HEADLINE NEWS

Diinisiasi Polresta Mataram, Empat Bapaslon Deklarasi Bersama Penerapan Protokol Kesehatan

 


Mataram—Untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan ditahapan Pilkada Kota Mataram terjadi lagi. Polresta Mataram mengumpulkan seluruh bakal pasangan calon (Bapaslon) Pilkada Kota Mataram. Keempat Bapaslon, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM), HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (MUDA), Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (SALAM), Baihaqi-Hj Baiq Ratu Diah Ratu Ganevi (BARU) seluruhnya menghadiri undangan kepolisian. Kepolisian juga mengundang ketua tim pemenangan masing-masing Bapaslon, bertempat di Hotel Golden Palace, Kamis (10/09/2020). Dikegiatan itu, kepolisian mempelopori deklarasi atau komitmen bersama penerapan protokol covid-19 pada seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada Kota Mataram. ‘’ Ini sebagai bentuk upaya kita ditengah pandemi covid-19 di Kota Mataram. Ke depan kita tidak ingin ada kejadian seperti sebelumnya. Karena adanya kekeliruan dalam melaksanakan tahapan pilkada yang kurang hati-hati. Justru kita khawatirkan akan bisa timbul klaster baru. Ini kita sama-sama buatkan komitmen untuk dipatuhi bersama,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto sebelum penandatangan deklarasi di Mataram. 

Komitmen bersama ini langkah cepat kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi kejadian sebelumnya. Yakni pada masa pendaftaran bapaslon ke KPU. Saat itu, karena masing-masing bapaslon menghadrikan ribuan massa. Semuanya dianggap melanggar protokol kesehatan. Guntur berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi ditahapan pilkada yang akan datang. Pemerintah pusat dan daerah juga sedang berjuang untuk pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. ‘’ Ini kita perlu satu visi dan misi. Tujuan kita sama, pilkada damai dan covid menurun,’’ bebernya. 

Di tengah pandemi covid-19, Kota Mataram harus melaksanakan pilkada. Guntur menilai, bapaslon adalah andalan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Karena bisa mengingatkan pendukung saat tahapan pilkada dilaksanakan. ‘’ Bapaslon ini semua andalan kami untuk mengingatkan masyarakat. Bapak dan ibu semua punya banyak pendukung. Tentunya kalau pendukungnya diingatkan covid semakin bisa ditekan,’’ pintanya. 

Guntur meyakini, saat proses pendaftaran bapaslon ke Kantor KPUD awal bulan ini. Masing-masing bapaslon sudah mengingatkan pendukung. Tapi antusiasme masyarakat begitu tinggi. Di tahapan pilkada selanjutnya. Masing-masing pendukung diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. ‘’ Kami mohon dengan sangat. Di tahapan pilkada selanjutnya mempedomani ketentuan yang ada untuk menekan penyebaran virus covid-19 di Kota Mataram. Saya bukan menggurui, tapi sama-sama mengingatkan. Mudah-mudahan hasilnya baik,’’ harapnya. 

Dandim 1606/Lombok Barat, Kolonel Arm Gunawan, S.Sos. M.T menyampaikan, deklarasi untuk bersama mengingatkan. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Gunawan meminta bapaslon dan tim pemenangan untuk mengikuti aturan yang ditetapkan. ‘’ Buat apa kita buat aturan kalau kita langgar. Mari kita sama-sama saling mengingatkan,’’ katanya. 

Gunawan juga meminta potensi-potensi yang memungkinkan terjadinya pelanggaran di tahapan pilkada berikutnya bisa diminimalisir. Dandim meminta agar massa atau pendukung yang dibawa di tahapan selanjutnya untuk dibatasi. Seperti saat pengambilan nomor urut ataupun debat antar calon maksimal dihadiri 50 orang untuk masing-masing pendukung calon. ‘’ Semua harus bisa diatur. Seharusnya juga ada sanksi. Tolong dijadikan penekanan kepada semua pihak yang berkontestasi. Jangan sampai yang menang meninggalkan riwayat yang tidak baik,’’ harap Dandim. 

Keempat bapaslon kemudian menandatangani deklarasi penerapan protokol covid-19 pada pelaksanaan tahapan Pilkada Kota Mataram. Kapolresta, Dandim 1606/Lombok Barat, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, dan ketua tim pemenangan masing-masing bapaslon turut membubuhkan tanda tangannya untuk deklarasi penerapan protokol covid-19.(LNG04)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *