HEADLINE NEWS

Bendungan Tiu Suntuk, Dengan Dana 1,4 T Mulai Dibangun Di KSB

Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada Senin, (17/2) telah mengadakan acara GroundBreaking pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene KSB sekaligus merefleksi 4 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat.

Kepala BWS Nusa Tenggara 1 Dr. Hendra, ST., MT dalam sambutannya mengharapkan bendungan Tiu Suntuk yang dapat menampung 56 juta air perkubik dapat mengatasi banjir di kota Taliwang dan dapat menyuplai air pertanian, sebagai air baku dan bisa sebagai pembangkit listrik.

Bendungan Tiu Suntuk bisa menampung air sebanyak 56 juta meter kubik bersama dengan penyelesaian bendungan bintang bano yang direncanakan selesai 2021 dapat mengatasi banjir di KSB, bisa juga sebagai penyuplai air baku, irigasi dan menahan banjir dan pembangkit listrik. Bendungan Tiu Suntuk yang akan dibangun setinggi 58 Meter, panjang  362 Meter. Bendungan Tiu Suntuk dapat menyuplai air irigasi pertanian seluas 1.743 hektar dan air baku 68/detik dan potensi listrik 810 kilo Watt Awer.

Proses pengadaan bendungan Tiu Suntuk nantinya akan membangun bangunan pangelak, tubuh bangunan utama, bangunan elektor mekanikal, bangunan pengambilan dan elektrikal bendungan. Paket kedua masih proses lelang yang meliputi pekerjaan skil way, fasilitas umum dan jalan infeksi.

Dia mengharapkan pelaksanaan bendungan ini bisa lebih cepat diselesaikan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kejaksaan, TNI dan Polri. Ia meminta dukungan dari masyarakat Brang Ene agar bendungan ini bisa diselesaikan dengan waktu yang ditentukan, Semoga sesuai dengan kuatitas dan kwalitas yang telah ditargetkan.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan masyarakat KSB akan menjadi saksi sejarah GroundBreaking Pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene KSB. Bendungan ini merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan bahwa adanya pembangunan bendungan.

Untuk pembangunan ini dibutuhkan pengorban daerah sebanyak 122 Milyar, Pemerintah pusat pada gelombang 16 pertama memasukkan bendungan Tiu Suntuk. Dia menyampaikan sealin kado pembangunan Tiu Suntuk, ada kado spesial lain yaitu kado tentang program perioritas, Keputusan Presiden telah memasukkan Kecamatan Maluk pada RPJMN menjadi kawasan industri, ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan dapat menyerap tenaga kerja sebagai kiblat ekonomi KSB.

Manfaat bendungan Tiu Suntuk dapat menampung 56 juta meter kubik air, dengan nilai proyek 1,4 Triliun mampu mengairi lahan pertanian, pembudidaya ikan, penyuplai listrik tenaga air, suplai air bersih masyarakat dan obyek pariwisata. Ini menjadi suksesnya pembangunan jalan yang sudah diperioritaskan seperti jalan aspal, jalan api, jalan air, jalan angin. Terlahir membangun jalan pikiran atau mainsite masyarakat Sumbawa Barat.

Dia berharap agar semua pihak dapat berkerja sama yang baik. Kami dari pemerintah tidak mungkin mengorbankan masyarakat. Namun investasi tetap jalan demi keberhasilan pembangunan di KSB.

"Mari mundur satu langkah, untuk kita melompot jauh kedepan," harap Bupati.

Ia mengatakan, tidak ada proses yang menghambat pembangunan Tiu Suntuk. Pemerintah daerah, Kepolisian, TNI dan Kejaksaan serta masyarakat kompak mendukung bendungan ini. Masyarakat menaruh harapan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dapat memberdayakan kontraktor lokal.

Ia mengharapkan untuk memberdayakan kontraktor lokal agar kontraktor lokal bisa membangun kerjasama yang baik. Pemda berharap sinergitas dan kekompakan kita tetap terjalin baik, pertahankan untuk daerah semakin maju.

Ir. Jarot Widuyoko, SP 1 Direktur Jendral Sumber daya Air Kementerian PUPR menjelaskan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka dibuatkan bendungan di KSB.

Di Seluruh Indonesia ada 201 bendungan dibangun, Proses pembangunan ada 46 sehingga total 247 bendungan, khusus NTB dipulau Lombok 32 buah, pulau Sumbawa 40 buah pembangunan bendungan. Pulau Lombok ada 1 proses pembangunan dan Sumbawa ada 3 buah pembangunan bendungan di pulau Sumbawa.

"Periode 2015-2019 Pemerintah melalui Kementerian PUPR sudah membangun 61 bendungan di bangun se Indonesia, 15 sudah selesai dan 4 bendungan proses pelaksanaan," tuturnya.

Dengan dibangun 2 bendungan ini dapat mereduksi banjir di kota Taliwang. Dengan dana yang beredar Triliun di KSB, maka banyak manfaat dari pengerjaan bendungan. Dia mengapreasi atas pekerjaan Bupati KSB dan Bupati sebelumnya.

Ia mendukung untuk kontrak lokal bisa disinergikan dengan dua perusahaan yang memegang proyek bendungan ini yaitu perusahaan Nindia karya dan Bahagia Bangun Nusa.

Mamfaat bendungan Tiu Suntuk untuk air baku dan pembangkit listrik, air baku untuk masyarakat dan industri. Di jumlah dari bendungan bintang bano dan Tiu Suntuk kurang lebih 600/perdetik dapat menampung 500 ribu orang. 

Dia mengapresiasi dukungan masyarakat dan Bupati yang mendukung pembangunan Tiu Suntuk. Ia meminta dengan Kejaksaan, Kepolisian dan TNI tolong dikawal jajaran kami. Pembangunan Tiu Suntuk semoga lancar sesuai dengan yang direncanakan.

Hadir dalam acara itu, Ir. Jarot Widuyoko, SP 1 Direktur Jendral Sumber daya Air, perwakilan Kapolda, perwakilan Kejati NTB, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, Wakil Bupati Fud Syaifuddin, ST, Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar, Wakil Ketua DPRD, Wakapolres Teuku Ardiansyah, SH, perwakila Kajari, perwakila Dandim 1628/SB, Kepala Dinas, Kepala Badan, tokoh agama, tokoh pemuda, agen-agen pemberdayaan gotong royong, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan. (LNG05)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *