Dapat Nilai 2,65, Sumbawa Barat Kabupaten Tertinggi Indeks SPBE di NTB - newsmetrontb

Wednesday, January 12, 2022

Dapat Nilai 2,65, Sumbawa Barat Kabupaten Tertinggi Indeks SPBE di NTB

Sumbawa Barat - Sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenpanRB) nomor 1503 Tahun 2021 tentang Hasil Evaluasi Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Hasil itu dikeluarkan tanggal 24 Desember 2021 yang menyatakan bahwa, berdasarkan hasil penilaiannya Kabupaten Sumbawa Barat mendapat Indeks SPBE (system Pemerintahan Berbasis Elektronik) sebanyak 2,65  dengan predikat baik disusul Lombok Barat 2,64 Predikat Baik dan berikutnya Kabupaten Lombok Tengah 2,37 predikat cukup.

Pencapaian pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terhadap indeks SPBE terkait tata kelola, pemanfaatan dan pengguna sistem informasi. Aspek yang dinilai yaitu domain, 3 domain meliputi kebijakan internal SPBE, tata kelola SPBE dan layanan SPBE dengan penilaian 7 aspek.

Aspek kebijakan internal tata kelola SPBE, kebijakan internal layanan SPBE, kelembagaan SPBE, strategi, perencanaan, teknologi informasi dan komunikasi, layanan administrasi pemerintahan berbasis dan layanan publik berbasis elektronik. Dari 7 aspek terdiri 35 indikator.

Drs. Burhanuddin, M.M selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat sangat bersyukur atas prestasi tersebut, karena perjuangan yang dilakukan oleh seluruh jajaran Diskominfo sekaligus berterima kasih atas dukungan Bupati, seluruh Dinas daerah dan dunia usaha serta masyarakat. 

"Dari semua yang dinilai, KSB urutan pertama dengan nilai 2,65 atau kualifikasi baik. Untuk tingkat se-Indonesia hanya 18 berkualifikasi baik termasuk KSB," jelasnya.

Menurutnya, bukan hanya menduduki rangking teratas di NTB yang patut disyukuri akan tetapi indeks SPBE dengan predikat BAIK ini telah ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) KSB tahun 2021-2026 untuk dicapai dalam tahun 2023, berarti kami telah mencapai target itu lebih awal. Selain itu kita menyadari bahwa ASN, dunia usaha dan masyarakat Sumbawa Barat bukanlah masyarakat gaptek (Gagap Teknologi) tetapi sebaliknya kita adalah masyarakat yang sangat adaptif dengan teknologi khususnya teknologi Informasi dan Komunikasi.

"Kita gampang sekali menerima perubahan khusunya transformasi digital yaitu perpindahan kebiasaan dari kebiasaan manual atau konvensional menjadi kebiasaan digital. Masyarakat kita sangat familiar dengan HP android, iOS dan bahkan sangat menerima pola pembayaran digital misalnya SMS Banking, transfer  dan lain-lain," kata HM Burhan.

Ia berharap kepada ASN, masyarakat dan dunia usaha agar terus memupuk literasi digital, sehingga mampu berperan dalam perubahan dari manual konvensional menuju digital (Transformasi Digital) ini, karena perubahan kearah digitalisasi adalah perubahan keniscayaan yang tidak bisa ditolak atau dihindari bahkan transformasi ini adalah transformasi yang tidak mungkin kembali seperti dulu.

Setelah SPBE mendapatkan indeks dengan kualifikasi baik. Maka, kementerian Kominfo RI memberi kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk masuk ke program Kota Cerdas (Smart City), sesuai Surat Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor B-003/DJAI/AI.01.04/01/2022 tentang Penyampaian Hasil Asesmen tanggal 3 Januari 2022.

Kabupaten Sumbawa Barat akan diberikan bimbingan dan arahan untuk membuat Master plan Kota Cerdas (Smart City). Dalam master plan itu nantinya akan dibuat Quick Win dan action plan berupa tahapan-tahapan untuk membangun sistem pembangunan berbasis teknologi Informasi. "Kami berkeyakinan bahwa melalui smart city kita akan masuk menjadi bagian dari Kabupaten modern dunia, KSB Baik yang baldatun toyyibatun ghofur," tutupnya. 
@lombokepo

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments