newsmetrontb: Ekonomi
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Friday, October 13, 2023

Mitigasi Potensi Resiko SP2DK & Pemeriksaan Pajak

 


📍 Hotel Lombok Plaza

🗓 Senin, 06 November 2023

🕘 08.30 - 17.00 Wita

Narasumber : Sempurna Bahri

Moderator : Ida Bagus Suadmaya


POKOK PEMBAHASAN:

1. Mengenal Tax Diagnostic Review

2. Memahami penyebab  timbulnya sanksi administrasi SKP dan STP

3. Pola pemeriksaan djp berdasarkan KKP dan LHP

4. Equalisasi antar aspek perpajakan dan penyebab selisih 

5. Proses review Pph Badan,PPN , PPh 21, Pph 22, Pph 23, Pph 15, Pph 4(3) dan aspek pajak lain

6. Penyusunan kesimpulan/laporan

7. Mengenal Core Tax Administration System (PSIAP)

8. Tax Update


REGISTRASI:

bit.ly/seminarIBS


ADMIN:

081805594825 (Ening)

HARGA TIKET:

Alumni Brevet IBS : Rp. 300.000

Early Bird               : Rp. 350.000 (s/d 21 Okt)

Couple                   : Rp. 350.000

Normal                  : Rp. 400.000

Pembayaran Dapat Dilakukan Melalui:

BCA 772 550 3415

a.n. PT. Ide Bersama Sukses

‼dapatkan tax update dari narasumber yang kompeten & doorprize dari sponsor‼

#seminarpajak #8thibsconsulting #pajak #mataram #taxupdate #sp2dk #pemeriksaanpajak #ibsconsulting

Sunday, August 13, 2023

Menjawab Tantangan Ekonomi Generasi Z, Mumtaz Consulting Institut Menggelar Seminar Tentang Investasi Digital Berbasis Syariah

 


MATARAM - Dalam upaya menanamkan pengetahuan para generasi muda atau generasi Z tentang investasi, Mumtaz Consulting Institut (MCI) menggelar seminar nasional di Universitas Mataram (UNRAM). 


Seminar yang bertajuk "Generasi Z Cerdas Berinvestasi Digital" berbasis syariah ini dipaparkan langsung oleh para narasumber yang merupakan pakar dan ahlinya di bidang ekonomi, keuangan dan bisnis IsIam. 


Selain menghadirkan ketiga narasumber melalui zoom meet yang berkompeten ini, yakni Asisten Peneliti Bank Indonesia Shalahuddin Al-Ayyubi, Penggiat Pasar Modal Syariah Faried Kurnia Rahman dan Direktur Mumtaz Consulting Institut Dr. Nurizal Ismail, seminar ini juga dihadiri oleh pemateri dari kalangan pegiat literasi yang masih muda yakni Abdul Fatah. 


Direktur Mumtaz Consulting Institut, Dr. Nurizal Ismail mengatakan bahwa seminar atau literasi tentang investasi digital ini sangat penting bagi generasi Z, karena saat ini jumlahnya sudah mencapai 27,94 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan potensi yang sangat besar ini generasi Z diharapkan dapat berperan bisa membangun Indonesia. 


"Generasi Z besar sekali potensinya, maka karena itu kalau kita tidak arahkan kepada yang lain malah menjadi masalah terhadap pembangunan Indonesia kedepan", kata Dr. Nurizal, Sabtu 12 Agustus 2023.


Dia juga menjelaskan, bahwa di era digital ini perlu pengetahuan; perlu literasi; sehingga apa yang akan dilakukan nanti atau pada masa sekarang ini generasi Z bisa meraihnya dan dapat berkontribusi untuk Indonesia. 


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof. Dr. Sitti Hilyana mengatakan seminar ini sangat bermanfaat untuk generasi muda dan terutama bagi mahasiswa yang nanti akan bisa menangkap peluang-peluang kerja! karena dia bisa mandiri tidak bergantung pada pekerjaan yang belum jelas, katanya. 


Dicontohkannya, saat ingin menjadi pegawai negeri dan disaat begitu banyak alumni; kita berkompetisi mendapatkan peluang-peluang yang sangat kecil, dan penerimaan pegawai negeri kan sangat kecil! nah sisanya itu dia bisa memainkan peran didalam menjawab tantangan kebutuhan kerjanya. 


Jadi dengan ilmu yang akan diberikan ini tentu akan membuat horizontal berpikirnya semakin lebih lebar, bahwa kedepan dia tidak perlu menjadi pengangguran tapi cepat merespon bahwa mau melakukan aktivitas yang bernilai ekonomi dan tentu ruang-ruang yang kosong di kepalanya itu bisa terisi dengan ide-ide cemerlang yang menjadi dunia kerjanya nanti. 



"Ini sangat luar biasa, saya pikir bukan hanya mahasiswa unram yang harus mendapatkan ini; bila perlu semua mahasiswa bahkan siswa SMA pun perlu dibekali dengan materi materi seperti ini", kata Wakil Rektor Unram Bidang Akademik ini. 


Dan salah satu peserta seminar dari mahasiswi Unram, Sitti Barotul Sakinah mengaku baru sekarang mengetahui tentang adanya investasi berbasis syariah, dan menurutnya seminar ini sangat bermanfaat baginya, karena sebelumnya dia pernah menjadi korban penipuan investasi bodong ketika masih belajar investasi. 


"Jadi adanya seminar ini bisa membantu mahasiswa untuk menambah wawasan terkait dengan investasi, karena saat ini maraknya investasi bodong dan bisa jaga-jaga tentang investasi tersebut, bisa menghindari investasi investasi yang tidak terdaftar di OJK", kata Sitti.

Sunday, October 9, 2022

Nelayan Meninting Mengeluh Beli BBM Harus Ada Rekomendasi DKP Provinsi NTB


Lombok Barat - Nelayan di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, mengeluh sulitnya mendapatkan BBM subsidi untuk digunakan di mesin perahu mereka saat melaut.


Keluhan puluhan nelayan itu disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Meninting, Akhmadi, SH dalam forum diskusi yang digelar belum lama ini.


Dalam diskusi tersebut, perwakilan kelompok nelayan, petani, kepala dusun, karang taruna dan Kelompok Masyarakat Peduli Sungai Meninting, berupa mencari solusi terkait sulitnya nelayan mendapatkan BBM subsidi.


Akhmadi mengatakan nelayan Meninting mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite, sebab nelayan menggunakan mesin ketinting. Untuk membeli Pertalite, mereka harus mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB.


"Keluhan nelayan yang pertama soal regulasi dan dan pengunaan surat rekomendasi yang menjadi syarat registrasi agar masyarakat bisa melakukan pembelian BBM subsidi menggunakan jerigen," katanya di Meninting, Minggu, 9 Oktober 2022.


Rekomendasi dari DKP Provinsi NTB hanya berlaku satu bulan, sehingga nelayan harus mendapatkan rekomendasi baru di bulan berikutnya.


"Ini kan mempersulit nelayan untuk mencari nafkah melaut. Seharusnya masa aktif tiga bulan, jadi tidak singkat," sesalnya.


Masalah lainnya tidak hanya rekomendasi DKP. Namun rekomendasi tersebut harus terregistrasi pada aplikasi MyPertamina. Ini dinilai menyulitkan nelayan yang belum paham aplikasi tersebut.


"Nelayan kita di sini pegang handphone saja jarang, terus diharuskan untuk paham cara kerja aplikasi," ujarnya.


Akhmadi mengatakan nelayan telah beberapa kali bertemu dirinya dan mengeluhkan soal itu. Dia berharap masalah tersebut dapat diselesaikan bersama dengan solusi yang meringankan nelayan dalam mencari Pertalite.


Sebelumnya pada 27 September 2022 lalu telah dilakukan hearing oleh Aliansi Pemuda dan Masyarakat Batulayar (APMB) di Kantor Camat Batulayar, membahas soal regulasi pembelian BBM oleh nelayan.


Hearing tersebut dihadiri langsung Manager SPBU Meninting H. Sahabudin. Dia mengatakan nantinya SPBU Meninting akan menerapkan jam operasional khusus bagi nelayan yang ingin membeli BBM, sehingga tidak bercampur dengan masyarakat lain yang membeli BBM.


Selain itu SPBU juga akan memasang spanduk sosialisasi jam operasional nelayan untuk membeli BBM.


"SPBU secara nasional telah menerapkan sistem digitalisasi yang terkoneksi dengan internet, sehingga keluarnya BBM otomatis terpantau di pusat," katanya.


Dia juga mengatakan nelayan cukup membawa surat rekomendasi dan akan diverifikasi oleh SPBU, sehingga nelayan dapat membeli BBM sesuai kuota.


Pernyataan pihak SPBU tersebut mendapat tanggapan Akhmadi. Dia mengatakan sejak hearing pada September lalu hingga sekarang, SPBU Meninting tidak pernah memasang spanduk informasi waktu pembelian BBM untuk nelayan. 


"Spanduk sosialisasi sesuai yang dijanjikan belum ada. Nelayan masih bercampur membeli BBM dengan masyarakat umum," ujarnya.


Dia juga menyayangkan SPBU Meninting melayani pembelian BBM dari nelayan di Mataram. Itu menyebabkan antrean panjang. Dia meminta agar nelayan Mataram membeli BBM pada SPBU yang disediakan di Mataram, sehingga tidak memicu antrean panjang di SPBU Meninting. 


Akhmadi menekankan agar setiap permasalahan yang muncul diharapkan dapat selalu melakukan diskusi bersama mencari solusi tanpa harus melakukan aksi yang dapat merusak nama baik masyarakat Meninting.


"Kita kedepankan diskusi tanpa aksi, dengan selalu menjalin komunikasi bersama pihak aparat keamanan," ujarnya.

Wednesday, September 21, 2022

Developer Neraya Property Klaim Sudah Membangun Sesuai Aturan, Pasca Disorot Publik

Perumahan Araya Village Labulia

Lombok Tengah - Terkait dengan adanya dugaan Developer Neraya Property yang diduga membangun perumahan Araya Village Labulia tidak sesuai RTRW dan diduga melanggar garis sempadan sungai mendapat sorotan dan tanggapan beragam dari berbagai pihak dan sudah di atensi oleh OPD terkait.

Menanggapi hal itu, pihak developer Naraya Property mengeklarifikasi dengan memberikan hak jawabnya atas dugaan pelanggaran RTRW di perumahan Araya Village Labulia, akhirnya pihak Developer Naraya Property buka suara dihadapan awak media, pada selasa (20/09/22).

Menurut pengakuan Erwin Satriawan dari pihak Developer mereka mengklaim telah membangun sesuai aturan berlaku mengacu pada sertifikat tanah yang diterbitkan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Lombok Tengah. Terutama soal mengatur jarak hunian dengan batas sepadan sungai.

Batas tanah ini, dalihnya, posisi awal dulu di tahun lama malah cukup jauh sampai dibawah sungai sesuai gambar disertifikat, luas posisi semula sekitar 934 meter persegi yang menjadi hak Developer tapi seiring waktu tergerus abrasi.

Luas 935 meter persegi itulah, cetusnya, yang disumbangkan untuk kepentingan masyarakat atau pelebaran sungai yang sebelumnya dianggap sempit.

”Kemudian kita talud permanen pakai alat berat, supaya tidak longsor atau abrasi lagi, untuk menjaga ketahanan talud, akan dibuat saluran irigasi diatasnya selebar 30 cm,” akunya.

Sementara ditanya batas patok kapling merah dengan bibir sempadan sungai jawabnya berjarak 7 meter (Mengacu sertifikat tahun lama). Namun jika menimbang kondisi terkini, maka yang jadi rujukan seharusnya bukan batas tanah awal disertifikat tahun lama. Melainkan jarak batas tanggul dengan patok kapling merah yang menurut investigasi media temukan hanya berjarak 3 meter saja.

Soal Fasum (Fasilitas Umum), ungkapnya, mungkin hanya disediakan sebatas jalan, saluran irigasi, penerang jalan, dan Mushola. kalau bak sampah tidak ada, mungkin nanti diangkut petugas kebersihan, lalu kuburannya sudah dikoordinasikan dengan pihak Desa menggunakan kuburan umum. (Timkjlt)

Thursday, July 28, 2022

Di Duga Ada Oknum Yang Tidak Ingin PTC Berkembang!


Lombok Timur - Beberapa tahun belakan sejak gempa melanda Provinsi NTB  2018 silam, kemudian disusul COVID 19 yang menyebar di seluruh Indonesia mengakibatkan PTC (Pancor Trade Center) seakan-akan menjadi “Kota Tua” yang hanya menyimpan beberapa kenangan. PTC (Pancor Trade Center) yang dulunya ramai kini sebaliknya sepi  pengunjung.


Namun dibalik bencana alam dan pandemi yang melanda, kondisi ini diduga diakibatkan oleh oknum yang tidak ingin PTC bangkit kembali, hal ini terlihat saat dua organisasi Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) yang berkolaborasi dengan Serikat Pers Republik Indonesia mencoba menggelar Bazar dan Santunan Anak Yatim Piatu untuk membangkitkan kembali perekomian di PTC Pancor saat bulan Suci Ramadhan dimana terdapat pengerahan preman secara terorganisir untuk mengacaukan acara bazar tersebut, dari intimidasi terhadap Panitia sampainpungutan liar terhadap para peserta bazar. 


"Saat Bazar dan Santuan Anak Yatim Piatu, mereka intimidasi kita sebagai Panitia dan belum lagi pungutan liar terhadap peserta bazar sehingga peserta bazar keluar", ujar Amrin selalu Ketua Panitia saat itu. 


Kondisi ini pun berlanjut saat komplek pertokoan PTC Pancor mulai hidup dengan adanya Kedai Mogen yang mengubah konsep usahanya dari usaha angkringan menjadi angkringan dan karaoke keluarga. 


Baru satu bulan berjalan, Kedai Mogen ini di terpa isu tidak sedap yang sengaja di sebar oleh oknum yang tidak ingin komplek pertokoan itu rame kembali seperti awal di resmikan. Dari isu tempat minum miras, tempat menjual miras dan menyediakan PS (Partner Song/Pemandu Lagu). 


"Perlu kami jelaskan, tempat kami tidak menjual miras apalagi menyiapkan PS/Pandu Lagu. Dan hal itu juga sudah di periksa oleh Kelurahan, Kecamatan, Koramil, Polsek dan Pol PP. Yang membawa miras ke tempat kami banyak, tapi kami tahan di pintu masuk. Tapi yang jadi masalah, kalau kita tidak kasi mereka masuk, mereka menenggak miras di depan tempat usaha. Kami diamkan salah, kami kasi mereka masuk juga salah! Bahkan sudah beberapa kali mereka datang dalam kondisi mabuk ke tempat kami dan bikin onar, tapi bagian keamanan kami menghalau oknum tersebut. Namun yang anehnya, oknum yang bermain di belakang menuduh kami lah biang keroknya", ucapnya. 


Ia pun menambahkan "Saat PTC sepi, apakah ada pihak yang mau perduli? Tidak Ada! Dua tahun lebih kami terseok seok akibat pandemi Covid-19, namun saat kami berinovasi dan mulai bangkit namun sahangnya ada pihak pihak yang iri dan tidak ingin PTC ini bangkit kembali. Dan anehnya mereka di akomodir", pungkasnya. 


Pimpinan Umum di Lintas Media Grup ini pun menyindir oknum aparat penegak hukum yang tutup mata dengan pesta miras dari pagi sampai pagi lagi di PTC yang meresahkan penghuni yang menyewa pertokoan milik pemda sebagai tempat usaha. Praktek ini bukan sebulan dua bulan, namun sudah bertahun tahun. Begitu juga praktek penjualan miras secara ilegal di wilayah hukum Lombok Timur terkesan di tutup tutupi. 


Harusnya semua pihak harus memberikan perhatian khusus pada perkembangan dunia usaha di Lombok Timur, pasalnya sejak bencana gempa bumi melanda Lombok dan di sambut lagi Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar usaha ambruk yang mengakibatkan pengangguran meningkat pesat di Lombok Timur. 


"Sekarang waktunya pemulihan ekonomi, harusnya pada saling mendukung dan bahu membahu membangkitkan perekonomian Lombok Timur, bukan mempersulit pengusaha untuk berkembang", cetus nya. 


Enterpreneur muda yang juga sebagai pentolan Rumah SandiUno Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini pun menyinggung Perda Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Larangan Memproduksi, Mengedarkan, Menjual dan Meminum Minuman Keras/Beralkohol. Menurutnya Perda ini bisa menghambat perkembangan perekonomian di Lombok Timur, khususnya di Sektor Pariwisata. 


"Dari pada ilegal, mending di legalkan aja pe njualan miras dengan zona/lokasi tertentu atau daerah pariwisata. Yang untungkan daerah, dapat tambahan kas daerah atau retribusi. Ketimbang ijin di persulit dengan alasan Perda, kan yang untung oknum oknum di bawah yang bermain. Buktinya sekalipun ada Perda, tetap aja masih banyak yang menjual miras. Harusnya ada zona pengecualian seperti daerah pariwisata, dan atau zona yang berdekatan dengan terminal atau jantung kota. Sehingga tamu Domistik dan Mancanegara tidak bingung mencari tempat hiburan. Yang berkunjung ke Lotim tidak semuanya Ustaz, ada juga orang biasa dan bahkan Non Muslim", tutupnya. 


Ia pun berharap Pemda segera merevisi isi Perda Nomor 8 Tahun 2002 sehingga sektor pariwisata di Lombok Timur segera bangkit. Begitu juga infrastruktur yang menuju obyek pariwisata untuk segera di benahi. Dan jika di butuhkan, jaringan RSI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia akan siap berkolabari dengan Pemda Lombok Timur untuk membangkitkan Pariwisata. (Alfy) 



Friday, April 22, 2022

Bazar PTC Pancor Gratiskan Stand Bazar Untuk UMKM Lombok Timur


Lombok Timur - Guna membangkitkan UMKM yang sempat terpuruk akibat Covid-19, maka Panitia Bazar memberikan stand cuma cuma atau gratis untuk seluruh UMKM yang mau berjualan di Lokasi Bazar dan Peringatan Nuzulul Qur'an 1443H yang di gelar dari tanggal 26 Maret - 02 Mei 2022 atau sampai malam lebaran. 

"Guna mendongkrak dan membangkitkan UMKM kita yang sempat terpuruk akibat Covid-19, maka kami akan memberikan  Stand gratis untuk seluruh UMKM yang ada di Lombok Timur", ungkap Amrin, Ketua DPD Serikat Pers Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga sebagai Ketua Panitia di acara tersebut. 

UMKM yang di berikan stand jualan gratis itupun bukan hanya untuk usaha kuliner, namun untuk semua usaha UMKM baik yang berupa konveksi/pakaian maupun produk lainnya. 

Namun perserta yang di berikan stand jualan gratis selama bazar itupun harus mengikuti tata tertib bazar seperti misalnya, setiap UMKM yang berjualan harus beraktifitas setiap hari selama bazar. 

" Yang kami berikan gratis hanya UMKM yang bener bener berniat jualan sampai malam lebaran, bukan UMKM yang hanya hanya menaruh meja atau perlengkapan jualan namun tidak di manfaatkan atau tidak berjualan", tambahnya. 

Pria yang juga sebagai petinggi RSI di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat itupun menambahkan bahwa pihaknya menggelar beberapa mata lomba untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke lokasi bazar. 

Adapun beberapa lomba dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur'an 1443H di PTC Pancor antara lain Lomba Mewarnai Tingkat TK, Lomba Menggambar SD/MI, Lomba Busana Muslim Tingkat TK/SD Sederajat, Lomba Karaoke Religi Tingkat SMP/SMA Sederajat, Lomba Talbir Di Iringi Bedug Tingkat SD/SMP/Mts Sederajat, Lomba Tahfiz Al - Qur'an Tingkat SD Sederajat dan Lomba Azan Tingkat SD/MI Sederajat


Berikut Rangkaian Lomba: 

SORE HARI

1. Lomba Mewarnai Tingkat

    TK,

2. Lomba Menggambar SD/MI

3. Lomba Tongkek Antar Kampung

MALAM HARI 

1. Lomba Busana Muslim Tingkat TK/SD Sederajat,

2. Lomba Karaoke Religi Tingkat SMP/SMA Sederajat,

3. Lomba Talbir Di Iringi Bedug Tingkat SD/SMP/Mts Sederajat, 

4. Lomba Tahfiz Al - Qur'an Tingkat SD Sederajat

5. Lomba Azan Tingkat SD/MI Sederajat

Sunday, April 17, 2022

Bantu UMKM Lotim, RSI Ajak Komunitas Ngabuburit Di PTC Pancor


Lombok Timur - Ketua DPW Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Provinsi NTB mengajak semua komunitas yang ada di Lotim untuk ngabuburit di PTC Pancor Lombok Timur. 

Pasalnya PTC (Pancor Trade Center) dalam beberapa tahun belakangan sejak gempa melanda Nusa Tenggara Barat tahun 2018 dengan magnitudo 6,5 SR dan disusul COVID 19 PTC (Pancor Trade Center) seakan-akan menjadi “Kota Tua” yang hanya menyimpan beberapa kenangan. PTC (Pancor Trade Center) yang dulunya ramai pengunjung malah kini sebaliknya sepi tanpa pengunjung. 

Dasar inilah yang membuat Rumah SandiUno Indonesia mencoba untuk membangkitkan kembali PTC (Pancor Trade Center) seperti dulu lagi yaitu ingin meramaikan kembali PTC seperti dulunya dengan mengadakan “Bazar Kuliner” yang di rangkai dengan Peringatan Nuzulul Qur'an 1443 dengan berbagai mata lomba.

"Bulan Ramadhan ini adalah waktu yang paling tepat untuk membangkitkan UMKM kita yang ambruk akibat Bencana Gempa Bumi dan Covid-19. Untuk itu kami mengajak semua kalangan khususnya komunitas komunitas untuk ngabuburit atau buka puasa bersama di lokasi bazar PTC Pancor", ungkap Amre, Ketua DPW RSI NTB. 

Pembukaan Peringatan Nuzulul Qur'an 1443H Di PTC Pancor

Adapun beberapa lomba dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur'an 1443H di PTC Pancor antara lain Lomba Mewarnai Tingkat TK, Lomba Menggambar SD/MI, Lomba Busana Muslim Tingkat TK/SD Sederajat, Lomba Karaoke Religi Tingkat SMP/SMA Sederajat, Lomba Talbir Di Iringi Bedug Tingkat SD/SMP/Mts Sederajat, Lomba Tahfiz Al - Qur'an Tingkat SDSederajat dan lainnya. 


Tuesday, February 15, 2022

Mantap!! Mahasiswa KKN Tematik UNRAM Terjun Langsung Memasarkan Madu Trigona di Acara Bazar Car Free Day (CFD)


Mataram - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TEMATIK-UNRAM-DESA-KARANG-BAJO 1 terjun langsung melakukan pemasaran madu trigona pada acara bazar di Udayana  atau sering di sebut Car Free Day (CFD), CFD biasanya diadakan pada minggu  mulai dari jam 06.00-10.00, kegiatan ini dilakukan guna memperkenalkan produk madu trigona dari Lombok Utara kepada masyarakat kota Mataram dan sekitarnya. 


Biasanya pada Minggu pagi terdapat ribuan pengunjung yang memadati jalan Udayana, kota Mataram, ada yang sedang berjalan-jalan, ada yang sedang berlari kecil, ada yang berolahraga, ada yang  bersepeda, dan tentu saja ada yang berjualan berbagai macam mulai dari makanan, minuman dan lain sebagainya.


Momen tersebut dimanfaatkan oleh kelompok KKN Tematik UNRAM untuk mengenalkan produk madu Trigona khas Lombok Utara. Pengenalan produk merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan  madu Trigona. Selain itu, Tujuan utama dari kegiatan pemasaran ini untuk mengetahui respon masyarakat terkait keberadaan madu Trigona yang khasiatnya bagus untuk kesehatan. Respon masyarakat berbeda-beda ada yang Tertarik, ada yang baru mengetahui, ada yang terkejut karena Rasa madu  yang kecut berbeda dari madu pada umumnya.


Madu Trigona sendiri merupakan madu yang dihasilkan dari Spesies lebah yang tidak bersengat, sering kali disebut lebah klanceng atau lebah kelulut, spesies lebah jenis ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari apis (tawon) yang biasa dikenal. Madu yang dihasilkan dari spesies lebah ini kecut dan asam yang berbeda dari madu biasanya.


Produk yang dihasilkan dari lebah tanpa sengat ini diantaranya adalah propolis, bee bread (polen), dan madu. Produk utama yang paling banyak dihasilkan adalah propolis. Lebah jenis ini juga menghasilkan madu yang memiliki rasa asam dan sedikit pahit akibat campuran dari propolis dan polen yang dihasilkannya. Rasa dari madu tersebut tergantung dari pakan yang dikonsumsi oleh lebah. 


Selain itu, madu Trigona memiliki kandungan semacam vitamin, mineral, senyawa fenol, antioksidan tinggi dan berbagai enzim yang sangat lengkap, dipercaya memiliki manfaat yang lebih unggul dari madu jenis lainnya.


Kegiatan pengenalan produk secara offline ini merupakan salah satu program kerja utama dari KKN Tematik UNRAM desa Karang Bajo 1 dengan tema Desapreneur, yang dimana kami fokus pada pengembangan usaha madu Trigona dan Teknik Pemasaran madu Trigona. Untuk itu kami mengadakan kegiatan pemasaran untuk merealisasikan program kerja tersebut. 




Monday, February 14, 2022

Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Penyuluhan Rumah Pangan Lestari


Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Desa Mangkung mengadakan kegiatan Penyuluhan Rumah Pangan Lestari yang berlokasi di Aula Kantor Desa Mangkung pada hari Rabu tanggal 09 Februari 2022. Kegiatan itu dihadiri oleh Ibu-ibu PKK, Kelompok Tani, dan Kepala Dusun yang ada di Desa Mangkung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Mangkung untuk mengoptimalkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk dilakukan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Desa Mangkung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Praya Barat Kabupate Lombok Tengah. memiliki potensi berupa lahan pekarangan seluas 121 Ha. Pada umumnya, masyarakat masih belum bisa memanfaatkan lahan pekarangan tersebut atau hanya dijadikan sebagai tempat untuk menjemur padi dan pakaian. Lalu Darma selaku Sekretaris Desa Mangkung dalam sambutannya mengatakan bahwa ”Desa Mangkung memiliki luas lahan pekarangan yang sangat luas namun masih belum bisa dioptimalkan oleh masyarakat setempat, terlebih pada umumnya masyarakat berprofesi sebagai petani sebagian besar berfokus di sawah”.


Seperti yang diketahui sebagian besar masyarakat Desa Mangkung berprofesi sebagai petani, terbukti dalam data sensus yang menunjukkan bahwa total masyarakat yang berprofesi sebagai petani sebanyak 4928 jiwa atau sebesar 47,73% dari jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian. Banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai petani dapat mendorong pelaksanaan sistem budidaya tanaman holtikultura, hal tersebut dikarenakan budidaya tanaman holtikultura lebih mudah dibandingkan penanaman secara konvensional, biaya penanganan tidak terlalu tinggi, hasil tanaman lebih berkualitas, serta tidak memerlukan lahan yang luas untuk ditanami. 

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Mangkung adalah kelangkaan pupuk. Pupuk yang tersedia atau yang disalurkan ke Desa Mangkung jumlahnya terbatas, dan penggunaan pupuk yang berlebih atau tidak sesuai dengan dosis yang ditentukan membuat pupuk yang tersedia di Desa Mangkung menjadi langka. Dalam sambutannya Bapak Lalu Darma mengatakan “ Salah satu permasalahan sampai saat ini yang dihadapi oleh masyarakat Desa Mangkung adalah adanya kelangkaan pupuk, sehingga inisiatif adek-adek KKN mengadakan kegiatan ini sangat bagus sekali semoga dapat memberikan alternatif bagi masyarakat di tengah kelangkaan pupuk yang dihadapi”. Berangkat dari permasalahan di atas, mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram berinisiasi mengadakan kegiatan penyuluhan ini yang berfokus pada bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman hortikultura dengan sistem hidroponik dan juga memanfaatkan kotoran ternak sapi untuk pembuatan pupuk kompos organik. “Kegiatan ini juga kami lakukan dalam rangka merealisasikan tema KKN kami yaitu Rumah Pangan Lestari (RPL)”. Ucap Ilham Isabana selaku Ketua Kelompok KKN dalam sambutannya.

Kegiatan ini diisi oleh tiga mahasiswa KKN yaitu Kholik Hidayatullah dari Program Studi Fisika yang menyampaikan materi tentang rumah pangan lestari, Novi Ariska dari Program Studi Peternakan yang menyampaikan materi tentang pembuatan pupuk kompos organik, dan M. Rizki dari Program Studi Agroteknologi yang menyampaikan materi tentang budidaya sistem hidroponik.  Bapak Ir. Arifin Arya Bakti, M.Agr selaku Dosen Pembimbing Lapangan mengatakan bahwa “Kegiatan ini adalah wadah bagi kalian mahasiswa untuk menyalurkan ilmu yang kalian dapatkan selama di bangku kuliah kepada masyarakat”. 

Selain memberikan penyuluhan, dalam kegiatan ini juga diikuti praktik langsung pembuatan larutan dekomposisi untuk campuran pupuk organik dan juga pembuatan media tanam untuk budidaya sistem hidroponik. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak. Ibu Lili Suryani selaku Ketua Forum Kader dan Wakil Tim Penggerak PKK Desa Mangkung mengatakan “Alhamdulillah adek-adek KKN berinisiatif mengadakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami ibu-ibu PKK, semoga bisa kami realisasikan di pekarangan rumah sehingga menambah income rumah tangga dan mencukupi kebutuhan sayur mayur kami”. Selain itu juga, Lalu Sumaidi selaku Kepala Dusun Orok Gendang juga sangat mengapresiasi adek-adek KKN yang telah mengadakan kegiatan ini. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi kepada adek-adek KKN telah mengadakan kegiatan yang luar biasa bermanfaat sekali bagi kami, tentunya semoga apa yang menjadi tujuan adek-adek bisa diterapkan oleh masyarakat terkhusus ibu-ibu rumah tangga dan kedepannya bisa lebih berkembang lagi”.

Tentunya harapan kedepannya semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Mangkung bisa mengoptimalkan lahan pekarangan dan juga memanfaatkan potensi yang ada seperti kotoran ternak sapi dijadikan pupuk organik sebagai media tanam, sehingga kedepannya masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga serta dapat menjadi salah satu langkah untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.



Friday, February 11, 2022

Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Bersama BPBD Lombok Tengah


Lombok Tengah - Kuta (18/01/2022) Digelar sosialisasi mitigasi bencana banjir di Aula Kantor Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah dengan tema “Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kuta (Mamiq Mirate) dan dihadiri oleh seluruh Kepala Dusun Desa Kuta beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah yakni L. Sri Kartanayang, SH.

Kegiatan ini merupakan salah satu program utama dalam program kerja kelompok KKN Tematik Universitas Mataram Desa Kuta dengan tema Desa Tangguh Bencana. Sosialisasi ini dilaksanakan agar meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat Desa Kuta terhadap bencana banjir dikarenakan daerah di Desa Kuta merupakan daerah yang diapit oleh perbukitan dan laut sehingga rawan terkena banjir.


Berdasarkan yang disampaikan oleh Bapak L. Sri Kertanayang, SH., ada beberapa cara upaya untuk mengurangi dampak banjir yaitu:

1.    Menjaga lingkungan sekitar.

2.    Menghindari membuat rumah di pinggir sungai.

3.    Membuang sampah pada tempatnya.

4.    Rajin membersihkan saluran sungai.

5.    Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi tepi sungai.

6.    Kearipan lokal.


Banjir terbagi menjadi 3 jenis yakni banjir musiman, banjir bandang dan banjir pantai/pesisir. Banjir musiman yakni banjir yang datang setiap musim hujan dikarenakan setiap musim hujan kapasitas air yang turun lebih banyak dibandingkan musim lainnya. Banjir bandang atau air bah adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar. Banjir ini terjadi secara tiba-tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus-menerus. Dan yang terakhir yakni banjir pantai atau rob adalah banjir di tepi pantai karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada bibir pantai atau daratan di pesisir pantai


Selama kegiatan sosialisasi ini digelar, para hadirin yang hadir dalam kegiatan ini sangat intens mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Lombok Tengah.  Setelah penyampaian materi diadakan sesi tanya jawab guna memberikan ruang diskusi antara narasumber dan peserta yang hadir selama kegiatan sosialisasi berlangsung.


Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan BPBD Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan Closing Statement untuk mengakhiri sosialisasi dan dilanjutkan dengan pemberian plakat kepada pemateri oleh Mahasiswa KKN Tematik Desa Kuta Universitas Mataram kepada BPBD Kabupaten Lombok Tengah yang diserahkan melalui Kepala Desa Kuta yakni Mamiq Mirate. Setelah itu diakhiri dengan foto Bersama.

Thursday, February 10, 2022

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Beri Pelatihan Pembuatan Pakan Suplemen Urea Molases Blok


Lombok Barat - Kecamatan Sekotong Lombok Barat memiliki mata pencaharian sebagai petani, peternak dan nelayan. Peternakan yang ada di wilayah sekotong meliputi ternak sapi, ayam dan kambing. Masyarakat Kecamatan Sekotong masih masih memberikan pakan ternak alami berupa dedaunan yang diperoleh di sekitar rumah warga. 


Usaha penggemukan ternak khususnya ternak ruminansia besar seperti sapi menjadi tujuan pemeliharaan para petani peternak agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Metode penggemukan yang dilakukan sejak dahulu antara lain dengan melakukan kastrasi, sapi kereman serta memberikan pakan tambahan seperti konsentrat dan lain-lain. Akan tetapi usaha penggemukan tersebut terkadang tidak ekonomis jika diperhitungkan secara agribisnis karena waktu pemeliharaan yang panjang. Oleh sebab itu, maka perlu dilakukan upaya guna memperpendek waktu penggemukan agar para peternak dapat dengan cepat menikmati hasil jerih payahnya. Salah satu cara penggemukan yang dapat dilakukan agar dapat mempercepat waktu penggemukan adalah dengan memberikan pakan suplemen pada ternak.


Pakan suplemen ini dapat diramu dengan beberapa limbah pertanian dan limbah industry yang dibuat dalam bentuk blok sehingga dapat disediakan secara terus menerus didalam kandang dan disajikan dengan cara di jilat.


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Cendi Manik Universitas Mataram melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan UMB (Urea Molases Block) atau suplemen ternak guna meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fermentasi dalam rumen, meningkatkan produksi mikroba rumen, mensuplay mineral mineral essensial, meningkatkan kecernaan serat kasar (limbah pertanian), dan memperpendek waktu pemeliharaan dalam usaha penggemukan. Pelatihan ini dibawakan oleh Rista Mandiri (Perternakan, 2018) dan dibantu oleh Mahasiswa KKN lainnya. 


Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak sekdes Cendi Manik, staff kantor Desa Cendi Manik dan warga sekitar sebagai peserta kegiatan. “Harapannya melalui kegiatan ini masyarakat dapat mempercepat waktu pemeliharaan ternak dan mengembangkan usaha pakan ternak khususnya di daerah Cendi Manik” disampaikan oleh Siska perwakilan Mahasiswa KKN Universitas Mataram.

Wednesday, February 9, 2022

Mahasiswa Tematik KKN Unram Ajak Masyarakat Pandan Duri Berinovasi


Lombok Timur - Mengajak Masyarakat Berfikir Kreatif Untuk  Menciptakan Inovasi Baru Yang Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Pandan Duri Kecamatan Terara Lombok Timur


Mahasiswa KKN tematik Unram periode 2021/2022 mengajak masyarakat khususnya para pengrajin yang ada di Desa Pandan Duri Kecamatan Terara Lombok Timur untuk sama" berfikir kreatif agar bisa menciptakan kerajinan anyaman baru selain bakul. Kerajinan yang di hasilkan saat ini terdiri dari : 


1. Topi Sumpe 


Topi Sumpe merupakan topi yang berbahan dasar Sumpe yang di anyam oleh para pengrajin di Desa Pandan duri khususnya kampung Montong sura' yang mayoritas penganyamnya yaitu ibu" rumah tangga yang menjadikan anyaman ini sebagai salah satu mata pencaharian sampingan selain menjadi petani. 


2. Hiasan dinding berupa cermin 


Hiasan dinding merupakan salah satu inovasi mahasiswa KKN tematik Unram bersama masyarakat desa pandan duri untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. hiasan ini  berbahan dasar bambu dan cermin yang di buat sedemikian rupa oleh masyarakat yang memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai hiasan kamar, dan dapat di manfaatkan sebagai cermin. 


3. Bakul


Bakul merupakan alat perlengkapan dapur yang berbahan dasar bambu yang dianyam oleh masyarakat desa pandan duri khususnya dusun grepik dan gunung ulang. 


Kerajinan bakulan ini merupakan salah satu usaha yang ditekuni oleh masyarakat di desa pandan duri sebagai salah satu sumber mata pencaharian.


Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim