HEADLINE NEWS

Wagub : Tidak Boleh Menakuti, Tapi Harus Tetap Waspada



Mataram - Angka kasus kematian pasien Covid-19 di NTB cukup tinggi, dimana hingga tanggal 15 Juni 2020 mecapai 40 orang.  Bahkan 13 kasus kematian yang ada murni karena Covid-19, bukan disertai komorbid, sehingga menjadi perhatian Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., didampingi Asisten lll, Dra. Hj. Bq Eva Nurcahyaningsih, M.Si.,  beserta Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam rapat di Ruang Anggrek, Kantor Gubernur NTB (16/6/2020).

Menurut Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini,  dalam kasus meninggal dunia perlu kehati-hatian kita semuanya. Setidaknya bisa menekan angka meninggal dunia di kota mataram dan Lombok Barat yang selama ini merupakan daerah dengan transmisi lokal yang jumlah kasus kematiannya paling banyak.

"Dengan kasus itu, menjadi catatan kita semua. Intinya kita semua mengajak masyarakat NTB untuk berhati-hati. Dengan catatan, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan tidak menakut-nakuti, untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegas Wagub perempuan pertama di tanah Bumigora ini.

Senada yang disampaikan Wagub, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, menyebutkan angka kasus meninggal dunia ini menjadi catatan bersama bagi seluruh elemen masyarakat yang ada di NTB untuk tetap waspada dan disiplin melakukan pencegahan. Eka menjelaskan, dengan cara yang sederhana yakni dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, menjaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan yang bersih, adalah langkah paling efektif yang dapat dilakukan oleh semua orang. 

Lebih lanjut, dr. Eka menilai, sejak diberlakukannya New Normal di beberapa tempat ibadah dan di pasar-pasar besar di Kota Mataram, tingkat kedisiplinan masyarakat terpantau mulai longgar serta mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 yang menjadi kunci dalam mencegah penularan virus ini.

"Lemahnya pengawasan dan kesadaran menjadi atensi kita semua. Bagaimana caranya strategi baru, memberikan sosialisasi edukasi dengan tidak menakut-nakuti masyarakat dalam mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti yang disampaikan Ibu Wagub tadi," ungkap dr. Eka.

Khusus Kota Mataram, menurutnya Kota Mataram awalnya cukup sigap dalam mengendalikan kasus Covid-19. Namun akhir-akhir ini sudah mulai kendor diakibatkan kasus di kota tidak turun-turun malah terus meningkat.

"Walaupun kondisi seperti itu, Dikes sendiri tetap memberikan dukungan berupa bantuan APD dan yang lainnya secara bertahap, dimana jajaran di puskesmas tetap jalan, tetap  mengedepankan protokol kesehatan. Salah satu kuncinya ada di pemangku kebijakan, karena ini semua butuh kerjasama semua pihak. Tidak hanya tim medis, termasuk pemerintah harus tetap berperan aktif memberikan edukasi, terlebih masyarakat harus sadar akan bahayanya Virus Corona," pungkasnya. (san@diskominfotikntb/LNG04)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *