), terkait laporan Didi Affandi terhadap Aditama Karya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan, Korban Didi Afandi didampingi Jupri, yang rekam jejaknya tidak pernah mundur dalam mempertahankan kebenaran demi tegaknya suatu keadilan, hadir ke Polresta Cirebon. Pada saat itu, hadir juga Tony Sugiarto bersama beberapa kuasa hukumnya.

Ketika pihak korban dipertemukan dengan pihak Tony Sugiarto, Jupri sempat menanyakan kepada Tony tentang penerimaan gadaian mobil milik pamannya ini. "Atas dasar apa sampeyan itu menerima gadai mobil? Anda tahu tidak, mobil beserta nama yang tertera dalam STNK nya itu atas nama siapa, dan seperti apa proses penerimaan gadainya?" tanyanya.

Tony pun menjawab pernyataan Jupri, Hadiyanto dan juga keluarga, "Awalnya itu Jenal menelepon saya dan menawarkan 1 (satu - red) unit mobil merek Toyota Rush, yang konon katanya milik Aditama Karya. Lalu saya pun merespon dan bilang ke Jenal, memang mobil Rush itu mau digadai berapa? atau kalau tidak, bawa saja dulu mobilnya ke sini. Dan setelah dibawa mobilnya oleh Jenal ke rumah, saya pun sempat bingung, karena yang ditawarkan bukan Toyota Rush, melainkan Toyota Avanza. Dan begitu saya cek nama yang tertera di dalam STNK, memang benar itu nama Pak Didi sendiri. Tapi dalam penjelasan Jenal ke saya, bahwa konon katanya Pak Didi itu punya hutang ke Aditama Karya sebesar Rp. 25 juta, maka dari itu saya berani menerima gadai."

mendapat jawabawan seperti itu, Jupri kembali melontarkan pertanyaan yang lebih bersifat pernyataan terkait penerimaan barang yang dapat berpotensi pidana itu. "Dari awal kan Anda sudah tahu bahwa mobil beserta STNK-nya itu atas nama Didi Affandi. Seharusnya sebelum menerima gadai, terlebih dulu anda mencari tahu kebenaranya, benar atau tidaknya Pak Didi itu punya hutang kepada Aditama. Jadi jangan asal terima begitu saja. Kalau begini caranya, Anda bisa dijerat dengan Pasal 480 KUHP terkait penadahan!" tegas Jupri kepada Tony blak-blakan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Agus Chepy Kurniadi, yang merupakan Pimpinan Umum Media Online JayantaraNews.com, sekaligus sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Provinsi Jawa Barat, pun angkat bicara. "Apa yang telah dilakukan oleh oknum Brimob tersebut, itu sudah merupakan tindak pidana penadahan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 KUHP," tegasnya.

Ketentuan tersebut, jelas Agus Chepy, merujuk pada Pasal 480 KUHP, dimana dituliskan dalam ayat (1) Barang siapa membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan. Dan, ayat (2) Barangsiapa menarik keuntungan dari hasil sesuatu benda, yang diketahuinya sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatanya.

"Pelaku atas tindakan tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah!" tutup Agus Chepy Kurniadi.

Sementara itu dari Jakarta, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, merespon persoalan yang melibatkan oknum anggota Brimob ini dengan meminta agar Polisi yang menangani kasus dugaan penggelapan, penipuan, dan penadahan tersebut melakukan tugasnya secara profesional, transparan, dan tidak terintervensi oleh apapun, baik materi maupun kekuasaan dan intimidasi dari pihak manapun. "Kawal kasusnya hingga tuntas! Polri harus meninggalkan kebiasaan lamanya yang kerap main intimidasi, main uang, main pasal, main rekayasa, dan berbagai trik busuk lainnya," ucap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu tegas, 27 September 2022. (APL/Red)

Masuki Musim Tanam, Pupuk Untuk Petani Tersedia

Sumbawa Barat - Dalam memasuki musim tanam (MT) pertama di bulan Oktober, November, dan Desember. Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di tahun 2022 ini telah mengusulkan sebanyak 14.000 ton pupuk untuk semua komoditi bagi para petani yang ada di KSB.

"Usulan kami dialokasikan oleh pemerintah Pusat dan Provinsi sebanyak 10.000 ton," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat Ir. Muhammad Saleh, M. Si melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian Idrus, SH kepada media ini, Rabu, (28/9/2022).

Ia juga mengatakan, sesuai surat keputusan, KSB mendapatkan 10.569 ton pupuk urea, 37 ton ZA, 4.233 ton NPK dan pupuk organik Granul 12 ton. Sambung Idrus, sehingga perbulan Agustus lalu, Urea yang tersalurkan 4.713,5 ton di 8 Kecamatan dan sisa pupuk yang belum tersalur 5.855,5 ton untuk urea, NPK tersalur 1.660 sisanya sebanyak 2.573 ton. "InsyaAllah petani tidak akan kekurangan pupuk dalam memasuki musim tanam mendatang, karena pupuk subsidi masih ada stoknya," jelas Idrus.

Dia menambahkan, tahun kemarin pupuk untuk petani terserap sebanyak 8.753 ton, NPK 1.406 dan Urea 6.500. Ia optimis ketersediaan pupuk untuk petani sampai dengan Desember tetap ada. 

Thursday, September 22, 2022

Tim Pengabdian Unram Lakukan Sosialisasi Literasi Digital dan Digital Marketing

Sumbawa Barat - Universitas Mataram (Unram) melakukan sosialisasi Literasi Digital dan Digital Marketing melalui tim pengabdian kepada masyarakat prodi Sosiologi Universitas Mataram Tahun 2022.

Tim pengabdian program studi Sosiologi Universitas Mataram melakukan sosialisasi literasi digital dan digital marketing yang mengambil lokasi di kawasan pantai wisata “Mutiara” di pulau Kaung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa pada awal bulan September 2022 lalu. Dalam kesempatan tersebut, ketua tim pengabdian Dr. Taufiq Ramdani, S.Th.I., M. Sos menekankan tentang, pentingnya peran warga pada segala lini dan segmen untuk melek tentang literasi digital dan digital marketing, karena penguasaan akan hal tersebut dapat menghantar seseorang pada kesempatan untuk mendapatkan potensi-potensi ekonomi melalui perdagangan digital sekaligus menghindarkannya dari ancaman (Threats) dan dampak negatif yang mengancam. 

"Ada cukup banyak kasus, dimana karena seseorang tidak memahami strategi dan prosedur yang aman di dalam berliterasi digital akhirnya terjebak dalam kasus hukum UU ITE, dan beberapa di antaranya bahkan menjadi korban penipuan serta peretasan melalui media digital," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, ada salah satu sisi yaitu sisi terciptanya peluang (opportunity), potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan masyarakat setempat baik yang bersumber dari laut, pesisir pantai, serta segenap khasanah sosial-budaya serta tradisi yang mereka miliki dapat berfungsi sebagai sumber kekuatan (Strong), yang mana dengan semakin meluasnya dan terdifersifikasinya system perdagangan digital maka tercipta peluang ekonomi yang luas, salah satunya peluang untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga.

Dimana untuk saat ini mungkin belum termanfaatkan secara optimum disebabkan masyarakat belum sepenuhnya paham tentang strategi perdagangan digital. Tidak adanya upaya untuk meng”edukasi” masyarakat pesisir dan perdesaan tentang literasi digital dan digital marketing inilah yang menjadikan mereka semakin terjebak dalam kelemahan (Weekness) dalam menghadapi system perdagangan dan interaksi sosial-ekonomi yang kian global dan serba digitalistik. 

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui digital marketing untuk meningkatkan daya jual dan jangkauan ekonomi masyarakat, bahkan yang di perdesaan atau pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk pulau kaung. Itulah yang menjadi urgensi dilakukannya sosialisasi literasi digital dan digital marketing pada tahun ini oleh tim pengabdian Program Studi Sosiologi Universitas Mataram," pungkasnya.

Psikotes Hari Pertama Berjalan Baik, Peserta Tidak Ada Kendala dan Kesulitan

Sumbawa Barat - Juru bicara Tim Terpadu Rekrutmen Tenaga Kerja pembangunan pabrik Smelter Sumbawa Barat Benny Tanaya mengatakan bahwa, pelaksanaan tes tulis psikotest melalui sistem komputerisasi pada hari pertama, Rabu 21 September 2022 oleh Tim Terpadu Rekrutmen Tenaga kerja pembangunan pabrik Smelter di Kecamatan Maluk Sumbawa Barat telah berjalan dengan lancar. 

Psikotes 5 sesi yang dilaksanakan di gedung CAT BKPSDM Sumbawa Barat diikuti oleh 312 orang peserta atau sebanyak 78%, sedangkan peserta yang tidak mengikuti psikotest pada hari pertama sebanyak 88 orang atau 22% dari jumlah 400 orang yang dijadwalkan mengikuti tes tulis (psikotes) secara abjad dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia ataupun oleh Tim Terpadu.

"Psikotest yang kita selenggarakan dihari pertama tidak ada kendala dan kesulitan terutama yang diikuti oleh ratusan peserta, karena dalam proses seleksi psikotes kami telah mempermudah sistem dan dipandu langsung oleh pihak ECC UGM dan Tim yang berpengalaman dari BKPSDM Sumbawa Barat selaku operator dan membimbing peserta dalam menggunakan perangkat komputer di ruang tes tersebut," ucap Benny.

Begitupula mekanisme ini, lanjut Benny akan kita terapkan di hari berikutnya untuk bisa menuntaskan seleksi psikotes kepada sejumlah 2.027 peserta/pelamar yang telah dinyatakan lulus administrasi. Pelaksanaan psikotes ini kami serahkan sepenuhnya kepada Tim ECC UGM untuk memastikan akurasi hasil dan kualitas seleksi yang terbuka serta bertanggungjawab. "Setelah psikotes terlaksana selama enam hari kedepan yaitu tanggal 26 September 2022, maka kami akan memutuskan melalui pleno penetapan hasil seleksi psikotes secara resmi 3 hari setelah keseluruhan tes tulis ini terlaksana," kata Benny.

Selanjutnya, Tim Terpadu rekrutmen akan masuk ke tahapan interview untuk memastikan jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 245 orang pada tahap pertama ini segera kita tempatkan ke perusahaan. Materi Psikotes yang diikuti oleh peserta dihari pertama dan seterusnya sampai tanggal 26 September 2022 kami memberi apresiasi kepada Tim ECC UGM yang telah menyederhanakan soal soalnya dimana soal tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta sebagaimana yang telah dilampirkan dalam link SIP Kanti, serta telah memandu dan membimbing peserta mengenal dengan baik perangkat yang digunakan dalam tes tersebut, sehingga hari pertama psikotes mendapat respon dari peserta sangat bagus dan ini akan berlaku di hari berikutnya sampai psikotes ini berakhir.

"Kami bertanggungjawab keseluruhan tahapan pelaksanaan setiap prosedur rekrutmen ini secara terbuka, transparan dan akan memberi prioritas utama kepada putra dan putri Sumbawa Barat," demikian disampaikan Juru bicara Tim Terpadu Rekrutmen Tenaga kerja Pembangunan pabrik Smelter Sumbawa Barat.

Si Tangkas NTB Akan Pantau Peredaran Narkoba di Lapas

Sumbawa Barat - Kepala BNN Kabupaten Sumbawa Barat AKBP. Yuanita Amelia Sari, SE., M. Si memperkenalkan inovasi terbarunya yang bernama Si Tangkas NTB. Si Tangkas NTB merupakan sistem tanggap narkoba di lapas Nusa Tenggara Barat.

Si Tangkas NTB akan meminimalisir peredaran narkoba di dalam lembaga permasyarakatan (Lapas) dengan membentuk peneliti kemasyarakatan (PK). "Si Tangkas NTB akan mempermudah kerja dari Lapas, Kejaksaan dan Pengadilan," kata AKBP Yuanita kepada awak media, Rabu, (21/9/2022).

Ia menjelaskan, dalam perjanjian kerjasama (PKS) akan dibentuk peneliti kemasyarakatan (PK) yang akan melakukan pendampingan di Lapas. Dalam mengaktifkan Si Tangkas NTB, dirinya sudah melakukan kerja sama dengan BNN Provinsi dan Kanwil Kemenkumham NTB. Karena Si Tangkas NTB bertujuan agar peredaran narkoba yang dikendalikan bandar Narkoba melalui Lapas bisa diminimalisir oleh lapas. Hal itu untuk membedakan mana pengguna narkoba dan pengedar narkoba, dengan cara dilakukan tes urine, rehabilitasi dan TAT terhadap warga lapas. "Kami menciptakan Si Tangkas NTB untuk memperpendek dan memudahkan birokrasi," jelasnya.

Ia menceritakan, cara kerja Si Tangkas NTB, pertama dengan cara melaporkan ke aplikasi si tangkas NTB, nanti tim akan mengecek dan memvalidkan informasi, setelah itu semua pihak akan duduk bersama untuk membuat rekomendasi apakah tersangka pengguna atau pengedar.

"Saya sudah mengomongkan dengan berbagai pihak di lapas untuk mempermudah sistem ini berjalan di lapas. Mudah-mudahan dengan cara ini, kedepannya jangan sampai terulang kembali jumlah penyalahgunaan yang mencapai 80 persen menjadi warga lapas," pungkasnya.

Sambut HUT TNI Ke-77 Kodim 1628/SB Gelar Donor Darah

Sumbawa Barat - Menyambut HUT ke 77 TNI, Kodim 1628/Sumbawa Barat menggandeng PMI Sumbawa Barat kembali menggelar donor darah di aula lantai dua Makodim 1628/SB jalan Lintas Labuhan Balad nomor 3 Kelurahan Bugis Taliwang Sumbawa Barat.

Saat ini masih banyak saudara saudara kita dibeberapa rumah sakit yang membutuhkan perawatan diantaranya transfusi darah untuk keselamatannya, sehingga kegiatan donor darah sangat penting dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah kebutuhan darah dengan jumlah pendonor atau stok darah jika dibutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan Dandim 1628/SB Letkol Inf Octavian Englana Partadimaja melalui Kasdim 1628/SB  Mayor Inf Dahlan di sela sela waktu kegiatan bakti sosial donor darah dalam rangka HUT Ke 77 TNI, di Makodim 1628/Sumbawa Barat, Kamis (22/09/2022)

Dijelaskan Kasdim bahwa, tersedia darah bagi yang membutuhkan dapat dipenuhi dengan kehadiran para pahlawan kemanusiaan yakni para pendonor yang suka rela dan ikhlas menyumbangkan darahnya bagi kepentingan kemanusiaan sesuai dengan slogan "setetes darah sangat berarti bagi nyawa sesama," jelas Kasdim. 

Kasdim juga mengungkapkan, para pendonor juga akan mendapatkan manfaat kesehatan antara lain melancarkan aliran darah dan produksi sel darah merah jadi meningkat, mendapat pemeriksaan kesehatan gratis karena sebelum mendonorkan darah, kita pasti akan diperiksa berat badan, kadar hemoglobin, suhu tubuh, tekanan darah dan nadi. billa sudah melalui proses donor darah, darah akan dikirim ke laboratorium tentunya hasilnya akan diinformasikan.

Lanjut Kasdim, membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan membuat produksi sel darah merah jadi lebih meningkat. Mendonorkan darah bisa membuat sumsum tulang belakang menghasilkan sel darah merah baru untuk menggantikan darah yang hilang. Kemudian, tubuh juga akan lebih cepat menghasilkan darah baru.

"Selain itu juga bermanfaat untuk  menjaga kadar zat besi dalam darah agar lebih stabil, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi berat badan,
baik untuk kesehatan psikologis, bila ada luka jadi cepat sembuh. Semoga melalui kegiatan donor darah ini dapat menambah dan memenuhi stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkannya khususnya di Sumbawa Barat," harapnya. 

Kasdim juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada pendonor serta para petugas medis dari PMI yang telah hadir untuk berpartisipasi pada kegiatan donor darah dalam rangka menyambut HUT TNI Ke 77. Yang tidak kalah penting  melalui kegiatan donor darah ini dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan tali silaturrahmi, sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah daerah, sehingga tetap solid dan selalu kompak dalam pengabdian kepada masyarakat maupun mewujudkan tanah pariri lema bariri yang aman dan kondusif sesuai dengan tema HUT Ke 77 TNI "TNI Adalah Kita," pungkas Kasdim.

Adapun peserta pendonor darah antara lain personel TNI jajaran Kodim 1628/SB, personil Polri dari Polres Sumbawa Barat, anggota Kompi Brimob, personil Satpol PP dan Persit KCK XLIV Cabang Kodim 1628. 

Wednesday, September 21, 2022

Developer Neraya Property Klaim Sudah Membangun Sesuai Aturan, Pasca Disorot Publik

Perumahan Araya Village Labulia

Lombok Tengah - Terkait dengan adanya dugaan Developer Neraya Property yang diduga membangun perumahan Araya Village Labulia tidak sesuai RTRW dan diduga melanggar garis sempadan sungai mendapat sorotan dan tanggapan beragam dari berbagai pihak dan sudah di atensi oleh OPD terkait.

Menanggapi hal itu, pihak developer Naraya Property mengeklarifikasi dengan memberikan hak jawabnya atas dugaan pelanggaran RTRW di perumahan Araya Village Labulia, akhirnya pihak Developer Naraya Property buka suara dihadapan awak media, pada selasa (20/09/22).

Menurut pengakuan Erwin Satriawan dari pihak Developer mereka mengklaim telah membangun sesuai aturan berlaku mengacu pada sertifikat tanah yang diterbitkan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Lombok Tengah. Terutama soal mengatur jarak hunian dengan batas sepadan sungai.

Batas tanah ini, dalihnya, posisi awal dulu di tahun lama malah cukup jauh sampai dibawah sungai sesuai gambar disertifikat, luas posisi semula sekitar 934 meter persegi yang menjadi hak Developer tapi seiring waktu tergerus abrasi.

Luas 935 meter persegi itulah, cetusnya, yang disumbangkan untuk kepentingan masyarakat atau pelebaran sungai yang sebelumnya dianggap sempit.

”Kemudian kita talud permanen pakai alat berat, supaya tidak longsor atau abrasi lagi, untuk menjaga ketahanan talud, akan dibuat saluran irigasi diatasnya selebar 30 cm,” akunya.

Sementara ditanya batas patok kapling merah dengan bibir sempadan sungai jawabnya berjarak 7 meter (Mengacu sertifikat tahun lama). Namun jika menimbang kondisi terkini, maka yang jadi rujukan seharusnya bukan batas tanah awal disertifikat tahun lama. Melainkan jarak batas tanggul dengan patok kapling merah yang menurut investigasi media temukan hanya berjarak 3 meter saja.

Soal Fasum (Fasilitas Umum), ungkapnya, mungkin hanya disediakan sebatas jalan, saluran irigasi, penerang jalan, dan Mushola. kalau bak sampah tidak ada, mungkin nanti diangkut petugas kebersihan, lalu kuburannya sudah dikoordinasikan dengan pihak Desa menggunakan kuburan umum. (Timkjlt)

Siapa Penerima BLT BBM, Ini Penjelasan Kadis Sosial Loteng

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, Haji Lalu Wiraningsun
Lombok Tengah - Belum lama ini, pemerintah pusat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui PT Pos.


Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, Haji Lalu Wiraningsun menjeleskan, bahwa BLT BBM ini, sudah menjadi salah satu program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.


"By name, by addressnya sudah ada dan penerimanya sudah ditentukan oleh Kementerian Sosial," katanya, Selasa, saat ditemui di ruang kerjanya, di Praya, 20 September 2022.


Ia menambahkan, kami di Dinas Sosial kabupaten, khusus di minta oleh PT Pos untuk mendukung sekaligus membantu di dalam penyalurannya kepada warga masyarakat yang mendapatkan bantuan BLT BBM ini di kabupaten Lombok Tengah.


"Itu pun jadwalnya dibuatkan di masing-masing desa oleh PT Pos cabang di masing-masing kecamatan dan itu diberikan dan dibuatkan jadwal oleh PT Pos yang ada di Mataram," terangnya.


"Jadi tugas kami di kabupaten, iya hanya memantau dan mendukung kelancaran di dalam pembagian BLT BMM tersebut," sambungnya.


Diakuinya, sebenarnya pengajuannya ini, bisa dikatakan dadakan karena kenaikan harga BBM ini.


"Jadi, penyaluran dan yang menerima pun juga sudah ditentukan oleh pusat. Siapa yang dapat, tentu sesuai dengan kouta yang sudah di tentukan oleh pemerintah pusat di masing-masing provinsi, kabupaten, kota dan kriterianya pun ditentukan oleh Kementerian Sosial," paparnya.


Disebutkannya, kalau dari data, yang kami lihat itu, yang dibagikan itu, rupanya yang memperoleh BPNT.


"Tapi tidak seluruh penerima BPNT yang ada di kabupaten Lombok Tengah yang dapat dan ada yang tidak dapat juga, jadi, kalau ada persepsi masyarakat bahwa dia-dia saja yang dapat, sekali lagi, itu disesuaikan dengan kouta yang ada dari pusat," tuturnya


Jadi proses penyalurannya, kata dia, bersamaan dengan BPNT. "Kalau yang BBM ini, 300.000, sedangkan yang BPNT ini, 200.000. Jadi yang di terima dia, 500.000, per KPM," cetusnya.


Lanjutnya, karena ini, adalah kebijakan pusat jadi kita ikuti adapun yang belum mendapatkan, saya kira, silahkan untuk mendaftarkan diri di desa. 


"Tapi kalau program bantuan sosial ini, tidak dapat sama sekali dari semua program bantuan sosial yang ada, bisa mengupdate diri dulu di Opdes Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu supaya yang diberikan itu tepat sasarannya," imbuhnya.


Tentu, ujarnya, kita juga akan memilah lagi, sebab ini, bantuan sosial program pemerintah ini, tidak hanya itu.


"Ada namanya, BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), ini juga akan segera, ini kita akan daftar nanti petani tembakau dan itu 5.000 sekian baik dari kalangan buruh tani maupun petani," ungkapnya.


Terkait proses pengalihan bantuan kepada yang lebih berhak untuk mendapatkannya karena merasa diri tidak layak untuk mendapatkan bantuan tersebut, kata dia, itu prosesnya dia harus membuat pernyataan tidak layak mendapatkan bantuan kemudian diusulkan lagi ke pusat dengan mengupdate datanya itu dan tidak serta merta kita alihkan. Jadi, nanti bisa salah.


"Kalau sudah merasa mapan, buat saja pernyataan tersebut dan nanti Musdus, Musdes desa yang mengupdate kembali melalui Opdesnya yang ada di masing-masing desa dan yang berhak menerimanya itu, tergantung dari data yang ada di DTKS nya," pungkasnya.

Integrasikan Arsip, Dinas Arpus Akan Launching Srikandi

 
Sumbawa Barat - Kepala Dinas Arsip Dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat Ir. Abdul Muis, M.M mengatakan bahwa, Dinas Arpus telah membuat terobosan terbaru dalam program Srikandi (Sistem informasi kearsipan terintergrasi) yang akan dilakukan launching dalam beberapa bulan kedepan.

"Kami sudah menyiapkan perangkat, administrasi, SDM dan semuanya yang berhubungan dengan program Srikandi," jelas mantan Kabag Humas tersebut kepada awak media, Selasa, (20/9/2022).

Ia juga mengatakan, sebelum launching ada beberapa tahapan yang sudah dilakukan oleh pihaknya yaitu, sosialisasi, bimbingan teknis dan launching. "Sebelum di launching, kami berkolaborasi dengan Dinas Kominfo, Bapedda dan Sekretariat daerah. Karena program ini akan berpengaruh terhadap peningkatkan SPBE," katanya.

Dia berharap kepada berbagai pihak agar mendukung program ini, supaya kearsipan kita menjadi satu dan terintegrasi dengan baik di Dinas Arpus. "Jika semua perangkat sudah ready dan SDM mempuni, in Syah Allah akan segera kita launching," pungkasnya. 

Meningkatkan Mutu SDM Aparatur, Pemda KSB Bangun Kerjasama dengan UTS

Sumbawa Barat - Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM melakukan penandatanganan MoU dengan Rektor Universitas Teknelogi Sumbawa (UTS) pada Selasa, (20/09/2022) terkait dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, serta dukungan beasiswa oleh PemKab Sumbawa Barat kepada ASN yang berada dilingkup pemerintah KSB untuk dapat menempuh program S2 Manajemen Inovasi di Sekolah Pascasarjana UTS.

Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dan Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, sesaat sebelum berlangsung pelaksanaan Upacara syukur ke-9 tahun 2022.

Dalam amanah yang disampaikan oleh Bupati pada saat berlangsungnya upacara syukur, Bupati menyampaikan bahwa hari ini telah dilakukan penandatangan MoU dengan Universitas Teknologi Sumbawa seraya menyampaikan harapan mudah-mudahan MOU ini dapat dijaga, dijalankan, dipatuhi dan berkomitmen untuk menjalankan apa yang ada di MoU tersebut. 

“Terkait dengan penyelenggaraan S2, saya minta kepada Sekda dan Kepala BKPSDM, siapa pun aparatur S1 yang ingin melanjutkan S2 saya harap jangan dibatas-batasasi. Semua diberikan kesempatan, karena ini sangat penting dalam rangka membangun sumber daya yang memang sangat dibutuhkan di KSB. Di samping untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia juga terkait dengan apa yang ingin dicapai oleh daerah kita yaitu menyongsong era industrialisasi," ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa, sekarang ini di Kecamatan Maluk, aktifitas ekonomi sudah mulai menggeliat. Banyak sekali kegiatan yang sudah dilakukan disana. InsyAllah pembangunan Smelter sudah dimulai dengan pembangunan camp karyawan, dan insyAllah oktober tahun ini sudah mulai Ground Breaking

Kemudian pembangunan Bandara di Desa Kiantar, sekarang sudah dilakukan pemagaran, dan sedang dalam proses tender. InsyaAllah di akhir bulan ini sudah dapat dimulai Ground Breaking. Kemudian saat ini juga sedang berlangsung proses pembangunan pembangkit listrik tenaga gas 450 Mega, sudah ditenderkan dan kedepannya akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.500 orang. 

Terhadap hal tersebut, Bupati menegaskan bahwa, kita harus menyiapkan diri sehingga apa yang menjadi kecemasan dalam diri kita bahwa kita akan menjadi penonton di negeri sendiri, insyAllah tidak akan terjadi. Untuk memantapkan hal tersebut Bupati meminta kepada dinas terkait, “kalau perlu jalin kerjasama dengan perguruan tinggi, bisa saja dengan UTS, ITS, Unram, untuk penyiapkan program jangka pendek, mungkin kursus 4 bulan, 6 bulan, atau mungkin diploma yang bisa kita lakukan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja," kata Bupati.

Sementara itu, ditempat terpisah Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D mengungkapkan apresiasinya atas langkah hebat yang diinisiasi oleh Pemkab Sumbawa Barat. “Semester ini akan ada 50an mahasiswa asal KSB yang merupakan ASN akan melanjutkan pendidikan di Manajemen Inovasi UTS. Insyaallah dalam 1,5 tahun kedepan akan lahir 50 inovasi baru dari para ASN yang akan memajukan KSB.

Misinya hebat, Pemda KSB ingin melahirkan banyak inovator-inovator handal sebagai ujung tombak pemerintahan dan pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri. Terima kasih atas kepercayaannya kepada UTS. Kami UTS-Manajemen Inovasi siap dukung IPM NTB dan Indonesia," pungkas Rektor. 

Desa Labuhan Kertasari Dijadikan Sebagai Desa Wisata Bahari

Sumbawa Barat - Desa Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari (Dewi bahari). Penetapan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan dari anggota DPR RI komisi IV H. Muhammad Syafruddin, ST., MM, dan Raden Bambang A.N M.AppSc, Koordinator wisata Bahari dan BMKT. 

Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementrian Kelautan Perikanan RI, Selasa, (20/09/2022) yang bertempat di Pantai Balona Desa Labuhan Kertasari.

Dalam sambutan penerimaannya, Wakil Bupati Sumbawa Barat menyampaikan bahwa, saat ini pemerintah daerah terus berbenah, dan investasi terus bergerak di Kabupaten Sumbawa Barat. Beberapa program strategis yang dilaksanakan hari ini yaitu dukungan terhadap pembangunan Smelter di Kecamatan Maluk, dan pembangunan Bandara di Desa Kiantar. 

Wabub menyampaikan bahwa, Kertasari memiliki potensi yang laur biasa, tetapi tanpa dukunagn akses transportasi itu tidak mungkin akan berkembang. Oleh karenanya kami tergerak bersama Bupati untuk membenahi akses. Dalam kesempatan tersebut, Wabup memberikan pesan kepada Kepala Desa bersama warga.

“Touris yang ada di Desa Labuhan Kertasari ini haru bisa bekerjasama dengan warga setempat, agar dunia pariwista bisa menambah peluang kerja. Pak kades silahkan atur awig-awig. Jangan sampai kita jadi penonton di negeri kita sendiri. Saya juga berharap kepada masyarakat agar jangan menjual tanahnya. Cari cara lain, seperti disewakan misalnya. Jangan sampai tanah di Desa Labuhan Kertasari ini di kuasai oleh orang asing terus kita jadi penonton, kita mau beli tentu sulit karena pasti mahal," kata Wabup.

Wabup dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih Anggota DRI RI H. Muhammad Syafrudin yang telah memberikan program ini kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Sementara itu, Anggota DPR RI H. Muhammad Syafruddin, ST.,MM dalam kesempatan memberikan sambutan menyampaikan bahwa, kedepannya akan ada program baru lagi yang akan diberikan yaitu pembuatan produk dari tanaman mangrove. “Sekarang kita hanya mengenal tumbuhan mangrove hanya tempat tinggal kepiting, tetapi kita punya mangrove bisa dibuatkan Sirup mangrove. Kita bisa buatkan program inovasi dari KSB ini yaitu Sirup mangrove," ungkap Haji Rudi sapaan akrabnya.

Anggota DPR RI 3 periode tersebut, menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Desa Labuhan Kertasari. "Saya ada disini karena Bapak - ibu memilih saya, program ini ada karena Bapak ibu telah mempercayai saya duduk kembali sebagai anggota DPR RI. Bantuan senilai 397.000.000 dalam bentuk suport Desa Wisata Bahari ini saya berharap kita dapat membangun desa kita ini. Kita harus bisa update dan harus ada peningkatan. Kita harus bisa saling menjaga saling memberi tahu dan saling menjaga," tutur Haji Rudi. 

Sementara itu, Raden Bambang A.N MAppSc..Koordinator Wisata Bahari dan BMKT. Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementrian Kelautan Perikanan RI, menyampaikan pesan atas nama Dirjen bahwa, setelah pandemi Covid-19 kita dapat bangkit, itu tidak mudah, dan itu sangat penting sebagai program KKP yaitu bangkit pasca pandemi Covid-19.

"Ada kata kuncinya yaitu, ini tidak selesai sampai disini, ini justru kita mulai dari sini. Kedepannya diharapkan adanya kemandirian, ini hanya sebagai triger saja. Bersama kita maju dalam pengembangan, memacu agar stakeholder lain bisa ada sinergitas. Membangun bersama, basisnya yaitu dari master plant yang sudah dibuat sehingga nanti ada keberlanjutan. Dari apa yang kita lakukan hari ini, kita harus bisa menjalaninya secara konsisten agar kedepannya kita bisa menghitung outcam dari penyelenggaraan Desa Wisata Bahri Labuhan Kertasari," tutupnya. 

Menuju Kota Cerdas, Berbagai Pihak di KSB Tandatangani Komitmen Bersama

Sumbawa Barat - Sekretaris daerah (Sekda) Amar Nurmansyah, ST., M. Si menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang sudah memilih Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kabupaten cerdas.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat sebagai leading sektor dibantu oleh Kementerian Kominfo melaksanakan kegiatan bimbingan teknis penyusunan Master Plan Kota Cerdas (smart city), Roadmap dan program unggulan (Quick Win) Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2022.

"Setelah mengikuti empat kali tahapan, diharapkan para peserta bisa mengembangkan diri dan hasil dari Quick Win yang sudah dirumuskan semoga segera kita realisasikan," kata Sekda saat menutup kegiatan penandatanganan komitmen bersama Kabupaten Sumbawa Barat menuju Smart City di lantai III gedung Setda, Selasa, (20/9/2022).

Ia juga mengatakan, dalam mewujudkan kota cerdas (smart city) dibutuhkan komitmen bersama untuk menyamakan semangat, persepsi dan pandangan dalam mewujudkan smart city di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Termasuk stekholder-stekholder lain perlu mensmart diri. Kerja-kerja kolaboratif akan mengahasilkan KSB menjadi kota cerdas secara utuh dengan tetap adaptif melakukan kemajuan dan perkembangan.

Implementasi dari gerakan menuju kota cerdas di Kabupaten Sumbawa Barat, dilaksanakan berdasarkan asesmen Kementerian Kominfo pada tahun 2021 yang menetapkan Sumbawa Barat sebagai salah satu dari 50 Kabupaten/Kota yang mengikuti Gerakan Menuju Smart City Tahun 2022. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kepala daerah dalam implementasi gerakan menuju kota cerdas tahun 2022 berdasarkan MoU antara Bupati Sumbawa Barat dan Kementerian Kominfo pada 21 April 2022.

"Kegiatan Smart City terlaksana berkat dukungan anggaran yang berasal dari APBN melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia T.A. 2022 dan APBD melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat T.A 2022," jelas Sekda.

Ia menambahkan, dalam rangkaian kegiatan Gerakan Menuju Smart City tahun 2022 di Kabupaten Sumbawa Barat, telah dilakukan pembentukan Dewan Smart City dengan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor 188.4.45 919 dan Tim Pelaksana Smart City dengan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor 188.4.45 918 tahun 2022. Selanjutnya Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City diamanatkan untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Smart City yang dijadwalkan terlaksana sebanyak empat kali.

"Bimtek dilaksanakan sebanyak empat kali, yakni pada tanggal 20-21 Juni, 18-19 Juli, 29-30 Agustus, dan 19-20 September 2022 yang diikuti oleh tim pelaksana Smart City, perwakilan UMKM, Agen Gotong Royong (AGR), Akademisi dan Praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi," tambah sekda.

Ia mengungkapkan, kegiatan bimtek menghasilkan Dokumen Master Plan Implementasi Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) yang berisi program kegiatan pendukung terwujudnya Smart City di Kabupaten Sumbawa Barat, beberapa di antaranya merupakan program kerja unggulan Quick Win yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang.

Rangkaian kegiatan implementasi Gerakan menuju Kota Cerdas di KSB ini diakhiri melalui penandatanganan komitmen bersama penerapan gerakan menuju Kota Cerdas (Smart City) oleh pimpinan daerah, Forkompinda, Kepala OPD dan Stakeholder yang berasal dari PT. AMNT, PDAM, Perumda Barinas serta perbankan seperti BNI46, Mandiri dan NTB Syari’ah

"Semoga dengan bintek mindset berpikir dan tujuan menjadi kota cerdas bisa terlaksana. Stekholder harus memiliki komitmen bersama menuju ke arah Smart City untuk mencapai layanan paling purna untuk KSB," imbuhnya.

Hadir dalam acara ini, Dewan Smart City, Tim pelaksana Smart City, Sekretaris Daerah, Kapolres Sumbawa Barat, perwakilan Kodim 1628/SB, PT. AMNT, Kepala OPD, Camat dan Lurah.

Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Sumbawa Barat Lakukan Pendataan dan Pertemuan

Sumbawa Barat - Untuk mengantisipasi gagal panen, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memberikan asuransi kepada petani. Hal itu menyasar petani yang akan melakukan musim tanam dari bulan Oktober sampai Desember.

"Kami sudah antisipasi gagal panen, Dinas Pertanian sudah melakukan pertemuan dan pendataan terhadap tanaman yang diusahakan oleh petani terutama padi dan jagung," kata Kepala Dinas Pertanian KSB Ir. Muhammad Saleh, M. Si kepada media ini, Selasa, (20/9/2022).

Ia juga mengatakan, dinas Pertanian telah mengumpulkan seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan pendataan dan cek lapangan terhadap lahan pertanian yang akan diasuransikan.

"Kami melihat intensitas hujan dan cuaca yang tidak menentu dan sebagai langkah antisipasi bila terjadi gagal panen, diberikanlah asuransi usaha tani padi (AUTP)," jelas Kadis baru.

Dia menambahkan, target tanam dalam musim tanam Oktober sampai Maret seluas 7.358 hektar. Sementara yang diasuransikan sebanyak 5.000 atau 68 %. "Klaim asuransi bisa untuk gagal panen, bencana alam dan faktor hama penyakit," tambahnya.

Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim