newsmetrontb: Pendidikan
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, August 13, 2023

Menjawab Tantangan Ekonomi Generasi Z, Mumtaz Consulting Institut Menggelar Seminar Tentang Investasi Digital Berbasis Syariah

 


MATARAM - Dalam upaya menanamkan pengetahuan para generasi muda atau generasi Z tentang investasi, Mumtaz Consulting Institut (MCI) menggelar seminar nasional di Universitas Mataram (UNRAM). 


Seminar yang bertajuk "Generasi Z Cerdas Berinvestasi Digital" berbasis syariah ini dipaparkan langsung oleh para narasumber yang merupakan pakar dan ahlinya di bidang ekonomi, keuangan dan bisnis IsIam. 


Selain menghadirkan ketiga narasumber melalui zoom meet yang berkompeten ini, yakni Asisten Peneliti Bank Indonesia Shalahuddin Al-Ayyubi, Penggiat Pasar Modal Syariah Faried Kurnia Rahman dan Direktur Mumtaz Consulting Institut Dr. Nurizal Ismail, seminar ini juga dihadiri oleh pemateri dari kalangan pegiat literasi yang masih muda yakni Abdul Fatah. 


Direktur Mumtaz Consulting Institut, Dr. Nurizal Ismail mengatakan bahwa seminar atau literasi tentang investasi digital ini sangat penting bagi generasi Z, karena saat ini jumlahnya sudah mencapai 27,94 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan potensi yang sangat besar ini generasi Z diharapkan dapat berperan bisa membangun Indonesia. 


"Generasi Z besar sekali potensinya, maka karena itu kalau kita tidak arahkan kepada yang lain malah menjadi masalah terhadap pembangunan Indonesia kedepan", kata Dr. Nurizal, Sabtu 12 Agustus 2023.


Dia juga menjelaskan, bahwa di era digital ini perlu pengetahuan; perlu literasi; sehingga apa yang akan dilakukan nanti atau pada masa sekarang ini generasi Z bisa meraihnya dan dapat berkontribusi untuk Indonesia. 


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof. Dr. Sitti Hilyana mengatakan seminar ini sangat bermanfaat untuk generasi muda dan terutama bagi mahasiswa yang nanti akan bisa menangkap peluang-peluang kerja! karena dia bisa mandiri tidak bergantung pada pekerjaan yang belum jelas, katanya. 


Dicontohkannya, saat ingin menjadi pegawai negeri dan disaat begitu banyak alumni; kita berkompetisi mendapatkan peluang-peluang yang sangat kecil, dan penerimaan pegawai negeri kan sangat kecil! nah sisanya itu dia bisa memainkan peran didalam menjawab tantangan kebutuhan kerjanya. 


Jadi dengan ilmu yang akan diberikan ini tentu akan membuat horizontal berpikirnya semakin lebih lebar, bahwa kedepan dia tidak perlu menjadi pengangguran tapi cepat merespon bahwa mau melakukan aktivitas yang bernilai ekonomi dan tentu ruang-ruang yang kosong di kepalanya itu bisa terisi dengan ide-ide cemerlang yang menjadi dunia kerjanya nanti. 



"Ini sangat luar biasa, saya pikir bukan hanya mahasiswa unram yang harus mendapatkan ini; bila perlu semua mahasiswa bahkan siswa SMA pun perlu dibekali dengan materi materi seperti ini", kata Wakil Rektor Unram Bidang Akademik ini. 


Dan salah satu peserta seminar dari mahasiswi Unram, Sitti Barotul Sakinah mengaku baru sekarang mengetahui tentang adanya investasi berbasis syariah, dan menurutnya seminar ini sangat bermanfaat baginya, karena sebelumnya dia pernah menjadi korban penipuan investasi bodong ketika masih belajar investasi. 


"Jadi adanya seminar ini bisa membantu mahasiswa untuk menambah wawasan terkait dengan investasi, karena saat ini maraknya investasi bodong dan bisa jaga-jaga tentang investasi tersebut, bisa menghindari investasi investasi yang tidak terdaftar di OJK", kata Sitti.

Thursday, September 22, 2022

Tim Pengabdian Unram Lakukan Sosialisasi Literasi Digital dan Digital Marketing

Sumbawa Barat - Universitas Mataram (Unram) melakukan sosialisasi Literasi Digital dan Digital Marketing melalui tim pengabdian kepada masyarakat prodi Sosiologi Universitas Mataram Tahun 2022.

Tim pengabdian program studi Sosiologi Universitas Mataram melakukan sosialisasi literasi digital dan digital marketing yang mengambil lokasi di kawasan pantai wisata “Mutiara” di pulau Kaung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa pada awal bulan September 2022 lalu. Dalam kesempatan tersebut, ketua tim pengabdian Dr. Taufiq Ramdani, S.Th.I., M. Sos menekankan tentang, pentingnya peran warga pada segala lini dan segmen untuk melek tentang literasi digital dan digital marketing, karena penguasaan akan hal tersebut dapat menghantar seseorang pada kesempatan untuk mendapatkan potensi-potensi ekonomi melalui perdagangan digital sekaligus menghindarkannya dari ancaman (Threats) dan dampak negatif yang mengancam. 

"Ada cukup banyak kasus, dimana karena seseorang tidak memahami strategi dan prosedur yang aman di dalam berliterasi digital akhirnya terjebak dalam kasus hukum UU ITE, dan beberapa di antaranya bahkan menjadi korban penipuan serta peretasan melalui media digital," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, ada salah satu sisi yaitu sisi terciptanya peluang (opportunity), potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan masyarakat setempat baik yang bersumber dari laut, pesisir pantai, serta segenap khasanah sosial-budaya serta tradisi yang mereka miliki dapat berfungsi sebagai sumber kekuatan (Strong), yang mana dengan semakin meluasnya dan terdifersifikasinya system perdagangan digital maka tercipta peluang ekonomi yang luas, salah satunya peluang untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan bagi ekonomi keluarga.

Dimana untuk saat ini mungkin belum termanfaatkan secara optimum disebabkan masyarakat belum sepenuhnya paham tentang strategi perdagangan digital. Tidak adanya upaya untuk meng”edukasi” masyarakat pesisir dan perdesaan tentang literasi digital dan digital marketing inilah yang menjadikan mereka semakin terjebak dalam kelemahan (Weekness) dalam menghadapi system perdagangan dan interaksi sosial-ekonomi yang kian global dan serba digitalistik. 

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui digital marketing untuk meningkatkan daya jual dan jangkauan ekonomi masyarakat, bahkan yang di perdesaan atau pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk pulau kaung. Itulah yang menjadi urgensi dilakukannya sosialisasi literasi digital dan digital marketing pada tahun ini oleh tim pengabdian Program Studi Sosiologi Universitas Mataram," pungkasnya.

Saturday, September 17, 2022

Tunjangan Profesi Guru Bakal Dihapus, PGRI Minta Kemendikbudristek Jujur dan Terbuka


Jakarta - Upaya meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kualitas guru seperti disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dalam video “Kupas Tuntas Isu Kesejahteraan Guru dalam RUU Sisdiknas”, patut diapresiasi. Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, melalui pernyataan pers yang dikirimkan ke berbagai media, Kamis, 15 September 2022.

Meski demikian, lanjut prof. Unifah, ada beberapa catatan mengenai paparan tersebut, antara lain: pertama, Penghapusan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang kemudian digabung dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional. Hal itu merupakan sesuatu yang memprihatinkan karena tidak ada lagi penghargaan kepada guru yang jumlahnya 3,1 juta orang sebagai sebuah profesi.

"Padahal profesi lainnya diakui dalam sebuah Undang-Undang (UU) seperti UU 18/2003 tentang Advokat, UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran, UU 38/2014 tentang Keperawatan, UU 11/2014 tentang Keinsinyuran serta berbagai profesi lainnya. Penghapusan guru sebagai sebuah profesi, menihilkan pengabdian serta kerja keras guru yang selama ini dengan tulus ikhlas bertugas diseluruh pelosok negeri untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Bagi kami UU Guru dan Dosen adalah Lex Specialis Derogat Legi Generali bagi profesi guru," tegas Prof. Unifah.

kedua, seiring dengan penghapusan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tunjangan profesi guru juga bakal dihapuskan. Penghapusan tunjangan profesi guru adalah kebijakan yang sangat menyakitkan dan merendahkan. Tunjangan profesi bukan sekedar persoalan uang, tetapi sebuah penghargaan dan penghormatan negara terhadap profesi guru.

"Guru merasa bangga karena profesinya diakui dan dihormati negara. Menyangkut tunjangan profesi, memang dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Sisdiknas Pasal 145 Ayat (1) dinyatakan, 'Setiap guru dan dosen yang telah menerima tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan/atau tunjangan kehormatan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebelum Undang-Undang ini diundangkan, tetap menerima tunjangan tersebut sepanjang masih memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan', namun dalam pandangan kami, frasa 'sebelum undang-undang ini diundangkan', artinya tunjangan profesi guru akan hilang, jika RUU Sisdiknas ini diundangkan," imbuh Prof. Unifah meragukan niat dari kebijakan yang akan diberlakukan itu.

Jika Kemendikbudristek bersungguh-sungguh akan tetap memberikan tunjangan profesi guru (TPG), demikian Unifa, maka frasa 'sebelum undang-undang ini diundangkan' harus dihapus. "Penghapusan ini sekaligus agar substansi RUU Sisdiknas tidak bias dan multi tafsir serta ada jaminan guru tetap menerima tunjangan profesi. Lebih dari itu, Kemendikbudristek perlu menjelaskan secara secara jujur dan terbuka, mengapa muncul pemikiran untuk menghapus tunjangan profesi guru," jelasnya.

Ketiga, Kemendikbudristek secara lisan menyatakan, pemberian tunjangan untuk guru Aparatur Sipil Negara akan mengacu kepada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) berupa tunjangan fungsional. Meski demikian, ketentuan ini tidak tercantum secara eksplisit dalam RUU Sisdiknas. Hanya disampaikan secara lisan.

Selain itu mesti disadari, tunjangan profesi berbeda dengan tunjangan fungsional yang melekat dalam jabatan/kepangkatan seseorang. Adapun tunjangan profesi guru landasan hukumnya sangat kuat yakni Pasal 16 Ayat (1) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang berbunyi, 'Pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (1) kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik…'. Kemudian pada Pasal 16 Ayat (2) ditegaskan, tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja dan kualifikasi yang sama.” Karena tidak dinyatakan secara tertulis, menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru apakah Kemendikbudristek bersungguh-sungguh akan memberikan tunjangan 'fungsional' untuk guru?

Jika besaran tunjangan profesi diikat oleh undang-undang sebesar satu kali gaji, bagaimana dengan tunjangan fungsional? Selama ini tidak pernah ada penjelasan dari Kemendikbudristek, apalagi dinyatakan secara tegas dalam undang-undang sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru. Kekhawatiran ini bisa dipahami, karena ketentuan yang sudah tertulis secara tegas dalam undang-undang pun tidak dilaksanakan.

Misalnya, dalam Pasal 82 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan, guru yang belum mendapat sertifikat pendidik wajib memiliki sertifikat pendidik paling lama 10 tahun sejak Undang-undang tersebut diberlakukan. Artinya, persoalan sertifikat pendidik mestinya sudah selesai pada tahun 2015. Kenyataannya, Kemendikbudristek mengakui sampai 2022 masih ada 1,6 juta guru yang belum mendapat sertifikat pendidik.

"Jadi, siapa yang lalai dalam menjalankan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen? Begitupun janji untuk mengangkat satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kenyataannya jauh dari pernyataan yang dulu disampaikan dengan sangat manis?" tanya Prof. Unifah.

Keempat, lebih memprihantinkan lagi guru-guru sekolah swasta. Pengaturannya akan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tidak ada lagi kekhususan untuk dunia pendidikan dan profesi guru, melainkan disamakan penghasilannya dengan buruh. Selain itu Kemendikbudristek mengesampingkan atau tutup mata terhadap kondisi sekolah swasta di Tanah Air.

"Tidak semua sekolah swasta kondisinya baik secara ekonomi. Banyak sekolah swasta yang kondisinya memprihatinkan, namun dilandasi semangat pengabdian yang tulus para pengurusnya, mereka tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi. Kemdikbudristek memang menjanjikan akan memberikan tambahan Biaya Operasional Sekolah (BOS) kepada sekolah-sekolah swasta tersebut. Namun bagi kami BOS itu adalah anggaran dari peserta didik untuk peserta didik, penggunaannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah, bukan diperuntukan bagi gaji guru," urai Prof. Unifah dalam press release yang ditandatangani bersama Sekretaris Jenderal PGRI, Drs. H.M. Ali. H. Arahim, M. Pd.

Berdasarkan paparan di atas, kata Prof. Unifa, pihaknya meminta agar tunjangan profesi guru tetap diberikan kepada guru dan dinyatakan secara tegas dalam Undang-undang Sisdiknas. PGRI sangat setuju dan berkomitmen untuk mendukung Kemendikbudristek dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Karena itu Pedidikan Profesi Guru (PPG) tidak dilakukan dengan metode yang rumit, namun melihat kompetensi dan profesionalisme guru di kelas.

Sertifikasi harus merupakan bagian integral dari pengembangan profesi guru. Guru harus terus-menerus mendapat pelatihan terstruktur yang diselenggararakan oleh lembaga khusus dan professional. Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sudah selayaknya tunjangan profesi guru tidak dihapuskan. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas guru, sistem pembinaan profesi yang harus diperbaiki.

"Melalui kedua langkah tersebut, kita mengharapkan akan tercipta guru-guru yang sejahtera dan berkualitas sehingga akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Patut diingat oleh pemerintah bahwa PGRI akan terus berjuang demi kemaslahatan guru sebab kami memiliki berbagai argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara historis, filosofis, akademis, dan empiris mengenai urgensi TPG bagi keberlangsungan profesi guru. Jujur dan terbukalah Mendikbudristek kepada kami para guru!" tegas Prof. Unifah menutup pernyataan pers-nya.

Thursday, June 23, 2022

HI UNRAM Gelar Seminar, Harap Masyarakat 'Melek' Literasi Pembangunan


Lombok Tengah - HI Unram Menggelar seminar di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dengan tema "Peningkatan Daya Saing Pelaku Industri Pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Melalui Skema Rantai Nilai". Diadakan Seminar dengan tema tersebut bertujuan penyadran, melek terhadap literasi pembangunan, serta tahu hak dan kewajiban sebagai Masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Alfian Hidayat selaku ketua dari penelitian ini.

''Masyarakat 'aware'. Yang kedua, harapan kami untuk melek literasi pembangunan itu. Dia punya literasi diplopmen; (yang semacam) tahu haknya, tahu kewajibannya, tahu posisinya," terangnya.

Acara yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai perwakilan ini; seperti perangkat desa, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, pelaku industri, dan sebagainya ini juga ikut terlibat langsung dalam diskusi. Ada dialog dalam bentuk tanya-jawab antara perserta dengan pemateri yang dari Dosen HI Unram selaku penyelenggara. Perserta mengeluhkan persoalan KEK Mandalika yang sampai saat ini masih belum tuntas urusannya dan beberapa kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat setempat. 


Sebagai pihak yang bertugas memberikan pamahaman akan hak dan kewajibannya, HI Unram memberikan respons-respons dan masukan. Selian itu, 
"Kalau mereka enggak aware, maka di-ware-kan, kalau dia tidak melek, tidak literasi pembangunan, (mereka) tidak tahu ini apa yang datang di sini (wilayah KEK Mandalika), dismis informasi yang kental," jelas Alfian Hidayat, salah satu Dosen HI Unram.


Selain sebagai yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, HI Unram juga sebagai media yang menjembatani masyarakat setempat dengan pihak yang dekat glhunungannya dengan pengelola KEK Mandalika. Dalam hal ini HI Unram menghadirkan Lalu Alamin, selaku Direktur SWIM untuk memberikan materi dan dialog dua arah. (mai)

Wednesday, January 26, 2022

Mahasiswa KKN Tematik Unram Adakan Sosialisasi Pengembangan Usaha Tenun Pringgasela


Lombok Timur - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNRAM melaksanakan Sosialisasi terkait pengembangan usaha tenun dan implementasi media sosial sebagai aksesbilitas marketing di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (26/01/2022) 


Sehubungan dengan kondisi pandemi covid-19 belum berakhir, menyebabkan hampir seluruh daerah merasakan dampak perubahan ekonomi yang cukup signifikan, salah satunya pada sektor rumah tangga. Oleh karena itu, Mahasiswa Tematik Unram yang melaksanakan kegiatan KKN di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur mengadakan kegiatan sosialisasi terkait pengembangan kewirausahaan pada tenun yang merupakan potensi di Desa Pringgasela guna memperbaiki perekonomian masyarakat Desa Pringgasela serta menambah jiwa kewirausahaan.


Sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN Tematik UNRAM ini lebih fokus membahas terkait pemasaran melalui sosial media. Sosial media merupakan salah satu media pemasaran yang cukup efisien dan efektif dalam kegiatan promosi serta cakupan konsumen yang sangat luas. Oleh karena itu, sosial media menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak digunakan pengusaha kecil maupun pengusaha besar dalam mempromosikan berbagai macam produk. Adapun sosial media yang digunakan pada sosialisasi ini adalah Instagram, facebook, serta platform lainnya seperti website.



Kegiatan sosialisasi ini diadakan di Galeri Tenun Pringgasela dan dihadiri oleh Sekretaris Desa, kelompok tenun Pringgasela dan masyarakat lainnya serta beberapa tokoh masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi ini. Muhammad Rezi Zulyan Wahyudi selaku Marketing Manager Of Youth Brandstorming Program dari organisasi pembinaan UMKM ditunjuk sebagai pemateri yang akan menjelaskan terkait dengan pentingnya media sosial sebagai aksesbilitas marketing.


“Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman KKN atas gerakannya, inspirasinya, ataupun bimbingannya kepada kami atau kelompok kami khususnya yang ada di Desa Pringgasela ini untuk membantu kami baik di dalam bidang pemasaran ataupun jenis lainnya”, ucap pak Maliki dalam sambutannya selaku pendiri Galeri Tenun Desa Pringgasela.


“Kemudian terkait dengan produk yang dihasilkan merupakan salah satu produk yang memang sangat bernilai tinggi sebenarnya, cuma memang yang menjadi permasalahan disini dari desa belum ada regulasi khususnya terkait dengan sistem penjualan dan pemasaran”. Ucap pak Imam Sanjaya dalam sambutan selaku sekretaris desa Pringgasela. 


Selain pemberian sosialisasi dan edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan dibukanya sesi tanya jawab pada pertengahan acara, dengan adanya sesi tanya jawab ini peserta sosialisasi diharapkan dapat memberikan suasana yang interaktif antara pemateri dan peserta sosialisasi serta menjawab pertanyaan dari seluruh peserta atau audience.


Dengan adanya sosialisasi ini masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha tenun terutama di bidang marketing atau pemasaran sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Desa Pringgasela.


Friday, September 17, 2021

Libatkan Berbagai Pihak, SMKN 1 Brang Ene Sukses Laksanakan Bimtek

Sumbawa Barat - SMKN 1 Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk petani, Senin (13/9). Kegiatan yang merupakan program dari Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Ketahanan Pangan itu, diikuti oleh puluhan petani yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Kepala SMKN 1 Brang Ene, Nurjihad, S.Ag., M.Pd saat jumpa pers mengatakan, kegiatan Bimtek digelar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para petani yang ada di Sumbawa Barat. Hal tersebut juga bagian dari upaya mendorong peningkatan hasil produksi dan penerapan teknologi pertanian untuk para petani. 

"Melalui SMKN 1 Brang Ene, kita ingin kemampuan dan kapasitas petani dalam berusaha tani terus meningkat. Termasuk dalam transfer teknologi kepada petani sehingga dapat bekerja secara professional, mandiri, modern, serta bisa bersaing secara global," katanya. 

Dalam kegiatan kali ini, SMKN 1 Brang Ene melibatkan beberapa pihak. Mulai dari Dirjen Ketahanan Pangan Kementan RI, DPR RI Komisi IV, Polbangtan, BPTP NTB, Fakultas Teknik Pertanian UTS, Dinas Pertanian KSB dan Dikbud NTB. Kegiatan Bimtek ini juga, kata Nurjihad, menjadi salah satu langkah bagi SMKN 1 Brang Ene memaksimalkan kemitraan dengan berbagai pihak. 

"Selain dari unsur pemerintah, kita juga libatkan praktisi pertanian dari UTS. Pesertanya juga adalah orang tua siswa yang berprofesi sebagai petani. Jadi sengaja kita libatkan, agar orang tua paham bahwa sekolah ini bukan sekolah biasa. SMKN 1 Brang Ene akan selalu berfikir bagaimana menyuguhkan yang terbaik, sehingga menjadi sekolah yang diperhitungkan," bebernya. 

Seperti diketahui, ada Empat materi yang disampaikan oleh para narasumber. Untuk materi pertama disampaikan oleh perwakilan Dikbud NTB, dengan materi sinergitas pendidikan vocasional dengan program pembangunan pertanian di Sumbawa Barat. Materi kedua disampaikan oleh praktisi pertanian UTS, dengan materi pengembangan teknologi hasil pertanian. Sementara untuk pemateri tiga dan empat, disampaikan oleh perwakilan Dinas Pertanian KSB dengan materi teknis dan materi lanjutan.

Dalam pantauan media, siswa SMKN 1 Brang Ene juga memamerkan karya hasil pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan di kegiatan Bimtek. Sementara itu, para petani yang menjadi peserta tampak antusias dalam mengikuti pelaksanaan Bimtek ini. Selain mereka mendapatkan ilmu dan inovasi baru yang disampaikan oleh para narasumber, mereka juga dapat berbagi dan menyampaikan harapan mereka kedepannya, demi kemajuan pertanian di Sumbawa Barat. 

Wednesday, June 9, 2021

MTs Negeri Lombok Utara Siap Menerima Siswa Baru

penerimaan siswa – siswi baru MTs Negeri Lombok Utara 

Lombok Utara. Kemenag_KLU. Cikal bakal MTs Negeri Lombok Utara akan segera terbentuk dan rencananya penerimaan siswa – siswi baru MTs Negeri Lombok Utara akan dimulai ditahun 2021 ini. Untuk sementara lokasi belajar akan di titipkan di MTs Sunan Kalijaga sambil menunggu selesai dibangunnya ruang belajar dan ruang guru yang direncanakan akan selesai 6 bulan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara dalam hal ini Seksi Pendidikan Islam M. Nurul Wathani bersama panitia sedang membuat spanduk penerimaan Siswa – Siswi Baru MTsN Lombok Utara. Hal ini disampaikan ketika menjadi Pembina apel pagi kamis, 09 Juni 2021 di Halaman Kantor Kemenag KLU.

Perhatian masyarakat terhadap pembangunan MTs Negeri Lombok Utara ini sangat besar hal ini dilihat dari banyak bantuan – bantuan dari masyarakat seperti pasir, tanah urug dan material lainnya pengerjaan pembangunannya dilaksanakan secara gotong royong. 

M. Nurul Wathani merasa sangat optimis pembangunan MTsN Lombok Utara ini akan berjalan lancar mengingat masyarakat Kabupaten Lombok Utara sudah lama menunggu terbentuknya MTs Negeri Lombok Utara dan mendapat dukungan dari semua pihak dan juga tenaga pengajar yang berstatus PNS sudah memenuhi dan akan membantu bagi guru PNS yang ada di kabupaten Lombok Utara yang selama ini stamingkalnya ada di luar kabupaten Lombok Utara.

M. Nurul Wathani meminta kepada masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya di MTs Negeri Lombok Utara untuk tahun 2021 ini sudah bisa mendaftarkan dan akan menjadi siswa – siswi pertama MTs Negeri Lombok Utara.

M. Nurul Wathani juga menyinggung beberapa hal terkait pondok pesantren yang sampai saat ini belum memiliki AKUN hal ini berdasarkan evaluasi.

“ Hasil evaluasi kami dari seksi pendidikan islam, kondisi kami di seksi pendis bahwa ramah kerja pakis jarang kami sentuh kami lebih focus pada penmad ( pendidikan madrasah ) sehingga kondisi dipondok pesantren jarang sekali kami bisa masuk sehingga sampai sekarang ini masih ada 24 pondok pesantren yang ternyata semuanya tidak ada akunnya. Dievaluasi kami semua pondok pesantren itu belum ada akun karena memang operator pondok pesantren biasanya operator madrasah yang lebih mementingkan data madrasah karena dimadrasah ada BOS sementara di pondok pesantren tidak ada. Dimadrasah ada sertifikasi sedangkan di pondok pesantren tidak ada. Sehingga EMIS Pondok pesantren sampai sekarang tidak ada akunnya  “ Ungkap M. Wathani

Lebih Jauh, Wathani mengungkapkan kedepannya tim dari dari Seksi Pendis akan berkeliling mengunjungi seluruh Pondok Pesantren untuk segera dibuatkan akun. Walaupun minimnya staf di seksi pendidikan islam, dirinya berharap tidak akan menghambat proses pembuatan akun ponpes tersebut. M.Wathani akan mengumpulkan pondok pesantren guna diberikan sosialisasi supaya akun ponpes ini segera terbentuk di masing – masing ponpes, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari nantinya.

Tuesday, June 1, 2021

Kyai Zul : Warga KSB Harus Lebih Terbuka Wawasannya


Sumbawa Barat - Kabupaten Sumbawa Barat adalah daerah yang banyak potensi sumber daya alamnya, kita patut bersyukur dengan banyaknya sumber alam tersebut yang mempunyai nilai tambah ekonomis, baik untuk membuka lapangan kerja baru, peningkatan ekonomi, tumbuhnya sektor parawisata, hal ini harus didukung dengan masuknya para investor yang mau berinvestasi didaerah ini. 

Salah satunya, rencana keberadaan bandar udara (Bandara) yang menjadi agenda besar pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, mestinya mendapat dukungan dari berbagai pihak, Hal itu, dikatakan oleh mantan Bupati Sumbawa Barat periode 2005-2015, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM kepada media ini, (01/06).

Buya zul panggilan akrabnya, menilai bahwa, keberadaan dan manfaat bandara sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat dan banyak multiplayer efeknya bagi masyarakat Kiantar pada khususnya dan masyarakat Sumbawa Barat pada umumnya.

"Sebelum bandara tersebut berjalan, ada tahapan perencanaan, pembangunan dan operasional. Didalam sebuah pekerjaan dan proyek apapun selalu ada manfaat dan mudharatnya, namun saya melihat dengan keberadaan bandara lebih besar manfaatnya," ungkap Buya Zul yang saat ini menjadi Rektor Universitas Cordova Indonesia.

Ia juga menjelaskan, dengan keberadaan bandara akan besar penggunaanya bagi masyarakat yaitu, membuka lapangan pekerjaan, pengguna jasa bandara, pengembangan destinasi pariwisata, dampak ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, pengguna jasa transportasi lain dan tidak kalah pentingnya konektivitas dengan dunia luar.

Ia berharap agar semua masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, mendukung keberadaan bandara, karena tidak ada alasan mendasar untuk kita menolak, karena lebih banyak manfaat dari mudharanya. "Saya menyambut dengan gembira, rencana pembangunan bandara di Kiantar, mudahan-mudahan ini bisa lancar, sosialisasinya maksimal dan harga pembebasan lahan menguntungkan rakyat.

Dia juga berpesan kepada rakyat Sumbawa Barat agar lebih terbuka wawasannya, dengan melihat manfaat lebih besar tentang keberadaan bandara. Nantinya pasti ada multiplayer efek dari bandara itu sendiri. "Semoga semua masyarakat KSB bisa mendukung keberadaan bandara tersebut," tutup Buya Zul. (LNG05)

Polres KSB: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kelanir Sukseskan STBM dan Lomba Kampung Sehat


Sumbawa Barat.- Anggota Babinsa 1628-03/seteluk dan Bhabinkamtibmas Desa kelanir Bripka Akhyar anggota Polsek Seteluk melakukan gotong royong bersama warga membuat peresapan limbah cair rumah tangga untuk menuntaskan program STBM pilar ke 4 dan 5 bertempat di Dusun lawang Desa kelanir Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.Pada selasa (01/6/21).

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono,SiK,.MH melalui Kasi Humas polres Sumbawa Barat IPDA Eddy Sobandi,S.Sos mengatakan, kegiatan ini merupakan TNI dan polri bersinegi mendukung program 100 Hari Bupati Sumbawa Barat untuk menuntaskan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pilar ke 4 dan 5 tersebut.

"Pilar 4 adalah Pengelolaan limbah sampah rumah tangga dan pilar 5 adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga.Disamping itu Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk mensukseskan lomba kampung sehat jilid 2 yang merupakan gagasan Pak Kapolda NTB"kata Eddy

Kasi Humas Eddy menambahkan, Program STBM dan Lomba kampung sehat merupakan program yang selaras agar masyarakat bisa berprilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), begitu juga dengan kampung sehat untuk mencegah dari penyebaran Covid19 diwilayah kita.

"Kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengajak kepada masyarakat agar selalu sama sama menjaga kebersihan lingkungan serta keamanan dan ketertiban masyarakat agar wilayah tetap kondusif"jelasanya

Sambung Eddy, apabila terjadi gangguan Kamtibmas segera laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas atau kepolisian terdekat, agar dilakukan tindakan oleh pihak berwajib, diharapkan masyarakat tidak main hakim sendiri.(-)

Pembukaan MTQ XXIX Tingkat Kecamatan Batukliang Utara, Polisi Siapkan Pengamanan


Lombok Tengah, NTB - Jajaran Polres Lombok Tengah melalui Polsek Batukliang Utara bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Pol PP dan BKD siap melakukan pengamanan selama kegiatan keagamaan itu berlangsung.

Kegiatan MTQ XXIX Tingkat Kecamatan Batukliang Utara dimulai sejak Selasa Tanggal 01 Juni 2021 Pukul 21.10 Wita di halaman Kantor Camat Batukliang Utara, dibuka Plt Sekda Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Idham Khalid, M. Pd.

 MTQ  XXIX Tingkat Kecamatan Batukliang Utara tahun ini mengangkat tema "Kita tingkatkan semangat generasi milenial yang Qur'ani".

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Loteng yang diwakili oleh Plt Sekda Drs. H. Lalu Idham Khalid, M. Pd, Camat Batukliang Utara,  H. Lalu Wiraningsun, Kapolsek Batukliang Utara IPTU Sri Bagyo, Danpos Ramil Pelda Ainul Fikri, Kepala KUA Batukliang Utara H. Masri, Ketua LPTQ Kecamatan Batukliang Utara Ustaz Munawarudin, SH, Ketua MUI Kecamatan Batukliang Utara H. Muzakkir Walad, Kepala UPT se Kec Batukliang Utara, Kepala Desa Se-Kec. Batukliang Utara, Toga, Toma, Toda dan dihadiri oleh sekitar 100 Orang.

Ketua Panitia, Muh. Ifkan, S. Pd dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Camat BKU yang telah menunjuk Desa Teratak sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tahun ini untuk tingkat kecamatan Batukliang Utara.

"Seharusnya MTQ ini dilaksanakan di Kantor Desa Teratak, namun berhubung Kantor Desa lahannya sempit karena itu tempat acara kami pindah ke Kantor Camat Batukliang Utara," kata Ifkan.

Dikatakan Ifkan, Dewan Hakam terdiri dari 24 orang, untuk Majelis 1 arena utama halaman Kantor Camat diikuti Cabang/golongan Tartil, Tilawah anak-anak, Tilawah Remaja dan Tilawah Dewasa, Majrlis 2 Masjid Al-Ikhlas Pediti Teratak (Cab. HIFZIL QUR'AN Golongan 1 juz & tilawah, 10 juz), Majelis 3 TPQ RAHMANIYAH Pediti bertempat di rumah Drs. Salim, untuk cabang Fahmil Qur'an dan Syarhil Qur'an. Majlis 4 PAUD KHUDWATUN HASANAH. Nunggal untuk cabang 5 juz dan tilawah, 20 juz dan 30 juz. Ada 22 Cabang dan golongan  yang dimusabaqahkan dengan jumlah peserta 206 orang baik perorangan dan beregu.

Menurut Ifkanz Kegiatan MTQ ini dimaksudkan untuk memelihara dan mengembangkan serta menyebarkan Al Qur'an dan hadis sebagai spirit dalam membangun bangsa dan negara.

Sementara itu, Camat Batukliang Utara Lalu Wiraningsung usai melantik para dewan hakim mengucapakan syukur dan terima kasih kepada semua yang telah bahu membahu mempersiapkan acara MTQ tingkat Kec. Batukliang Utara," ucap Camat Lalu Wiraningsun.

Lalu Wiraningsun berharap, dalam MTQ tingkat kecamatan ini mendapatkan duta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Batukliang untuk berlomba ke tingkat kabupaten nanti.

Dikatakan Camat Lalu Wiraningsun, untuk mata lomba MTQ tahun ini tidak dikurangi akan tetapi kita laksanakan secara khusus, untuk MTQ di wilayah Kec. Batukliang Utara sekaligus sebagai ajang silaturrahmi dan mencari bibit bibit Qori Qoriah. 

"Mudah-mudahan wakil dari Batukliang Utara sukses bukan saja sukses di tingkat Kabupaten tetapi sampai Nasional bahkan Internasional," harapnya.

Plt. Sekda Kab. Lombok Tengah H. Lalu Idham Khalid yang sekaligus membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIX Tingkat Kec. Batukliang Utara yang mengucapkan selamat datang kepada para kafilah yang dilihatnya penuh semangat yang terpancar dari wajah setiap tampilan yang hadir.

"Bagi kita Al-Qur'an merupakan pedoman hidup yang mencakup segala aspek kehidupan Al Qur'an adalah instrumen penting umat Islam untuk keluar dari fase penuh kegelapan menuju fase-fase yang terang benderang," ucap Idham Khalid.

Dijelaskannya, Al Qur'an menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya menghadirkan kemajuan bagi manusia dan alam sekitarnya Al Qur'an memberi petunjuk agar manusia mengembangkan dan menggunakan akal sebagai kekuatan dalam mempelajari rahasia rahasia alam semesta untuk kemaslahatan umat manusia.

"Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an oleh Allah SWT adalah untuk menjadi pedoman bagi manusia dalam hidupnya sebagai hamba dan hamba yang paling mulia, serta yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa," jelas Idham Khalid.

Idham Khalid juga menegaskan, Al Qur'an membentuk manusia beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian yang bekerja keras, tangguh, mandiri, cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani serta bertanggung jawab.

"Jangan lupa selama kegiatan berlangsung untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga kita semua dari terhindar dari Virus Covid 19. Kami juga menitip pesan kepada dewan Hakam agar memberikan penilaian yang seadil-adilnya. Insya Allah dengan begitu apapun hasil akan diterima dengan lapang dada oleh para peserta," imbau Idham Khalid.

MTQ XXIX tingkat Kec. Batukliang Utara diikuti oleh 8 Kontingen diantaranya :

1. Kontingen Mas-Mas

2. Kontingen Setiling

3. Kontingen Aik Berik

4. Kontingen Teratak

5. Kontingen Aik Bukak

6. Kontingen Lantan

7. Kontingen Karang Sedemen

8. Kontingen Tanak Beak

MTQ XXIX tingkat Kec. Batukliang Utara akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 2 sampai dengan 5 Mei 2021.

Thursday, May 27, 2021

Polresta Juara Lomba Posko Operasi Ketupat Rinjani 2021


Mataram - Polresta Mataram sukses meraih juara Posko terbaik dalam Lomba Posko, Pospam/Posyan/ dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Rinjani 2021 yang diselenggarakan oleh Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal,SIK, MH. Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda NTB di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (27/05/2021).

Dari hasil penilaian yang dilaksanakan sejak pekan lalu, Polresta Mataram berhasil meraih juara I. Lalu Juara II diraih oleh Posko Polres Lombok Timur. Untuk juara III diraih oleh Posko Polres Sumbawa. Dalam penilaian Polda NTB, Polresta Mataram untuk Posko Ketupat meraih 15 Poin. Itu merupakan Poin maksimal di satu kategori. Adapun yang menjadi kriteria penilaian dalam Lomba Posko, Pospam/Posyan/ dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Rinjani 2021 meliputi 5 Aspek Siap, yaitu pertama Siap Pilun, kedua Siap Posko, ketiga Siap Personel, ke empat Siap Sarpras dan terakhir siap Anggaran. Tim penilai menentukan nilai maksimal dari ke 5 aspek tersebut.

Dalam kegiatan penyerahan Penghargaan bagi para juara diserahkan langsung oleh Kapolda NTB. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD NTB, Danlanal Mataram, Denpom AU, Kadiskes NTB, Kasat Pol PP NTB, Kepala Asabri Mataram,  PJU Polda NTB dan Seluruh Kapolres/Kapolresta se Jajaran Polda NTB.  

Dalam sambutannya, Kapolda NTB mengatakan, Institusi Polri khususnya Polda NTB memberikan apresiasi terhadap Posko serta Pospam/Pelayanan/Terpadu yang telah berkolaborasi dalam membantu Provinsi NTB pada pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2021 guna memperketat Protokol Kesehatan pada saat menjelang Lebaran hingga pasca Lebaran guna meminimalisir penularan Covid-19 pada masyarakat. Ini menunjukkan pesan bahwa aksi kolaboratif ini ditunjukkan demi mendedikasikan diri kepada Masyarakat, Bangsa dan Negara. Pos-pos tersebut harus tetap menunjukkan yang terbaik, baik dari sisi tampilan maupun Aplikasinya. " Kami menilai Pos-pos tersebut telah melakukan yang terbaik guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat." Terang Kapolda NTB.

Penghargaan tersebut disambut gembira Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK. Heri menilai, apa yang diraih atas upaya dan kerjasama jajaran Polresta Mataram. " Patut di syukuri, Penghargaan yang kami terima hari ini, berkat upaya dan kerjasama seluruh Jajaran." pungkasnya.

Secara keseluruhan, giat Penyerahan penghargaan Lomba Posko, Pospam/Posyan/ dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Rinjani 2021 berlangsung aman dan lancar.

Kasat Binmas Polres Loteng Penyuluhan di SMAN 1 Praya Timur


Lombok Tengah, NTB - Kasat Binmas Polres Lombok Tengah, AKP Evi Febriani bersama Kaur Bin Ops Binmas Ipda Jalaludin melaksanakan kegiatan penyuluhan di SMAN 1 Praya Timur, Kamis (27/5/2021).

Acara penyuluhan yang diikuti 40 orang siswa/siswi tersebut dibuka oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Praya Timur, Drs Muhayang.

Muhayang menyampaikan aspirasi dan penghargaan setinggi-tingginya ke jajaran Polres Lombok Tengah atas kepeduliannya melaksanakan penyuluhan di sekolah tersebut.

"Terima kasih kepada Ibu Kasat Binmas dan Kaur Bin Ops, Kapolsek Praya Timur,  Kanit Binmas Polsek Pratim, Bhabinkamtibmas Desa Mujur yang telah meluangkan waktunya mengadakan penyuluhan, semoga anak-anak didik kami bisa dengan mudah memahami dan sebagai tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat," ujar Muhayang saat membuka acara.

Dia berpesan kepada seluruh siswa agar mendengarkan dan memperhatikan seluruh rangkaian acara hingga selesai dan dapat dilaksanakan sehari-hari.

Kasat Binmas Polres Lombok tengah AKP Evi Febriani menyampaikan pentingnya mematuhi peraturan yang ada di lingkungan sekolaj serta menghormati para guru.

Evi Febriani juga menegaskan, agar seluruh siswa tidak melakukan kenakalan remaja seperti tawuran, minuman keras dan kebut kebutan di jalan raya karena ini dampaknya banya akan merugikan dii sendiri bersama orang lain.

"Apabila ditemukan terkait dengan hal tersebut, kami dari Polres Lombok Tengah tidak segan segan untuk melakukan penegakan bahkan sampai ke proses hukum," tegas Evi Febriani.

Karena itu, Evi Febriani meminta kepada seluruh siswa dan siswi untuk mematuhi aturan lalu lintas, diantaranya memakai helm dan membawa kelengkapan administrasi kendaraan dan sewaktu-waktu.

"Kami dari pPolres Lombok Tengah akan mengadakan giat razia terhadap adik adik siswa siswi di SMAN 1 Praya timur," katanya.

Usai memberikan pemaparan, AKP kemudian membuka ruang tanya jawab yang diikuti antusias para peserta selama diskusi.berlangsung hingga selesai.

Pariwisata

Politik

Hukrim