Sholat Isya Keliling, Cara Kapolres Lombok Timur Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat - newsmetrontb

Wednesday, August 5, 2020

Sholat Isya Keliling, Cara Kapolres Lombok Timur Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat




Lombok Timur- Rabu ( 05/8) Pukul 19.30 wita bertempat di Masjid Baitul Amal desa Terara Kec Terara, Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio S.I.K., M.H., melaksanakan Shalat isya berjama’ah (masjid ke 107) dalam rangka silaturrahmi dan menyapa masyarakat secara langsung. 

Adapun sebagai imam H Ahmad Najip dan merbot Masjid Solihin. Turut hadir dalam sholat isya berjama’ah tersebut antara lain Kapolres Lotim, Kanit binmas Polsek Terara, Toga dan toma desa terara

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Lotim menyampaikan himbauan kepada jama'ah Masjid 
bahwa Indonesia bahkan dunia masih disibukkan dengan wabah covid 19, sampai sekarang masih belum di temukan vaksin untuk virus ini, setiap negara ataupun wilayah berbeda-beda dalam menangani virus covid 19. Menurut para pakar dengan mengunakan cara yang berbeda-berbeda antara lain : lockdown, PSBB, karantina mandiri, dan lain-lain

Setelah beberapa waktu cara-cara tersebut telah dilakukan namun oleh para pakar dinilai kurang efektif karena pertimbangan sosial, ekonomi, pembangunan dsb, sehingga saat ini para pakar di dunia saat ini menggagas konsep Era New Normal live yaitu di Indonesia diistilahkan sebagai Adaptasi Kebiasan Baru.

Konsep ini saat inilah yang digelorakan oleh seluruh umat di dunia. Dan negara-negara yg ada didunia ini pasti akan menyikapi konsep tersebut dengan cara atau teknis yang berbeda-berbeda.

Saat ini di Indonesia dalam menyikapi konsep ini adalah dengan menggelorakan perlombaan Kampung Tangguh, mengapa kampung? Karena seluruh umat manusia yg ada didunia ini asal tinggalnya adalah di kampung-kampung bahkan di monas ibukota Jakarta juga namanya kampung supaya seluruh masyarakat berdasarkan wilayah disegala penjuru tanah air semuanya bisa ikut serta tanpa terkecuali. 

Di Provinsi NTB Kampung Tangguh ini di Implementasikan oleh Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, SiK, MH dan telah disetujui Gubernur NTB dan Danrem NTB lebih spesifik lagi menjadi Lomba Kampung Sehat.

Arti dari kata sehat itu sendiri berarti; 
Steril, kampung tersebut bisa survive untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, yang zona merah jadi kuning, kuning bisa jadi hijau.

Ekonomi Produktif, kita semua beberapa waktu yg lalu mengalami situasi lockdown dan saat ini masyarakat Desa tersebut bisa menggeliat dengan cepat mengaktifkan aktivitas perekonomiannya secara cepat dan terarah dengan tetap menggunakan protokol Covid-19. 

Harmonis, masyarakatnya harus bisa bekerjasama di segala bidang antara lain : keamanan, gotong royong, penguatan ekonomi Desa, promosi lewat media sosial,hingga terjalin keharmonisan dalam ber masyrakat Yang tenang Dan damai. 

Asri, desa kita harus bersih dan kebersihan tersebut bisa kita ekspos lewat media-media sosial seperti FB, Twiter, IG, dan sebagainya. Untuk kepentingan masyarakat kita sendiri sehingga dapat terbangun masyarakat yang hoby berinovasi, hoby mempromosikan desanya sendiri, bangga dengan kebaikan desanya sendiri, tidak malah hoby mensiarkan hal-hal yg jelek atau aib-aib yang ada di Desanya sendiri. 

Tangguh, dalam segala hal, apabila ada bencana dapat survive melengkapi sarana prasarana nya sendiri utk kepentingan masyarakat didesanya.Dari masyarakat untuk masyarakat sendiri.

Himbauan Kapolres Lotim kepada jamaah masjid Baitul Amal untuk selalu mentaati protokol covid19 yakni selalu menggunakan masker, menjaga jarak, Dan mencuci tangan guna menekan laju virus covid19


" Kita saat ini berada di dua dunia yaitu Dunia nyata dan Dunia Maya, dulu zaman Bapak-bapak sekalian hanya di Dunia nyata saja, namun dengan berkembangnya zaman dan Teknologi, ada namanya Media Sosial dan beberapa sarana lain , sehingga ke dua dunia ini harus bisa kita kelola dengan baik, terjadinya komplik bisa disebabkan dengan adanya media Sosial atau Dunia Maya" Tuturnya.


Ia juga menambahkan banyak negara-negara diluar yang dulunya makmur, tentram seperti,suriah,irak,libanon,
Afghanistan,mesir Dan beberapa negara lainya, tapi karena provokasi dan berita-berita hoax dimedia sosial atau dunia maya sampai saat ini negara tersebut masih perang saudara. 

"saat ini masyarakat dinegaranya jangankan sholat berjemaah mau ambil air wudhu saja susah karna perang saudara yg diciptakan" tutupnya. (LNG04) 
@lombokepo

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments