Wagub : Anak NTB Harus Tahan Banting dan Mau Bekerja Keras - newsmetrontb

Tuesday, March 26, 2019

Wagub : Anak NTB Harus Tahan Banting dan Mau Bekerja Keras

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd melakukan pemantauan UNBK
Mataram - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd melakukan pemantauan pelaksanaan ujian nasional berbasis computer (UNBK), di SMK Negeri 6 Mataram, Senin (25/03).

Dalam pemantauan tersebut Umi Rohmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Drs. H. M. Suruji, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Mataram Ridha Rosalina, beserta tenaga pendidik di SMK 6 Mataram.

Dalam proses pelaksanaan UNBK, Umi Rohmi mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu. Ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk memback up jika terjadi kemungkinan terburuk. Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai teganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya.

Wagub mengingatkan agar anak-anak zaman sekarang harus lebih diperhatikan perkembangannya secara psikologi. Ia menambahkan saat ini yang terpenting menamkan sikap kepercayaan diri dan ethos kerja. Karena yang utama saat ini adalah mempersiapkan mental siswa untuk bersaing dan berjuang.

"Jika mental sudah terbangun dalam pendidikan kita, saya yakin mereka akan survive. Jangan lembek jadi anak NTB, harus kuat, harus tahan banting, harus mau bekerja keras", ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Drs. H. M. Suruji berharap agar peluang untuk anak-anak bekerja setelah tamat, salah satunya melalui kerjasama Pemerintah Provinsi bersama ITDC yang selama ini sdh terjalin dapat dimanfaatkan. ITDC atau Indonesia Tourism Development Corporation akan memfasilitasi praktek, termasuk juga dengan memberikan tenaga pendidik.

"Alhamdulillah, ITDC tidak hanya pariwisata, untuk pertanian juga ITDC menyiapkaan lahan 10 hektar untuk praktek budidaya tanaman", jelasnya.

NTB memiliki masa depan yang cerah jika dilihat dari perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, sumber daya manusianya harus disiapkan dan diasah agar nantinya tidak menjadi penonton akan hingar bingar pembangunan.

Kepala bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah siswa yang mengukuti UMBK se-NTB sebanyak 2.051 siswa, data saat ini masih diikuti 100%, karena sampai dengan pelaksanaan ujian, belum ada data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti ujian.

Untuk mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan Genset untuk memback up agar tidak terjadi gangguan dalam pelasanaan UNBK.

Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.

"Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian", jelasnya. 

(Amre)
@lombokepo

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments