Kesejahteraan guru tinggal harapan? - newsmetrontb

Friday, November 4, 2022

Kesejahteraan guru tinggal harapan?

 


Kesejahteraan guru tinggal harapan?

Oleh: indri novita sarialang


Akhir-akhir ini tengah ramai pembahasan terkait RUU Sisdiknas. Pasalnya pemerintah akan menyusun RUU Sisdiknas yang akan menggabungkan tiga Undang-Undang sekaligus. Pada 30 agustus 2022, menteri pendidikan menegaskan bahwa RUU Sisdiknas ini akan menjadi RUU bersejarah. Nadiem menyatakan setiap guru bisa mendapatkan tunjangan tanpa memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Beliau juga menjelaskan saat ini, hanya guru dengan sertfikasi yang mendapatkan tunjangan profesi. Hal inilah yang diperbaiki lewat RUU Sisdiknas.(medcom.id)

Selain dukungan tak jarang kita temukan penolakan terkait hal tersebut. Salah satunya  pendapat sejumlah Fraksi di DPR. Mereka mengaku menolak RUU Sisdiknas masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) perubahan tahun 2022. Alasanya, terdapat sejumlah pasal yang dinilai kontroversi. Selain soal tunjangan guru, sejumlah pasal dalam RUU Sisdiknas dinilai tidak menjawab berbagai permasalahan pendidikan. (Beritasatu.com). 


Selain DPR, ribuan pimpinan pengguruan tinggi swasta (PTS) mengecam RUU Sisdiknas dan mengancam menggelar demo besar-besaran yang akan diadakan selama 3 hari pada 27 hingga 29 September 2022. (harianterbit.com). tepat pada tanggal 27 september 2022, masa dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (APTISI) melakukan demonstrasi di depan kantor kemendikbud, merek menuntut 3 perkara yang salah satunya terkait RUU Sisdiknas.


Wajah Sistem Kufur

Padahal harusnya RUU yang di buat oleh pemerintah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Bukan malah memenuhi kebutuhan para penguasa. Tetapi saat ini kebijakan yang dibuat oleh para pemerintah lebih memenuhi kebutuhan para pemilik modal. Sehingga tidak jarang RUU yang di susun malah membuat warga masyarakat menjadi lebih menderita. Bagamana hal demikian tidak terjadi, dalam system demokrasi, saat melakukan pemilu di butuhkan modal yang sangat besar untuk mencari dukungan. Sehingga tidak jarang para kandidat meminta dukungan dari para pemilik modal, yang tidak lain adalah para pengusaha. Akibatnya ada timbal balik yang mereka harus berikan kepada pemilik modal tersebut. Sehingga tidak jarang kebijakan yang merea buat harus mampu menguntungkan para pemilik modal.


Seluruh warga masyarakat sebenarnya telah geram terhadap kebijakan yang di buat oleh para pemimpin saat ini. Semakin lama waja para pemimpin kapitalis semakin jelas. Akan tetapi masyarakat tidak tau harus berbuat apa. Mereka juga tidak tahu solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan pemasalahan yang di hadapi  saat ini.


Perwujudan Sistem Islam

Padahal jelas di dalam sistem islam telah di contohkan seperti apa cara menyelesaikan permasalahan dengan baik dan tuntas. Dalam sistem islam kepentingan ummat yang paling utama. Jadi tidak jarang kesejahteraan ummat pada masa pemerintahan islam sangatlah luar biasa. Bukan hanya bagi umma muslim saja bahkan umat non muslim pun sangat merasakan dampak yang baik bagi keberlangsungan hidup mereka. Dalam pemerintahan khalifah umar bin khattab pernah akan di buat undang-undang tentang mahar bagi perempuan. Dimana isinya bahwa mahar itu akan di tentukan besarannya. Tetapi ada seorang masyarakat yang menolak hal tersebut, karena menurutnya itu akan memberatkan para lelaki. Sehingga kebijakan tersebut tidak jadi di terapkan. 

Begitulah salah satu contoh system islam yang begitu luar biasa. Mereka mendengarkan nasehat dan lebih mementingkan ummat dibandingkan dengan kepentingan mereka sendiri. Karena islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Tidak hanya membahas ibadah ritual semata, tetapi islam membahas seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan. 

Islam mengaturnya dengan sempurna. Membahas tentang pendidikan tentunya sangat erak kaitanya dengan peran seorang guru. Karena keberhasilan suatu pendidikan pasti di dukung dengan peran penting seorang guru. 


Guru yang berkualitas akan mempengaruhi kualitas muritnya. Dan murid yang berkualitas akan mempengaruhi kualitas suatu bangsa. Karena generasi inilah yang akan menentukan peradaban suatu bangsa. Sudah selayaknya guru itu harus di perhatikan. Sudah sepatutnya kebutuhan seluruh guru di penuhi oleh Negara. 

Ditambah dengan tunjangan hidup lainya. Agar guru tetap fokus dalam mendidik dan mengajar. Namun saat ini bahkan jangankan tunjangan, bahkan gaji bagi para guru honorer pun masih jauh dari kata layak. Saat kesejahteraan guru belum terjamin tentunya akan mempengaruhi kualitas mengajarnya. 

Akibatnya terbentuklah generasi yang kurang berkualias seperti saat ini. Berbanding terbalik pada masa pemerintahan islam. Di zaman pemerintahan umar bin khattab, gaji para guru 15 dinar atau setara dengan Rp. 51 juta. Dengan ini kesejahteraan guru teramat terjamin. Sehingga guru bisa fokus dalam mengajar dan mencetak generasi yang luar biasa. Harusnya kita bisa mencontoh keberhasilan yang telah di terapkan pada zaman islam. Karena saat semua di atur sesua dengan aturan allah maka kesejahteraan ummat pasti di dapatkan.

@lombokepo

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments