HEADLINE NEWS

Rumah Tahfidz Al Qur’an, Waringin di Buka

 


Lombok Timur – Ketua yayasan Daulatul Ummah Al Islamiyah Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Ir. H.Mudahan Hazdie,M.Si membuka Rumah Tahpidz Al Qur’an yang berada dibawah naungan yayasan tersebut dengan Visi Mewujudkan Insan Berkualitas Dalam Bidang Keagamaan,Sosial dan Pendidikan. Kamis (20/08/2020)


Acara Pembukaan Rumah Tahfidz Yayasan Daulatul Ummah Al Islamiyah Waringin.Menurut Mudahan Hazdie Yayasan Daulatul Ummah Al Islamiah ddidirikan sejak tahun 2006 lalu dan saat ini memiliki lembaga pendidikan dari tingkat, TK,SD/MI dan Tingkat Sanawiyah, dan melihat perkembangan zaman saat ini pihaknya mencoba untuk membuka rumah tahfidz dengan tujuan untuk mencetak generasi muda yang Qur’ani.


“Jumlah peserta yang ikut dalam Rumah Tahfidz ini sebanyak 77 orang yang berasal dari Santri yang ada di Madrasyah kita ini, jumlah satri kami disini dari tingkat SD dan SMP sebanyak 130 orang. Untuk sementara waktu ini memang kita prioritaskan untuk santri yang memang lagi sekolah di Madrasyah kita ini, dengan tujuan agar mereka tidak pindah kesekolah yang memiliki rumah Tahfidz,” Ungkap Mudahan Hasdie yang juga mantan Anggota DPR RI itu.


Ia juga menambahkan untuk pembiayaan dalam Rumah Tahfidz masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang ada disekitar Madrasyah dan juga kontribusi dari para Wali Murid yang memasukkan anak-anaknya di Rumah Tahfidz.


“Untuk sementara ini biaya operasional dari Rumah Tahfidz ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan para wali murid, sehingga untuk guru kita adakan sendiri,ruang kelas juga kita siapkan sendiri. Belum ada bantuan dari pemerintah dan kami menyadarai hal itu karena memang kami baru mulai beroperasi,” Terangnya.


 Ketua Baznas Lotim Ismul Basar, SP, serahkan 43 Bantuan Kepada Santri Tahfidz Al Qur'an, yang di Terima langsung Oleh santri.


Mudahan Hasdie juga menambahkan keberadaan dari Rumah Tahfidz ini sangat penting karena ini merupakan aspirasi atau permintaan dari masyarakat sekitar yang memandang era saat ini, anak-anak kita perlu dibentengi oleh nilai-nilai yang tersurat didalam Al Qur’an, terutama untuk mencetak generasi muda masa depan yang Qur’ani. 


“Dari Rumah Tahfidz ini, kami ingin mencetak atau memiliki output yang tidak hanya sekedar menghapal 30 Juz Al Qur’an, tetapi yang kami inginkan adalah output yang hafal Al Qur’an bersama arti atau makna dari ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an dan langsung di implimentasikan dalam kehidupan sehari-hari dari para Al Hafidz dan Hafidzzah ini,” Harap Mudahan.


Sebagai ketua Yayasan Mudahan Hazdie menerangkan tentang hajatan awal dari pendirian Yayasan Daulatul Ummah Al Islamiyah adalah sebagai wadah atau sekolah yang akan menampung anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi.


“Hajatan awal dibentuknya Yayasan ini adalah menampung anak-anak usia sekolah yang tidak mampu secara ekonomi, sehingga sampai saat ini semua siswa yang sekolah disini gratis dari SPP. Bahkan kami memberikan pakain seragam dan peralatan sekolah dengan lengkap,” Pungkasnya. 


Pembukaan Rumah Tahfidz yang sudah memiliki santri 77 orang itu ditandai dengan pemukulan Bedug dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Yayasan dan juga para santri mendapatkan sumbangan dari Baznas Lombok Timur, sebagai motipasi agar para santri Tahfidz betul-betul serius untuk menghapal Al Qur’an.(LNG04) 

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *