Newsmetrontb.com_ POLSEK GUNUNG SARI Desa Ranjok, Lombok Barat gelar pembentukan dan gaungkan Gerakan Anti Merariq Kodeq (GAMAK) bertempat di aula dan halaman desa dipenuhi perangkat wilayah, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga barisan pemuda dan remaja yang jadi sasaran utamanya.
Di tengah barisan itu, tampak Bhabinkamtibmas Desa Ranjok Aiptu Dewa Wirasmara dan Babinsa Serda Birul, kompak hadir mewakili sinergi TNI–Polri. Mereka duduk berdampingan dengan Kades Ranjok Khairil Anwar,
KUA Gunungsari H. Lukman, penyuluh PLKB Sri Ayuningsih, hingga Bidan Desa Diah Retno Pramesti. Total tamu dan peserta menyentuh puluhan orang, dengan fokus remaja Ranjok.
GAMAK sendiri, gerakan sosial untuk mencegah kawin lari anak dan pernikahan dini, lewat edukasi kesehatan reproduksi dan kesiapan mental. Bahannya serius, penyampaiannya ringan—ya biar nyangkut di kepala adik-adik remaja.
Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menegaskan komitmen jajarannya mengawal program-program berbasis perlindungan remaja dan anak.
Gerakan seperti GAMAK ini penting, karena masa depan desa ada di tangan generasi muda , Kami hadir memastikan kegiatan aman, sekaligus mendorong anak muda paham, bahwa pernikahan dini bukan hanya soal biologis, tapi mental dan kesiapan masa depan,” ungkap Kadek Ariawan.
Ia menambahkan, tugas kepolisian bukan hanya penegakan hukum, tapi juga pencegahan lewat pendekatan humanis.
Kalau mental, ilmu, dan arah langkah adik-adik itu kuat, maka Gunungsari makin kokoh sebagai desa yang religius, produktif, dan ramah bagi tumbuhnya generasi sehat,” ujarnya.
Dalam paparannya, GAMAK menyoroti dua hal besar -organ reproduksi yang belum siap dan kesiapan mental yang rentan terguncang jika menikah terlalu muda. Jadi anak muda diajak kenal dulu tubuhnya, pikirin dulu mimpinya.
Kades Ranjok, Khairil Anwar, pun sempat menyampaikan pesan awal sebelum narasumber memaparkan detail. “Kami berharap warga tua maupun muda,
jangan sampai mengenal, apalagi terlibat praktik yang berdampak buruk pada masa depan, termasuk pernikahan di usia yang belum siap. Mari sama-sama cegah demi Ranjok yang lebih baik,” ucapnya.
Sesi kemudian dibikin makin cair lewat tanya jawab. Ada yang nanya soal batasan usia ideal nikah, ada juga yang curhat gimana cara nolak tekanan teman sebaya. Paket komplit lah.
Sampai acara rampung, tak ada riak maupun kericuhan. Semua berjalan lancar, tertib, dan kondusif, ditutup dengan komitmen bersama lintas sektor, untuk melindungi remaja dari praktik merariq kodeq dan pernikahan dini.
Polsek Gunungsari pun kembali menegaskan, mereka siap selalu hadir di tengah masyarakat—bukan cuma saat masalah, tapi juga saat membahas solusi dan masa depan. ( red )
@lombokepo
