HEADLINE NEWS

Djoko Rahmanto : " Masalah Radikalisme Marak Terjadi Dimana mana"


Lombok Barat - Kegiatan pertemuan kodim 1606/Lobar bersama instansi pemerintah dan elemen masyarakat merupakan yang pertama kali dilaksanakan demikian awal kata sambutan komandan kodim 1606/Lobar Letnan Kolonel (Czi) Djoko Rahmanto,SH pada kegiatan pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme/separatisme kita perkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi Pancasila guna cegah ancaman bahaya radikalisme/separatisme dalam mewujudkan alat juang pertahanan yang tangguh di ruang rapat kodim 16606/Lobar pada hari Selasa,23 Juli 2019.

Lebih jauh Djoko mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini bertujuan guna menjaga agar tetap tegak dan utuhnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Masalah radikalisme separatisme marak terjadi dimana mana baik didunia secara global maupun secara lokal di Indonesia sendiri. Pengaruh radikalisme yang merupakan suatu pemahaman baru yang dibuat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal yang cenderung melibatkan kekerasan. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan bisa mendapatkan ide ide guna mencegah bahaya terorisme ini.

Banyaknya korban jiwa yang sering ditimbulkan oleh terorisme ini mencegahnya bukan hanya tugas dari pemerintah daerah saja, namun seluruh komponen masyarakat termasuk TNI-POLRI, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para senior yang ada di wilayah ini harus terlibat didalam memerangi faham radikalisme/sparatisme. Tokoh pemuda, pemudi dan para pelajar  yang akan menjadi ujung tombak pembangunan juga menjadi ujung tombak didalam memerangi faham radikalisme/ sparatisme.

 Djoko juga berharap melalui kegiatan ini bisa memberikan masukan cara untuk mencegah masuknya faham radikalisme/sparatisme di wilayah kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. 

Djoko juga menyampaikan beberapa cara dan konsep untuk memerangi faham radikalisme/ sparatisme yaitu pertama memberikan pembekalan, pemahaman pendidikan dan ilmu pengetahuan kepada para generasi muda dengan baik dan benar  yang  masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dengan pendidikan agama, pengetahuan tentang adat istiadat dan budaya. kedua menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ketiga berperan aktif dalam melaporkan radikalisme. keempat menyaring informasi yang di dapatkan. Informasi tidak selamanya benar dan harus di cek ( hoax) agar tidak terjadi Provokasi dan adu domba. kelima ikut aktif mensosialisasikan pencegahan radikalisme/ sparatisme dan terorisme. Mensosialisasikan bukan berarti belajar tentang faham radikalisme namun upaya memahami apa itu radikalisme sehingga bisa mencegah ancaman radikalisme.
Mensosialisasikan pencegahan radikalisme ditengah masyarakat harus diketahui oleh aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Saat ini para pelaku terorisme memanfaatkan teknologi untuk melakukan teror, baiat yang merasa dirinya benar dan mengkafirkan orang lain. Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat merapatkan barisan, meningkatkan kerjasama seluruh komponen masyarakat, aparat kepolisian, Babinsa Kamtibmas maupun unsur aparat hukum.
[21.42, 23/7/2019] +62 878-6582-0252: Cegah Radikalisme, Kodim Undang Semua Elemen

Kodim 16606/Lobar mengadakan kegiatan pertemuan bersama dengan beberapa instansi dan elemen masyarakat diantaranya Kanwil Kemenag Prov NTB, Kemenag Kota Mataram, Lobar,KLU, satpol PP kota Mataram, Polres Mataram,Lobar,KLU, Tokoh agama dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut komandan kodim 16606/Lobar Letnan Kolonel (Czi ) Djoko Rahmanto,SH dan Narasumber kepala Kemenag Kota Mataram H.Burhanul Islam, Kepala Linmas Kota Mataram serta  perwira seksi ( pasi ) Intel kodim kapt.inf.Wayan  Sulendra,SH,MH

Melalui kegiatan pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme/separatisme kita perkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi Pancasila guna mencegah ancaman bahaya radikalisme/separatisme dalam rangka mewujudkan alat juang pertahanan yang tangguh, Letnan Kolonel ( Czi) Djoko Rahmanto dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat, unsur Babinsa,satpol PP serta kementerian agama untuk bersama sama mencegah terjadinya dan munculnya faham radikalisme/sparatisme di wilayah masing masing. Faham radikalisme sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila dan akan merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, NKRI adalah harga yang harus terus kita jaga bersama.

Kepala Kemenag Kota Mataram dalam penyampaiannya mengungkapkan bahwa pemerintah melalui menteri agama bahwa diindonesia adalah moderat beragama dan seimbang.Tidak ada agama di Indonesia yang mengajarkan kekerasan. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi dan dialog dengan para peserta terkait dengan radikalisme dan sparatisme

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *