newsmetrontb

Tuesday, September 8, 2026

Polsek Ampenan dan Dinsos NTB Makamkan Bayi dan Penemuan Tulang Belulang



Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN NTB 
            Di tengah proses penanganan perkara, sisi kemanusiaan tetap menjadi perhatian jajaran kepolisian. Polsek Ampenan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB melaksanakan pemakaman dua korban, yakni korban kasus penemuan tulang-belulang di Kecamatan Lingsar dan bayi yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Sekarbela.

Proses pemakaman berlangsung di lokasi pemakaman Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Dinas Sosial Provinsi NTB, Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Selasa (08/09/2026).

Pemakaman tersebut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTB, perwakilan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, serta sejumlah personel Polri dari Polsek Ampenan yang turut membantu kelancaran proses pemakaman.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., mengatakan keterlibatan personel dalam proses tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergitas antarlembaga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.

Menurutnya, selain lokasi pemakaman berada di wilayah hukum Polsek Ampenan, salah satu korban yang dimakamkan, yakni bayi, sebelumnya ditemukan di wilayah hukum Polsek Ampenan.

“Ini menyangkut kemanusiaan, jadi bentuk kepedulian kita. Polsek Ampenan terlibat dalam proses pemakaman tersebut,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Ampenan menangani kasus penemuan bayi di Lingkungan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Dalam perkembangan penanganannya, perkara tersebut kemudian ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB terkait proses pemakaman.

Sementara itu, korban dalam kasus penemuan tulang-belulang di wilayah Kecamatan Lingsar juga turut dimakamkan di lokasi yang sama setelah proses penanganan terhadap jasad selesai dilakukan.

“Karena kedua korban adalah manusia, maka penanganannya diserahkan kepada Dinas Sosial. Polsek Ampenan membantu agar proses pemakaman berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, Dinas Sosial, dan pihak rumah sakit dalam memastikan korban yang telah meninggal dunia tetap mendapatkan penanganan dan penghormatan yang layak.

Polsek Ampenan memastikan kepedulian terhadap aspek kemanusiaan akan tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian, tidak hanya dalam proses penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ( red

Polisi Berusha Selamatkan Bayi Malang Lahir Diluar Nikah ke RSUD Mataram

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM NTB 
    Seorang bayi perempuan yang lahir prematur dan mengalami demam tinggi mendapat perhatian serius aparat Polsek Mataram. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., bersama Piket Fungsi bergerak cepat mendatangi RSUD Kota Mataram, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.45 WITA, setelah menerima informasi mengenai kondisi bayi tersebut.

Setibanya di rumah sakit, Kapolsek langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen RSUD Kota Mataram serta tenaga medis yang menangani bayi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi bayi mendapat penanganan medis secara optimal sekaligus menindaklanjuti informasi yang diterima kepolisian.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal menggunakan Ballard Score, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diketahui lahir secara prematur dengan perkiraan usia kandungan 33–34 minggu. Bayi memiliki berat badan sekitar 1.300 gram, tampak kuning, dengan tingkat saturasi oksigen (SpO2) 95 persen.

Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Mataram di bawah pengawasan tim medis.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi berinisial ZI, bayi tersebut merupakan anak kandung pasangan DN dan IT yang berasal dari Pulau Sumbawa. Keduanya diketahui masih berstatus berpacaran dan belum melangsungkan pernikahan secara sah, baik menurut agama maupun negara.

Setelah melahirkan, IT kemudian menyerahkan bayi tersebut kepada DN untuk dirawat. Selanjutnya, DN menitipkan perawatan bayi kepada WYR (30), seorang ASN yang berdomisili di Pagesangan Indah, Kota Mataram.

Namun, kondisi bayi yang semakin mengkhawatirkan membuat WYR bersama DN membawanya ke RSUD Kota Mataram.

“Pada Senin malam tanggal 7 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA, Ibu Wiwi bersama Saudara DN terpaksa melarikan bayi tersebut ke RSUD Kota Mataram. Hal itu dikarenakan kondisi bayi yang mengalami demam tinggi dan berat badannya terus menurun secara drastis,” jelas AKP Amrozi Hamidi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang berkaitan dengan kejadian, mengumpulkan keterangan dari para saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisi bayi.

Kapolsek menegaskan, selain mendalami informasi dan fakta yang ada, pihaknya juga memastikan kepentingan utama saat ini adalah keselamatan dan kesehatan bayi.

Kami telah melakukan sejumlah langkah hukum, di antaranya mendatangi dan mengolah TKP awal, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta terus memastikan agar bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang maksimal guna memastikan keselamatan dan kesehatan bayi terjamin,” tutupnya.

Polsek Mataram memastikan penanganan terhadap peristiwa tersebut akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku, sembari memastikan bayi mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan. ( red

Polsek Mataram Patroli Dialogis Antisipasi Tauran dan tindak Kejahatan 3C

 


Newsmetrontbmcom_ POLSEK MATARAM NTB    
Upaya mencegah tindak kriminalitas dan gangguan keamanan terus digencarkan Polsek Mataram. Salah satunya melalui patroli dialogis malam hari dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Senin (7/9/2026) malam.

Patroli tersebut dipimpin langsung Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Mataram, Ipda Adiharta, bersama sejumlah personel piket fungsi. Kehadiran petugas difokuskan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan kawasan RTH Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu perhatian karena kerap dimanfaatkan anak-anak muda sebagai tempat berkumpul hingga larut malam.

Kawasan tersebut merupakan salah satu titik fokus kami karena sering dijadikan tempat tongkrongan anak muda di tengah malam. Oleh karena itu, personel kami terjunkan untuk melakukan patroli dialogis guna mengantisipasi kejahatan jalanan, khususnya 3C,” ujar AKP Amrozi.

Dalam patroli tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga dan para pemuda yang masih berada di sekitar lokasi. Pendekatan humanis dilakukan dengan menyampaikan imbauan agar masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan.

Para pemuda yang masih berada di lokasi juga diimbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keselamatan dan menghindari potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, petugas turut menyosialisasikan layanan pengaduan cepat melalui Call Center 110 Polresta Mataram. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan tersebut apabila menemukan kejadian menonjol maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat pada jam-jam rawan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menekan ruang gerak para pelaku kejahatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan fasilitas Call Center 110 jika melihat adanya potensi gangguan keamanan,” tambah AKP Amrozi.

Patroli dialogis tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polsek Mataram untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kriminal, sekaligus membangun komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat. ( red

Polsek Selaparang Kordinasi Pengamanan Pengamanan Acara Praje




Newsmetrontb.com_ POLSEK SELAPARANG NTB 
Pelaksanaan Praje atau pawai adat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar Lingkungan Gapuk, Kelurahan Dasan Agung, mendapat perhatian serius Polsek Selaparang. Berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk memastikan tradisi masyarakat tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Salah satunya melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Aula Terbuka Polsek Selaparang, Senin malam (07/09/2026). Rakor dipimpin langsung Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Camat Selaparang, Lurah Dasan Agung, para Kepala Lingkungan se-Kelurahan Dasan Agung, panitia penyelenggara, serta perwakilan Karang Taruna Dasan Agung.

Rakor tersebut menjadi forum untuk mematangkan teknis pelaksanaan Praje sekaligus menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat. Aspek keamanan menjadi salah satu pembahasan utama, mengingat kegiatan pawai adat akan melibatkan masyarakat dan menggunakan sejumlah ruas jalan.

“Rakor tersebut membahas teknis pelaksanaan Praje (pawai adat) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan diselenggarakan oleh Lingkungan Gapuk, Kelurahan Dasan Agung. Rakor ini untuk memastikan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan aman serta yang paling utama Kamtibmas tetap terjaga kondusif,” ungkap Iptu Zulharman.

Dari hasil kesepakatan bersama, panitia akan melakukan pembatasan terhadap jumlah peserta yang diperbolehkan mengikuti Praje. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan jumlah massa sehingga kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan mudah dalam pengawasannya.

Tak hanya pembatasan peserta, setiap kelompok peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung. Peserta dilarang mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, melakukan aksi berjoget di jalan raya yang dapat mengganggu pengguna jalan, serta diwajibkan menjaga ketertiban selama mengikuti pawai.

Aturan tersebut disepakati sebagai bentuk komitmen bersama antara panitia dan peserta untuk menjaga marwah kegiatan keagamaan sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan keamanan.

“Jika pernyataan ini dilanggar, maka sanksinya penyelenggaraan Praje akan dihentikan dan bahkan untuk tahun berikutnya dilarang untuk diselenggarakan. Ini disepakati oleh panitia dan peserta,” tegas Kapolsek.

Iptu Zulharman berharap seluruh masyarakat, baik peserta maupun penonton, dapat ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat.

Polsek Selaparang sendiri memastikan akan memberikan dukungan pengamanan selama pelaksanaan Praje. Namun, masyarakat terutama para peserta diharapkan menjadi bagian dari pengamanan dengan mematuhi seluruh aturan yang telah disepakati.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan saling menjaga ketertiban dan menghormati aturan, kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan tetap menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang penuh nilai kebersamaan ( red

Polsek Ampenan Respon Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Bagek Kembar



Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN NTB       
Gerak cepat ditunjukkan personel Polsek Ampenan saat menerima laporan masyarakat terkait kebakaran lahan milik warga di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (08/09/2026).

Laporan tersebut diterima piket fungsi Polsek Ampenan setelah warga melihat kobaran api membakar lahan yang dipenuhi semak-semak dan daun kering. Mendapat informasi itu, sejumlah personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pemadaman bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram dan masyarakat sekitar.

“Begitu kami menerima informasi tersebut, sejumlah personel langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan demi keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar,” ungkap Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., saat dikonfirmasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan area sekitar kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati titik api sekaligus memastikan proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Personel Polsek Ampenan juga turut membantu petugas Damkar dan warga dalam upaya memadamkan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Kapolsek mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, sebelum kebakaran terjadi terdapat beberapa orang yang diduga sedang mencari lebah dengan membawa bobok api atau alat menyerupai obor.

“Belum diketahui secara jelas penyebab kebakaran. Namun dugaan sementara berdasarkan keterangan warga sekitar, ada beberapa orang yang sedang mencari lebah dengan membawa bobok api, semacam obor,” jelasnya.

Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Area yang terbakar merupakan lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak serta dipenuhi daun kering sehingga api relatif mudah menyebar.

Respons cepat tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polsek Ampenan dalam menangani setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat, termasuk kebakaran lahan di wilayah hukumnya.

Kapolsek Ampenan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap aktivitas yang dapat menimbulkan api. Mengingat saat ini musim kemarau dan suhu panas cukup tinggi, beberapa bahan mudah terbakar dalam keadaan kering sehingga dapat memicu nyala api dengan cepat,” tutupnya.

Polsek Ampenan juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. ( red

Sat Samapta Polresta Mataram Patroli Sasar RTH hingga Narmada

 


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM  NTB Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) terus digencarkan Sat Samapta Polresta Mataram. Patroli keamanan dan dialogis dilakukan secara berkesinambungan, menyasar berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari ruang terbuka hingga kawasan permukiman.

Langkah tersebut terlihat dari kegiatan patroli yang dilaksanakan personel Dalmas pada Senin malam (7/9/2026). Petugas menyambangi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Parutan, Kecamatan Mataram, sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Di lokasi tersebut, personel melakukan pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Patroli kemudian berlanjut pada Selasa sore (8/9/2026). Sejumlah personel Sat Samapta kembali turun ke lapangan, kali ini menyasar wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Menggunakan kendaraan patroli, personel menyambangi sejumlah titik, mulai dari kawasan publik, perumahan hingga permukiman penduduk. Selain memantau aktivitas masyarakat, petugas juga melakukan dialog dengan warga dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Pendekatan dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperoleh informasi terkait perkembangan situasi keamanan di lingkungan setempat. Dengan komunikasi yang terjalin, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan dilakukan langkah pencegahan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., mengatakan patroli keamanan dan dialogis akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Patroli keamanan dan dialogis terus akan ditingkatkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas,” ujarnya.

Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, personel juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak pidana maupun gangguan keamanan lainnya. Warga juga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

“Jika mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110,” imbuhnya.

Konsistensi patroli dari malam hingga sore hari tersebut menjadi bukti komitmen Sat Samapta Polresta Mataram dalam menghadirkan polisi di tengah masyarakat. Melalui patroli preventif yang dibarengi komunikasi humanis, kepolisian berupaya menciptakan rasa aman sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polresta Mataram. ( red

Jelang MotoGP Mandalika, Polda NTB Survei Jalur Evakuasi hingga Safe House VVIP


Newsmetrontb.com_ KUTA MANDALIKA. LOTENG
Persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Menjelang pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026, personel kepolisian melakukan survei jalur escape, jalur evakuasi, penanganan aksi terorisme hingga kesiapan safe house di sepanjang kawasan KEK Mandalika, Senin (07/09/2026).

Survei tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan skema pengamanan event internasional MotoGP Mandalika. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap jalur dan titik pengamanan dapat berfungsi optimal apabila sewaktu-waktu terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan melibatkan personel Biroops Polda NTB, Satbrimob Polda NTB serta Bagian Operasi Polres Lombok Tengah. Tim menyusuri jalur mulai dari kawasan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) hingga kawasan Sirkuit Mandalika.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan survei dilakukan untuk mempermudah sekaligus memperkuat pelaksanaan pengamanan MotoGP Mandalika melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026.

“Survei ini dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pengamanan event MotoGP Mandalika. Pengamanan event tersebut diberi nama Operasi Mandalika Rinjani 2026 untuk menyukseskan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Dari hasil survei, terdapat sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Di antaranya penambahan ploting personel di seputaran luar BIZAM, penambahan penerangan di sepanjang jalur evakuasi dan escape di kawasan bandara, serta penanganan beberapa titik jalan rusak, termasuk pada bagian overpass.

Selain itu, Polda NTB juga mempersiapkan berbagai perubahan skema penyiapan Pasukan Huru-Hara (PHH), termasuk skenario penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat yang melibatkan tamu VVIP.

Dalam skenario tersebut, apabila terdapat kondisi yang mengancam keselamatan tamu VVIP, yang bersangkutan akan segera diamankan menuju safe house. Selanjutnya, proses evakuasi akan dilakukan oleh tim Gegana sesuai skema pengamanan yang telah dipersiapkan.

Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan, survei lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kemungkinan telah diantisipasi sebelum operasi pengamanan MotoGP Mandalika digelar.

Kegiatan survei ini kita lakukan agar dalam proses pengamanan MotoGP Mandalika nantinya dapat berjalan aman dan lancar. Keamanan ini penting karena tidak hanya untuk menjaga keselamatan orang, tetapi juga menyangkut citra positif daerah dan negara selaku tuan rumah penyelenggara,” tutupnya.  ( red



Hadapi Potensi Demo Anarkis, Polsek Narmada Gelar Simulasi Sispam Mako


Newsmetrontb.com_ POLSEK NARMADA  LOBAR
Sebanyak 53 personel Polsek Narmada mengikuti simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di Mapolsek Narmada, Senin (7/9/2026) pukul 09.00 Wita. Latihan ini mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa hingga proses mediasi.

Simulasi dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. Skenario dibuat taktis, humanis dan persuasif dengan melibatkan sejumlah fungsi kepolisian.

Dalam skenario, personel intel lebih dulu melaporkan rencana aksi menuju Mapolsek Narmada. Laporan tersebut diteruskan kepada Kapolsek, yang kemudian memerintahkan Wakapolsek mengaktifkan panggilan luar biasa (PLB) bagi seluruh personel.

Personel selanjutnya ditempatkan di sejumlah titik vital, seperti ruang senjata api, ruang tahanan, ruang barang bukti, ruang pimpinan, kediaman pimpinan serta sisi lain Mako.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, latihan tersebut penting untuk menyamakan langkah personel saat menghadapi situasi darurat, termasuk aksi massa.

Simulasi ini menjadi pedoman bagi personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat," katanya.

Dalam simulasi, massa awalnya berkumpul di Lapangan Umum Narmada. Personel intel mencoba melakukan pendekatan agar massa menyampaikan aspirasi secara tertib. Namun massa tetap bergerak menuju Mapolsek Narmada.

Unit lalu lintas terlihat mengamankan rute pergerakan massa, sementara Unit Reskrim memantau potensi provokasi pihak ketiga. Unit Samapta turut mengawal massa menggunakan kendaraan patroli 6.02, hingga tiba di depan Mapolsek Narmada.

Setibanya massa di depan Mako, personel Dalmas Awal menutup dan mengamankan akses gerbang. Unit Binmas kemudian melakukan negosiasi dan mengimbau massa menyampaikan aspirasi secara tertib.

Skenario berlanjut saat massa mencoba mendorong gerbang. Personel Dalmas Awal menahan massa, sementara Unit Binmas, Intel dan Provos kembali membuka ruang negosiasi.

Kami ingin personel siap menghadapi setiap kemungkinan, tanpa mengedepankan tindakan represif. Komunikasi dan negosiasi tetap menjadi langkah utama untuk meredam eskalasi," ujarnya.

Dari hasil negosiasi, perwakilan massa akhirnya sepakat menemui Kapolsek di ruang aula mediasi. Setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek dan pejabat terkait, massa memahami situasi lalu membubarkan diri.

Simulasi selesai dalam kondisi aman dan lancar. Latihan tersebut sekaligus menguji kesiapan personel dalam melindungi Mako, keselamatan masyarakat, serta mencegah potensi kericuhan saat menghadapi aksi massa. ( red

Polisi Bergerak Cepat Cegah Bentrokan di RTH dan Mengaamakan Pebawa Sajam


Newsmetrontb.com_ POLSEK MATARAM  NTB 
Beredarnya video viral sekelompok remaja yang memamerkan dan mengayunkan senjata tajam (sajam) di area parkir Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Mataram, Jalan Abdi Praja, Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, nyaris memicu aksi massa.

Merespons situasi tersebut, aparat gabungan Polsek Mataram dan Polresta Mataram bergerak cepat mengendalikan keadaan. Tiga remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut diamankan petugas pada Minggu malam (6/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Sebelumnya, sejumlah warga yang merasa resah dan tersulut emosi setelah melihat video tersebut sempat berkumpul di sekitar RTH. Mereka bahkan berniat mencari para remaja yang terlihat mengayunkan senjata tajam dalam video.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan adanya langkah cepat yang dilakukan jajarannya bersama personel Polresta Mataram untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik.

Awalnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagutan Timur menerima aduan masyarakat yang mulai berkumpul karena resah melihat video viral anak muda berpose dengan senjata tajam di RTH. Karena situasi sempat memanas dan warga emosi, personel di lapangan segera meminta perkuatan,” ujar AKP Amrozi Hamidi.

Merespons laporan tersebut, Kapolsek Mataram bersama Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Piket Pawas, Pamapta Polresta Mataram, serta personel BKO Polresta Mataram langsung turun ke lokasi.

Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan warga sekaligus mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengimbau warga secara langsung agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh apa yang viral di media sosial, dan tidak main hakim sendiri. Segala bentuk pelanggaran hukum sepenuhnya kami minta diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegas Kapolsek.

Di tengah upaya meredam situasi, petugas berhasil mengamankan tiga remaja yang terindikasi kuat terlibat dalam aksi yang meresahkan tersebut. Ketiganya kemudian dievakuasi menuju Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Setelah situasi di sekitar RTH berangsur kondusif, Kapolsek Mataram berkoordinasi dengan Lurah setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Tim Patroli Satpol PP Kota Mataram. Warga kemudian diminta kembali ke rumah masing-masing guna mencegah berkumpulnya massa dan potensi konflik susulan.

AKP Amrozi Hamidi mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan informasi kepada kepolisian. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial serta mempercayakan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat berwenang.

Tak hanya itu, Kapolsek turut menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua di Kota Mataram agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak. Jangan sampai mereka terjerumus dalam aksi premanisme atau kenakalan remaja yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan,” pungkas AKP Amrozi Hamidi. ( red

Uji Kesiapan Hadapi Situasi Unjuk Rasa polsek Ampenan Gelar Simulasi


Newsmetrontb.com_ POLSEK. AMPENAN  MATARAM
Kesiapsiagaan personel menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban, termasuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan yang dapat terjadi di lingkungan Markas Komando (Mako). Untuk menguji kesiapan tersebut, Polsek Ampenan menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Senin (07/09/2026).

Simulasi yang melibatkan seluruh personel Polsek Ampenan tersebut difokuskan pada latihan menghadapi kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi atau unjuk rasa di sekitar Mako. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kemampuan personel dalam merespons situasi secara cepat, tepat, dan terukur.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam rangkaian simulasi.

Seluruh tahapan simulasi berada di bawah kendali langsung Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P. Personel mengikuti setiap skenario dengan mengacu pada prosedur pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolsek Ampenan mengatakan, Sispam Mako bukan sekadar latihan rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan personel menghadapi situasi kontinjensi, khususnya apabila terjadi aksi unjuk rasa di lingkungan Mako.

Simulasi ini selain sebagai pelatihan juga untuk menentukan kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa. Ini adalah bagian dari kesiapan Polsek Ampenan untuk mempertahankan keamanan Mako,” ujar AKP Muhammad Ryanto.

Menurutnya, kesiapan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang dilakukan secara berkala. Melalui simulasi, setiap personel diharapkan memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing sehingga mampu bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.

Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan tersebut juga menjadi evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan Mako.

Dengan digelarnya simulasi Sispam Mako secara berkala, Polsek Ampenan berupaya memastikan seluruh personel selalu dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan, sekaligus menjaga markas kepolisian tetap aman agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal dalam situasi apa pun. ( red

Polsek Selaparang Gelar Simulasi Sispam Mako Hadapi Aksi Unjuk Rasa

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK SELAPARANG MATARAM  Kesiapsiagaan personel menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk mengantisipasi berbagai situasi yang berpotensi terjadi di lingkungan Markas Komando (Mako). Untuk itu, Polsek Selaparang menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Senin (07/09/2026).

Kegiatan yang melibatkan seluruh personel Polsek Selaparang tersebut dilaksanakan sebagai bentuk latihan sekaligus mengukur kesiapan anggota dalam menghadapi kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi atau unjuk rasa di lingkungan Mako Polsek Selaparang.

Simulasi diawali dengan apel kesiapan. Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan terhadap kesiapan personel, termasuk sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan Sispam Mako.

Kegiatan berada di bawah kendali langsung Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH. Seluruh personel mengikuti setiap tahapan simulasi dengan mengacu pada prosedur pengamanan yang telah ditentukan.

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi mengatakan, simulasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan latihan rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada situasi unjuk rasa di sekitar Mako.

Simulasi ini selain sebagai pelatihan juga untuk menentukan kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa. Ini adalah bagian dari kesiapan Polsek Selaparang untuk mempertahankan keamanan Mako,” ujar Iptu Zulharman.

Menurutnya, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan harus dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkala. Dengan demikian, setiap personel diharapkan memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Melalui simulasi Sispam Mako tersebut, Polsek Selaparang terus memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel sekaligus memastikan markas kepolisian tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya dalam berbagai situasi. ( red

Kapolsek Gunungsari Perkuat Tiga Pilar Guna Meningkatkan Kamtibmas dan Kondusifitas



Newsmetrontb.com_ POLSEK GUNUNGSARI  LOBAR 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Ahad (6/9/2026), jadi momen memperkuat sinergi TNI-Polri dan pemerintah desa. Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. bersama Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan, S.Sos. bersilaturrahmi dengan pemdes serempat.

Silaturrahmi berlangsung di kediaman Kepala Desa Bukit Tinggi mulai pukul 15.00 WITA. AKP Rosyadi bersama Danramil, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga berdialog dengan kepala desa, tokoh agama serta tokoh masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan setempat.

Momentum Maulid Nabi ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sinergi seperti ini penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ungkap AKP Rosyadi.

Selain menghadiri kegiatan keagamaan, Kapolsek Gunungsari menyerap aspirasi warga terkait kamtibmas. Komunikasi langsung dengan para tokoh dinilai penting, untuk mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kami terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Kalau ada persoalan kamtibmas, mari dibicarakan bersama sehingga bisa dicari solusi sebelum berkembang menjadi masalah,” ujarnya.

AKP Rosyadi juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Nilai kebersamaan dan toleransi diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW mari kita jadikan penguat kerukunan, toleransi dan kepedulian antarwarga. Keamanan lingkungan tidak bisa dijaga polisi dan TNI saja, tapi membutuhkan peran seluruh masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran Kapolsek dan Danramil sekaligus memperkuat koordinasi Tiga Pilar di Desa Bukit Tinggi. Kolaborasi Polri, TNI dan pemerintah desa diharapkan terus berjalan dalam menjaga keharmonisan serta kondusivitas wilayah.

Sinergi TNI, Polri dan pemerintah desa harus terus dijaga. Dengan komunikasi dan kebersamaan, berbagai persoalan di masyarakat bisa kita hadapi bersama,” pungkas AKP Rosyadi. ( red

Ini Himbauan Kapolresta Mataram Terhadap Personil Saat Apel


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM NTB
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya peningkatan kinerja personel sekaligus penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Mataram.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolresta saat memimpin apel pagi di Lapangan Mapolresta Mataram, Senin (07/09/2026). Apel diikuti Wakapolresta Mataram, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, hingga ASN Polresta Mataram.

Dalam arahannya, Kapolresta meminta seluruh personel untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menurutnya, penguatan Polmas menjadi salah satu langkah penting untuk membangun komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Personel diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga aktif membangun hubungan dan menggali berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat selain menjalin silaturahmi juga menggali informasi yang berkembang serta momentum untuk menyampaikan berbagai imbauan Kamtibmas,” ucapnya.

Kapolresta juga mendorong personel untuk meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, termasuk masyarakat adat. Kehadiran tersebut dinilai dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, personel diharapkan mampu mengetahui lebih dini berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan secara tepat.

Selain tugas pelayanan dan pemeliharaan Kamtibmas, Kapolresta memberikan penekanan khusus terkait integritas personel. Ia secara tegas mengingatkan seluruh anggota Polresta Mataram untuk menjauhi judi online (judol) dan narkoba.

Kapolresta menegaskan, keterlibatan personel dalam kedua hal tersebut tidak hanya dapat mencoreng nama baik institusi Polri, tetapi juga berpotensi merusak kehidupan keluarga.

Ingat! Hindari judol, narkoba, karena hal itu tidak hanya merusak institusi tetapi juga merusak keluarga,” tegasnya.

Kapolresta berharap seluruh personel dapat menjaga diri, keluarga, serta kehormatan institusi dengan menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan agar setiap anggota mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.

Arahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polresta Mataram untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan penguatan disiplin serta integritas internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat. ( red

Polisi Lakukan Evakuasi Penemuan Mayat Bayi Dijempong


 Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN  NTB     Warga Lingkungan Jempong Timur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi perempuan dalam kondisi sudah meninggal dunia di pinggir kali, Minggu (06/09/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Ampenan bersama Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bayi tersebut ditemukan dalam bungkusan kantong plastik dengan kondisi tali pusat masih terurai. Saat ditemukan, bayi dipastikan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., melalui Kanit Reskrim Polsek Ampenan Ipda Komang Gede Puja Artana, S.H., menjelaskan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anak-anak yang berada di sekitar lokasi.

Kedua anak tersebut kemudian memberitahukan penemuan itu kepada seorang ibu warga setempat yang saat itu hendak mengantar anaknya untuk cukur rambut. Mendengar informasi tersebut, sang ibu bersama kedua anak tersebut kemudian menuju lokasi untuk memastikan kebenarannya.

“Bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh anak-anak kecil yang kemudian diinformasikan kepada salah seorang ibu warga sekitar. Dari sanalah informasi tersebut diketahui oleh petugas kita,” jelasnya, Senin (07/09/2026). 

Sesampainya di lokasi, ibu tersebut melihat sebuah benda yang dibungkus menggunakan kantong plastik. Setelah diperiksa, ternyata bungkusan tersebut berisi bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.

Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak lingkungan dan kepolisian. Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke Puskesmas Karang Pule untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut sudah tidak bernyawa. Diperkirakan saat ditemukan, bayi tersebut memang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut memiliki berat sekitar 2,9 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Setelah pemeriksaan di Puskesmas, petugas kemudian mengevakuasi bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan sementara berkaitan dengan kehamilan yang kemungkinan tidak dikehendaki,” jelas Ipda Komang.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan bukti-bukti di sekitar lokasi guna mengungkap siapa pihak yang tega membuang bayi tersebut.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” tegasnya.

Polsek Ampenan bersama Satreskrim Polresta Mataram memastikan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan proses penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. ( red

Monday, September 7, 2026

Kuasa Hukum Mugni Kecewa Lantaran Sidang Ditunda , JPU Tidak Bisa Hadirkan Ahli


 Newsmetrontb.com_ SELONG LOMBOK TIMUR       Tim penasihat  hukum menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa jurnalis Mugni Ilma dalam perkara dugaan pelanggaran Pasal 482, 483, dan 433 KUHP  Gugur dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat  , hal tersebut  disampaikan saat sidang ditunda Majelis Hakim  di Pengadilan Negeri Selong Lombok Timur 

Selaku  Kuasa Hukum  terdawa Mugni Ilma. Herman Suranggana SH.MH.  menegaskan bahwa  pihaknya  sangat berkepentingan  agar  JPU dapat menghadirkan ahli pidana dan Ahli Dewan Pers  karena  Ada hal-hal fundamental terutama tentang dasar pikiran dari pendapat ahli pidana terkait dakwaan 482, 483, 433,"  Ungkapnya ( 07/09/2026;)  

Menurut Herman  Suranggana, , dari rangkaian persidangan sejauh ini apa yang di dakwan JPU pada  ketiga pasal tersebut tidak terpenuhi unsurnya  dapat dibuktikan oleh jaksa  Penuntut  Umum.

Dari sidang pertama sampai sidang keempat kelima hari ini, kami melihat unsur dakwaan tiga pasal itu runtuh, hancur. Tidak ada artinya. Tidak dibuktikan oleh jaksa. Artinya dakwaan itu tidak memiliki jasad," Tegas " Herman Suranggana ( 07/09/2026 ) 

Selaku  Kuasa hukum terdakwa Mugni Ilma , Ia  juga menyoroti adanya potensi kriminalisasi terhadap profesi jurnalis dalam perkara ini. Ia meminta proses hukum berjalan secara fair agar tidak menjadi preseden buruk bagi insan pers.

Ini harus dibereskan. Proses hukum ini harus fair. Jangan sampai ini jadi preseden buruk bagi kawan-kawan," katanya.

Lanjut olehnya Ia  menambahkan  Selain ahli pidana, pihaknya juga mendesak majelis hakim menghadirkan ahli forensik digital. Permintaan itu untuk menguji keterangan pelapor yang dinilai kontradiktif di persidangan.

Ada keterangan yang bertentangan dari pelapor. Di satu sisi dia menyatakan memberikan secara sukarela, di sisi lain dia merasa dipaksakan lewat telepon. Nah komunikasi lewat telepon itulah yang kita minta ahlinya untuk menunjukkan. Kalau tidak ada, berarti omong kosong," jelasnya.

 Herman Surangga ,  juga menyinggung soal bukti pengiriman yang diajukan jaksa. Setelah diperiksa majelis hakim, bukti tersebut tidak memuat bukti penerimaan dan tanggal pengiriman. 

Tadi hakim menanyakan. Jaksa menyampaikan bukti pengiriman, tapi setelah diperiksa majelis ternyata tidak ada bukti penerimaan, tanggal berapa. Ini dipertanyakan, apakah benar dikirim atau tidak," ujarnya.

Majelis hakim sendiri telah memerintahkan jaksa untuk segera menghadirkan perwakilan Dewan Pers dalam waktu satu minggu.

Terahir Herman Suranggana SH.MH  menyatakan optimis dakwaan yang dilayangkan tidak dapat dibuktikan oleh JPU , Kita tunggu sidang berikutnya. Penasihat hukum terdakwa  merasa yakin bahwa pasal-pasal dakwaan itu tidak dapat dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum," pungkasnya. ( red

Unit Patroli Subdit Gasum Samapta Polda NTB Berikan Pengamanan Ibadah Umat Katolik


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM NTB.    
Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan patroli  serta pengamanan tempat ibadah , 
Kali ini Unit Patroli Subdit Gasum Dit Samapta Polda NTB melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah umat Kristen di Gereja Katolik St. Maria Immaculata, kegiatan ini dilakukan sebagai upayai menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga umat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tenang.

Sejak kegiatan ibadah berlangsung, personel melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lingkungan gereja, memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, sekaligus memberikan pelayanan kepada umat yang datang untuk melaksanakan ibadah. Minggu, 6/9/2026

Usai kegiatan ibadah, personel tidak langsung meninggalkan lokasi, Personel melaksanakan dialogis dan berkomunikasi dengan masyarakat serta pihak gereja, sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, salah seorang suster menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian yang telah memberikan pengamanan selama kegiatan ibadah berlangsung.

Salah seorang suster menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan pengamanan yang diberikan oleh jajaran kepolisian, sehingga umat dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah hadir memberikan pengamanan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, ini merupakan Kerjasama yang baik untuk saling menghormati dan saling melengkapi.”

Saat umat mulai meninggalkan area gereja, personel kembali memberikan pelayanan dengan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib dan lancar.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Samapta Polda NTB Kombespol Joko Adi Nugroho, S.I.K., M.T. menyampaikan keterangannya melalui Kasubdit Gasum AKBP I Ketut Suastika, S.H., M.Kom, menegaskan bahwa kehadiran personel di tempat ibadah merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.

Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Ini merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan Polri kepada seluruh masyarakat.” Ungkapnya.

kegiatan patroli seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif Polri untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat sehingga bersama-sama dapat menjaga keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pengamanan ini, Dit Samapta Polda NTB menunjukkan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya hadir saat dibutuhkan, namun hadir untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman, beraktivitas dengan nyaman, dan menjalani kehidupan dalam suasana yang kondusif. ( red



Pariwisata

Politik

Hukrim