HEADLINE NEWS

Sambut Tahun Baru 2020, Karang Taruna Desa Mertak Gelar Beragam Atraksi

Lombok Tengah - Dua ribu dua puluh Masehi sudah tiba hari ini, beragam perhelatan di lakukan di berbagai negara bahkan diseluruh dunia, tak terkecuali Desa Mertak yang merupakan salah satu desa yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. 

Pemuda dan masyarakat setempat dari akhir tahun 2019 kemarin sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tahun baru 2020, mulai dari berdo'a, atraksi api, balap sampan dan perbaikan sarana prasarana yang terdapat di Desa tersebut.

Atraksi tarian api sendiri di laksanakan tepat di detik-detik tibanya tahun baru 2020 yang di pentaskan oleh dua orang mahasiswa Sekolah Tinggi Parwisata Mataram yang merupakan salah satunya adalah pemuda Desa Mertak sendiri. Pertunjukan ini cukup menakjubkan dan menghibur para tamu yang menginap di Hotel TWA Gunung Tunak.

Moment tahun baru ini betul-betul dimanfaatkan oleh Pemuda Desa Mertak, Salah satunya pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di bawah komando Rata Wijaya selaku manager.
Perayaan tahun baru dimanfaatkan untuk membuka beberapa titik baru di dalam kawasan, seperti pantai teluk ujung dengan jalur forest healing, sari goang yang terkenal dengan pantainya yang unik, bile sayaq, dan pusat penangkaran rusa yang menjadi Salah satu atraksi paling favorit.


Namun adapun salah satu atraksi yang di selenggarakan oleh pemuda yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat dan para kompetitor ialah balap sampan. Balap sampan merupakan salah satu ajang olahraga yang sangat di nanti-nanti oleh masyarakat Mertak baik oleh para joki sampan maupun masyarakat yang tidak sabar untuk menyaksikan perlombaan bulanan ini.

Batu berang dusun serenang kali ini kembali terpilih sebagai lokasi balapan sampan yang pertama untuk tahun ini yang di selenggarakan oleh forum pemuda Serenang Generation (SG). Ketua panitia Radian Hasan menuturkan bahwa peserta balap sampan tahun ini cukup banyak dan berasal dari berbagai dusun di Desa Mertak.

Walaupun hujan hujan yang di tawarkan seadanya dan lokasi di guyur hujan tak membuat surut para panitia dan peserta untuk mempending kegiatan tersebut bahkan para penonton malah terus bertambah berduyun-duyun datang kelokasi untuk menyaksikan olahraga bergengsi tersebut.

Rusdi selaku ketua Karang Taruna Meraje Kesume Desa Mertak memaparkan bahwa balapan sampan merupakan kegiatan olahraga yang rutin dilaksanakan di Desa Mertak dari dulu di berbagai titik teluk, mulai dari pantai Awang, Bumbang, Dondon dan juga batu berang. "balap sampan merupakan tradisi kami dari dulu, sebelum ada mesin ketinting generasi-generasi sebelum kami balapan memakai dayung" tuturnya.

Ia juga memaparkan ada banyak nilai historis yang terkandung dalam kegiatan tersebut selain dari melatih skil dalam mengemudi sampan maupun manfaat sehat.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pujut Sri Anom Putra Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan teman-teman Karang Taruna Desa Mertak dalam menyambut Tahun Baru 2020. Menurutnya yang di sambut bukan tahunnya, namun berkah yang datang dari para wisatawan yang berkunjung ke Desa Mertak. Ia berpandangan bahwa masyarakat atau pemuda khususnya harus memberikan kesan yang positif terhadap para wisatawan yang berkunjung ke Desanya sehingga wisatawan tersebut kedepan berkeinginan kembali lagi berkunjung dan bisa saja membawa wisatawan yang lain, lebih-lebih persiapan untuk menyambut 2021. 

"Kalau saya, 2020 merupakan tahun bagi masyarakat Mertak atau pemuda khususnnya untuk mempersiapkan diri mauapun wadah untuk menyambut 2021, di tahun 2021 ada apa, saya kira kita semua tau jawabannya" candanya.

Lebih khusus Anom yang juga merupakan pemuda Desa Mertak menanggapi tradisi balap sampan, ia mengakui tradisi tersebut merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Desa Mertak karena di laksanakan hampir tiap bulan di pantai-pantai yang terdapat di Desa Mertak. 

"Balap sampan atau Dayung sampan merupakan salah satu olahraga di Desa Mertak yang cukup di gemari oleh masyarakat kami, mungkin karena Desa kami memiliki garis pantai terpanjang di Lombok Tengah yang terdiri dari 30 persen dari keseluruhan garis pantai Lombok Tengah atau bisa juga karena memang masyarakat kami yang mayoritasnya Nelayan. Dan InshaAllah Balapan sampan ini juga merupakan persiapan kita untuk menyambut 2021, artinya akan menjadi salah satu atraksi yang akan di sajikan sehingga penonton yang ratusan ribu itu berkunjung tidak untuk menonton balapan sepeda motor saja namun juga untuk menonton Dayung Sampan atau balapan sampan" Harapnya

Anom juga berpesan kepada Karang Taruna Desa-Karang Taruna Desa (KTD) di Desa lain yang terdapat di kecamatan Pujut selaku wadah pemuda juga jangan jenuh untuk mencari potensi desa masing-masing dan selalu berkreasi dan berinovasi. 

"KTD-KTD di Desa Lain kami harap juga untuk tidak jenuh untuk mencari potensi Desa masing-masing, kalau bisa satu Desa satu potensi atau produk yang di tawarkan mengingat Motto GP ini terdapat di Lombok Tengah atau Pujut Khususnya" Tutupnya

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *