Newsmetrontb.com_ MATARAM NTB Dukungan terhadap munculnya figur muda dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat NTB terus bermunculan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Kali ini dukungan datang dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 yang menilai sosok Oke Wiredarme layak diperhitungkan dalam kontestasi perebutan kursi pimpinan Demokrat NTB.
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwono mengatakan kemunculan Oke Wiredarme menjadi fenomena politik yang menarik dalam dinamika internal Demokrat NTB. Sebab, untuk pertama kalinya mulai muncul figur eksternal muda yang secara terbuka menyatakan ketertarikan memimpin partai berlambang mercy tersebut.
Dalam banyak momentum Musda partai politik di daerah, figur yang muncul biasanya didominasi kader internal yang sudah lama berada dalam struktur. Tetapi kali ini berbeda. Kemunculan Oke Wiredarme menghadirkan warna baru sekaligus menunjukkan bahwa Demokrat masih memiliki daya tarik politik yang kuat,” ujar Didu, sapaan akrab Bambang Mei Finarwono, Jumat 22 Mei 2026
Menurutnya, munculnya figur eksternal dalam bursa Musda Demokrat tidak bisa dibaca hanya sebagai dinamika biasa. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Demokrat masih dipandang sebagai partai yang memiliki prospek politik jangka panjang di daerah maupun nasional.
Didu menilai, ketertarikan figur eksternal terhadap Demokrat tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono yang dinilai berhasil membangun wajah baru partai dengan pendekatan lebih modern, terbuka, dan dekat dengan generasi muda.
AHY hari ini bukan hanya Ketua Umum Demokrat, tetapi juga simbol regenerasi politik nasional. Itu sebabnya banyak figur muda mulai melihat Demokrat sebagai rumah politik yang relevan dengan perkembangan zaman,” kata mantan Direktur WALHI NTB ini.
Menurut Mi6, di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat perlahan keluar dari citra lama partai yang identik dengan elite politik senior dan mulai membangun identitas baru sebagai partai modern yang lebih inklusif terhadap generasi muda, kelompok profesional, dan kalangan intelektual.
Efek psikologis politik dari kepemimpinan AHY itu terasa sampai ke daerah. Anak-anak muda mulai merasa bahwa partai politik adalah ruang yang memungkinkan bagi mereka untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujarnya.
Demokrat Dinilai Membutuhkan Figur Ekspansif
Dalam analisisnya, Mi6 menilai tantangan partai politik saat ini tidak lagi sekadar mempertahankan basis suara tradisional. Partai politik, termasuk Demokrat, dinilai harus mulai memikirkan strategi ekspansi politik dengan menjangkau pemilih muda, pemilih rasional, dan kelompok masyarakat produktif.
Didu mengatakan, dalam konteks itu, kemunculan Oke Wiredarme menjadi relevan dengan kebutuhan politik Demokrat NTB ke depan. Oke dinilai mewakili figur muda dengan pendekatan progresif serta memiliki keberanian masuk dalam ruang politik yang selama ini cenderung didominasi elite lama.
Kalau Demokrat ingin tumbuh lebih besar di NTB, maka partai ini harus mulai membuka ruang terhadap figur yang mampu berbicara dengan generasi baru pemilih. Politik sekarang berbeda. Pemilih muda lebih tertarik pada figur progresif, komunikatif, dan memiliki rekam jejaring sosial yang luas,” katanya.
Mi6 berpandangan, pemilih muda saat ini tidak lagi terlalu terikat pada politik patronase seperti masa lalu. Pemilih generasi baru lebih melihat kapasitas figur, kemampuan komunikasi publik, kedekatan dengan masyarakat, serta gagasan yang ditawarkan.
Karena itu, menurut Didu, partai politik membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kemampuan membangun resonansi di ruang publik.
Partai politik hari ini membutuhkan figur yang mampu menghubungkan struktur partai dengan aspirasi generasi baru. Ini penting karena komposisi pemilih Indonesia sekarang didominasi anak muda,” ujarnya.
Oke Wiredarme Punya Pondasi Kuat
Selain faktor usia, Mi6 juga menyoroti latar belakang Oke Wiredarme sebagai pengusaha muda dan pimpinan organisasi advokat. Menurut Didu, kombinasi tersebut menjadi modal sosial dan politik yang cukup penting dalam membangun kepemimpinan partai modern.
Pengalaman organisasi penting, tetapi hari ini partai politik juga membutuhkan kemampuan manajerial, kemampuan membangun jaringan, dan kemampuan membaca perubahan zaman. Saya melihat Oke memiliki modal itu,” katanya.
Mi6 menilai pengalaman sebagai pengusaha memberikan kemampuan membaca dinamika ekonomi masyarakat dan membangun jejaring lintas kelompok. Sementara pengalaman di organisasi advokat dinilai membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi.
Politik modern membutuhkan figur yang adaptif. Bukan hanya piawai dalam konsolidasi internal, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang baik,” ujar Didu.
Momentum Regenerasi Politik Demokrat NTB
Mi6 berpandangan, kemunculan figur eksternal seperti Oke Wiredarme juga harus dibaca sebagai bagian dari momentum regenerasi politik di tubuh Demokrat NTB. Dalam banyak kasus, stagnasi partai di daerah terjadi karena minimnya regenerasi dan kurangnya keberanian menghadirkan figur alternatif.
Menurut Didu, partai besar seharusnya tidak alergi terhadap munculnya figur baru. Justru keterbukaan terhadap tokoh eksternal menunjukkan kepercayaan diri partai dalam membangun kompetisi yang sehat.
Dalam politik modern, kompetisi gagasan jauh lebih penting dibanding sekadar senioritas. Kehadiran figur baru harus dipandang sebagai energi baru bagi partai,” tegasnya.
Mi6 juga menilai pernyataan Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron yang meminta kader membuka ruang bagi tokoh eksternal merupakan sinyal kuat bahwa Demokrat sedang membangun kultur politik yang lebih inklusif.
Menurut Didu, langkah tersebut merupakan strategi realistis partai dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin dinamis. Partai politik tidak bisa hanya mengandalkan pola kaderisasi tertutup apabila ingin berkembang lebih besar.
Partai besar itu bukan partai yang takut terhadap tokoh baru. Justru partai besar adalah partai yang percaya diri membuka ruang kompetisi sehat,” katanya.
Mi6 menilai Demokrat NTB membutuhkan figur yang mampu menghadirkan energi baru di tengah publik. Sebab, tantangan politik ke depan akan semakin berat, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku pemilih yang semakin kritis dan dinamis.
Partai politik sekarang tidak cukup hanya mengandalkan loyalitas tradisional. Harus ada kemampuan membaca isu publik, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, dan menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan rakyat,” ujar Didu.
Dalam analisisnya, Mi6 menyebut keberanian Oke Wiredarme menyatakan diri siap maju juga menunjukkan adanya optimisme politik dari kalangan muda terhadap masa depan Demokrat.
Ini menarik. Ketika ada figur muda eksternal yang tertarik masuk dan bahkan siap bertarung di Musda, itu artinya Demokrat masih dianggap memiliki masa depan politik yang menjanjikan,” katanya.
Mi6 menilai, jika Demokrat NTB mampu mengelola momentum regenerasi dengan baik, maka partai tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu kekuatan politik dominan di NTB dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Didu, regenerasi tidak cukup hanya soal pergantian figur, tetapi juga menyangkut perubahan cara berpikir partai dalam menghadapi tantangan politik masa depan.
Regenerasi itu bukan hanya mengganti orang lama dengan orang baru. Tetapi bagaimana menghadirkan cara berpikir baru, energi baru, dan strategi baru untuk menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Meski demikian, Mi6 menilai dinamika Musda Demokrat NTB masih sangat cair. Sejumlah nama internal partai disebut tetap memiliki peluang kuat. Namun kemunculan Oke Wiredarme diyakini akan memberi warna berbeda dalam kontestasi tersebut.
Paling tidak, publik mulai melihat adanya wacana baru tentang regenerasi kepemimpinan partai di NTB. Dan itu sesuatu yang positif bagi demokrasi internal partai,” Pungkas Didu. ( red )
@lombokepo

